Monday, December 21, 2015

Book Review: Love Theft #1 by Prisca Primasari + Giveaway

.
BOOK review
Started on: 9.December2015
Finished on: 13.December.2015

Judul Buku : Love Theft #1
Penulis : Prisca Primasari
Penerbit : -
Tebal : 192 Halaman
Tahun Terbit: 2015
Harga: Rp 44,000 (http://www.bukabuku.com)

Rating: 3.5/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------  
"Aku tahu yang kulakukan ini salah—cuti kuliah hanya karena persoalan sepele, berteman dengan para pencuri, menjadi orang kepercayaan pamanku. Dari sudut pandang mana pun, ini salah."
Frea Rinata adalah seorang mahasiswi jurusan musik klasik yang berbakat namun kurang berprestasi di kampus. Karena lelah dengan perlakuan yang diterimanya, Frea akhirnya memutuskan untuk mengambil cuti kuliah dan bergabung dengan sebuah organisasi yang dipimpin oleh Pamannya, Vito. Pamannya memimpin sekelompok pencuri ulung dengan tujuan untuk membantu masyarakat yang lebih miskin. Selama cutinya, Frea ikut mendampingi salah satu bawahan Pamannya yang disebut Liquor menjalani sebuah tugas pencurian yang berbahaya.

"Banyak pencuri yang mendewakan uang semata, atau hanya sengaja ingin mencari bahaya agar tampak keren. Tapi kata pamanku, Liquor dan Night tidak demikian. Mereka mencuri juga bukan untuk beramal kepada orang miskin. Mereka punya alasan sendiri."
Selain Liquor, Frea juga dekat dengan bawahan Pamannya yang lebih sering dipanggil Night. Frea selalu menyukai sosok Night, oleh karena itulah saat Night menyatakan bahwa ia akan mengundurkan diri dan berpulang ke Jepang, Frea merasa terpukul dan kehilangan. Karena rencananya itulah Night akhirnya menyerahkan tugas yang ia terima kepada Liquor. Ia mendapat tugas untuk mencuri sebuah kalung Tiffany & Co. yang bernilai sangat mahal dari seorang sosialita bernama Coco. Sayangnya, pencurian kali ini tidak berakhir semulus biasanya—dan permasalahan yang timbul pun akhirnya menguak masa lalu yang kelam serta perasaan yang tersimpan.
"Aku tertegun. Kutatap matanya. Tenggorokanku tercekat saat aku mengenali sorot yang tidak asing lagi di mata berwarna cokelat wiski itu.
Kepedihan. Penderitaan. Luka."
image source: here. edited by me.
Buku ini merupakan buku pertama dari seri Frea Rinata yang ditulis oleh Prisca Primasari. Aku sendiri sudah tidak asing dengan penulisan Prisca Primasari karena ia adalah salah satu penulis yang sangat aku nikmati tulisannya. Kisah yang disuguhkan oleh penulis kali ini adalah cerita unik yang melibatkan profesi pencuri ulung. Pembaca akan berkenalan dengan karakter Frea, Liquor, dan Night yang menjadi fokus utama ceritanya. Sosok Liquor dan Night yang misterius berhasil membuatku penasaran dan aku terus ingin tahu lebih lanjut tentang latar belakang kehidupan mereka yang sesungguhnya. Konflik yang dibahas dalam buku ini adalah masalah yang terjadi dengan pencurian kalung milik Coco; tetapi entah mengapa aku jauh lebih tertarik dengan perkembangan karakternya. Menjelang akhir buku ini, perasaan yang dimiliki oleh karakternya perlahan-lahan terungkap dan kisahnya ditutup dengan agak menggantung. Oleh karena itulah ada sedikit rasa kurang puas saat aku menyelesaikan buku ini. Aku jadi tidak sabar untuk segera membaca kelanjutan kisah Frea ini, dan semoga rasa penasaranku bisa terpuaskan di buku keduanya.
"Lama-lama, dia tidak mampu berhenti.
Karena dosa yang dilakukan berkali-kali tidak akan terasa seperti dosa lagi."
Karakter yang paling menarik dalam buku ini tentu saja adalah Liquor dan Night—dua pencuri ulung yang memiliki alasan tersendiri mengapa mereka memilih menjalani profesi tersebut. Dalam buku ini, kisah tentang Night sedikit banyak sudah terungkap melalui Paman Frea, Vito. Akan tetapi cerita tentang masa lalu Liquor masih sangat samar dan membuatku terus menebak-nebak apa yang sebenarnya pernah ia alami dulu. Karakter Liquor sendiri dideskripsikan sebagai lelaki yang amat menarik (demikian juga dengan Night) yang membuat Liquor mampu 'menghipnotis' korbannya. Selain daripada itu, semua tentang Liquor terkesan misterius; mulai dari gerak-gerik maupun perkataannya. Di samping dua karakter tersebut, masih ada satu pencuri lagi yang terlibat dalam buku ini yaitu Tarantula. Meskipun perannya tidak banyak, ia adalah sosok yang cukup berkesan dalam benakku karena ia lebih santai dan cuek dibandingkan Liquor dan Night :)

Jumlah halamannya yang tidak banyak membuat buku ini dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat, terlebih lagi alur ceritanya pun tidak terlalu kompleks. Seperti biasa, aku masih tetap menikmati penulisan Prisca Primasari dalam buku ini, hanya saja aku kurang begitu puas dengan perkembangan ceritanya. Aku merasa masih ada banyak hal yang membuatku penasaran dari kisah ini. Tidak lupa juga aku ingin mengucapkan terima kasih untuk penulisnya yang sudah mengirimkan buku ini untuk aku baca dan review :)

Prisca Primasari juga berbaik hati mengirimkan 1 (satu) eksemplar Love Theft #1 untuk aku bagikan dalam giveaway. Bagi penggemar buku Prisca Primasari atau kalian yang juga penasaran dengan buku ini, silahkan ikuti giveaway di bawah ini :))

↓↓↓↓↓↓


BOOK GIVEAWAY
21-28 Des 2015 | AVAILABLE FOR SHIPPING IN INDONESIA ONLY.

1. Follow blog Bookie-Looker via Google Friend Connect (GFC) atau Bloglovin.
2. Follow akun Twitter @stefanie_sugia ,Twitter penulisnya @priscaprimasari
3. Promosikan giveaway ini melalui tweet dan jangan lupa mention kedua twitter di atas dengan hashtag #GALoveTheft
4. Tuliskan di bagian komentar: Nama, E-mail / akun Twitter (untuk menghubungi jika kalian menang), link tweet kalian, dan jawaban untuk pertanyaan: "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"
Pemenang akan diumumkan tanggal 29 Desember 2015 :) Tersedia 1 (satu) buku Love Theft untuk giveaway ini :) Semoga beruntung!


by.stefaniesugia♥ .
 

45 comments:

  1. Nama : Sofhy Haisyah
    Email : sofhyhaisyah28@gmail.com
    Twitter : @Sofhy_Haisyah
    Link : https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/678759942782771200

    Tidak keberatan. Karena, menurutku yang namanya pencuri itu adalah orang cerdas. Tapi sayang, kecerdasan yang mereka miliki tersebut disalahgunakan untuk berbuat sesuatu yang salah. Karenanya, dengan berteman dengan mereka yaa setidaknya aku bisa belajar tips dari kecerdasan mencuri mereka. Bukan sebagai ilmu untuk dipraltekkan agar bisa meraup untung, melainkan sebagai ilmu untuk antisipasi saja agar kita bisa terhindar dari tindak kejahatan pencurian itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Nama: ulfa nursyifa
    Email: ulfa.nsyifa@yahoo.co.id
    Twitter: @ulfaminha
    Link: https://mobile.twitter.com/ulfaminha/status/678779808726147072

    Tentu tidak. Sekalipun dia sering mencuri, dia berhak dijadikan teman. dia bukan untuk dijauhi, melainkan untuk dinasehati agar menjauhi perbuatan jahat tersebut. Justru cara pendekatan yang efektif adalah dengan menjadi temannya.

    ReplyDelete
  3. Nama: Fitra Aulianty
    Email: fitra.aulianty@gmail.com
    Twitter: @fira_yoopies
    Link Share: https://twitter.com/fira_yoopies/status/678780494750728193

    Jawaban:

    Keberatan sih, apalagi kalau aku yg dijadiin objek pencuri. Dimana-mana kemalingan pasti gak enak dong, terus juga kalau orang yang lengah kayak aku temenan sama pencuri, pasti mendadak gak punya apa-apa lagi.
    Tapi kalau mereka punya alasan sendiri untuk nyuri, dan kalau mereka gak bakalan mencuri barang-barang milik temannya, aku mungkin mau jadi teman mereka. Ya walaupun berat awalnya, tapi pasti menyenangkan melihat sesuatu yang gak pernah aku lihat sebelumnya--kehidupan nyata seorang pencuri. Dan lagi aku juga penasaran sih, kalau pencurinya pintar kayak Liquor dan Night kenapa mereka milih jadi pencuri, kan lebih baik jadi orang kreatif atau apa gitu. Lagian banyak kerjaan lain yang lebih keren dan mementingkan kreativitas selain pencuri.

    ReplyDelete
  4. Nama: Hana Bilqisthi
    email: jejehana@gmail.com
    Akun twitter: @hanabilqisthi
    Linkshare: https://twitter.com/hanabilqisthi/status/678784184421236737

    Jawaban:
    Kalau Hana ngga tahu dia pencuri sih ngga keberatam kayaknya :)
    Kalau tahu, I have not yet decided karena belum pernah temenan sama pencuri soalnya :D
    maybe yes maybe no depend alasan dia nyuri sih :)
    Hehehe
    tapi kalau pencurinya kayak Kaito Kid, hana pengen temenan sama dia XD

    ReplyDelete
  5. Nama: Aya Murning
    Email: ayamurning@gmail.com
    Twitter: @murniaya
    Link share: https://twitter.com/murniaya/status/678831301818904576

    Nope. Since I was a kid, I've been told that I have to choose my campanion selectively. Good people for a good role. Better person for a better life.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oops, maaf. Nope maksudnya nggak mau temenan sama pencuri. Gitu hehehe.

      Delete
  6. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Email: kikisuarni616@yahoo.com
    Link share:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/678900340347940865

    Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?

    Jawaban:

    Agak kebaratan sih. Yah, normalnya manusia kayaknya gitu deh, gak mau berurusan sama orang yang bermasalah, apa lagi pelaku kejahatan. Lain lagi, kalo kondisinya seseorang mengidap penyakit tertentu misal, ODHA. Nah, kalo ini memang harus dikasih support dan jangan dijauhi. Pada dasarnya, aku gak masalah berteman sama siapa aja, mau gak pandang suku, agama atau ras. Tapi kita harus bisa memfilter juga, bukan berarti pilih-pilih. Tapi lebih menyaring dan berhati-hati aja. Kalo punya temen pencuri, agak ngeri juga. Gak masalah kalo dia gak berbuat ulah ke kita. Lah, kalo pas main ke rumah kita, dia mencuri, barang kita ada yang hilang, gimana? Kesel jugakan?
    Berteman sama siapa aja boleh, tapi kita harus bisa memfilter. Mencegah lebih baik dari pada mengobati

    Terima kasih

    ReplyDelete
  7. Emma | @EmmaNoer22 | amrelisha@gmail.com | https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/678925808128405505?p=v


    kalau tau dia pencuri mungkin aku keberatan berteman dengannya lagi, yang namanya mencuri mau dengan alasan apapun itu tidak bisa di benarkan. Meski aku enggak mau berteman bukan berarti aku akan menjauhinya dan membencinya. Bersikap biasa saja hanya kalau ada kesempatan memberi nasehat tanpa menggurui.

    ReplyDelete
  8. Emma | @EmmaNoer22 | amrelisha@gmail.com | https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/678925808128405505?p=v


    kalau tau dia pencuri mungkin aku keberatan berteman dengannya lagi, yang namanya mencuri mau dengan alasan apapun itu tidak bisa di benarkan. Meski aku enggak mau berteman bukan berarti aku akan menjauhinya dan membencinya. Bersikap biasa saja hanya kalau ada kesempatan memberi nasehat tanpa menggurui.

    ReplyDelete
  9. Nama: Cahya
    Twitter: @chynrm
    Email: cahyasptm@gmail.com
    Link share tweet: https://twitter.com/chynrm/status/678953526224027652

    Keberatan. Karena seperti perumpamaan yang sudah sering didengar selama ini; kalau berteman dengan tukang minyak wangi maka kita juga akan kebagian wanginya, sedangkan kalau berteman dengan tukang besi maka kita juga ketularan gosongnya.

    Semua orang ingin jadi pribadi yang lebih baik, maka saya pun ingin berteman dengan mereka yang baik-baik pula. Saya tidak bisa kasih jaminan kalau petuah dari saya busa merubahnya mau bertobat dan jadi orang yang lebih baik tanpa membuat saya sendiri tidak terbawa oleh kebiasaan si teman pencuri ini jika saya tetap bersama dengan dia.

    Kita harus pandai memilih. Kalau mengutip perkataan dari Mario Teguh, orang yang tidak pemilih itu seperti orang yang pulang dengan taksi tapi mau aja naik taksi yang supirnya sedang mabuk. Sama saja cari mati dong. :D

    ReplyDelete
  10. Izin ikutan giveaway nya ya kak :)

    Nama: Ananda Nur Fitriani
    Email / twitter: anandanftrn@gmail.com / @anandanf07
    Link share: https://twitter.com/anandanf07/status/679004082862874625

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Kalau aku sih gak keberatan. Tapi ada beberapa pertimbangan, misalnya; apa alasan dia mencuri, barang apa yang dicuri, serta apakah aku sanggup membantunya supaya tidak mencuri lagi? Intinya itu kan, apakah aku bisa membuat dia berubah atau tidak. Jika kira-kira tidak bisa, ya gak usah berteman. Tapi jika sekiranya aku bisa membantu dia, aku gak keberatan untuk berteman dengannya. Because that's what friends are for! ^^

    Thankyou for the giveaway :)

    ReplyDelete
  11. Nama: Aulia Resky
    Twitter: @AuliaaRez
    Email: rezaahmad524@gmail.com
    Link Share :
    https://mobile.twitter.com/AuliaaRez/status/678927882480041984

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Dari kecil ga pernah di larang bermain dengan siapapun. Dari mana ia berasal, anak siapa, atau apapun lah, semua sama saja. Selama mereka baik dan memang ingin berteman, its okay, no problem. Whats wrong if your friend a thief? Mereka pasti punya alasannya tersendiri untuk mencuri. Terkadang kita tak bisa menilai seseorang dari luarnya, seorang koruptor yang notabenenya seorang pencuri, bahkan perampok masih saja ada yang ingin berteman dengan mereka. Mungkin dengan berteman kita dapat mengajaknya menjadi seseorang yang lebih baik. Gausah denger kalau katanya seseorang yang buruk dapat membawa pengaruh buruk bagi kita. Mungkin saja kita akan berpengaruh baik kepada seseorang itu, bukannya itu tak mustahil? Semua orang dapat berubah menjadi lebih baik tergantung dorongan dari setiap orang di sekitarnya termasuk seorang teman. Di mata Allah mereka belum tentu buruk, bahkan belum tentu lebih buruk dari kita sendiri. Sebenarnya temanku juga banyak yang seorang pencuri, walaupun hanya pensil, tip-ex atau alat tulis lainnya tetap pencuri kan:v tapi hubungan kita baik-baik saja, mereka baik. Sekian, arigatou gozaimasu. Wish me luck^^ and goodluck for everyone:)

    ReplyDelete
  12. Nama : Ayu Arista
    Twitter : @AyuArista16
    link tweet : https://twitter.com/AyuArista16/status/679162817434398720
    jawaban : "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    tentu saja aku keberatan apabila berteman dengan pencuri, apalagi yang memang sengaja bekerja sebagai pencuri. Bagaimanapun itu merupakan hal yang tidak masuk akal. :D

    namun, di novel ini sepertinya, tokoh utamanya sendiri berteman dengan para pencuri, aku penasaran tentang konflik ataupun cerita di dalam novel ini, bagaimana penulisnya merangkai pertemanan antara mahasiswi dan pencuri.. aku benar-benar penasaran.. siapa tau setelah membaca novel ini nantinya.. saya berubah pikiran tentang.."apakah saya keberatan berteman dengan pencuri?"... hehe :D

    terimaksih untuk Giveaway'nya ^_^

    ReplyDelete
  13. Nama : Ratnani Latifah
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    E-mail : kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/679209906340159488

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Bingung jawabnya, hehh.

    Memang ada pepatah bilang seorang teman akan mempengaruhi temannya. Berteman dengan pencuri bisa jadi akan membuat kita terseret pada jalan yang sama. Tapi itu bukan berarti kita bebas menghakimi pekerjaan orang lain. Mungkin dia punya alasan kenapa harus mencuri. Walaupun memang tidak dibenarkan.

    Tapi aku pribadi tidak keberatan berteman dengan seorang pencuri. Selagi dia baik dan bisa diajak berteman. Sambil berteman mungkin bisa mengingatkannya untuk berusaha mencari pekerjaan yang lain. Kalau pun tidak mau itu haknya. Yang terpenting sudah mengingatkan.

    Dan ada baiknya juga kita jangan terlalu berpikir negatif para pencuri. Jujur deh, kadang di lingkungan kita sendiri tanpa sadar sering mencuri dalam artian kecil. Biasanya tanpa sadar teman-teman kita melakukannya. Mengambil barang tanpa bilang pada pemiliknya. [ghosob]. Misal mengambil pena teman atau asal ambil sandal, atau ember. [ kejadian yang sering terjadi di asrama atau pondokan] Meski nanti juga dikembalikan. Nah, kan?Atau korupsi uang jajan dari ibu, jatah bayar spp malah dibuat jajan.[sering menemukan kasus ini pada anak-anak SMP-SMA, meski tidak semua] ini kan sama saja.

    Jadi kalau kadang kita sering men-judge seseorang karena pekerjaan dan menghindari mereka, ada baiknya kita berkaca pada diri sendiri dulu. ^^


    ReplyDelete
  14. Naning Pratiwi
    @chelseas_lovers
    https://twitter.com/chelseas_lovers/status/679217780340592640

    Mencuri demi kebaikan>>?? Apa di jaman sekarang masih ada???
    Kalaupun ada, kayaknya hal jelek meskipun untuk kepentingan baik, tetep nggak bener deh. Bukan nggak mau temenan, tapi lebih ke menjaga jarak agar tidak terbawa oleh kegiatannya yang negatif. Biasanya, lingkungan pergaulan kan mempengaruhi perilaku kita. So, jawabanku keberatan untuk berteman dengan mereka yang pencuri. Meskipun nggak menjauhinya.

    ReplyDelete
  15. Nama: Annisa Ayundi
    Email: annisaica04@yahoo.co.id
    Twitter: @annsynd
    Link
    https://mobile.twitter.com/annsynd/status/679217142240178176

    Jawaban:
    Aku sangat keberatan jika berteman dengan pencuri. Menurut aku, berteman itu harus pilih-pilih (sifatnya). Jika Dia punya sifat dan kebiasaan buruk, aku nggak akan berteman dengannya. Walaupun setiap orang jahat mempunyai sisi baiknya walau sedikit, tapi tetap aja aku harus waspada, apalagi aku disini cuma sebagai "teman". Teman berperan banyak dalam pembentukan pribadiku. Profesi Dia sebagai "Pencuri" juga berpengaruh terhadap pencitraanku di masyarakat. Sekalipun Dia punya alasan untuk mencuri, tetap aja di sudah mencuri dan merugikan orang lain.

    ReplyDelete
  16. Nama:Alya Nurfakhira zahra
    Email: Nurfakhiraalya@gmail.com
    Twitter: @Alyanfz
    Link:https://twitter.com/Alyanfz/status/679239323951083521

    Tentu saya keberatan, Mengapa?

    Misalnya, ada sebuah kasus jika saya kehilangan uang karena ada seseorang yang mencurinya. Pasti hati kecil saya akan meragukan teman saya yang merupakan pencuri walaupun dia bilang tidak mencuri uang saya. Dan, hati kecil saya akan menghakimi teman saya sehingga akan sulit untuk percaya dengannya.

    Perlahan,saya mulai tidak mempermasalahkan kasus tersebut,tetapi perasaan takut jika dia akan mencuri barang saya pasti akan selalu ada sehingga saya akan kurang merasa nyaman jika sedang bersamanya.

    Namun,saya akan mempertimbangkan untuk berteman dengannya jika ia mencuri karena sebuah alasan seperti Liqour dan Night. Karena manusia dilahirkan seperti air jernih, tetapi daerah sekitarlah yang membuat air tersebut berubah menjadi keruh. Jadi mereka berbuat jahat bukan karena kemauan mereka, tetapi karena pengaruh dari daerah sekitar mereka. Dan orang-orang seperti itulah yang seharusnya kita tolong bukan menjauhinya.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Email : jesiani.tantino@yahoo.co.id
    Twitter : @jesianitantino
    Link : https://twitter.com/jesianitantino/status/679177220036755456

    Berteman dengan pencuri bisa berarti keluar dari comfort zone kita. Mengapa? Karena paradigma masyarakat tentang pencuri itu biasanya negatif kan. Tapi menurut saya, hidup akan berubah justru kalau kita mau keluar dari comfort zone itu. In a good way, tentunya. Dan lagipula, menjadi pencuri tentu didasarkan dengan alasan-alasan tersendiri. Entah itu terpaksa, entah itu karena penyakit (kleptomania), atau alasan lainnya yang tidak dimengerti oleh semua orang. Bagi saya, selama orang itu memperlakukan saya dengan baik, maka saya akan bersikap baik juga. Tak peduli identitas mereka. Terakhir, kita harus mengerti dia dulu sebelum kita menghakiminya, because we will never hate someone that we understand, right? :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nama : Jesiani Tantino
      Maaf lupa hehe

      Delete
    2. This comment has been removed by the author.

      Delete
  19. Nama: Farah Fahmi
    akun Twitter: @FarrMaSi
    link tweet kalian: https://twitter.com/FarrMaSi/status/679304444404621312

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"
    Tidak sama sekali. Berteman kan ngga harus memandang status. Tapi, yang perlu diingat memang harus berhati-hati dalam memilih teman agar tidak terjerumus. Sebenarnya, aku punya teman yang pernah disebut-sebut menyandang status diatas. Dulunya, aku juga enggan berdekatan dengan dia. Tapi seiring berjalannya waktu, dia enak juga dijadiin teman. dan bahkan lebih menyenangkan daripada yang lainnya, baik pula. Dia punya alasan untuk melakukan tindakan negatif seperti itu. Memang terkadang cap bikin orang langsung percaya apalagi cap buruk dan taunya dia cuma bisa bikin masalah atau apa. Semua orang kan bisa berubah menjadi baik. Kita bisa berteman dan menjadikan dia lebih baik bukan kita yang justru terikut dengan kelakuannya^^

    ReplyDelete
  20. Nama: Putri Prama Ananta
    Akun twitter: @putripramaa
    email: anantaprama@yahoo.co.id
    Link tweet: https://mobile.twitter.com/PutriPramaa/status/679430718615785472
    Tidak.
    Kenapa harus keberatan? Justru dengan berteman dengan mereka, kita bisa tahu bagaimana cara berpikir mereka. Kita bisa tahu 'mencuri' dari sudut pandang mereka, jadi kita tidak hanya menerka-nerka saja bila berteman dengan mereka. Biasanya, kita cenderung menghakimi seseorang dari sudut pandang kita sendiri, dengan berpikir dari dua sudut pandang, kita bisa lebih tahu.
    Selain itu, dengan berteman dengan mereka, kita akan leih didengarkan oleh mereka. Bila kita menasihati mereka, mereka tentu masih didengarkan oleh mereka karena kita teman mereka.
    Kurang lebih seperti itu menurutku. Terima kasih.

    ReplyDelete
  21. nama : wening purbawati
    twitter : @dabelyuphi
    email : dabelyu_phi@yahoo.com
    share : https://twitter.com/DabelyuPhi/status/679452381021519872

    tidak. karena justru aku ingin tahu alasan kenapa dia menjadi pencuri. dan sebisa mungkin aku akan mencoba meminta dia untuk menghentikan pekerjaannya itu, atau setidaknya mengurangi kwantitasnya.

    ReplyDelete
  22. Nama : Rin
    Twitter : @RinShoak
    e-mail : tomoyo.rin@gmail.com
    Link Share : https://twitter.com/RinShoak/status/679231972984549376

    Kalau aku si tidak masalah, berteman dengan siapa aja it's okey. Aku tipe orang yang berprinsip hidup aku ya hidup aku, hidup kamu ya hidup kamu, tapi sebisa mungkin kalau dia salah aku tegur

    ReplyDelete
  23. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Email: syaputradiddy@gamil.com
    Link Share: https://twitter.com/DiddySyaputra/status/679502347576328193

    Sama sekali nggak keberatan. Yah karena dari sini aku bisa mengetahui sudut pandang kehidupan pencuri, semacam pembelajaran bagi hidupku, tentunya bukan untuk mengikuti jejaknya, hanya ingin mengetahui persepsi kehidupan lain. Dan syarat menjadi teman, pastinya dia harus mau meninggalkan perilaku buruknya, nggak harus langsung, bisa secara perlahan, karena walau bagaimana pun teman berpengaruh besar terhadap kelangsungan kepribadian kita, sudah tentu aku nggak pengen terpengaruh terhadap hal-hal buruk, so jika dia memang dari awal nggak pernah berniat memperbaiki diri ya mau nggak mau aku jauhi.

    ReplyDelete
  24. nama : syahra
    e-mail/twitter : syahra.adzimi@gmail.com / @stairvaytoheavn
    link tweet : https://twitter.com/stairvaytoheavn/status/679540274415046656?s=09
    jawaban : Seperti halnya ada dua sisi dari sebuah koin, menurut saya, perihal berteman dengan seorang pencuri juga memiliki dua jawaban yang seimbang, namun kontras. Ya, saya pasti akan keberatan ketika saya memiliki seorang teman pencuri. Saya harus was-was setiap saat dan terpaksa memiliki rasa khawatir yang berlebih setiap kali saya mendapati teman saya itu ada di sekeliling saya, dan beinteraksi langsung dengan saya.
    Tetapi, saya juga tidak keberatan. Kesempatan untuk mengenal seorang pencuri juga tidak datang dua kali dalam seumur hidup. Jika saya bisa masuk ke dalam dunia teman saya itu, bukankah saya dapat mempelajari banyak hal baru? Dan tidak, ini bukan mengenai mencuri sesuatu atau hal yang berhubungan dengan kegiatan mencuri, namun, pasti ada kisah yang menarik dan mencengangkan dibalik seluruh aksinya. Ada sesuatu yang membuat seseorang menjadi pencuri. Dan saya rasa, untuk mendapatkan pengalaman, cerita, dan perasaan dari mulut seorang pencuri secara langsung adalah petualangan yang sangat berharga, dan tidak bisa dibeli dengan apapun.

    ReplyDelete
  25. Nama: GesthaRD
    email: gesthareffy@gmail.com / @AltGST
    link: https://twitter.com/AltGST/status/679670964209070080

    Berteman ama pencuri apa dulu nih? Kalo pencuri cinta, maulah.. kan bisa diajarin tuh trik buat ngebobol hati kecengan :p

    Jujur aja, aku sendiri nggak mandang dan nggak terlalu bermasalah dalam ukuran pertemanan. Maksudnya sama semua orang, aku welcome-welcome aja kalau mau berteman. Apalagi sama pencuri (nb: tapi yang mukanya gak nyeremin yak:p) Dari dia aku rasa aku bisa mengulik banyak hal, misalnya latar belakang orang mencuri,gimana sampai itu bisa terjadi,dll. Biar ala-ala detektif gitu. Siapa tahu aku bisa membantu dia untuk keluar dari jeratan kata "pencuri" dalam dirinya. Semua hal yang baik-baik dari dirinya akan aku tangkap, perbuatan-perbuatannya akan aku jadikan pelajaran. Dengan begitu banyak hal yang akan ku dapat. Toh, asal kita mampu mengendalikan diri kita agar tidak terpengaruh, why not? Nggak ada larangan juga kan untuk nggak berteman sama pencuri. Siapa tahu dia nggak senegatif yang kita bayangkan sebelumnya :)

    ReplyDelete
  26. Nama : Mukhammad Maimun Ridlo
    E-mail : maimun_ridlo@yahoo.com
    akun Twitter : @MukhammadMaimun
    link tweet : https://twitter.com/MukhammadMaimun/status/679677227059916800

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Sangat-sangat keberatan. Karena saya pernah diberitahu guru ngaji kita. Bila kita ingin tahu watak atau sikap seseorang, lihatlah sahabatnya. Ibaratnya, bila kita bergaul, dengan tukang minyak wangi, kita akan jadi wangi, tapi kalau kita gaul dengan tukang sate, kita juga akan bau sate dsb...
    Secara tidak langsung, meski awalnya kita bisa menahan sifat kita agar tidak terpengaruh, lama kelamaan sedikit demi sedikit kita akan terbawa.
    Kecuali si dia mau berjanji untuk merubah sifatnya dan memang ada tanda-tanda kesitu (berubah). Kalau tidak ? mending say good bye saja.
    Tapi ada satu pencuri yang aku sangat mengharapkan dan sangat aku tunggu : PENCURI HATI ..........

    ReplyDelete
  27. Nama: pramestya
    Email: pramestya23@gmail.com
    Twitter: @p_ambangsari
    Link: https://twitter.com/p_ambangsari/status/679702609175810049

    Jawaban: keberatan sih enggak, cuma waspada.
    Nggak keberatan juga sih, dia manusia, makhluk sosial yg pasti punya perasaan, kalau dijauhi kan kasihan, terus kalau aku berteman sama si pencuri itu pasti aku udah tau model seperti apa dia, aku juga pasti akan mencari tau siapa sebenarnya dia dan kenapa jadi pencuri. Aku orangnya cukup selektif banget kalau nyari temen, jadu kalau dia pencuri mungkin aku bakal nggak keberatan, asalkan ada alasan yang kuat kenapa dia jadi seperti itu.

    ReplyDelete
  28. Bintang Maharani
    btgmhrn@gmail.com
    @btgmr
    https://twitter.com/btgmr/status/679941543369793536

    Keberatankah berteman dengan seorang pencuri? Ya, agak keberatan tapi tidak dengan cara langsung memutuskan hubungan pertemanan. Kalau mencurinya karena klepto, saya bisa maklum karena hal itu pun di luar kendali dia. Itu penyakit. Harus bantu diobati supaya dia bisa normal. Tapi kalau mencurinya karena memang kemauan dari dirinya, untuk keuntungannya sendiri karena dorongan nafsu dan syaiton-syaiton yang terkutuk itu, saya kurang bisa menolerir itu. Mencuri bisa jadi kebiasaan. Itu berarti tabiat dia yang emang jelek dari sananya. Saya nggak akan segan-segan bersikap tegas kepada dia kalau sampai ketahuan beserta buktinya. Terserah dia menganggap saya kasar atau apa, tapi selama itu salah, maka saya tetap bilang salah supaya dia bisa sadar juga. Biasanya yang begini harus balik dikasarin biar dia kapok.

    Tapi pas baca review di atas, saya jadi ingat sama Sunan Kalijaga. Meski punya maksud baik, tapi mencuri bukanlah jalan keluarnya. Sayang kan kalau maksud baik tapi dieksekusi dengan cara tidak baik. Pahalanya jadi hilang. Orang yang seperti ini sudah seharusnya diberitahu atau diajak diskusi supaya dapat cara terbaik tanpa pake jalan kriminal.

    ReplyDelete
  29. Nama : Windya Puspa Faradisa
    Email : park_wdya@yahoo.com
    Twitter : @windisya
    Link share : https://twitter.com/windisya/status/680207612827189248

    Kalau ditanya saya keberatan atau tidak, kembali lagi pada diri kami sebagi temannya. menurut saya teman yang baik tidak akan meninggalkan temannya bagaimanapun kondisi serta statusnya. teman yang baik akan selalu ada untuknya, namun dengan cara yang tepat serta di jalan yang benar.
    jika teman saya ada yang pencuri, itu merupakan keputusannya untuk mengambil langkah tersebut, kami atau saya sebagai teman hanya bisa memberi masukan untuknya agar kembali lagi ke jalan yang seharusnya ia tuju.
    saya memang masih merasa aneh apabila saya memiliki teman pencuri, namun lebih aneh lagi kalau saya meningggalkannya. teman selalu ada untuk temannya, memberi nasihat jika diperlukan. bukan untuk menghakimi serta menjauhi. karena semua teman tidak selalu sempurna. karena saya yakin ada beberapa teman yang bukan hanya pencuri, namun juga dari beberapa status yang bisa menimbulkan keresahan pada masyarakat yang masih disayangi sebagai teman.

    ReplyDelete
  30. Nama: Aulia
    E-mail: auliyati.online[at]gmail[dot]com
    Twitter: @nunaalia
    Link tweet: https://twitter.com/nunaalia/status/680602949588881408

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Jawaban:
    Keberatan. Pencuri itu profesi yang tidak baik, apapun alasannya, karena mengambil milik orang lain yg bukan hak kita bertentangan dengan ajaran agama dan norma masyarakat. Dalam berteman pun harus memilih yang lebih banyak manfaat kebaikannya dari pada mudharatnya. Seperti kata Nabi SAW, bila kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan tertular wanginya, namun jika kita berteman dengan pandai besi, kita bisa terpercik apinya.

    ReplyDelete
  31. Nama : Andria
    E-mail / akun Twitter : mawarhs12@gmail.com / @goodenoughoks
    Link tweet : https://twitter.com/goodenoughoks/status/680672176341532672
    Follow blog ini via GFC : Mawar Hs


    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Kalau pencurinya seperti Liquor, Night dan Tarantula, aku gak akan keberatan untuk berteman dengan mereka :) apalagi tujuannya untuk membantu masyarakat yang lebih miskin. Tapi kalau dalam kehidupan nyata pencuri biasanya hanya untuk kepentingan diri sendiri jadi aku akan keberatan kalau harus berteman, ya kalau dia baik tapi kalau ternyata juga nyuri barang-barang kita gimana? Gak enak kan? :)

    ReplyDelete
  32. Nama : Fransisca Susanti
    E-mail : siscawiryawan@ymail.com
    Akun twitter : @siscacook
    Link tweet : https://twitter.com/siscacook/status/680928569938161664
    Follow blog by GFC : Santi Wiryawan
    Jawaban : Aku enggak keberatan berteman dengan seorang pencuri. Soalnya dia pencuri hatiku. Malah aku akan mempersilakan. Tolong curi hatiku tapi pertimbangkan konsekuensinya baik-baik. Karena barang yang sudah dicuri harus dirawat dengan baik2 dan tidak bisa dikembalikan. Apalagi aku orang yang sangat usil…Apa sang pencuri akan tahan jantungnya??? Kalau dia bisa bertahan, berarti aku turut membantu Gerakan Jantung Sehat. Peace!!! ^^
    Terima kasih banyak atas kesempatan giveawaynya ^^

    ReplyDelete
  33. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    E-mail : agathavonilia@gmail.com
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Link tweet : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/680939521907687424

    Aku nggak keberatan kok berteman dengan pencuri karena mereka juga manusia dan hanya berbeda aja jobnya. Apalagi kalau mencurinya dipergunakan untuk membantu orang miskin dan mungkin saja bagi pendidikan juga. Apalagi pencurinya cool dan keren abisss, siapa yang nggak mau temenan sama mereka. Aku juga ingin mereka mempercayaiku sebagai sahabat mereka sehingga mereka bisa curhat lho ke aku apa sih alasan mereka memilih pekerjaan sebagai pencuri yang dapat membahayakan nyawa mereka sendiri hanya untuk membantu orang lain. Aku harus bisa berteman baik dengan mereka dan membantuku sebisa mungkin menyelamatkan mereka dan orang-orang yang dibantu. Terima kasih kak Stefanie untuk GAnya. :)

    ReplyDelete
  34. Nama :Dini Auliana Putri
    Email :dinieembemz@yahoo.co.id
    Akun twitter :@dini_auliana
    Link tweet :https://twitter.com/dini_auliana/status/680955427224330240

    Tidak keberatan. Karena pencuri juga manusia dan berhak bersosialisasi dengan manusia lainnya. Asalkan kita mampu membentengi diri supaya tidak terpengaruh maka semuanya akan baik" saja. Atau kalau bisa, supaya kita berpengaruh baginya dan mengajaknya bertaubat atas dosa"nya tersebut.

    ReplyDelete
  35. Nama : amanda
    twitter : [at]rainyamanda
    email : amanda[dot]bahraini[at]gmail[dot]com
    link promo GA : https://twitter.com/RainyAmanda/status/681346066088898560

    Jawaban : Terus terang saya sedikit keberatan untuk berteman dengan pencuri. Karena kalaupun dia tidak mencuri dari kita, tetap saja situasinya adalah kita sedang berteman dengan seorang pencuri, dan itu bisa saja mengundang masalah yang tidak diinginkan.
    Kalau saya tahu orang itu pencuri sebelum berteman dekat, rasa2nya saya akan menjauh. Lain hal jika saya tahu setelah saya mengenalnya lebih dalam, saya rasa saya akan mencoba untuk bertahan semampu saya, seraya mencoba mencarikan solusi agar teman saya tidak mencuri lagi di masa depan.

    ReplyDelete
  36. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Twitter : @n0v4ip
    Link Share : https://twitter.com/n0v4ip/status/681341419491950592

    Kalau jenis pencurinya seperti Liquor atau Night atau seperti paman Vito yang tujuannya untuk membantu masyarakat yang lebih miskin sih, saya gak keberatan. Malah mungkin saya bakalan ikut bantuin nyuri... :D Seperti di film Robbin Hood kak, kita mencuri hak-hak orang miskin yang sudah di rampas. Jadi singkatnya itu merampas apa yang sudah dirampas... Yang begini nih cocoknya di aplikasikan pada para koruptor-koruptor atau petinggi-petinggi negara nih... :D

    Terima kasih kak ^^

    ReplyDelete
  37. Ten | @ten_alten | regulus_noel@yahoo.com
    https://twitter.com/ten_alten/status/681349185564610560

    "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"

    Kalo pencurina kaya Kid mah aku kagak keberatan, malah bakal aku mintain ilmuna, sapa tau aku bisa bobol bank tanpa ketauan atau masuk rumah konglomerat dan ambil lukisan seharga 2M? ahaha XD *plakk*
    tapi sayang cuma ada di manga dan anime aja pencuri kek Kid gitu :p

    kalo pencuri dunia real gini, aku tetep kagak keberatan, aku bakal tanya alasan dia mencuri, ngomong sama dia baik-baik kalo mencuri itu hal buruk, sapa tau abis ngobrol bareng malah jadi ketemu solusi biar dia nggak nyuri lagi. kan kalo dia tobat, kita juga dapet pahala.. :3 #eh *plakk*

    ReplyDelete
  38. Nama: Thia Amelia
    e-mail: thiameliasn@gmail.com
    twitter: @Thia1498
    Link tweet: https://twitter.com/Thia1498/status/681463315189514240

    Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?

    Mencuri tentu saja adalah hal yang salah, dari segi manapun itu dilakukan. Ada orang yang mencuri untuk kebaikan orang lain ataupun memang untuk tujuan pribadinya, tapi tetap saja itu salah. Tapi kalau memang aku berteman dengan pencuri, jujur awalnya pasti merasa sangat keberatan. Ini bersumber dari pengalamanku yang pernah berteman dengan pencuri. Awalnya aku tidak tau kalau dia mencuri, tapi ketika melihat sendiri dia melakukan itu aku jadi kaget sendiri, karena memang aku sangat dekat dengan dia. Awalnya aku ingin menjauhi dia, tapi sangat tidak mungkin aku melakukan itu, karena yang ada dipikiran aku ketika akan menjauhinya adalah bagaimana kalau ketika aku menjauhi dia, dia akan semakin parah, setidaknya dengan selalu berada di dekat dia, aku bisa mencegahnya ke level yang lebih criminal. Aku berusaha selalu ada didekat dia, membuka diri agar diapun terbuka padaku, mencoba menjadi teman dekat dengan selalu mendengar ceritanya dan lama-kelamaan dia menjadi tidak mencuri lagi, karena dia berfikir bahwa dia tidak sendiri, bahwa ada aku disini yang akan selalu jadi teman dia walaupun apa yang dilakukannya itu jelek. Jadi, aku tidak keberatan (walaupun harus selalu hati-hati) kalau memang berteman dengan pencuri sekarang, karena dengan itu aku bisa menambah amal untuk membuat dia ada dijalan yang lurus hahaha…

    ReplyDelete
  39. Nama: Andini Vidyalestari
    Email : andinividyalestari@yahoo.com
    Twitter : @avl9095
    Link : https://mobile.twitter.com/avl9095/status/681470829939408896

    Jawaban :
    Keberatan atau tidak menurutku tergantung dari perilakunya. Secara pribadi aku sih tidak keberatan, mau dia pencuri, pembunuh, atau apapun aku tidak terlalu masalah selama dia teman yang baik bagiku. Tapi jika dia memiliki maksud buruk padaku, jangan harap.

    ReplyDelete
  40. Nama : Ken
    Twitter : @orion____
    Email : kenastridd@gmail.com

    Q : "Apakah kamu keberatan berteman dengan pencuri?"
    A : Sebenarnya dibilang keberatan sih tidak. Di dunia ini nggak ada orang yang benar-benar jahat atau baik. Pun pencuri, nggak selamanya dia murni orang yang seratus persen berotak kriminal. Pastilah dia punya alasan tersendiri sampai akhirnya nekat melakukan pencurian itu. Hanya saja, sudah seharusnya kan? Kita sebagai teman selalu berusaha mengingatkan mereka-mereka yang 'tersesat' agar kembali ke jalan yang benar. Maka yang akan saya lakukan pun (mungkin) akan demikian. Sepelan mungkinㅡkarena membahas tentang profesinya yang tidak biasa itu tidak akan menjadi obrolan ringanㅡmemberitahunya juga mendorongnya untuk segera mengakhiri perbuatan tercelanya. Karena bisa saja, seperti yang Kak Stef tulis dalam review, "dosa tidak akan terasa seperti dosa lagi jika kita sering melakukannya", dan mereka akan ketagihan untuk melakukan pencurian itu lagi dan lagi. Padahal dosa tetaplah dosa yang akan dipertanggungjawabkan di akhir kehidupan. Dan saya nggak mau teman saya merugi nantinya :)

    ReplyDelete
  41. Nama: Leny
    email: leny.hermi@yahoo.com
    akun twitter: @Lenny66677291
    link tweet: http://mobile.twitter.com/Lenny66677291/status/680306344809762817
    Keberatan banget. Karena dulu waktu aku masih SD pernah punya teman yg ternyata dia seorang pencuri, dia dulu nyuri uang jajanku, aku sampai tidak bisa jajan di sekolah dan aku sedih banget saat itu. Pokoknya aku keberatan kalau disuruh temenan sama pencuri, karena pencuri itu jahat menurutku. Jadi aku sekarang lebih berhati-hati dlm memilih teman.

    ReplyDelete
  42. wahhh,,, bagus juga nih, refreshing.. pengen baca novel

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...