Wednesday, February 4, 2015

Book Review: Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri by Bernard Batubara

.
BOOK review
Started on: 28.January.2015
Finished on: 29.January.2015

Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri by Bernard Batubara

Judul Buku : Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri
Penulis : Bernard Batubara
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 300 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 42,500 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 4.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Tentu saja, kami selalu merasa sakit. Sebab hati kami tak pernah usai berharap dan itu yang membuat kami terus merasa sakit."
Buku ini merupakan sebuah kumpulan cerpen yang terdiri atas 15 kisah yang berkaitan dengan cinta, yang sebagian besarnya mematikan. Sebelum membaca bukunya, aku merasa judulnya terasa gelap sekali; dan ternyata cerita-cerita di dalamnya pun sangat suram. Di saat novel-novel lain menceritakan sisi manis dari pengalaman jatuh cinta, buku ini membawa pembaca melihat sisi gelapnya karena cinta memang tidak hanya sekadar manis saja. Untuk memberikan sedikit gambaran tentang isi buku ini, aku akan menuliskan beberapa cerita yang menjadi favoritku :)

1. Seorang Perempuan di Loftus Road
Berkisah tentang seorang perempuan yang menunggu selama berjam-jam di Loftus Road, hingga akhirnya ia menghabiskan sisa hidupnya dengan menjadi sebatang pohon. Selama itu pula ia selalu menanti lelaki yang tidak menepati janjinya itu sebagai sebatang pohon; meskipun lelaki itu telah berkeluarga. Hingga suatu saat lelaki itu datang sendirian ke Loftus Road, dan perempuan itupun melakukan apa yang harus ia lakukan agar dapat kembali menjelma sebagai manusia. Namun yang ia dapat pada akhirnya hanyalah rasa kecewa.
"Sayangnya, kadang tidak cukup bagiku. Jika ia adalah sesuatu atau seseorang yang layak aku tunggu, ia tidak akan memberiku hanya sebuah kadang. Kata itu merendahkan usaha dan meremehkan seluruh kerja keras penantianku. Aku tidak ingin mencintai seseorang yang memberiku kadang."
2. Bayang-bayang Masa Lalu
Ainun telah dikutuk menjadi tua dan tidak bisa mati sejak ia menunggu lelaki itu dari 690 tahun yang lalu. Pada masa yang lampau, Ainun jatuh cinta kepada seorang lelaki yang dituduh memperkosa seorang perempuan dan membunuhnya. Ainun percaya bahwa lelaki itu tidak bersalah dan menuntut keadilan. Karena ia dianggap telah membela penjahat, Ainun pun dikutuk dalam penantian yang tidak ada habisnya. Dan saat ia akhirnya bertemu kembali dengan lelaki yang ia cinta, Ainun mendapati bahwa semua tidak seperti yang ia sangka.
"Ainun tidak tahu apakah ia telah mencintai orang yang salah ataukah ia telah melakukan hal yang salah karena cinta? Barangkali takdir akan menjawab pertanyaannya."
3. Orang yang Paling Mencintaimu
Kisah ini adalah tentang seorang lelaki dengan trauma masa kecil setelah Ayahnya membunuh Ibu dan anjing kesayangannya. Setelah berakhir sebatang kara, ia kemudian tinggal dengan seorang perempuan bernama Miranda—yang menjadi orang yang dicintainya. Akan tetapi interpretasinya tentang cinta telah rusak semenjak ia melihat apa yang Ayahnya dan Miranda lakukan.
"Aku yakin kau lebih paham akan hal ini. Barangkali saat membaca ceritaku ini, kau sudah, sedang, atau kelak mengalaminya sendiri. Apa pun itu, setelah mengalami semua yang kualami, dan memikirkan pertanyaan-pertanyaanmu dan pertanyaan-pertanyaanku sendiri, inilah hal terakhir yang ingin kukatakan:

Hanya orang yang paling mencintaimu, yang mampu membunuhmu."
4. Menjelang Kematian Mustafa
Sejak kecil Mustafa hidup miskin dan menderita, hingga suatu saat ia bertemu Pria Bercerutu yang menawarkan uang kepadanya. Sejak saat itu, hidup Mustafa hanyalah soal menerima perintah dan uang. Bertahun-tahun kemudian, ia bertemu dengan sosok yang akan mengakhiri hidupnya. Mustafa dengan tenang menceritakan seluruh kisah hidupnya. Dan ia bahkan rela membiarkan dirinya dibunuh oleh orang tersebut.
"Pelajaran pertama untukmu, Mustafa.... uang tak selalu berkuasa.
Maut, Mus, maut berdiri di atas uang."
5. Jatuh Cinta Adalah Cara Terbaik Untuk Bunuh Diri
Dan yang terahkir adalah kisah tentang seorang malaikat yang memutuskan untuk menjalani kehidupan yang berbeda sebagai manusia di Bumi. Ayahnya, Dewa Awan, sudah memperingatkannya betapa Bumi bukanlah tempat yang menyenangkan. Dan ia telah membuktikan sendiri bahwa apa yang dikatakan oleh Ayahnya memang benar. Tetapi ia ingin tinggal satu hari lebih lama, saat ia bertemu dengan gadis yang membuatnya terpesona.
"Aku tidak bersepakat dengan banyak hal, kau tahu. Kecuali, kalau kau bilang bahwa jatuh cinta adalah cara terbaik untuk bunuh diri.

Untuk hal itu, aku setuju."
image source: here. edited by me.
Sebenarnya masih ada beberapa kisah lain yang juga aku sukai, tetapi aku tidak ingin mengungkap terlalu banyak cerita dalam review ini :D Seperti semua kumpulan cerpen yang aku baca, buku ini menyuguhkan beberapa kisah yang sangat berkesan untukku dan ada beberapa juga yang biasa. Tetapi menurutku penulisan Bernard Batubara yang sangat apik dan mengalir adalah kelebihan utama buku ini. Caranya menyampaikan sebuah cerita berhasil membuatku terpikat dan penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya. Dua kisah pertama dalam buku ini memiliki twist yang cukup mengejutkan untukku—dan cerita pendek yang seperti ini selalu berhasil membuatku terkesan. Beberapa ceritanya juga memiliki makna yang cukup dalam tentang cinta; seperti pengorbanan, cinta yang membutakan, bahkan patah hati; dan aku sangat menyukainya :)

Sebenarnya aku berniat untuk memberikan rating 5 untuk buku ini, tetapi karena ada beberapa kisah yang tidak begitu mengena untukku akhirnya aku memberi rating 4.5. Meski demikian, aku tetap sangat menyukai buku ini dan merupakan satu dari sedikit kumpulan cerpen yang menjadi favoritku :)) Namun seperti yang sudah aku sebutkan di awal, cerita-cerita di dalamnya sangat gelap dan suram—jadi jangan cari kisah cinta yang manis dari buku ini. Aku akan sangat menantikan karya Bernard Batubara yang selanjutnya! :D
"Ya, kurasa untuk melakukannya aku tak perlu bunuh diri lagi. Ketika Rahayu mengatakan semuanya, saat itu juga aku sudah mati."
by.stefaniesugia♥ .
 

4 comments:

  1. Aku suka sama buku ini. Magis aja itu rasanya. hehe

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen baca juga. Mumpung mood lagi galau-galaunya. Haha.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...