photo wishlist_zps2544b6d7.png

Saturday, April 28, 2012

Book Review: Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere-Liye

.
BOOK review
Started on: 23.April.2012
Finished on: 27.April.2012


 Rembulan Tenggelam di Wajahmu by Tere-Liye
 
Judul Buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Penulis : Tere-Liye
Penerbit : Penerbit Republika
Tebal : 426 Halaman
Tahun Terbit: 2011
Harga: Rp 48,000 (http://tbodelisa.blogspot.com/)
 
*klik "Read Full Post and Continue Reading »" untuk membaca review lengkap"
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



"Sama seperti dulu, meski hatinya marah, meski hatinya mengutuk langit berkali-kali, Ray tetap terpesona menatap rembulan di langit. Merasa damai dengan sepotong ciptaan Tuhan yang seolah-olah digantungkan begitu saja itu. Malam-malam sepi di selasar atap tampias Panti... Malam-malam sendiri di atap genting Rumah Singgah. Malam-malam senyap di atas tower air. Di lantai 18 konstruksi gedung. Malam-malam itu meski amat bencinya dia dengan keputusan Tuhan, amat marahnya dengan segala takdir, sepotong rembulan di atas selalu membuatnya berterima-kasih. 

Mungkin itu gunanya Tuhan menciptakan rembulan terlihat indah dari bumi. Menjadi penghiburan bagi hati yang resah menatapnya."


Kisah ini adalah tentang perjalanan mengenang masa lalu seorang lelaki bernama Rehan Raujana; atau yang akan lebih sering disebut dan dikenal sebagai Ray. Lelaki itu kini adalah seorang pasien berusia 60 tahun. Ia tidak sadarkan diri selama 6 bulan, dan ketika ia membuka matanya, ia tidak berada di rumah sakit tempat ia seharusnya berada. Pasien itu berdiri di tengah keramaian terminal. Tempat yang amat sangat dikenalnya puluhan tahun lalu ketika ia masih berusia belasan. Di tempat itulah ia memulai perjalan Mengenang Masa Lalu itu.
"Yang perlu kau tahu adalah kau sangat beruntung, Ray. Amat beruntung. Tahukah kau? Semua orang selalu diberi kesempatan untuk kembali. Sebelum maut menjemput, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Setiap manusia diberikan kesempatan mendapatkan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang mengganjal hidupnya... Kau akan mendapatkan penjelasan melalui perjalanan yang hebat ini."
Dalam perjalanan mengenang masa lalu itu, Ray ditemani oleh seorang dengan wajah menyenangkan yang akan menjelaskan semuanya; dan menjawab 5 pertanyaan yang selalu dipertanyakan oleh Ray sepanjang hidupnya. Pertanyaan pertamanya dimulai dari tempat ia memulai kehidupannya yang penuh derita dan siksaan. Tempat yang amat dibenci oleh Ray selama bertahun-tahun, yang membentuknya menjadi sosok anak remaja yang membangkang dan memberontak: Panti Asuhan, atau yang lebih sering Ray sebut sebagai Panti Sialan itu. Yang membuat Ray semakin membenci tempat itu adalah, Penjaga Panti yang di matanya sangat sok-suci. Tidak hanya sekali Ray menjadi sasaran bilah rotan yang menyakitkan dari Penjaga Panti itu, dan hati Ray semakin pahit terhadap Panti itu.

"Bagaimana mungkin dia harus tinggal belasan tahun di Panti tak berguna itu. Belasan tahun teraniaya oleh penjaga Panti sok-suci itu. Ada puluhan tempat penampungan anak-anak terlantar di kota ini, mengapa dia justru harus diantarkan ke Panti sialan itu? 
Mengapa?"

Kenangan-kenangan pahit masa remaja Ray terlalui, pertanyaan pertamanya dijawab oleh orang dengan wajah menyenangkan itu. Membuat Ray terlalu kaget, bahkan tidak percaya kata-kata orang itu tentang Penjaga Panti yang sama sekali tidak ia ketahui. Kehidupan Ray kemudian berlanjut di ibukota, ia tinggal di Rumah Singgah - dimana akhirnya Ray merasa mempunyai keluarga. Di tempat itulah, akhirnya Ray dapat mencicipi pendidikan yang selama ini tidak ia dapatkan saat tinggal di Panti. Ray mengenal banyak anak-anak lain yang ia anggap saudaranya. Namun apa daya, sifat Ray yang solider dalam persahabatan ternyata malah menimbulkan banyak masalah; yang kemudian merenggut impian-impian saudaranya. Waktu itu, Ray selalu mempertanyakan "Apakah hidup ini adil?"; mengapa jalan-jalan orang jahat selalu mulus sedangkan tidak demikian bagi orang-orang baik?

"Ray, hampir semua manusia pernah mengeluarkan pertanyaan tersebut. Apakah hidup ini adil? Dari jaman batu hingga entah ke mana peradaban mansuia akan dibawa. Muda-tua, laki-perempuan, kaya-miskin, sehat-sakit, raja-pelayan, panglima-pesuruh, tidak mengenal ras, suku, agama, tidak mengenal batas-batas. Mereka pasti pernah bertanya, setidaknya sekali sepanjang hidup."

Dan perjalanan itu terus berlanjut, hingga takdir kehidupan Ray berubah semenjak iya menjadi buruh kasar di sebuah konstruksi bangunan. Kehidupannya berubah semenjak ia bertemu dengan gadis itu di gerbong kereta. Akan tetapi mengapa nasib buruk tidak pernah meninggalkannya? Setiap potong kehidupannya membuat banyak pertanyaan timbul dalam hati Ray. Mengapa takdir yang menyakitkan itu harus terjadi? Mengapa hidupnya tetap terasa hampa bahkan ketika ia sudah memiliki semuanya?

Setiap pertanyaan dalam hidup Ray akan terjawab, lewat potongan-potongan kehidupannya yang akan dijelaskan. Membuat mata Ray terbuka akan kehidupannya selama ini. Dan yang terpenting, membuat hatinya terbuka untuk menerima segala yang telah terjadi.

"Sekarang saat semua yang diinginkannya sudah dimiliki, dia tetap merasa sendiri. Berdiri sendirian di lantai tertinggi gedung miliknya.
Hidup ini benar-benar lelucon yang hebat."

Baca kisah lengkapnya di Rembulan Tenggelam di Wajahmu.


WOW. Setelah menutup buku ini, aku sedikit bingung akan menulis apa di review  ini; karena ada begitu banyak hal yang ingin aku tuliskan untuk mengungkapkan betapa berkesannya buku ini untukku. Aku memutuskan untuk tidak membahas keseluruhan plot cerita karena tidak ingin spoiler bagi yang belum baca; sebenarnya plot nya jauh lebih rumit daripada itu. Dan awalnya, buku ini sedikit mengingatkanku pada buku Mitch Albom yang berjudul The Five People You Meet in Heaven; tetapi buku ini tentu saja sangat berbeda. Harus kuakui, dan mungkin ini semacam peringatan bagi yang tertarik untuk membaca, buku ini membuatku sangat lelah secara emosional. Tentu saja ini bukan hal negatif, malah sebaliknya, aku sangat menyukai tulisan-tulisan yang berhasil memutar-balikkan perasaanku secara luar biasa.

Friday, April 27, 2012

Twenty.

.
yesterday was my 20th birthday.
*since this post is not related to books and has lots of narcissistic personal photos, i'll put a jump break after the first paragraph :)
if you want to read, just click on read more :)*

"thank you everyone, i really appreciate each and every gift you gave me. i also appreciate everyone who sends their birthday greetings to me through BBM, twitter, and facebook :)) everyone made me feel like i'm an extremely blessed person."

it was a great and happy day for me, but at the same time i felt a bit bitter to be leaving my teenage years and entering the twenties. the gif image above is made by my bestfriend ivonna (http://thehottestkpop.blogspot.com), and she gave me wonderful presents! first she gave me Infinite's Paradise Album, which is my favorite Korean group right now! the album even include a photobook, poster, and an autographed card. i'm extremely thrilled! she also posted a birthday greeting for me in her blog, and also a birthday video (unfortunately it's set to private, so i can't show it here :P). anyway, she's done so much for me and i'm extremely happy for having a great friend like her :) thanks once again, ona, you make my birthday special :)

 

Wednesday, April 25, 2012

Movie Adaptation Review: Hugo

.

I have to say that this movie is absolutely wonderful visually. The tone of the movie and the colors gives off a certain vibe/mood to me as an audience; and somehow that vibe matches really well with the movie. Even the simple music brings out the feel of being in Paris; and also gives a calming mood to me. Sometimes it also presents the loneliness that Hugo feels, being alone in the station. This was a great movie! Compared to the book, I'd probably choose the movie because the messages and relationships between the characters are shown better. It's pretty rare for a movie adaptation, but somehow I understood the movie much better and prefer it more than the book. So now I'll start the non-spoiling movie adaptation review :))

*the screen captures I use below are not in their original tone/color, because I've edited them*
-

Judging from the book which has really simple plot and conflict, I thought the movie adaptation would be able to copy everything without changing a single thing. But somehow, the movie has slight changes (even though the main idea was mostly the same, of course); like how the character Etienne was not present in the movie. And also the Station Inspector's character got a lot more portion that he did in the book. Some scenes and characters were also changed. The character Isabelle was the one who's supposed to be good at unlocking locks with her hairpin, but in the movie Hugo was the one who could do it. The movie even helped concluding the message behind the story and I finally understood the deep connection between Hugo and Georges through the automaton. And the bittersweet history of Georges Méliès is described better too. So the changes in the movie adaptation is not a bad thing, it is still a very remarkable story :)


The main character in the movie, Hugo, was played by Asa Butterfield. I have to say, from the first sight, he does look like an abandoned boy living a difficult and lonely life. His appearance tells it all. I think this little boy captures the character really well. One lacking thing for me is when he acts sad and emotional when he saw the automaton didn't work the way he expected it. Other than that, I think he did an incredibly good job in portraying Hugo's character! The next main character would be Georges Méliès played by Ben Kingsley. He has that charisma and the look of a wise old man, who have gone through so many bittersweet experiences in life. He's such a great character, both in the book and the movie. And I was both shocked and happy at the same time when I saw Jude Law as Hugo's Father. I was not expecting that, so I was really happy and he's really good-looking *I don't really know what I'm talking about*; unfortunately his character only showed up like 3 minutes or so.


So overall, Hugo is a nice movie, even though not full of excitement because of its' simple story, and a great movie adaptation. I guess it brings out the best of the original book. This might be a good movie to watch as a family; since The Invention of Hugo Cabret is a children's book. Looking forward to watch another movie adaptations ;)


by.stefaniesugia♥ .

Monday, April 23, 2012

Book Review: The Invention of Hugo Cabret by Brian Selznick

.
BOOK review
Started on: 20.April.2012
Finished on: 22.April.2012


Judul Buku : The Invention of Hugo Cabret
Penulis : Brian Selznick
Penerbit : Bentang Pustaka
Tebal : 543 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 69,000,- (bookoopedia.com
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 



"Dengar, Hugo Cabret. Aku menyuruhmu jauh-jauh dariku. Aku akan menyeretmu ke kantor Polisi Stasiun dan mengurungmu sendiri kalau aku melihatmu lagi. Kau mengerti maksudku?"
"Kembalikan buku catatanku...."
"Aku akan pulang untuk membakar buku catatanmu."


Hugo Cabret, anak laki-laki seorang pemilik toko jam. Sejak kecil Hugo sangat terbiasa dengan mesin dan juga pandai memperbaiki mesin. Suatu hari, Ayahnya membawa pulang mesin paling rumit yang pernah dilihatnya; sebuah automaton. Automaton tersebut diduga bisa menulis karena bentuknya sedang duduk dan memegang sebuah pena. Hugo dan Ayahnya sangat bersemangat untuk memperbaiki benda tersebut dan melihatnya bekerja.

"Boneka manusia itu seluruhnya terbuat dari mesin jam dan mesin-mesin lain yang rumit. Sejak pertama Ayahnya memberi tahu tentang benda itu, manusia mesin itu telah menjadi pusat kehidupan Hugo."

Akan tetapi sebuah hal buruk terjadi. Ketika Ayah Hugo bekerja hingga larut malam memperbaiki automaton itu, gedung tempat Ayahnya berada terbakar - dan Ayah Hugo tidak pernah kembali lagi. Sejak hari itu, Hugo terpaksa pergi bersama Paman Claude - satu-satunya kerabat yang masih dimilikinya. Paman Claude adalah Penjaga Waktu di stasiun, dan Hugo dijadikan muridnya untuk merawat jam-jam itu. Paman yang seharusnya merawat Hugo hilang entah kemana; namun karena Hugo pandai dengan mesin, ia secara rutin merawat jam-jam di stasiun sehingga tidak ada satu orang pun yang curiga dan mengetahui hilangnya Paman Claude. Hugo hidup sendiri di stasiun itu, menjaga dan merawat jam tanpa diketahui, mencuri makanan secara tersembunyi, dan selain itu, hidupnya adalah untuk memperbaiki mesin automaton peninggalan Ayahnya.

Automaton itu ia temukan di antara reruntuhan bekas kebakaran. Dan ketika melihat benda itu, Hugo tidak bisa meninggalkannya dan memutuskan untuk membawa sisa-sisa automaton yang hangus itu. Dengan kemampuannya memperbaiki mesin disertai buku catatan Ayahnya, Hugo yakin ia bisa memperbaikinya; ia hanya memerlukan bagian-bagian mesin. Ia sungguh ingin mengetahui pesan apa yang akan dituliskan oleh automaton itu. Oleh karena itulah, Hugo seringkali pergi ke toko mainan milik seorang pria tua dan mencuri mainan disana. Tak disangka oleh Hugo, suatu hari ia tertangkap oleh pria tua itu. Dan hidupnya tak pernah lagi sama.

Pria tua itu kemudian melihat buku catatan Hugo yang berisi gambar automaton beserta mesin-mesinnya. Tidak Hugo sangka, lelaki itu berubah menjadi sangat marah dan hendak membakar buku catatan itu. Hugo kira misinya untuk memperbaiki automaton itu akan berakhir; akan tetapi dengan bantuan Isabelle - anak perempuan yang adalah anak baptis pria tua itu, Hugo perlahan-lahan menemukan banyak hal. Bahkan mengungkap rahasia pria tua pemilik toko mainan itu yang bernama George Méliès. 

"Hugo terus memikirkan pesan yang akan ditulis mesin itu nantinya. Semakin banyak bekerja untuk memperbaiki automaton itu, ia semakin percaya akan sesuatu yang dianggapnya benar-benar aneh. Hugo yakin bahwa pesan itu akan menjawab semua pertanyaannya dan memberitahunya apa yang harus dilakukannya karena ia kini sebatang kara. 
Pesan itu akan menyelamatkan nyawanya."


Hal pertama yang aku bingungkan ketika menulis review ini adalah menentukan apakah buku ini tergolong fiksi atau non-fiksi. Melihat penerbit buku ini yang adalah "Mizan Fantasi" aku berasumsi bahwa ini buku fiksi. Namun setelah membaca dan mengetahui bahwa George Méliès ternyata benar-benar ada, aku mulai sedikit meragukannya. Sehingga aku akhirnya menyimpulkan bahwa plot-nya mungkin adalah fiksi, tetapi perlu diingat bahwa George Méliès bukan karakter fiktif. 

Awal ketika membeli buku ini aku sedikit tegang dengan tebal bukunya, dan beberapa kali memutuskan untuk tidak dibaca dulu. Tetapi karena dorongan ingin melihat film adaptasinya, aku akhirnya membuka buku ini. Dan aku amat sangat dikejutkan dengan lembar-lembar yang penuh ilustrasi gambar. Dibandingkan dengan halaman yang berisi tulisan, aku rasa porsi ilustrasinya jauh lebih banyak. Harus diakui ilustrasi Brian Selznick - baik di sampul ataupun dalam cerita - amat sangat luar biasa dan penuh detail yang menakjubkan. Meskipun ilustrasinya hanya dalam bentuk sketsa hitam putih, Brian Selznick menggambarkan situasi, ekspresi, dan semua detail-detailnya dengan baik sekali. Sebagai seorang mahasiswa di bidang seni, aku sangat mengagumi orang-orang yang bisa menggambar seperti Brian Selznick ini, karena hal tersebut bukanlah hal mudah - melainkan butuh ketekunan dan juga bakat. Dan perlu diketahui juga bahwa ilustrasi yang ada pada buku ini bukan sekadar hiasan -seperti pada buku-buku illustrated biasanya- tetapi ilustrasi tersebut menjadi bagian dari penyampaian cerita. Oleh karena itu, kita tidak bisa langsung melompati halaman-halaman ilustrasi dan membaca bagian tulisan saja.

Secara plot, tentu saja aku merasa kisah Hugo Cabret ini sangat unik dan pasti akan kuingat; tetapi aku tidak merasa ada yang terlalu istimewa dan alurnya pun terasa sedikit datar untukku (aku rasa aku penggemar intrik dan konflik yang rumit). Meskipun begitu, aku tetap merasa buku The Invention of Hugo Cabret ini sangat istimewa dengan ilustrasi yang menawan. Ditambah dengan beberapa quotes yang sangat aku sukai, dengan senang hati aku akan memberikan rating 4 untuk buku ini. Dan aku sangat bersemangat ingin menonton versi adaptasi film-nya :)) Di bawah ini adalah trailer film Hugo, bagi yang belum melihat ;) Aku juga akan menulis movie adaptation review jika sudah selesai menontonnya.



"Mungkin orang juga begitu... Jika kau kehilangan tujuanmu... rasanya seperti mesin rusak."
"Kamu tahu, tidak pernah ada bagian yang berlebih dalam sebuah mesin. Jumlah dan jenis setiap bagiannya tepat seperti yang mereka butuhkan. Jadi kupikir, jika seluruh dunia ini adalah sebuah mesin yang besar, aku pasti berada di sini untuk tujuan tertentu. Dan itu berarti, kamu berada di sini juga untuk tujuan tertentu."

4/5 stars




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-57706/the-invention-of-hugo-cabret.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
by.stefaniesugia♥ .

Friday, April 20, 2012

Book Review: Fly to the Sky by Nina Ardianti & Moemoe Rizal

.
BOOK review 
Started on: 18.April.2012
Finished on: 19.April.2012


 Judul Buku : Fly to the Sky
Penulis : Nina Ardianti & Moemoe Rizal
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 360 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 53,000,- (bookoopedia.com
 
*klik Read More untuk membaca review lengkap*
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

I love this duet! Setelah cukup puas dengan novel GagasDuet yang kedua (Bittersweet Love; baca reviewku di sini), ternyata buku ini juga berhasil membuatku terkesan. Seperti Bittersweet Love, GagasDuet yang ini terdiri dari satu kisah yang utuh, namun dituliskan dari dua sudut pandang yang berbeda. Akan tetapi, saat Bittersweet Love ditulis dari dua sisi sepasang saudara tiri, Fly to the Sky ditulis dari dua sisi orang yang hanya pernah bertemu sekali. Dan aku harus mengakui meskipun aku belum pernah membaca karya Nina Ardianti atau Moemoe Rizal sebelumnya, keduanya sudah menuliskan sebuah kisah yang kocak, bikin geregetan, sweet, dan overall sangat menyenangkan :) 

Berikut ringkasan cerita & personal review dariku :)
// E D Y T A //
by Nina Ardianti

"And here I am now. 26 - almost 27 - years old, have been single for the past three years. But I still think that my life is not boring at all. Instead, full of surprises. Salah satunya adalah semalam. 
Notice I first said, he's like a fallen angel?"


Kisah ini bermula dari Edyta, seorang perempuan berusia 26 tahun yang masih menyandang status single. Ia dikelilingi oleh begitu banyak orang yang selalu berusaha menjodohkannya dengan lelaki yang dianggap pantas menjadi pasangan hidupnya. Orang-orang tersebut antara lain adalah Syiana, sahabat baiknya sejak lama. Syiana memperkenalkannya pada seorang teman lama yang baru saja pulang dari London setelah menyelesaikan S-2; lelaki itu bernama Radit. Sejak pertemuan pertama, Edyta sudah terpesona dengan wajah dan senyuman Radit yang begitu charming. Dan sepertinya, Radit juga mempunyai ketertarikan yang sama pada Edyta.

Namun di suatu hari yang lain, Edyta pun akan diperkenalkan dengan seorang lelaki bernama Bara; kenalan kakak laki-lakinya. Perlu diingat, Edyta memiliki dua kakak laki-laki yang selalu menjaganya dengan baik: Ferro dan Ilham; bahkan Ihsan sahabat kakaknya-pun sering ikut bertanggung jawab atas masalah-masalah Edyta. Ketika Ferro membuat janji temu antara Edyta dan Bara, Edyta dibuat kesal setengah mati karena lelaki itu tidak muncul. Namun justru malam itulah, Edyta dipertemukan dengan fallen angel-nya.

Malam itu Edyta yang sudah menunggu Bara selama dua jam dan berakhir batal, mencari makan di sebuah restoran bernama CandraKirana. Dengan emosi yang sedang mendidih penuh kekesalan, Edyta sebal karena tidak mendapatkan tempat duduk. Dan ketika melihat sebuah tempat kosong, ia malah harus berebut dengan seorang lelaki yang mengaku itu adalah tempat duduknya. Keduanya berakhir dengan duduk di satu meja yang sama. Saat itulah, Edyta mengenal sosok Ardian. Setelah ditimpa banyak kesialan hari itu, Edyta masih bisa lebih sial lagi saat ban mobilnya bocor. Ketika itu, Ardian-lah yang membantunya sekalipun tanpa diminta. Ardian yang membereskan masalahnya.

"Hanya saja, bagi Midas, segala sesuatu yang disentuhnya jadi emas. Kalau aku, segala sesuatu yang aku sentuh biasanya jadi bencana. Sengaja atau nggak sengaja.
That's why I need a man who can sweep away the mess I made."

Namun pertemuan Edyta dengan Ardian berakhir sampai di situ; sampai Blackberry-nya yang menjadi satu-satunya cara untuk menghubungi Ardian mengalami kecelakaan berat. Edyta bukannya tidak berusaha mencari Ardian, ia sudah mencari mati-matian akan tetapi tidak ada satu petunjuk pun tentang lelaki itu. Perlahan-lahan Edyta menyerah dan lebih fokus pada hubungannya dengan Radit. Tetapi mengapa Ardian terus mengusik pikirannya?

"Kalau kami memang nggak ditakdirkan untuk bisa mengenal lagi, kenapa aku dan dia masih saja dipertemukan dengan kejadian serendipity ini?"

"Sepertinya semesta raya berkomplot untuk bermusuhan denganku deh. The universe is really playing hard game with me."

// A R D I A N //
by Moemoe Rizal

"Aku pikir malam ini berjalan begitu sempurna. Semua jadwal, semua penerbangan hari ini, meja favoritku, semua sudah kurancang dengan rapi dan berjalan dengan baik. Ternyata aku salah. Ada saja satu masalah yang nyaris membuat semua rencanaku berantakan."

Bagian ini menceritakan kehidupan dari sisi Ardian dan pekerjaannya sebagai seorang pilot. Sehari-hari ia dikelilingi oleh banyak pramugari, namun ia masih menyandang status single. Sahabat baiknya, Leila, selalu berusaha menjodohkannya dengan berbagai perempuan. Namun Leila tahu, Ardian hanya akan mau dengan perempuan yang sudah melengkapi checklist wanita idamannya. Sebagai orang yang perfeksionis dan merencanakan segala sesuatu, Ardian menginginkan seorang wanita yang bisa mengerti dan mengimbangi dirinya.

Mengetahui checklist Ardian, Leila memperkenalkannya kepada seorang pramugari baru bernama Mawar; yang dianggapnya sempurna untuk memenuhi checklist Ardian. Setelah saling mengenal, Ardian merasa ia bertemu dengan orang yang tepat. Mawar memenuhi semua kriteria dalam checklist-nya; bahkan perempuan itu seringkali mempunyai pemikiran yang sama dengannya. Apakah ia jodoh yang patut menjadi istri Ardian?

Wednesday, April 18, 2012

Book Review: Dream Catcher by Alanda Kariza

.
BOOK review
Started on: 16.April.2012
Finished on: 18.April.2012



Judul Buku : Dream Catcher
Penulis : Alanda Kariza
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 232 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 50,000,- (bookoopedia.com
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



"When it comes to dreams, the sky is the limit... Tapi selain bermimpi tinggi, kita juga harus punya dasar yang kuat. Apa alasan kita punya mimpi itu? Apa yang harus dilakukan selanjutnya? Biar mimpi yang kita punya nggak sekadar jadi mimpi, tapi bisa terealisasi... Percayalah apa pun bisa terwujud asal dilakukan dengan sepenuh hati."
  
DreamCatcher adalah kombinasi dari sebuah cerita serta panduan bagi kita untuk merancang dan meraih mimpi kita. Buku ini terbagi menjadi 5 Bab utama yang dimulai dari Inventing Your Dream (proses menciptakan mimpi), Takedowns (faktor-faktor yang biasanya menjadi penghalang), Designing the Blueprint (merencanakan mimpi), Making Them Come True (proses realisasi mimpi, dan apa saja hal penting dalam proses tersebut), dan yang terakhir adalah Living It (bagaimana kita harus bertindak setelah mimpi kita tercapai).

---------------------------------// INVENTING YOUR DREAM //---------------------------------

"Ia memiliki mimpi yang besar dan mungkin terdengar aneh bagi lingkungannya. Namun, ia berhasil membuktikan bahwa semustahil apa pun suatu cita-cita kedengarannya, kita bisa meraihnya apabila memiliki kemauan kuat dan kepercayaan atas kemampuan diri."
"Semua orang bebas bermimpi dan bebas berkarya. Buktikan kepada dunia bahwa kita bisa melakukannya. Saya juga selalu ingat quote dari Alanda: the best revenge is massive success."

Pada bab pertama, Alanda Kariza menceritakan kisahnya dalam menciptakan mimpinya sendiri, dan juga beberapa kisah tentang mimpi-mimpi orang lain yang bisa menjadi inspirasi dan motivasi. Bahkan ada kisah tentang orang-orang yang memimpikan sesuatu yang sepertinya mustahil, akan tetapi dengan kemauan yang kuat serta ketekunan, mimpi itu toh akhirnya tercapai juga. Dalam bab ini juga terdapat panduan tentang bagaimana caranya kita menciptakan impian kita sendiri (disertai dengan beberapa lembar aktivitas yang membantu dalam proses tersebut).

-------------------------------------------// TAKEDOWNS //-------------------------------------------
"Steve Jobs mengatakan, "I'm pretty sure none of this would have happened if I hadn't been fired from Apple. It was awful-tasting medicine but I guess the patient needed it."
"Steve Jobs berhasil menciptakan kesempatan justru ketika ia mengalami kegagalan.... Bagi Steve Jobs, kegagalan memicunya untuk belajar dan menjadi lebih baik di kemudian hari. Jika ia tidak pernah dipecat, Apple tidak akan menjadi sebesar sekarang, dan tidak akan ada perusahaan animasi bernama Pixar.

Dalam proses meraih mimpi yang sudah kita miliki, hal yang tak dapat dihindari adalah hambatan dan kesulitan. Pada bagian ini, dibahas tentang faktor-faktor yang paling seringkali membatasi kita dalam mencapai impian yang kita inginkan. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: keterbatasan fisik, gender, umur, keterbatasan secara finansial, dan kegagalan. Saat membahas setiap faktor tersebut, dituliskan juga beberapa contoh konkret orang-orang yang mengalami hambatan tersebut dan berhasil melaluinya dengan baik. Bahkan contoh-contoh seperti Steve Jobs dan J.K Rowling yang mengalami banyak kegagalan, malah bisa menjadi orang-orang luar biasa. Lewat bagian inilah, kita bisa mengetahui bahwa hambatan/keterbasan yang ini, tidak harus menghentikan impian kita.

---------------------------------// MAKING THEM COME TRUE //--------------------------------

"Kesempatan tidak melulu harus dicari, tetapi juga bisa diciptakan. Bruce Lee pernah mengatakan kalimat yang resonansinya begitu besar di dalam hidup saya, "To hell with circumstances, I create opportunities."

Membuat impian menjadi kenyataan bukanlah hal yang mudah, dan kita pasti akan menemui banyak kesulitan. Dalam Bab "Making Them Come True", disebutkan apa-apa saja yang perlu dan bisa kita lakukan untuk mencapai impian kita. Penjelasan-penjelasannya mencakup pentingnya kegigihan serta ketekunan, harus fokus pada apa yang kita inginkan, mampu membuat pilihan yang terbaik untuk diri kita sendiri, dan masih banyak yang lain. Pada setiap bagian juga disisipkan wawancara dengan beberapa orang yang berhasil meraih impian mereka, sehingga kita dapat termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

"Ketika kita memiliki mimpi yang sangat besar, bersyukurlah. Yang Maha Berkehendak dan Maha Pengasih tidak mungkin mengizinkan kita memiliki mimpi sedemikian besar tanpa memberikan kesempatan untuk meraihnya."

--------------------------------------------// LIVING IT //-------------------------------------------

Dan setelah impian kita tercapai, apakah semuanya berhenti sampai di sana? Tidak. Pada bab ini dibahas apa-apa saja yang penting dan perlu kita ingat setelah impian kita tercapai. Hal-hal yang dibahas termasuk: Do you have the qualities? - kualitas-kualitas yang harus kita miliki; antara lain bersikap profesional yang bertanggung jawab. Sharing for success - dengan berbagi kepada orang lain, kita bisa mendapatkan lebih banyak. Dan masih banyak hal lain yang juga dibahas dalam bab penutup ini.

"Kita seringkali merasa sedih, mengeluh ketika menjalani sesuatu, bahkan ketika menghadapi masalah berat, menjalani ujian yang kita rasa tidak ada habis-habisnya. Padahal, ketika kita menjalani kehidupan dengan ikhlas, menerima apa yang terjadi, namun tetap berusaha semaksimal mungkin untuk meraih cita-cita, kita bisa benar-benar merasa bahagia. Completed."

Tertarik untuk membaca keseluruhan isi tentang meraih impian?
Baca DreamCatcher :)


Jujur saja, awalnya aku membeli buku ini sama sekali tidak menyangka akan membaca buku non-fiksi/pengembangan diri seperti ini. Aku membaca karya Alanda Kariza yang pertama, Mint Chocolate Chips, pada waktu aku masih SMP, dan pada waktu itu aku sangat menyukai tulisannya. Dan meskipun aku sebenarnya jarang sekali membaca buku non-fiksi/pengembangan diri, tulisan Alanda Kariza ini sama sekali tidak mengecewakan.

Buku ini adalah buku motivasi/pengembangan diri yang mendorong setiap oranguntuk meraih impian mereka. Namun yang terpenting menurutku adalah, ia tidak hanya menjelaskan semuanya berdasarkan teori saja. Aku sangat menyukai bagaimana ia menceritakan kehidupannya, perjalanannya dalam meraih impiannya sendiri, dan juga beberapa contoh konkret orang-orang yang berhasil dalam mencapai impiannya; sehingga aku dapat merasa: "Kalau mereka bisa, aku juga pasti bisa." Setiap bagian juga dijelaskan dengan baik dan realistis, sama sekali bukan sesuatu yang muluk-muluk. Sehingga setiap orang akan termotivasi dan juga merasa dapat meraih impian mereka.

Tentu saja, penulisan Alanda Kariza tidak perlu diragukan lagi, sangat nyaman untuk dibaca dan sama sekali tidak membosankan. Apalagi dengan adanya banyak quote inspiratif yang sangat mendukung isi buku ini, aku jadi semakin menyukai buku ini. Dan satu lagi yang tidak akan terlupakan olehku, pujian patut diberikan kepada desainer sampul & ilustrator buku DreamCatcher ini: Asyera Bella :) Desain sampul dan ilustrasi yang manis membuat buku ini semakin istimewa :)

Tanpa memperpanjang review ini, aku akan menyimpulkan bahwa buku ini bagiku sangat inspiring dan motivational! Sosok Alanda Kariza yang masih muda dan kehidupannya yang penuh dengan perjuangan pastinya dapat menjadi inspirasi bagi setiap orang - terutama anak-anak muda jaman sekarang. Usianya yang hanya lebih tua satu tahun dariku dapat membuatku kagum dengan apa-apa saja yang telah berhasil ia lakukan dan juga impian-impiannya. Setelah membaca buku ini, I really want to catch my own dream :)





5/5 stars
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-60682/dream-catcher.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
by.stefaniesugia♥ .

Tuesday, April 17, 2012

Book Review: Sakura Wonder by Silvia Iskandar

.
BOOK review
Started on: 15.April.2012
Finished on: 16.April.2012

Judul Buku : Sakura Wonder
Penulis : Silvia Iskandar
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 252 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 42,000,- (bookoopedia.com)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Sigit tersenyum miris. Tentu saja, aku tidak terbiasa menggunakan sumpit, ia membatin. Aku tidak lebih dari anak kampung yang berkubang debu melongokkan kepala dari jendela Patas, pulang pergi ke tempat kos yang tidak ber-AC. Aku bahkan belajar dan tidur dengan bertelanjang dada supaya mengurangi jumlah baju yang harus dicuci.... Mana sempat aku belajar memakai sumpit?!"

Kisah ini dimulai dari 3 orang yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan mereka di Negeri Sakura, Jepang. Ketiga orang itu adalah: Lily, Sigit, dan Erik. Meskipun tidak terlalu mengenal baik satu sama lain, mereka sama-sama masuk Sekolah Bahasa Jepang yang akan membawa mereka melanjutkan pendidikan di Universitas Jepang. Sejak menginjakkan kaki mereka di tanah jepang, kehidupan mereka yang baru pun dimulai; termasuk pengalaman kisah cinta yang mungkin tidak diduga akan mereka hadapi.

Lily, Sigit, dan Erik, kemudian diperhadapkan pada masalah mereka masing-masing. Lily disukai oleh senior-nya yang bernama Ali, dan ia sudah dibantu sangat banyak sekali olehnya; termasuk memberikan Lily bahan-bahan pelajaran yang akan sangat berguna untuk ujian. Setiap kali menerima, Lily merasa kertas-kertas itu adalah kertas hutang yang selalu membebaninya. Meskipun ia tidak mempunyai perasaan apapun pada Ali, ia kesulitan memberi keputusan karena keputusannya mungkin akan mempersulit orang lain. Di sisi lain, Erik secara diam-diam menyimpan perasaan pada Lily dan selalu berusaha menjadi sahabat yang baik bagi perempuan itu. Dan ketika hubungan mereka berkembang menjadi akrab, mulai tumbuh perasaan sayang dalam hati keduanya. Tetapi apakah cinta mereka bisa bertahan menghadapi perbedaan suku? 

"Lily baru menyadari betapa besarnya perbedaan di antara mereka. Apa yang membuatnya selama ini bersikap optimis? Perasaan suka hanyalah satu sisi dari rubik cinta. Untuk membuatnya sempurna, ada sisi-sisi lain yang harus diseragamkan. Ia tidak yakin bisa melakukannya."

"Ly, beri aku kesempatan. Aku bakal menyesal seumur hidup kalau kehilangan kamu tanpa berusaha sama sekali. Kalau usahaku ini gagal, setidaknya aku tahu ini bukan salahku,"

Sedangkan bagi Sigit, dengan kemampuan berbahasa Jepang dan Inggris-nya yang cukup terbatas, ia seringkali merasa minder dan kalah dengan murid-murid yang lain (karena selama ini kehidupan yang ia jalani di Indonesia tidaklah mulus). Hal tersebut mendorongnya untuk mencari bantuan; dan ia menemukan seorang gadis Jepang yang juga mencari seseorang untuk mengajarinya Bahasa Indonesia. Ia pun mulai mengenal seorang gadis Jepang yang bernama Keiko. Hubungan keduanya yang berawal dengan tujuan belajar, perlahan-lahan berubah menjadi sesuatu yang salah, membuat Sigit bertindak di luar akal sehatnya. Hubungan mereka menjadi sebuah hubungan yang kemudian mengikat dan mempersulit kehidupan Sigit.

Bagaimana akhir perjuangan dan kisah cinta mereka di Jepang?
Baca selengkapnya di Sakura Wonder.


Hal yang pertama kali harus aku katakan adalah: aku sangat menyukai covernya yang manis! :) Selain itu aku awalnya juga sangat tertarik dengan tema kisah cinta di Jepang; karena selama ini tema cinta di Korea Selatan sudah terlalu pasaran sepertinya. Ini adalah pertama kalinya bagiku membaca karya tulisan Silvia Iskandar; dan aku rasa ada potensi yang sangat baik, meskipun aku kurang puas dengan buku yang satu ini.

Dari segi karakter, awalnya aku sangat bersemangat karena karakter Sigit yang diperkenalkan dengan background dan masa lalu yang kuat - kehidupannya sebagai anak penjaga toko buah, dan hidup dengan belas kasihan keluarga supplier orangtuanya yang jauh lebih kaya. Akan tetapi seiring berjalannya cerita, detail tersebut malah terlupakan karena sepertinya terhanyut oleh plotnya (makanya aku tidak sebutkan di ringkasan plot). Sehingga detail tentang masa lalu Sigit menjadi tidak relevan karena tidak dibahas lebih lanjut. Karakter Lily dan Erik yang sebenarnya juga menarik sedikit banyak tertutup oleh porsi cerita Sigit yang agak lebih banyak dibandingkan mereka. Menurutku banyak sekali karakter yang kurang diperdalam dalam buku ini, sehingga mereka hanya muncul sesaat dan kemudian terlupakan.

Sedangkan untuk plot/alur ceritanya, aku rasa keseluruhan buku ini terlalu banyak membahas perjalanan mereka menuju ke universitas (meskipun mungkin itu juga penting). Akan tetapi di buku ini ada banyak intrik/masalah yang jauh lebih kuat daripada itu dan bisa menjadikan buku ini lebih exciting. Hubungan percintaan antara Sigit dan Keiko bisa menimbulkan emosi yang cukup dalam karena sifat Keiko yang posesif dan histeris (harusnya juga bisa ditelusuri lebih dalam lagi masa lalu mengapa Keiko menjadi orang yang sedemikian rupa). Begitu pula dengan hubungan Lily dan Erik; keduanya saling mencintai namun terbatas oleh perbedaan suku. Dan dengan adanya dua alur yang kuat, buku ini juga jadi serasa tidak fokus (karena tidak ada benang merah yang menghubungkan antara keduanya) dan melompat-lompat - sebentar fokus pada Sigit, kemudian berpindah pada Lily dan Erik. Aku juga seringkali merasa bahwa Sigit mendapatkan porsi yang lebih banyak daripada Lily dan Erik, seperti yang sudah aku sebutkan sebelumnya. Selain itu, setiap masalah yang muncul tidak semuanya diselesaikan dengan tuntas dan ada juga yang diselesaikan dengan terlalu mudah. Menurut pendapatku secara pribadi, mungkin seharusnya akan lebih baik jika buku ini hanya fokus pada satu masalah inti saja dan ditelusuri dengan lebih dalam. :)

Meskipun begitu, yang perlu ditekankan adalah gaya penulisannya yang aku rasa bagus, karena aku masih bisa menikmati buku ini dan menyelesaikannya hingga akhir. Pada beberapa bagian, aku dibuat senang dan terhibur dengan hubungan akrab Lily dan Erik, juga kepolosan Sigit ketika menemui orang yang dicintainya. Secara keseluruhan, a so-so book, but not the best.


3/5 stars




--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-60195/sakura-wonder.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html






by.stefaniesugia♥ .

Sunday, April 15, 2012

Book Review: I For You by Orizuka

.
BOOK review
Started on: 14.April.2012
Finished on: 15.April.2012

Judul Buku : I For You
Penulis : Orizuka
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 380 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 47,000,- (bookoopedia.com)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Mungkin itu takdir yang sudah digariskan Tuhan buat lo," tandas Surya.
"Tapi... gue nggak mau jadi kaya," desah Cessa.
"Gue juga nggak pernah minta untuk jadi miskin... Tapi gue yakin, ada alasan di balik ini semua. Ini adalah ujian yang harus kita hadapi."
Cessa menelengkan kepala. "Ujian?"
"Ujian hidup." Surya menoleh kepada Cessa. "Lo harus mensyukuri apa yang lo punya sebelum semuanya hilang."

Princessa Setiawan dan Benjamin Andrews, atau lebih akrab dipanggil Cessa dan Benji; keduanya bagaikan sepasang putri dan pangeran di SMA Pelita Kita. Semua murid selalu memandang mereka dengan kagum, karena selain kaya mereka juga sangat cantik dan tampan. Keduanya dikenal sebagai pasangan yang tak pernah terpisahkan; datang ke sekolah bersama, pulang juga bersama, selalu berada di kelas yang sama - benar-benar tidak terpisahkan. Cessa dan Benji baru memasuki sekolah formal selama 2 tahun; selama ini keduanya selalu diajar oleh guru-guru yang dipanggil ke rumah. Dan ketika mereka akhirnya masuk sekolah, tak dapat dihindari keduanya seketika menjadi pusat perhatian. Cessa dan Benji beranjak naik ke kelas dua belas; dan yang tak mereka sangka, ini adalah saat ketika segala sesuatunya berubah.

Saat pertama kali memasuki kelas, Cessa mendapati tempat duduknya berjauhan dengan Benji; tidak seperti sebelumnya. Dan tempat duduknya yang terletak di tengah kelas itu, membuatnya bertemu dengan Surya; seorang anak lelaki yang kurang mampu, tetapi sangat pandai (bisa juga dibilang genius) dan berprestasi. Pertemuan pertama mereka bukanlah pertemuan yang menyenangkan, semenjak Cessa secara terang-terangan menyinggungnya dan menyebutnya miskin.
"Sekarang, mereka mungkin orang tidak mampu. Namun, satu hal yang Surya tahu, ia bisa mengubah nasibnya dengan caranya sendiri. Surya akan menunjukkan kepada orang-orang kaya itu, bahwa hidup bukan sekadar tentang uang. Bahwa ia akan mengalahkan mereka dengan cara yang lebih bermartabat.
Dan, itu adalah kerja keras."
Namun sepertinya takdir sedang mempermainkan mereka; karena meskipun Cessa dan Surya sama-sama memiliki pandangan yang kurang baik terhadap satu sama lain, mereka tergabung bersama dalam kelompok praktikum biologi. Surya merasa absurd ketika ia mulai mengenal sifat Cessa yang dinilainya terlalu polos dan terus terang. Ia perlahan-lahan menyadari Cessa benar-benar diperlakukan seperti seorang tuan putri - apalagi oleh Benji. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, Surya juga mulai mengetahui alasan mengapa Cessa mempunyai kenangan buruk terhadap orang miskin. Dan Cessa juga mengerti alasan mengapa Surya begitu mati-matian belajar. Entah sejak kapan, Cessa mulai tertarik pada Surya dan selalu ingin berada di dekatnya. Akan tetapi Surya pun tahu bahwa mereka berdua terlalu berbeda, dan sungguh amat mustahil bagi mereka untuk bersatu. Benji mulai merasa, bahwa masuk ke sekolah itu adalah sebuah kesalahan baginya dan Cessa. 

"Benji menggeleng-geleng lagi, putus asa. Ia selalu tahu, permintaan Cessa untuk masuk sekolah formal itu bencana. Harusnya Cessa tidak pernah mengenal kata 'normal'. Ia cukup tahu bahwa ia spesial. Harusnya tidak pernah ada orang yang masuk menembus lingkaran pandang mereka
Harusnya tidak ada siapa pun selain 'kita'."

Mengapa Cessa tidak akan pernah bisa berpisah dari Benji? Di balik kehidupan mereka, ada rahasia-rahasia yang Surya sama sekali tidak ketahui. Rahasia yang kemudian membuatnya menyesali segala sesuatu, ketika semuanya sudah terlambat untuk disesali lagi.

"Satu per satu, benang yang selama ini kusut di otaknya mulai terurai. Namun, semakin semuanya jelas, semakin Surya merasa ia orang paling tak berguna di dunia. Orang paling bodoh dan ignoran."
Baca kisah selengkapnya di I For You.


Apakah ringkasan plot-nya terdengar sederhana?  Jangan salah sangka, alur cerita dalam buku ini lebih dalam dan emosional dari itu. Aku hanya tidak mau menjadikan review ini spoiler bagi yang belum baca. Percayalah kalau yang aku tuliskan di atas itu hanya secuil dan bisa disebut sebagai teaser-nya saja. Karena aku benar-benar ingin kalian menikmati sendiri perjalanan kisah yang sedikit rumit dan menegangkan ini; bittersweet, in my opinion :)

Ini sudah yang kesekian-kalinya Orizuka berhasil membuatku mencintai karya-nya dan karakter-karakter yang ia ciptakan. Plot cerita yang memberitahu rahasia cerita ini sedikit demi sedikit pastinya membuatku tidak bisa berhenti membaca. Karena setiap kali aku merasakan ada sesuatu yang janggal, hal itu membuatku semakin ingin menyelesaikan buku ini dan mengungkap segalanya - hanya agar hatiku tenang. Segala sesuatunya berjalan cepat dan fast-paced, sangat emosional dan penuh dengan kejutan-kejutan yang pahit, juga manis. Yang jelas, cerita ini sudah benar-benar memainkan emosi hatiku dan membuatku seolah terlibat dalam kisahnya.


Setiap karakternya diperkenalkan dengan sifat dan karakteristik yang unik dan kuat di bagian awal, membuatku seketika merasa "wow, sepertinya buku ini akan jadi sangat menarik sekali". Apalagi perpaduan karakter yang sangat bertolak-belakang antara Cessa dan Surya, membuat semuanya terkadang lucu dan sangat menghibur. Di satu sisi, Surya adalah cowok dingin yang terkadang ketus; sedangkan Cessa dengan sifatnya yang polos dan terlalu terus terang bisa jadi terdengar kurang sopan. Namun justru karena kepolosan Cessa yang bisa menjadi sangat agresif itulah yang membuat keduanya menjadi lebih akrab. Cukup sulit untuk memilih karakter favorit dalam buku ini, karena setiap karakter dalam buku ini adalah protagonis (yang mungkin terkadang berbuat sesuatu yang sepertinya jahat, padahal semua itu berdasarkan alasan dan latar belakang yang manusiawi sekali). Tapi tentu saja sebagai pembaca perempuan, aku akan memilih Benji dan Surya! :D

♥♥ Surya Pratamara & Benjamin Andrews ♥♥
Jika harus memilih salah satu diantara dua lelaki ini, aku akan amat sangat kesulitan. Karena keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan mereka masing-masing. Untuk Benji, ia tentu saja adalah sebuah image pangeran berkuda putih yang sangat ideal. Tampan, kaya, dan selalu melindungi tuan putrinya dengan segenap kekuatan. Siapa sih yang tidak mau diperlakukan seperti seorang tuan putri? Sedangkan Surya, bagiku ia adalah gambaran seorang lelaki pada umumnya, ditambahkan dengan sifat kerja keras yang luar biasa dan orang yang bertanggung jawab. Meskipun dari luar ia tampak dingin dan ketus, sebenarnya ia juga perhatian dan tindakan-tindakannya menunjukkan perasaannya. Apalagi Surya sangat pandai, dan aku terpana dengan segala pengetahuan yang ia bagikan pada Cessa (sayangnya Surya hanya fiksi belaka...).

Secara keseluruhan, aku sangat puas dengan buku Orizuka kali ini (dan sejauh ini belum pernah kecewa dengan karyanya). Meskipun kisahnya bitterswet dan ketika mendekati ending aku dibuat menangis, semuanya dibungkus dan diakhiri dengan baik dan memuaskan. Dan sebelum aku menulis lebih banyak dan menceritakan terlalu banyak, reviewnya akan berakhir sampai disini. Aku akan selalu menanti-nantikan karya Orizuka yang berikutnya dengan senang hati :)) Definitely my favorite author ;)

"Saat mereka sudah sama-sama mengucapkan kata perpisahan, harusnya mereka bisa benar-benar berpisah dengan baik. Tidak ada penyesalan. Hidup semua orang akan kembali berjalan seperti seharusnya. 
Namun, harusnya ia tahu, hidup kadang tak berjalan sesuai yang mereka inginkan."

5/5 stars



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-60196/i-for-you.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
by.stefaniesugia♥ .

Book Review: Unforgettable by Winna Efendi

.
BOOK review
Started on: 13.April.2012
Finished on: 14.April.2012

Judul Buku : Unforgettable
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 176 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 43,000,- (bookoopedia.com)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Sedikit ironis, bukan, bagi dua orang yang tidak saling mengenal, tapi mengetahui lebih banyak mengenai satu sama lain dibanding orang lain, komentar lelaki itu. 
Sementara dua orang yang sangat dekat dapat merasa seperti orang asing bagi satu sama lain, perempuan itu menyahut."

Kisah sederhana ini dimulai dari seorang perempuan dan seorang lelaki. Perempuan itu adalah pemilik sebuah kedai wine bernama Muse, bersama dengan kakaknya. Sedangkan lelaki itu adalah pelanggan tetap Muse, yang selalu datang pada waktu yang sama, menduduki bangku yang sama, dan memesan minuman yang sama. Perempuan itu, seorang penulis, selalu merasa gelisah dengan keberadaan lelaki itu. Ia selalu memperhatikan lelaki itu dengan sudut matanya, berusaha keras agar lelaki itu tidak memergokinya. Namun suatu hari, segala sesuatunya berubah ketika lelaki itu akhirnya datang menghampirinya.

Hari itu, mereka memulai pembicaraan. Dimulai dari percakapan basa-basi, tentang buku, musik, film, cuaca, dan wine. Namun dengan cepat pembicaraan mereka menguak rahasia satu sama lain - yang bahkan tidak pernah mereka bicarakan dengan orang terdekat mereka. Mereka dapat berbicara selama berjam-jam, dimulai dari pertanyaan-pertanyaan sederhana, yang kemudian memicu cerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Tentang perempuan itu yang masih menyimpan kenangan kekasihnya; tentang lelaki itu dan perjalanannya keliling dunia dan pengakuan tentang kehidupan masa lalunya yang kelam.

"Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tertinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan."
"Seseorang pernah berkata..., kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka."
"...Bohong adalah sesuatu yang sudah mendarah-daging. Pujiannya tidak selalu tulus. Perbuatannya tidak selalu terpuji. Dia bukan malaikat. Saya bukan malaikat. Dia berulang-ulang mengucapkannya."

Melalui percakapan-percakapan panjang mereka di Muse, keduanya seperti menemukan sebuah ikatan khusus pada lawan bicara mereka. Entah bagaimana, keduanya yang sama-sama menyukai kesendirian menemukan sesuatu yang mengisi kekosongan yang mereka rasakan selama ini. Namun mengapa tiba-tiba lelaki itu menghilang dan tidak muncul lagi di hadapan perempuan itu? Akankah hubungan mereka berakhir begitu saja; bahkan tanpa mengetahui nama satu sama lain.

Baca kisah selengkapnya di Unforgettable :)


Buku ini adalah buku ke-4 Winna Efendi yang aku baca, dan sedikit banyak aku sudah terbiasa dan sangat menyukai gaya penulisannya yang amat sangat puitis. Setelah membaca karyanya Ai dan Refrain yang bertema persahabatan yang bertumbuh menjadi cinta, awalnya aku kira buku ini akan menggunakan tema yang serupa. Namun ternyata aku salah besar, buku ini terasa sangat jauh berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Sejak membaca bagian awal buku ini, setiap kata-kata yang tertulis memberikan sebuah mood yang menenangkan dan mellow. Entah bagaimana, aku merasa seperti sedang duduk di Muse, bersama dengan karakter-karakter yang diceritakan. Aku merasa sebagai seorang penonton yang turut melihat perkembangan hubungan mereka. Terlebih lagi penggunaan kata-kata dalam buku ini yang sangat puitis sekali (salah satu ciri khas Winna Efendi kalau menurutku) turut membangun mood cerita ini dengan sangat baik. Seandainya aku adalah seorang penyuka wine, aku pasti akan dengan senang hati membaca buku ini dengan segelas minuman itu.

Hal lain yang aku sukai dari buku ini adalah cara Winna Efendi menuliskan pembicaraan antar karakter. Ia tidak menuliskannya dengan cara umum, yaitu dengan menggunakan tanda petik; tetapi pembicaraan dalam buku ini dituliskan dalam huruf miring (italic), yang menurutku semakin membuat buku ini terasa mellow (which is a positive thing, actually. Karena mood kisah ini benar-benar terasa). Meskipun pembicaraannya hanya dibedakan dengan format penulisan, semuanya sama sekali tidak membingungkan dan mudah dimengerti.

Untuk plot-nya sendiri, sebenarnya kisah ini amat sangat sederhana (bisa dinilai dari tebal buku ini yang termasuk tipis kalau menurutku - can be finished in one sitting). Bahkan bisa dibilang plot-nya sedikit datar, dan klimaks serta penyelesaiannya berada hampir di akhir cerita. Tapi entah mengapa, menurutku secara pribadi buku ini sangat mudah dinikmati karena segala sesuatunya mengalir dan sangat puitis (apalagi dengan quote-quote manis yang juga adalah salah satu ciri khas Winna Efendi). Dan hal terakhir yang aku sukai adalah, bagaimana sepanjang buku ini, nama kedua karakternya sama sekali tidak terucap - baru diungkap di bagian akhirnya; membuatku merasa "ah, akhirnya muncul juga yang aku tunggu-tunggu".

Overall, tentu saja buku ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Namun mood yang benar-benar mempengaruhiku itu membuat buku ini terasa sangat istimewa dan manis. Apalagi aku selalu punya kesenangan khusus pada quote-quote puitis, sehingga aku dengan senang hati memberi rating 4 untuk buku ini. Yang aku sayangkan hanyalah plot-nya yang terlalu sederhana dan membuatku menginginkan lebih dari cerita ini. Akan tetapi, mengesampingkan semua pendapatku, aku rasa semuanya tergantung selera setiap pembaca (yang pastinya berbeda-beda). Bagi yang suka bacaan ringan, simple, dan menenangkan, i guess this is the book for you ;))

"Bukankah lucu, anak-anak kerap kali berdoa supaya cepat besar, remaja tak sabaran karena tak kunjung dewasa, yang tua berharap dapat kembali menjadi anak-anak, dan perputaran itu tidak pernah berakhir?"

 
4/5 stars
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-57701/unforgettable.html

So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
 
by.stefaniesugia♥ .

Saturday, April 14, 2012

April New Books ♥

.
♥♥ Welcoming April New Books  ♥♥

First before I start I have to say, please don't judge me for being such a big spender when it comes to books. There's been lots of new books released recently, and I can't hold myself to buy those that interest me. My hands betrayed me. Anyway, but I'm still happy with all the books I buy. I guess I'll just not buy any other things except books. And one of the happiest thing for me this month is: I've got a new bookshelf! :D Which means more space for me to put my books, because last month my books are already building up on my desk. I hope this new shelf won't be full too soon, because I don't have much space left in my room. So, here's the books! (Book titles list after pictures)


/ / B O O K  S H O P P I N G  L I S T / /

2. The Summer I Turned Pretty by Jenny Han (Gift from Gradien Mediatama) (Read my review here)

There are so many great and tempting new books, that's why I really can't hold myself. But I hope I won't buy a lot more the rest of this month. My allowance is starting to be gone little by little because of all the shopping madness I'm doing. Well, that's it for this month's book shopping report :)) I will continue in May ;) Bye! and Don't forget to join the BBI 1st Giveaway Hop (13-26 April 2012).


 
by.stefaniesugia♥ .

Friday, April 13, 2012

BBI 1st Giveaway Hop !

.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 // a  l i t t l e  i n t r o d u c t i o n //


Apa itu giveaway hop?



Giveaway hop adalah beberapa blogger yang mengadakan giveaway dengan tema yang sama secara serentak, masing-masing memposting di blognya sendiri. Dalam giveaway hop biasanya ada host (penyelenggara).

Dan inilah giveaway hop yang kami adakan KHUSUS untuk para blogger yang sudah tergabung dalam BBI (daftarnya dapat dilihat di sini, atau bagi yang memiliki blog khusus buku namun belum tercantum, dapat mendaftarkan diri di tempat komentar link yang sama).

Waktu dan Tema:
Waktu posting: 13 April 2012 (kalau bisa sebelum pk. 12:00 siang)
Waktu giveaway: 13 April s/d 26 April 2012
Hadiah: buku (jumlah terserah) karangan PENULIS LOKAL

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Selain dalam rangka merayakan ulangtahun BBI (Blogger Buku Indonesia) yang pertama tanggal 13 April 2012, aku mengikuti Giveaway Hop ini sekaligus untuk merayakan ulangtahunku tanggal 26 April bersama para blogger dan berbagi buku kepada para pembaca :)) Oleh karena itu, dalam Giveaway kali ini, aku tidak hanya mempunyai satu buku sebagai hadiah, tapi ada 4 buku spesial yang akan dibagikan gratis! :))

Hadiah yang bisa kamu dapatkan jika mengikuti Giveaway di thebookielooker adalah:
1. Life Traveler by Windy Ariestanty (Reviewku untuk buku ini bisa dilihat disini)
(ada 2 copy, jadi buku ini bisa diperoleh oleh 2 pemenang)
2. Daisyflo by Yennie Hardiwidjaja (Reviewku untuk buku ini bisa dilihat disini)
3. Rock 'n Roll Onthel by Dyan Nuranindya (Reviewku untuk buku ini bisa dilihat disini)

bagi yang berminat untuk mendapatkan buku gratis ini, silahkan mengisi entry Rafflecopter di bawahh :) 

1) entry yang harus diisi adalah Who Are You? berisi data diri kamu :) +4 poin
2) Pilih Hadiahmu! Buku apa yang kamu inginkan sebagai hadiah? +4 poin 
3) Follow blog ini via Google Friend Connect +10 poin
4) Tuliskan comment di post ini  +5 poin
5) Tweet tentang Giveaway ini di Twitter kamu +4 poin (bisa dilakukan setiap hari)
6) Follow @stefanie_sugia on Twitter +4 poin





 "Jangan lupa untuk mengisi HADIAH PILIHANMU, supaya bisa mendapatkan buku yang kamu inginkan ;)"
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...