Wednesday, February 20, 2013

Book Review: Ther Melian: Anthology by Shienny M.S., dkk.

.

BOOK review
Started on: 14.February.2013
Finished on: 16.February.2013

Judul Buku : Ther Melian: Anthology
Penulis : Shienny M.S., dkk.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 352 Halaman
Tahun Terbit: 2013
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ther Melian: Anthology terdiri dari 11 cerita pendek dengan latar dunia Ther Melian yang akan familiar bagi pembaca yang sudah menikmati tetralogi-nya. Kesebelas kisah yang ada dalam buku ini dibagi menjadi tiga bagian: prekuel (kisah-kisah yang terjadi sebelum tetralogi Ther Melian), midkuel (yang terjadi bersamaan dengan tetralogi), dan juga sekuel (kejadian-kejadian yang terjadi setelah tetralogi). Bagi penggemar seri Ther Melian, mereka dapat bertemu kembali dengan karakter-karakter Ther Melian lewat kisah penuh kasih sayang ini; ada cerita tentang perasaan cinta antara sepasang kekasih, kasih sayang keluarga, dan juga persahabatan. Dengan membaca Anthology, ada banyak hal baru yang terungkap tentang masa lalu karakter-karakternya yang tidak kita ketahui sebelumnya.

Karena jumlah cerita yang cukup banyak dalam buku ini, aku akan memberi ringkasan pendek untuk beberapa cerita. Dimulai dari 6 kisah prekuel yang terjadi sebelum kisah tetralogi Ther Melian: cerita yang pertama berjudul Ribuan Tahun, yang menceritakan kisah cinta yang tidak sampai antara Odyss dan Ratu Ratana. Odyss yang adalah seorang penyihir jatuh cinta pada Ratana, putri Kerajaan Aetheral; dan demi mendapat restu sang Raja, Odyss telah melakukan banyak hal yang seharusnya tidak ia lakukan. Bisa dikatakan, cerita inilah asal mula dari berbagai masalah yang akan ditemui dalam tetralogi Ther Melian. Kisah berikutnya berjudul Tilas Mawar Cadas, yang menceritakan tentang masa lalu Karth dan bagaimana ia menjadi seorang Shazin. Cerita cinta yang disampaikan dalam cerita ini tidak hanya perasaan antara pasangan kekasih, melainkan juga kasih sayang orang tua terhadap anaknya.
"Aku tahu Sadia sudah bermurah hati, dan aku tidak pantas meminta lebih. Tapi dengan mengirimmu kembali padanya, aku ingin dia mengerti bahwa dirimu tidak tergantikan. Mungkin dengan begitu dia akan sudi menjadi anakku sekali lagi..."
Cerita ketiga yang berjudul Penantian, mengisahkan tentang salah satu anggota kelompok Valadin yang bernama Eizen - seorang magus yang sangat kuat. Dimulai dari saat Eizen disegel oleh para Tetua Elvar karena ingin memberontak, hingga saat Valadin membebaskan Eizen karena mereka mempunyai tujuan yang sama. Kisah awal-mula persahabatan antara Valadin dan Eizen tentunya tidak dapat dilewatkan. Cerita yang berjudul Liontin Kristal adalah sebuah cerita pendek yang berfokus pada karakter utama tetralogi Ther Melian, seorang pencuri bernama Vrey. Kisah ini bercerita saat Vrey berprofesi sebagai seorang pencuri dan belajar tentang kasih sayang lewat Liontin Kristal yang harus ia dapatkan.
"Perutnya masih keroncongan, dan dia tidak membawa buruan apa-apa - Vrey yakin dia dan teman-temannya akan benar-benar dihabisi Gill besok - tapi dia tersenyum puas. Hari ini dia telah mendapatkan sebuah harta yang sangat berharga, kasih sayang."
Kisah selanjutnya masih bercerita tentang Vrey, tetapi kali ini bercerita tentang petualangannya mencuri bersama dengan Aelwen dalam kisah yang berjudul Pencuri Jurnal. Lewat kisah ini, pembaca akan dibawa melihat pengalaman Vrey-Aelwen yang tidak pernah kita ketahui sebelumnya - dan tentu saja cerita tentang kasih sayang yang disampaikan lewat orang yang akan dicuri barangnya oleh Vrey. Masih terdapat 6 cerita pendek lainnya dalam buku ini, yang tidak kalah - bahkan lebih - menarik dengan 5 cerita yang aku tulis ringkasannya dalam review ini. Ada kisah cinta antara Putri Ascha dan Desna, pengawal pribadinya; kisah kehidupan Putri Ascha setelah tetralogi Ther Melian, dan tentu saja tidak ketinggalan cerita lanjutan tentang Vrey dan Leighton - tokoh-tokoh utama seri Ther Melian. Setiap kisah yang ada dalam buku Anthology ini menyampaikan tentang perasaan kasih sayang dan cinta yang akan membuat perasaan pembaca menjadi hangat.
"Nggak ada yang gratis di dunia ini, untuk mendapatkan sesuatu harus ada harga yang dibayar, termasuk kebahagiaan. Kalau aku ingin bersamamu, aku harus berjuang untuk itu."
Baca kisah selengkapnya di Ther Melian: Anthology.
image source: here. edited by me.
Ther Melian adalah tetralogi fantasi lokal favoritku; dan mendapatkan kesempatan untuk sekali lagi menikmati dunia Ther Melian beserta karakter-karakternya yang aku rindukan, tentu saja membuatku sangat senang. Meskipun cerita-cerita yang ada dalam buku ini ditulis oleh lebih dari satu orang, aku merasa setiap kisahnya saling melengkapi satu sama lain dan mempunyai flow cerita yang serupa. Bagi yang belum membaca tetralogi Ther Melian, tidak perlu ragu untuk membaca buku ini, karena semua ceritanya dapat dimengerti dengan baik - apalagi dengan adanya deskripsi beberapa istilah khusus dan pengenalan setiap karakter yang ada di akhir setiap cerita. Malah kemungkinan besar, pembaca Anthology akan menjadi semakin tertarik untuk membaca seri Ther Melian setelah menyelesaikan buku ini.

Jika ditanya kisah mana yang menjadi favoritku di antara 11 cerita yang ada dalam buku Anthology ini, jujur saja aku tidak bisa memilih hanya satu. Beberapa cerita yang paling aku sukai dalam buku ini antara lain adalah: Tilas Mawar Cadas - karena Karth adalah salah satu karakter yang aku sukai dalam tetralogi Ther Melian, sehingga mengetahui tentang detail masa lalunya membuatku mengenal karakter ini lebih baik; Pencuri Jurnal - tentu saja karena para tokoh utama (Vrey dan Aelwen) yang menjadi fokusnya. Aku sangat menyukai cerita ini terutama karena identitas Aelwen sebenarnya sudah sedikit terungkap dalam cerita ini (no spoiler - bagi yang penasaran untuk tahu lebih lanjut, bisa membaca tetralogi Ther Melian :p). Dan tidak lupa juga aku memfavoritkan Selamanya dan Malam Terpanjang; tentu saja karena dua cerita ini menceritakan kelanjutan kisah Vrey dan Leighton yang sangat sangat sangat ingin aku ketahui saat selesai membaca tetralogi Ther Melian. Dengan adanya cerita ini, aku bisa merasa tenang karena tidak dihantui rasa penasaran lagi dengan kehidupan mereka.

Seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya, membaca buku Anthology ini membuatku sangat senang karena dapat bertemu kembali dengan karakter-karakter yang sangat aku sukai dari tetralogi. Vrey, Leighton, Karth, Eizen (salah satu karakter yang paling berkesan dan kuat dari kisah Ther Melian), Putri Ascha, Desna, Rion, sampai Laruen. Sangat menyenangkan melihat kisah Karth dan Laruen yang hidup dengan bahagia - menjadi sebuah keluarga yang hangat dan penuh kasih sayang. Meskipun ada juga kesedihan saat melihat Putri Ascha yang masih belum bisa melupakan rasa kehilangannya, tetapi kesedihan juga adalah salah satu bagian yang kita rasakan saat mencintai seseorang. Salah satu hal lain yang aku sukai dari buku ini adalah detail setiap karakter beserta gambar-gambarnya yang luar biasa keren. Dalam buku ini kita dalam melihat wujud setiap karakter dengan lebih jelas karena ada gambar dan penjelasannya :) *thumbs up for Shienny M.S ;)*

Overall, Anthology adalah pelengkap yang sangat manis untuk tetralogi Ther Melian. Tentu saja akan lebih sempurna jika pembaca sudah menyelesaikan tetralogi terlebih dahulu sebelum membaca buku ini; tetapi seperti yang sudah aku katakan, buku ini dapat dibaca secara terpisah tanpa harus kebingungan saat membacanya. Pada akhir buku Anthology ini, disebutkan tentang akan terbitnya Ther Melian: Recollection yang juga menceritakan kisah lain dalam dunia Ther Melian. Kapan terbitnyaaa? Tentunya aku tidak sabar menunggu untuk menikmati kisah petualangan seru lainnya dari dunia Ther Melian :)

Berikut adalah book trailer untuk Ther Melian: Anthology :)
by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

  1. Stefanie, thanks for reading & reviewing ^_^ we're glad you love the stories in the Anthology :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...