Sunday, September 22, 2013

Book Review: Recollection by Shienny M.S.

.
BOOK review
Started on: 12.September.2013
Finished on: 18.September.2013

Judul Buku : Recollection
Penulis : Shienny M.S.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 460 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 59,330 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 5/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Saat mendapatkan kesadarannya kembali, Lucca ketakutan setengah mati; takut menyadari apa yang ternyata mampu dilakukannya. Tapi lebih dari itu, dia takut kehilangan kendali lagi. Dan kali berikutnya... kali berikutnya, mungkin saja aku akan menyakiti Elya dan Sorren."
Kisah ini bermula saat Elya, seorang Vier-Elv - campuran Elvar dan manusia, menemukan selusin tubuh Elvar yang telah tewas di tengah hutan. Fakta bahwa para Elvar yang tewas itu adalah prajurit Legiun Falthemnar (pasukan elit Bangsa Elvar) semakin membuat Elya ketakutan. Dan saat Elya sedang memeriksa jenazah Elvar tersebut, ia merasakan ada sebilah pisau pada lehernya. Lelaki yang menodongkan pisau itu ternyata juga seorang Elvar, tetapi ia terluka amat parah. Tak lama kemudian, Elvar itu tidak sadarkan diri. Dan Elya tahu bahwa hidup mati-nya pria itu ada di dalam tangannya.

Dengan penuh perjuangan Elya membawa pria itu ke Dominia - desa tempat tinggalnya - tanpa diketahui oleh siapapun. Dengan bantuan ayahnya, Sorren, Elya memberikan pengobatan pada pria yang ternyata adalah seorang Shazin - pembunuh terlatih - itu. Saat pria itu akhirnya sadar, Elya dan Sorren sangat berharap ia bisa memberikan informasi tentang kejadian tewasnya lusinan Elvar di hutan. Akan tetapi mereka harus dikecewakan karena ternyata ia sama sekali tidak mengingat apa-apa, bahkan identitasnya sendiri. Sejak hari itu, ia dinamai Lucca - yang berarti anak hilang.
"Lucca memang tidak ingat apa-apa. Tapi instingnya masih mengingat segalanya dengan jelas. Reaksi tubuhnya adalah fakta jelas yang tak terbantahkan. Dia memang seorang Shazin."
Lucca tinggal tersembunyi di sebuah gudang dalam rumah Sorren. Namun entah mengapa Lucca merasa bahwa saat itu bukanlah kali pertama ia berada di gudang tersebut. Saat itulah kepingan memori dalam ingatannya sedikit demi sedikit muncul - dan baginya itu bukan kenangan yang baik. Setelah beberapa waktu tinggal bersama Sorren dan Elya, Lucca merasa mereka adalah orang baik. Sayangnya, ingatan yang muncul di benaknya menunjukkan bahwa selama ini ia mempunyai misi untuk membunuh Sorren. Tentu saja ia tidak ingin mempercayai hal itu, akan tetapi memori tersebut membuat Lucca tidak bisa percaya pada dirinya sendiri.
"Lucca menggeleng lemah... Masih banyak misteri tentang dirinya yang belum terjawab. Misteri, yang bahkan Lucca sendiri tak yakin ingin dia ketahui jawabannya."
Permasalahan semakin rumit dengan kedatangan Valadin - Komandan Legiun Falthemnar - ke Dominia yang ingin menyelidiki lebih lanjut tentang terbunuhnya sejumlah Elvar di dekat sana. Leidz Recion - salah satu Jenderal Legiun Falthemnar - pun juga muncul di Dominia karena ia tidak sepenuhnya percaya dengan cara kerja Valadin. Festival Musim Kemarau semakin dekat, dan kasus pembunuh misterius di sekitar Dominia masih belum terselesaikan. Bahkan tanpa diduga, terjadi serangan yang kedua terhadap penduduk Dominia. Demi membantu pengobatan para korban, Elya dan Lucca pergi ke Mildryd - sebuah kota perbatasan - untuk membeli persediaan. Dan ternyata perjalanan itu mengungkap sebagian dari misteri yang ada, bahkan menyadarkan Lucca betapa ia bisa menjadi seseorang yang amat berbahaya.

Dengan adanya berbagai kejadian yang terjadi pada mereka, potongan memori yang berhasil Lucca ingat semakin banyak. Dan hal itu membuatnya semakin meragukan dirinya sendiri - bahkan Lucca ingin menyerahkan diri pada Valadin. Meskipun demikian, Elya memiliki keyakinan yang kuat bahwa Lucca bukanlah salah satu dari komplotan penjahat yang merencanakan serangan itu. Kisah ini adalah perjalanan mengingat kembali yang penuh dengan kenangan pahit. Terkadang Lucca bisa salah menerjemahkan potongan memori yang muncul di pikirannya. Dan pada akhirnya, saat semua ingatan itu kembali, ia akan menyadari seluruh kebenarannya - entah meski sudah terlambat atau tidak.
"Selama ini keinginanku hanyalah mencari tahu siapa diriku. Dan akhirnya, akhirnya aku menemukan apa yang kucari. Tapi aku tidak pernah menduga kalau aku juga menemukan hal-hal yang tidak pernah ingin kuketahui."
Baca kisah selengkapnya di Recollection.
image source: here. edited by me.
Ini adalah buku ke-6 Shienny M.S. yang kubaca - dan masih dalam lingkup dunia TherMelian yang benar-benar penuh dengan petualangan. Buku Recollection ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan tetralogi TherMelian; karena buku ini mengambil setting 20 tahun sebelum Revelation (buku pertama dari seri TherMelian). Sebagai pembaca yang sudah membaca tetralogi-nya terlebih dahulu, aku sama sekali tidak merasa asing dengan istilah Elvar, Vier-Elv, Shazin, Falthemnar, dan lain sebagainya - yang adalah bagian dari dunia TherMelian. Meskipun begitu, aku yakin bagi kalian yang belum pernah membaca TherMelian sebelumnya, buku ini tidak akan membuat bingung karena semuanya tetap dijelaskan secara utuh dalam buku ini. Dan walaupun cerita Recollection tidak berhubungan secara langsung dengan tetralogi TherMelian, ada karakter-karakter dalam buku ini yang akan muncul pula dalam tetralogi. Recollection benar-benar berhasil memuaskan kerinduanku pada dunia TherMelian; dan petualangan (sekaligus peperangan)-nya tidak kalah seru dibanding tetralogi TherMelian.

Dengan ukuran buku yang tebal, Recollection memiliki alur yang cukup rumit tetapi tetap solid. Di bagian awal, ceritanya langsung menyuguhkan misteri utama yang akan membuat pembaca bertanya-tanya dan terus penasaran dengan kebenaran di baliknya. Setelah pengenalan karakter-karakter utamanya, alurnya mulai bergerak naik seiring dengan munculnya potongan-potongan petunjuk yang mengarah pada penyelesaian ceritanya. Hal inilah yang membuatku terus penasaran sepanjang membaca; karena ingatan Lucca yang hanya muncul sedikit demi sedikit, aku jadi harus lebih bersabar menunggu. Salah satu faktor yang menjadi favoritku adalah bagaimana cerita ini berhasil mengarahkanku kepada suatu pemikiran, dan kemudian tanpa terduga memberikan twist yang mengejutkan pada ceritanya. (Aku tidak akan membocorkan terlalu banyak supaya tidak spoiler, karena nanti jadi kurang seru bagi yang belum membaca.) Selain alur yang sangat intens dan menegangkan, aku juga sangat menyukai ending ceritanya. Peperangan terakhir dengan 'musuh besar' ceritanya tidak dibuat terlalu mudah sehingga aku ikut merasakan situasi mereka yang kritis. Kisahnya diakhiri dengan baik, bahkan ada sedikit petunjuk tentang tetralogi TherMelian juga :) **Tidak lupa juga ada sedikit bumbu percintaan di dalamnya, meskipun tidak terlalu mencolok. Tetapi tentu saja itu adalah suatu tambahan yang menyenangkan untuk pembaca.

Ada cukup banyak karakter dalam buku ini, dan aku cukup puas karena hampir semua karakter dimanfaatkan dengan baik dalam ceritanya. Karakter utamanya tentu saja adalah Lucca dan Elya - yang ada pada sampul depan bukunya. Beberapa lainnya sudah kusebutkan di ringkasan cerita di atas: Sorren, Valadin, Leidz Recion; dan yang terakhir adalah Paman Kael - yang juga berkontribusi dalam banyak hal. Ada pula beberapa karakter pendukung yang nantinya akan muncul di tetralogi TherMelian. Meskipun aku tidak punya karakter favorit dalam buku ini, entah bagaimana aku lebih banyak terfokus pada Valadin. Salah satu alasannya mungkin karena ia adalah karakter yang 'sangat penting' dalam tetralogi TherMelian, dan dengan melihat masa lalu Valadin aku ingin tahu karakter seperti apa ia sebelumnya. Dalam buku ini juga banyak karakter yang mengejutkanku dengan plot twists-nya, yang tentu saja lebih baik jika dibaca dan dinikmati sendiri :)

Akhir kata, aku cukup sedih karena harus berpisah lagi dengan dunia TherMelian. Walaupun aku menghabiskan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan buku ini, aku sangat menikmatinya dari awal hingga akhir. Mudah-mudahan kisah tentang TherMelian tidak berhenti di sini saja; atau mungkin Shienny M.S. berencana untuk menulis kisah fantasi yang lain - aku tidak akan ragu untuk coba membacanya ^^ Bagi yang belum pernah baca kisah TherMelian sebelumnya, berikut adalah buku-buku TherMelian yang sudah pernah aku review di blog ini :)

 
and... is it wrong to think that Valadin might almost look like our almighty Legolas ? x)
 
by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...