Monday, February 15, 2016

[Blog Tour] Giveaway: Forever and Always by Jenny Thalia Faurine

.


Minggu ini adalah minggu ketiga sekaligus minggu terakhir dari rangkaian blog tour untuk buku Forever and Always karya Jenny Thalia Faurine. Dan minggu ini adalah momen yang paling ditunggu-tunggu pembaca, yaitu giveaway berhadiah buku Forever and Always! Bagi kalian yang sudah membaca review bukunya dan tertarik untuk memiliki buku ini secara gratis, silahkan ikuti langkah-langkah di bawah untuk mendapatkan kesempatan! Setiap host blog tour akan mengadakan giveaway, jadi semakin banyak kesempatan bagi kalian untuk menang :))

 ↓↓↓↓↓↓


BOOK GIVEAWAY
15 - 21 Feb 2016 | AVAILABLE FOR SHIPPING IN INDONESIA ONLY.

1. Follow blog Bookie-Looker via Google Friend Connect (GFC) atau Bloglovin.
2. Follow akun Twitter @stefanie_sugia ,Twitter penulisnya, @JennyThaliaF dan penerbitnya @elexmedia
3. Promosikan giveaway ini melalui tweet dan jangan lupa mention ketiga twitter di atas dengan hashtag #ForeverAndAlways
4. Tuliskan di bagian komentar: Nama, E-mail / akun Twitter (untuk menghubungi jika kalian menang), link tweet kalian, dan jawaban untuk pertanyaan: "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
Pemenang akan diumumkan tanggal 22 Februari 2016 :) Tersedia 1 (satu) buku Forever and Alywas untuk giveaway ini :) Semoga beruntung!

Jangan lupa untuk ikuti giveaway di host blog tour lainnya ya :)

by.stefaniesugia♥ .

33 comments:

  1. Nama: Kiki Suarni
    Twitter: @Kimol12
    Email: kikisuarni616@yahoo.com
    Link:https://mobile.twitter.com/Kimol12/status/699053796308062208

    Jawaban:

    Alhamdulillah nggak pernah hehehe...
    Buatku susah banget buat move on itu gak pernah. Cuma memang butuh waktu dan proses. Kalo uda ada dalam situasi kayak gitu, aku biasanya selalu berusaha berpikir positif, berdoa dan ikhlas. Memang terasa sulit pada awalnya tapi lama- kelamaan udah terbiasa dan bisa keep up lagi. And now, i'm fine and happy. Aku selalu percaya hilang satu tumbuh seribu. Well, pasti Tuhan udah siapkan yang terbaik buat kita. That's it.

    Terima kasih.

    ReplyDelete
  2. nama: Visca
    twitter: @Visca_Apr
    e-mail: apriliyantivisca@yahoo.com
    link share: https://twitter.com/Visca_Apr/status/699070400093794304
    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    hmmm pernah :D. padahal sebelumnya aku belum pernah ketemu face to face sama dia cuma liat dari foto doang, kenal dia juga dari adeknya yang kebetulan temen deket aku.
    kalo dipikir-pikir harusnya lebih mudah move on kan secara ga pernah ketemu face to face, kemungkinan untuk lupa dia juga cukup besar. tapi aku malah kebalikannya.

    ReplyDelete
  3. Nama: Ulfa Nursyifa
    Twitter: @ulfaminha
    Email: ulfa.nsyifa@yahoo.co.id
    Link share: https://mobile.twitter.com/ulfaminha/status/699102239797997568?p=v

    jawaban:

    Aku ini orangnya setia, jadi tentu pernah ckck. Aku tidak pernah berhubungan dengannya. Namun kedekatan itu memberi sebuah harapan dalam hatiku. Dia tidak pernah mengatakan cinta, tapi dia memperlakukanku dengan cinta. Meski kedekatan itu sangat singkat, namun terasa manis dan dalam. Hingga pada akhirnya, entah mengapa, dia pergi begitu saja. Sejak saat itu, bayang-bayangnya selalu ada dalam hidupku. Dan aku rasa sampai saat ini masih ada bayang-bayangnya. *eh jadi curhat hehe

    ReplyDelete
  4. Nama: David Arifka
    Twitter: @arifka_73
    Email: ariefkhadavid@gmail.com
    Link: https://twitter.com/arifka_73/status/699121489283420161?p=v

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    Haha... Pertanyaan yang bagus...
    Hehe... Yang namanya "pacaran" juga belum pernah saya alami apalagi yang namanya Move on... Tentunya belum pernah mengalami susah move on... He. Memang saya pernah menyukai seorang perempuan.. Tapi hanya sedekar suka dan tidak memutuskan untuk menjalin sebuah hubungan.. Akan tetapi pada suatu saat perempuan yang saya suka itu menjalin hubungan dengan orang lain.... Dengan mendengar hal itu dalam hati saya gimana gitu.. Hahaha.. Serasa tak merelakan padahal tak ada hubungan apapun dengan saya. :D hehe...
    Namun selang beberapa lama rasa itu semakin hilang.. Haha..
    Sampai sekarang yang namanya "Pacaran" belum pernah alami. Tetapi saya mempunyai hubungan dengan seorang perempuan yang melebihi dari seorang pacar, yaitu "Rival" haha.. Kalian tahu apa itu Rival? Rival adalah saingan.. Itu sangat istimewa.. Walaupun disitu ada unsur bersaing tapi kami saling menyemangati satu sama lain.... Haha.. Itu cerita saya yang intinnya.. Belum pernah susah move on. Terimakasih.

    ReplyDelete
  5. Nama : Fiska Fadila
    Twitter : @fiskafadila
    Link share : https://twitter.com/fiskafadila/status/699203592280870912

    "Apakah kalian pernah mengalami tang namanya susah move on?"

    Aduh, pertanyaan sensitif.. Baca pertanyaannya langsung galau..

    Jawabannya, pernah. Waktu itu pertama kalinya saya cinta seseorang. Untuk move on dari dia, saya butuh waktu 3 tahun.

    Begini ceritanya. Berawal dari dia yang selalu sms saya, berasa diperhatikan banget, selalu dapet ucapan 'selamat pagi', ditanyain 'lagi apa', sampai dia baca komik yang saya suka, dengerin lagu yang saya suka, cari tahu tentang saya ke teman dekat saya. Pertama kalinya ada laki-laki yang seperti itu. Awalnya saya benci dia, karena mengganggu kehidupan normal saya. Sampai dia menyatakan cinta, saya pun menolaknya karena saya tidak ada perasaan suka ke dia.

    Kemudian, setelah saya tolak, dia berhenti sms saya. Berhenti cari tahu tentang saya. Dia kembali ke awal, saat saya dan dia belum kenal satu sama lain.

    Awalnya saya merasa lega, akhirnya dia menyerah juga. Tapi lama kelamaan saya merasa kesepian. Saya nunggu-nunggu smsnya yang mengganggu, entah mulai kapan saya merasa kangen (?). Sampai saya sadar saya jatuh cinta sama dia.

    Kualat. Sudah nolak dan jutek mati-matian, kemudian saat dia menyerah, jadi saya yang suka dia.

    Hari-hari disekolah saya lewati dengan selalu menghindar saat berpapasan dengan dia. Saya tidak mengatakan kepada dia kalau saya suka dia. Saya hanya suka dalam diam dan fokus untuk move on.

    Tapi semakin saya berusaha untuk move on, semakin saya kepikiran dia. Apalagi satu sekolah, sulit untuk berhenti menyukainya ketika saya selalu bertemu dia setiap hari di sekolah.

    Sampai saya lulus SMP dan sudah masuk kelas 11 SMA, dia kirim chat "Hai" ke saya. Karena "hai" setitik, rusak move on sebelanga.
    Pertahanan yang saya buat tiga tahun gagal karena "Hai" dari dia.

    Kita chat lagi. Dia sering nanya "Udah makan belum?", atau "Udah sholat belum?", dan segala chat manisnya. Sialan. Rasa yang saya kira sudah mati, entah bagaimana muncul lagi.

    Sampai suatu malam, dia ngajak main truth or dare. Akhirnya dengan banyak pertimbangan, saya setuju.

    Di kesempatan itu, dia bertanya, apakah saya pernah suka dia atau tidak, dan akhirnya saya mengakui. Saat giliran dia, saya juga bertanya bagaimana perasaannya sekarang kepada saya. Dia bilang masih ngegantung, dan ingin taken.

    Kemudian semua yang saya pendam selama tiga tahun akhirnya saya keluarkan. Saat itu, saya sudah tidak berharap ingin taken dengan dia. Saya hanya ingin berhenti. Saya ingin melepaskan dia, karena sudah terlalu lama saya memikirkannya.

    Kemudian dia bilang, dia bercanda saat bilang ingin taken dengan saya. Jujur saya sempat sedih, tapi setelah bicara panjang lebar tentang apa yang saya rasakan selama tiga tahun ke dia, saya lega. Saya merasa saya bisa dan saya punya kekuatan untuk melanjutkan hari tanpa memikirkan dia.

    Setelah itu, saya bisa move on. Sekarang, saat dia chat saya, saya sudah tidak deg-degan dicampur nyesek lagi. Saya sudah bisa biasa saja. Itu pertama kalinya saya suka seseorang dan susah move on darinya.

    Maaf jadi cerita panjang. Terima kasih sudah membaca kisah saya.

    ReplyDelete
  6. Nama : Pida Alandrian
    Email : shafrida.alandrian@gmail.com
    Twitter : @PidaAlandrian92
    Link Tweet : https://twitter.com/PidaAlandrian92/status/699232638167441408

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    Jawaban : Pernah pakek banget...
    :) ;) :D

    ReplyDelete
  7. - Hapudin
    - @adindilla
    - https://twitter.com/adindilla/status/699235860630274048

    Jawaban:
    Saya masih belum paham yang dikatakan "belum move on" itu maksimalnya berapa waktu. Saya kira kalau patokannya seminggu lebih, saya belum pernah.Soalnya, patah hati saya maksimal hanya 3 harian. Setelah 3 hari saya akan menerima patah hati sebagai satu kisah lama.

    Sebagai laki-laki, saya pernah sayang banget sama cewek. Tapi karena sesuatu hal, kita harus pisah. Padahal, hubungan kami baru sebulan tapi perpisahan itu melahirkan luka yang dalem banget. Saya belajar satu hal, menyayangi pasangan karena wajah yang cantik, ketika pisah, akan mudah digantikan wajah yang lebih cantik dari dia, dan banyak pilihannya. Tapi ketika kita menyayangi pasangan karena karakternya, mau sampai kapan pun keunikan pasangan akan jadi kenangan, biar bukan kenangan paling berharga, tapi akan selalu ada tempat untuk kenangan itu.

    Jika move on dilama-lamakan, akan menunda bahagia yang sebenarnya sudah disiapkan takdir.

    ReplyDelete
  8. Nama: Didi Syaputra
    Twitter: @DiddySyaputra
    Link Tweet: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/699391266656636928?p=v

    Susah Move On? ;D

    Mungkin bagi sebagian pria jarang banget mengalami hal ini. Karena seringkali pria identik dengan mudah melupakan dan menemukan. Tapi nggak selalu begitu, nggak jarang juga pria harus bertahun-tahun mencoba mengendalikan perasaannya yang sulit untuk peralihan (baca: susah Move On). Yap, salah satunya aku. Kalau ditanya pernah nggak ngalamin? So pasti pernah. Tapi kadar susahnya nggak sampai tahunan, cuma sekitaran beberapa bulan. Ya alasan utamanya karena kenangan. Seringkali aku kesandung sama kenangan, terlebih di momen-momen indah, sangat sulit menjadikan kenangan sebagai loncatan untuk meniti masa berikutnya, terlalu banyak momen indah yang sulit dimuseumkan, namun dengan alasan "Life is Go a head" mau nggak mau harus juga.

    ReplyDelete
  9. Nama: Kartika
    Twitter: @hoshinotika
    Email: hoshinotika@gmail.com
    Link share:
    https://twitter.com/hoshinotika/status/699461958328676352

    Sebenarnya aku kurang begitu paham berapa-lama-jangka-waktu yang bisa dikatakan kita gagal "move on" ? Seminggu setelah dia menolak tapi kita tetap suka kah? Sebulan? Setahun? Atau bahkan bertahun-tahun? karena menurut pengalamanku (ini bukan berarti aku pernah ditolak xD hanya saja orang yang aku taksir malah jadian sama yang lain~ meski kode keras sudah dikerahkan(?) XD) benar, aku sempat merasa rasanya dunia ga memihak padaku. Dan hari-hari galau pun di mulai. Tapi itu ga berlangsung lama, mungkin kira-kira dua minggu aku udah bangkit(?) lagi. Karena bagi aku, "menyukai cowok milik orang lain itu ga cool!" XDD jadi mungkin ini bisa dibilang ga gagal move on kan? XD

    ReplyDelete
  10. April Silalahi
    @aprlboanarges
    Link Share: https://twitter.com/aprlboanarges/status/699749635275882496

    Susah move on? Pernahlah. Namanya juga cewek yang berpikir menggunakan perasaan mereka daripada logika. Saat masih remaja dan baru jatuh cinta namun harus putus begitu saja. Fase susah move on pasti ada. Namanya cewek, merasakan jatuh cinta, lagi sayang-sayangnya eh harus sakit hati. Hanya waktu yang bisa mengobati untuk dapat mengamnil langkah move on :)

    ReplyDelete
  11. Nama: Aulia
    E-mail: auliyati.online@mail.com
    Twitter: @nunaalia
    Link tweet: https://twitter.com/nunaalia/status/699780228063764480

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Jawaban:
    Pernah, dulu pas masih ABG, pertama kali punya pacar dan pertama kali sakit hati. Awalnya sih aku nggak cinta, cuma simpati, tapi lama-lama jadi suka. Apesnya pas aku udah beneran suka bahkan mungkin sampai taraf cinta, dia malah mengundurkan diri jadi pacar. Haiisssh, rasanya tuh nyesek plus dongkol banget! Anehnya aku masih aja berharap dia balik lagi... *tepok jidat Mungkin karena masih sekolah, satu kelas pula, dan tiap hari ketemu, jadi rasa itu masih ada, dan susah move on.
    Baru deh pas lulus dan nggak satu sekolah lagi perlahan rasa itu memudar dan hilang.
    Dari pengalaman itu aku dapat pelajaran, buat aku sendiri ya, untuk bisa move on itu lebih baik tidak lagi bertemu dan berinteraksi, dan juga cari cinta yang lain :D

    ReplyDelete
  12. nama: Dera
    twitter: @deradevalina
    e-mail: deradevalina@gmail.com
    link share: https://twitter.com/deradevalina/status/699795508496216064

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    Pernah.. apalagi sampe skarang rasanya ngak bisa ngilangin rasa itu, mungkin ini kali ya yang namanya susah move on.. jadi nyesel rasanya kalo dipikirin kenapa dulu putus karena hal sepele.

    ReplyDelete
  13. Nama: Wika Agustina
    Twitter: @agstnwika
    Email: wikaagustina22@yahoo.com
    Link share: https://twitter.com/agstnwika/status/699822156356698113

    Jawabannya adalah pernah. Dan hal itu masih berlangsung hingga saat ini. Yah, saya masih susah move on dari mantan saya dan saya akui itu. Sebenarnya tidak berlebihan juga jika dikatakan saya masih belum bisa move on dari dia, karena mmang dia sosok yg baik. Dia juga sangat disayang oleh ibu saya shingg hal itu membuat saya semakin susah move on karena ibu saya masih suk menanyakan kabarnya kepada saya ataupun bertanya apakah saya masih menjalin komunikasi dengan dia atau tidak. Barang-barang pemberiannya juga masih saya simpan rapi sehingga usah buat move on terkadang gagal. Tapi saya belajar setiap harinya untuk bisa belajar melupakan dia. The show must go on, right? I try my best :)

    ReplyDelete
  14. nama : wening
    twitter : @dabelyuphi
    share : https://twitter.com/DabelyuPhi/status/699379373359501312

    pernah ^^ dan butuh waktu bertahun-tahun sampai akhirnya bisa terlepas darinya. awalnya kami kenal lewat sosmed, dan sempat bertemu beberapa kali. walaupun kami tidak pernah saling menyatakan suka, namun kami tahu perasaan masing-masing karena kedekatan yang sudah kita jalin.

    hubungan kami tidak pernah berkembang sampai ke tahap pacaran, karena dia takut akan menyakitiku jika suatu saat nanti kami sampai putus. padahal aku begitu mencintainya dan menyakininya jika ia adalah jodohku. namun aku harus berusaha menekan dan menyimpan perasaanku itu sendiri karena aku juga tak ingin nantinya ia menjauh dariku dan aku kehilangan dirinya sebab ia orang yang sangat berarti untukku, seseorang yang membantuku saat aku berada dalam keterpurukan.

    pada akhirnya aku pasrah dan mencoba melepaskan perasaan itu perlahan-lahan. untungnya, saat ia mengabarkan akan menikah, perasaan itu sudah tidak bersisa. (yah walaupun sedikit kaget juga mendegarnya, karena aku sedikit menjauh darinya selama proses pelepasan) ^^

    ReplyDelete
  15. Nama: Musdalifah Putri
    Akun twitter: @MusdalifahYeaa
    Link tweet: https://twitter.com/MusdalifahYeaa/status/699874718128603136
    Jawaban:

    Susah move on? Syukur, sampai saat ini belum pernah mengalami itu & semoga juga tidak akan mengalami. Kalau move on dari 'someone' itu menurutku mudah, namun kadang kala masih suka mengingatnya sekilas. Namun bergerak dari kenangan pahit di masa lalu itu sangatlah susah menurutku. Karena apapun yang kelam, pahit, itu pasti sangat sulit dilupakan, dan move on dari suatu kejadian itu agak sulit namun bisa dengan perlahan bergerak/berpindah. Walaupun demikian, bisa diambil hikmah dari semua kejadian & kenangan pahit tersebut.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Nama : Neni Arwanda
    Akun twitter : @NeniArwanda95
    Link Share : https://twitter.com/NeniArwanda95/status/700166985573765121

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    Jawaban :Pernah dan itu susah banget. Apalagi kalau move on nin orang yang pernah bikin kenangan manis buat kita. Rasanya udah kaya kehilangan separuh hati deh (duileh bahasanyaa). Tapi menurut gue sebenernya kalau dalam konteks "orangnya" itu udah pasti cepet bisa move on. Yang bikin lama move on kan "kenangannya" bro. Apalagi kenangan manisnya, ketawa bareng, tukar pikiran, berantem aduh kenapa jadi nostalgia. xixixixi. Pokoknya kalau pertanyaannya apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on udah pasti jawaban gue pernah. :)

    ReplyDelete
  18. Cahya Widyastutik
    @cahyawid
    Link share : https://twitter.com/cahyawid/status/699861429214515200


    Pernah.
    Dan sampai sekarang entah aku dikategorikan sudah move on apa belum. Dianggap sudah move on yaa kadang rindu dia, dianggap belum yaa ngapain dipikirin juga. Aku ngerti ukuran sudah move on atau belum itu yang seperti apa.
    Karna ada satu ganjalan di hati yang bikin aku belum bisa memaafkan diri sendiri, makanya aku kadang susah buat ngelupain dia. Iyaa, dia 'pergi' ke pangkuan Tuhan sebelum aku sempet membalas kata cintanya. Itu yang bikin aku susah melepas bayang-bayang dia.
    Semoga saja segera ada orang baru yang bisa menemani aku untuk move on. Yeayyy, semangattt!!!

    ReplyDelete
  19. Nama: Eka Sasining Putri
    e-mail: ekasasining@gmail.com
    akun twitter: @cha_ichie
    Link share: https://twitter.com/cha_ichie/status/700247457389637632

    Pernah. Bahkan sampai hampir membuatku phobia terhadap laki-laki yang memiiki niatan 'mendekatiku'. Aku bersikap easy-going terhadap teman-teman lelakiku, tapi sikapku selalu terkesan dingin pada lelaki yang menginginkan status lebih dari teman. Kupikir, karena pandanganku terhadap hubungan asmara yang buruk dan pengalaman patah hatiku, reaksiku terhadap hal-hal yang berhubungan dengan itu tidak pernah baik.
    Keadaanku saat terpuruk karena sulit move on pun sangat buruk. Aku tidak bisa benar-benar menjalani hidupku semestinya, bahkan pikiranku serasa teralihkan ke dimensi lain. Itulah yang membuatku enggan pacaran lagi. Aku tidak peduli hidup secara datar-datar saja, tapi kelakar teman-temanku kalau ternyata lesbian lebih mengerikan. Ya Tuhan.

    ReplyDelete
  20. Nama : Tanya Fransisca
    Email : tanya28fransisca@gmail.com
    Twitter : TanyaFcsh_
    Link: https://twitter.com/TanyaFcsh_/status/700300496460869632


    Susah move on? Hmmmm jujur yaa aku belom pernah punya pacar jadi belom pernah pengalaman susah move on
    Tapi kalo dihubungkan ke hal yg lain aku juga gampang2 aja
    Contohnya aja aku ambil drama korea
    Sebagai pencinta korea aku suka liat status di group komunitas korea yang nulis
    Aku susah banget move on dari drama ini! Udah 5x nonton juga ga bosen

    Bukan maksudnya utk menjudge tapi aku aneh aja liatnya
    Ampe 5x nonton? Ga bosen?
    Kalo aku jujur aja
    Sekali nonton drama aku bakal jatuh cinta dan paling masih terbayang dlm drama itu cuma seminggu dan sisanya udah biasa aja
    Apalagi kalo udah nonton drama baru lagi
    Ya udah jatuh cinta lagi ama drama barunya
    Dan begitu seterusnya

    Jadi apakah aku orang yg susah move on? Aku rasa engga
    ^^

    ReplyDelete
  21. Nama : Ratnani Latifah
    E-mail : Kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/700302307418746880

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Alhamdulillah tidak. Ketika saya pernah merasa sakit hati karena orang yang sempat saya kagumi, alhmadulillah ketika itu juga saya menemukan tempat bagi saya untuk move on. Saya tidak berlarut terlalu lama. Saya ikhlas. Karena saya yakin setiap orang punya jodohnya masing-masing. Allah selalu punya jalan yang terbaik untuk hamba-Nya. Dan setelah kepergiannya, saya mulai menekuni hobi lama yang sempat saya lupakan--menulis.

    Yah, ceritanya saya pernah mengalami kegaguman pada seseorang, tapi cuma dalam batas mengagumi dalam diam. Karena bagi saya, perasaan tidak harus diumbar jika belum halal. Jadi saya menyimpan perasan sendiri. Sampai pada suatu waktu saya tahu dia telah memilih tambatan hati. Tapi ketika dia mengadakan acara syukuran, saya tetap datang untuk selamatannya. Melihat kebahagiannya saya malah bersyukur setidaknya perasaan saya lega, karena sudah tidak dalam kebimbangan. Saya bersyukur dia telah memilih yang terbaik. Bisa jadi saya memang tidak pantas untuknya. Dan itu sebagai pengingat untuk memperbaiki diri sendiri.

    ReplyDelete
  22. Hikmawati Cahyaning Tyas
    @tyashc
    https://twitter.com/tyashc/status/700449881698074624

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    Sering. Apa lagi kalau habis baca novelnya Tere Liye. Aku nggak bisa segera membaca buku lainnya. Seperti yang terjadi sekarang ini. Aku baca novel Pulang bulan januari kemarin dan sampai saat ini masih aku bawa kemana-mana dan membacanya acak di bagian tertentu. Sudah sebulan, tapi belum juga bikin resensinya.

    ReplyDelete
  23. Nama: Muthia B
    Twitter: @tiarizee
    Email: muthia_batari@yahoo.com
    Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/700672659168735232

    Setelah melihat pertanyaannya, aku seketika dibawa lagi ke masa laluku. Aduh kalau diinget lagi, rasanya ingin menangis. Ya, aku pernah mengalami susah move on. Dan setelah membaca pertanyaan untuk GA ini, kembali aku sadari bahwa rasa itu masih ada. Walaupun mungkin hampir terkikis, tapi jejaknya masih ada. Ah, kak, tanggung jawab nih sama aku yang tiba-tiba jadi baper! Wkwk.
    Memang, aku hanya terombang-ambing di harapan semu belaka. Tidak ada kepastian, karena kami memang tak menjalin hubungan. Hanya aku, disini yang mungkin terlalu terbawa suasana. Terbawa emosi yang terlalu klise, yaitu hanya memikirkan dengan perasaan saja. Logika? Ah, saat itu ntah ada dimana logikaku.
    Dia hari dia meninggalkanku, aku kosong. Tempatku bersandar selama ini hilang. Seakan aku bisa porak-poranda hanya karena terkena angin sepoi-sepoi. Aku sangat hancur saat itu. Dan melihat betapa bedanya aku yang dulu dan sekarang, sungguh membuat aku bangga pada diriku sendiri sekaligus ada sedikit rasa haru yang menyelinap. Dulu, selalu ada bayangnya, tapi sekarang hanya tinggal menunggu lenyap saja. Dulu aku masih menangis saat mendengar lagu yang mengingatkanku akan dirinya, namun sekarang aku sudah kebal walaupun mendengarkan lagu itu berulang-ulang. Dulu aku berpikir tak akan pernah bisa melupakannya, tapi nyatanya aku sekarang sedang berada di separuh perjalanan menata hatiku kembali.

    Aku pernah terjatuh. Luka itu pun belum mengering sempurna. Kenangan itu masih kembali di waktu tak terduga. Namun tak apa. Karenamu, aku belajar untuk memulai awal yang baru. Karenamu, aku bisa menjadi Muthia yang baru. Karenamu, aku pernah merasakan sensasi kupu-kupu yang berterbangan di perutku. Karenamu, hidupku pernah berwarna walau hanya sementara. Dan aku berterima kasih atas semua hal itu. Tanpamu, aku bukan Muthia yang sekarang. Terimakasih sudah membuatku sadar, bahwa aku bisa mendapatkan kebahagiaan tanpa harus menjadikan orang lain sebagai sumbernya.

    ReplyDelete
  24. Nama : Shafa Salsabila Kurniawan
    E-mail / akun Twitter : shfaa.salsabila@yahoo.com / @veliashafa
    Link tweet : https://twitter.com/veliashafa/status/700651249872449536

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"
    jawaban : Dalam kehidupan nyata, pernah. Dan dalam arti lain pun pernah. Tapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup terasa. Dalam kehidupan nyata, move on itu terjadi setelah kita jatuh cinta pada sesorang dan akan melupakannya. Saat itulah kita melakukan proses yang dinamakan move on. Acap kali banyak orang yang gagal melewati masa itu dan terjadilah sebuah siklus(?) yang dinamakan 'gagal move on'.

    Untuk aku sendiri, aku pernah mengalami susah maupun gagal move on. Merasa terpuruk sih enggak, cuma aku merasa diriku tiba-tiba jadi sensitif,lebih gampang peka bahkan terlalu peka saat merespon sesuatu. Logikaku dibantai habis-habisan. Bahkan, lucunya, ketika proses move on telah kulalui, keterlalupekaanku itu masih terus melekat dalam diriku.

    Dalam artian lain pun kurang lebih sama, namun perasaan yang aku rasakan tidak senyata saat susah move on di kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  25. Nama : Yulia Lia
    Twitter : @Hi_Wkkie
    Link :https://twitter.com/Hi_Wkkie/status/700665117726277633

    Pernah. Sama sahabat sendiri, dan itu lumayan lama :D

    Temenan dari awal SMP, Jadian akhir SMP, Petengangan SMA jalan masing-masing, tapi kami tetep solid (Sepakat, putus hubungan putus ga bakal merusak pertemanan), kemana-mana berdua. Tiba-tiba jadi bertiga, dan akhirnya mereka jadian. Lalu dengan lempengnya dia curhat tentang pacarnya ke aku.Dan minta saran -_-

    Mau ngindar, terlalu mencolok. Mau di lupain tiap hari ketemu. Mau berpikir positif kalau memang dasarnya dia baik kesetiap orang, tapi perlakuan dia ke aku itu kelewat manis (perlakuannya ga berubah), ke pacarnya aja enggak gitu. Satu sisi seneng, satu sisi pedih, sisi yang lain ngasih tahu ini salah.

    Hahaha~ kalo inget cuma bisa ketawa,lulus SMA baru agak berkurang (beda kampus) *Eh, ini masuk kategori susah move on atau enggak?

    ReplyDelete
  26. Nama : Yeyen Nursyipa
    Twitter : @YeyenNursyipa
    Link Share : https://twitter.com/YeyenNursyipa/status/700752029711466496

    Pernah ngalami susah move on?
    Pernah. Rasanya itu kaya gigi tanggal, berasa masih ada padahal udah ga ada. Buat beberapa lama mungkin bakal ngerasaan kehilangan gigi itu, tapi sekian minggu udah mulai menerima kalo gigi emang udah ga ada di tempatnya. Sama halnya kaya kehilangan orang yang disukai. Buat beberapa lama pasti merasa kehilangan, tapi kemudian berhasil melupakan.

    kalo aku butuh sekitar 3 sampe 4 minggu buat bisa move on. ya walau pun masih keinget, seengganya rasa sakit hati udah mulai pudar. Awalnya emang susah buat melupakan, tapi kegiatan-kegiatanku jauh lebih penting daripada terus meratapi kenyataan. dan aku putuskan untuk terus melangkah kedepan.

    ReplyDelete
  27. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Link tweet : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/700831733432741888

    Pernah kak Stefanie, bahkan sampai setahun aku bisa dibilang kayak orang gila kak. Kadang aku jalan-jalan ke tempat biasanya kami ngedate. Gara-gara susah move on juga aku sampai nggak mau ke kampus kak takut ketemu dengan dia. Selama setahun itu terkadang aku tiba-tiba menangis sewaktu melewati jalan yang pernah kami lewati sambil jalan kaki. Yah ... Aku kalau pacaran sama dia itu senengnya jalan kaki. Jadi, ke mana-mana jalan kaki kecuali ke luar kota. Padahal dia udah punya pacar, tapi aku masih aja tetap tidak bisa move on dari dia. Terlalu banyak kenangan selama 3 tahun pacaran dengannya dan seandainya kita tidak berbeda agama mungkin akan berbeda ceritanya. Selama pacaran aku harus berjuang meyakinkan ortu dan ortunya. Nihil. Akhirnya, kami pun memang harus mengambil keputusan yang sangat sulit. Berpisah selamanya.

    ReplyDelete
  28. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Twitter : @n0v4ip
    Link share : https://twitter.com/n0v4ip/status/700906810648109058

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Pernah kak. Dan itu berlangsung selama satu tahun. Yang membuat saya susah move on itu karena si dia masih bisa saya lihat batang hidungnya karena tempat saya dan dia bekerja berada di satu tempat yang sama ditambah si dia udah ada gandengan padahal kami baru putus satu hari. Kakak bayangkan gimana menderitanya saya saat itu...?? eaaa. Belum lagi sakit itu terobati, saya langsung dihadapkan pada fakta bahwa dia udah punya pengganti dan tidak ikut menderita seperti saya. Dan mungkin yang paling membuat saya susah move on adalah karena dia itu cinta pertama sekaligus pacar pertama saya dan kami sudah menjalin hubungan selama lima tahun lamanya. Itu yang paling membuat saya sakit dan sedih kak. Ternyata lima tahun kebersamaan kami tidak berbekas sepertinya mengingat dia yang begitu mudahnya mencari pengganti saya.... hiks.

    Terima kasih kak Stefanie udah baca curhatan saya... :D

    ReplyDelete
  29. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    E-mail / akun Twitter : intankamala@gmail.com / @inokari_
    Link tweet : https://twitter.com/Inokari_/status/700915095044358147

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Pernah banget kak.

    Mostly paling susah move on dari kebiasaan-kebiasaan jelek. Semacam males gosok gigi sebelum tidur, males olahraga (padahal cuma 15 menit aja loh per hari), males usaha buat makan makanan sehat, dll.

    Tapi coba deh kalo kebiasaan baik semisal rajin baca, rajin nulis, produktif, pasti cepet banget move on-nya. Rajinnya sekali doang. Sisanya males. Wkwk.

    Solusinya ya paling ngepoin akun-akun sosmed temen-temen yang produktif, yang karyanya ga abis-abis, terus memaksa diri buat bergerak. Soalnya, kadang yang males itu cuma mulainya aja kok, pas udah gerak, malah terasa enteng.

    ReplyDelete
  30. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta/rinspiration95@gmail.com
    https://twitter.com/RiniCipta/status/701036140334157824

    Pernah kak,sedang dialami nih *eh?* haha.. susah move on itu sebenernya sifat malas pindah dari zona nyaman. Yah, namanya aja terlanjur nyaman jadi ya tindakan kita cenderung melakukan hal yang sama dengan perasaan senang meski kadang-kadang bosan juga.
    Banyak hal yang bikin susah move on. Kadang takut gagal. Kadang cemas karena hal itu buat nggak nyaman. Perasaan-perasaan itulah yang menghambat kita buat maju dan nggak mau nyoba. Kalau belum coba kan belum tau hasilnya gimana? Intinya mau move on atau nggak, itu tergantung sama diri kita sendiri. Satu langkah kecil dapat berdampak besar bagi kehidupan kita kedepannya :)

    ReplyDelete
  31. Nama: Dian Maharani
    Email / Akun Twitter: dianmaharani833@yahoo.com / @realdianmrani93
    Link Tweet: https://twitter.com/realdianmrani93/status/701102326199635968
    Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?
    Kalau susah move on dalam hal percintaan yang bisa menyebabkan hilang selera makan atau malas ngapa-ngapain untuk jangka yang lama, Alhamdulillah aku belum pernah mengalaminya *dan jangan sampai mengalaminya ^^v
    Tapi, susah move on untuk hal kecil, misalnya ngeplay lagu yang sama sampai sepuluh kali dalam sehari atau baca dialog disebuah novel berkali-kali, mungkin aku-lah jawabannya hohoho ^^v

    ReplyDelete
  32. nama: Ari
    twitter: @Arikun7
    e-mail: Harikunfcky@gmail.com
    link share: https://twitter.com/AriKun7/status/701392752836218880

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Pernah .

    Kisah ini kualami ketika aku masih memakai seragam putih abu .Tahu sendiri kan bagaimana indahnya cinta pada masa labil seperti itu ?
    Dulu ada seorang gadis yang menarik perhatianku .Dia cantik tapi tidak pernah merasa cantik apalagi sok cantik .Aku suka dia . Rambutnya panjang sekali , karena itulah aku sering memanggilnya Rapunzel XD .Aku sering memutar jalan pulang supaya bisa jalan bareng dia . Dan kami lalu memulai hubungan pacaran . Sebulan setelah itu tiba tiba dia memotong rambutnya sangat pendek mirip cowok. Dia bilang karena ia menonton film jepang Hana Kimi dia jadi ingin memotong rambutnya .Padahal aku lebih suka rambutnya yang panjang .

    Setelah itu ia jadi tambah aneh . Jarang berangkat sekolah , padahalkan sebentar lagi ujian , setelah kuselidiki ternyata dia sakit keras.Dia harus kemoterapi , dia bohong soal potong rambut , karena dokter memang menyarankan untuk memotong rambutnya . Dia ikut ujian di rumah sakit .Selama itu aku juga sering datang bersama teman - teman untuk menjenguknya . Belum sampai pada hari pengumuman dia tidak sanggup pertahan , dia pergi ke sisi yang baik ditempat Tuhan .Tanpa kata kata perpisahan apalagi kata putus . Aku jadi terus mengingatnya sepanjang hidupku , bahkan meskipun aku sudah punya pacar lagi * moga moga dia nggak baca ini * aku masih memikirkan Rapunzelku . Dan kisahku ini sempat kutulis sebagai cerpen dengan judul " Rapunzel " dan dimuat di majalah Hai (Tentunya berbeda dengan kisah nyatanya) .

    Selalu ada tempat khusus buatnya , karena itulah aku belum bisa Move On sampai sekarang .

    ReplyDelete
  33. Nama : Ratih
    Twitter : @Jju_naa
    Link :https://twitter.com/Jju_naa/status/701411721500426240

    "Apakah kalian pernah mengalami yang namanya susah move on?"

    Ini dalam konteks apa dulu? kalau tentang hubungan kaya pacaran gitu, aku belum pernah :D.

    Tapi kalau susah move on gara-gara di tinggal untuk selamanya sama seseorang yang selalu bersama aku selama 17 tahun,aku pernah.

    Butuh waktu sekitar 2 tahun untuk benar-benar bisa lepas dari bayang-bayangnya (sampai sekarang si masih sebenernya). Pagi kami sempat berantem gara-gara kaos kaki, tapi pas aku pulang dia udah ga adalagi.Saking ga percayanya, Bahkan selama satu bulan aku masih aja Nnuangin 2 gelas teh manis tiap paginya, ngetok pintu kamarnya tiap ada pr, marah kalau dia ga nyaut kalau aku panggil, lari kekamarnya kalau mati lampu, sampe nyalahin dia kalau remot tv ilang. Padahal itu waktu itu aku sadar, dia ga bakal breaksi. Tapi aku selalu berharap dia cuma lagi main petak umpet saat itu. Bahkan kalau ada film harry potter, aku masih aja manggil dia minta ditemenin nonton. Ironis.Betapa susahnya ngelupain manisnya saat kebersamaan dulu.

    Ibu aku sampe nangis waktu tu. Penyesalan aku cuma satu, kami pisah dalam keadaan kurang baik.
    Kalau pengalaman di atas termasuk gejala susah move on yg dimaksud, maka Itu pengalaman susah move on pertama aku,

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...