photo wishlist_zps2544b6d7.png

Sunday, April 15, 2012

Book Review: Unforgettable by Winna Efendi

.
BOOK review
Started on: 13.April.2012
Finished on: 14.April.2012

Judul Buku : Unforgettable
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 176 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 43,000,- (bookoopedia.com)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Sedikit ironis, bukan, bagi dua orang yang tidak saling mengenal, tapi mengetahui lebih banyak mengenai satu sama lain dibanding orang lain, komentar lelaki itu. 
Sementara dua orang yang sangat dekat dapat merasa seperti orang asing bagi satu sama lain, perempuan itu menyahut."

Kisah sederhana ini dimulai dari seorang perempuan dan seorang lelaki. Perempuan itu adalah pemilik sebuah kedai wine bernama Muse, bersama dengan kakaknya. Sedangkan lelaki itu adalah pelanggan tetap Muse, yang selalu datang pada waktu yang sama, menduduki bangku yang sama, dan memesan minuman yang sama. Perempuan itu, seorang penulis, selalu merasa gelisah dengan keberadaan lelaki itu. Ia selalu memperhatikan lelaki itu dengan sudut matanya, berusaha keras agar lelaki itu tidak memergokinya. Namun suatu hari, segala sesuatunya berubah ketika lelaki itu akhirnya datang menghampirinya.

Hari itu, mereka memulai pembicaraan. Dimulai dari percakapan basa-basi, tentang buku, musik, film, cuaca, dan wine. Namun dengan cepat pembicaraan mereka menguak rahasia satu sama lain - yang bahkan tidak pernah mereka bicarakan dengan orang terdekat mereka. Mereka dapat berbicara selama berjam-jam, dimulai dari pertanyaan-pertanyaan sederhana, yang kemudian memicu cerita tentang kehidupan mereka masing-masing. Tentang perempuan itu yang masih menyimpan kenangan kekasihnya; tentang lelaki itu dan perjalanannya keliling dunia dan pengakuan tentang kehidupan masa lalunya yang kelam.

"Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tertinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan."
"Seseorang pernah berkata..., kita tidak akan pernah benar-benar berhenti mencintai seseorang. Kita hanya belajar untuk hidup tanpa mereka."
"...Bohong adalah sesuatu yang sudah mendarah-daging. Pujiannya tidak selalu tulus. Perbuatannya tidak selalu terpuji. Dia bukan malaikat. Saya bukan malaikat. Dia berulang-ulang mengucapkannya."

Melalui percakapan-percakapan panjang mereka di Muse, keduanya seperti menemukan sebuah ikatan khusus pada lawan bicara mereka. Entah bagaimana, keduanya yang sama-sama menyukai kesendirian menemukan sesuatu yang mengisi kekosongan yang mereka rasakan selama ini. Namun mengapa tiba-tiba lelaki itu menghilang dan tidak muncul lagi di hadapan perempuan itu? Akankah hubungan mereka berakhir begitu saja; bahkan tanpa mengetahui nama satu sama lain.

Baca kisah selengkapnya di Unforgettable :)


Buku ini adalah buku ke-4 Winna Efendi yang aku baca, dan sedikit banyak aku sudah terbiasa dan sangat menyukai gaya penulisannya yang amat sangat puitis. Setelah membaca karyanya Ai dan Refrain yang bertema persahabatan yang bertumbuh menjadi cinta, awalnya aku kira buku ini akan menggunakan tema yang serupa. Namun ternyata aku salah besar, buku ini terasa sangat jauh berbeda dibandingkan karya-karya sebelumnya.

Sejak membaca bagian awal buku ini, setiap kata-kata yang tertulis memberikan sebuah mood yang menenangkan dan mellow. Entah bagaimana, aku merasa seperti sedang duduk di Muse, bersama dengan karakter-karakter yang diceritakan. Aku merasa sebagai seorang penonton yang turut melihat perkembangan hubungan mereka. Terlebih lagi penggunaan kata-kata dalam buku ini yang sangat puitis sekali (salah satu ciri khas Winna Efendi kalau menurutku) turut membangun mood cerita ini dengan sangat baik. Seandainya aku adalah seorang penyuka wine, aku pasti akan dengan senang hati membaca buku ini dengan segelas minuman itu.

Hal lain yang aku sukai dari buku ini adalah cara Winna Efendi menuliskan pembicaraan antar karakter. Ia tidak menuliskannya dengan cara umum, yaitu dengan menggunakan tanda petik; tetapi pembicaraan dalam buku ini dituliskan dalam huruf miring (italic), yang menurutku semakin membuat buku ini terasa mellow (which is a positive thing, actually. Karena mood kisah ini benar-benar terasa). Meskipun pembicaraannya hanya dibedakan dengan format penulisan, semuanya sama sekali tidak membingungkan dan mudah dimengerti.

Untuk plot-nya sendiri, sebenarnya kisah ini amat sangat sederhana (bisa dinilai dari tebal buku ini yang termasuk tipis kalau menurutku - can be finished in one sitting). Bahkan bisa dibilang plot-nya sedikit datar, dan klimaks serta penyelesaiannya berada hampir di akhir cerita. Tapi entah mengapa, menurutku secara pribadi buku ini sangat mudah dinikmati karena segala sesuatunya mengalir dan sangat puitis (apalagi dengan quote-quote manis yang juga adalah salah satu ciri khas Winna Efendi). Dan hal terakhir yang aku sukai adalah, bagaimana sepanjang buku ini, nama kedua karakternya sama sekali tidak terucap - baru diungkap di bagian akhirnya; membuatku merasa "ah, akhirnya muncul juga yang aku tunggu-tunggu".

Overall, tentu saja buku ini mempunyai kelebihan dan kekurangannya. Namun mood yang benar-benar mempengaruhiku itu membuat buku ini terasa sangat istimewa dan manis. Apalagi aku selalu punya kesenangan khusus pada quote-quote puitis, sehingga aku dengan senang hati memberi rating 4 untuk buku ini. Yang aku sayangkan hanyalah plot-nya yang terlalu sederhana dan membuatku menginginkan lebih dari cerita ini. Akan tetapi, mengesampingkan semua pendapatku, aku rasa semuanya tergantung selera setiap pembaca (yang pastinya berbeda-beda). Bagi yang suka bacaan ringan, simple, dan menenangkan, i guess this is the book for you ;))

"Bukankah lucu, anak-anak kerap kali berdoa supaya cepat besar, remaja tak sabaran karena tak kunjung dewasa, yang tua berharap dapat kembali menjadi anak-anak, dan perputaran itu tidak pernah berakhir?"

 
4/5 stars
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 
// Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-57701/unforgettable.html

So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
 
by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...