Wednesday, September 4, 2013

Book Review: Runaway Ran by Mia Arsjad

.
BOOK review
Started on: 27.August.2013
Finished on: 31.August.2013

Judul Buku : Runaway Ran
Penulis : Mia Arsjad
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 368 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 49,300 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4.5/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"...dan kamu harus terbiasa dengan gue yang kayak gini. Gue yang kamu lihat di Gelas Kaca, itu hanya untuk menghadapi fans atau orang lain pada umumnya. Kamu bukan fans dan bukan orang lain pada umumnya. Kamu asisten gue, gue yang ini yang harus kamu hadapi setiap hari."
Katrina adalah seorang gadis manja yang hobi berbelanja dan lahir dalam sebuah keluarga yang cukup berada. Namun sebuah kejadian buruk menimpa Ayahnya, membuat Ayahnya kehilangan pekerjaan yang selama ini menafkahi keluarganya. Hal ini tentu saja berdampak bagi Katrina, sehingga ia harus hidup dengan lebih hemat. Akan tetapi nafsu Katrina untuk berbelanja tidak bisa tidak dipenuhi. Sehingga akhirnya ia memutuskan untuk mencari pekerjaan. Ia menyadari bahwa mencari pekerjaan tidaklah mudah. Dan tiba-tiba muncul lowongan kerja yang menarik perhatian Katrina; menjadi asisten J.F. Ran, komikus yang sedang populer dengan komik 4 Hero No Zero-nya. Demi hasrat berbelanjanya, Katrina pun melamar untuk pekerjaan itu.

Komik yang dibuat oleh J.F. Ran terkenal sebagai komik yang kocak dan berhasil membuat banyak orang tertawa. Tak disangka oleh Katrina, bahwa di balik komik yang menyenangkan itu adalah komikus yang sama sekali tidak menyenangkan. Sejak hari pertama bekerja, Ran adalah sosok yang galak dan jutek. Sikap Ran yang seperti itu selalu membuat Katrina curhat habis-habisan pada sahabatnya, Alya. Meskipun judes, Katrina harus mengakui bahwa ia tidak melihat Ran sebagai orang yang jahat - bahkan sebaliknya. Berkali-kali Katrina melihat sisi Ran yang perhatian dan baik; meski kemudian sisi galaknya selalu kembali lagi.
"Ekspresinya itu - ekspresi senyum terselubung yang Katrin lihat pada hari pertamanya kerja juga muncul lagi. Dengan ekspresi kayak gitu, yang menggambar sekarang seolah bukan Ran si cowok galak itu. Sepertinya kalau lagi bikin komik, dia jadi orang lain."
"Huh, cuma nawarin beresin laundry aja ujungnya ceramah. Siapa juga yang niat macam-macam ke dia? Biar ganteng, kalau aneh gitu sih males ya. Lagian zaman sekarang cuma masuk kamar aja kan biasa."
Masalah terbesar muncul saat seorang perempuan bernama Viana datang memergoki Ran sedang bekerja dengan Katrina di apartemen lelaki itu. Katrina baru kemudian mengetahui bahwa perempuan dengan dandanan menor itu adalah kekasih Ran. Di depan Viana, Ran berubah menjadi lelaki yang seratus persen berbeda. Ia menjadi lebih lemah lembut dan mengucapkan kalimat gombal dengan mesra - sesuatu yang tidak pernah Katrin bayangkan sebelumnya. Viana jelas-jelas adalah gadis yang sangat menyebalkan, dan Katrina tidak mengerti apa yang salah dengan selera Ran.

Semakin lama mengenal Ran, Katrina merasa ada sesuatu yang salah dalam kehidupan bosnya itu. Berkali-kali Katrina menangkap basah seorang petugas sekuriti yang menyelipkan selembar kertas lewat pintu apartemen Ran - dan kertas itu selalu disobek dan dibakar oleh Ran tanpa dilihat. Katrina juga menyadari Ran menjadi orang yang berbeda saat bersama sahabat-sahabatnya. Perlahan-lahan, Katrina masuk dalam kehidupan pribadi Ran yang selama ini ditutup rapat-rapat.
"Tembok yang sudah Ran bangun bertahun-tahun terasa goyah dan nyaris runtuh. Semua yang Katrin ucapkan dengan emosi menancap di hati Ran, tepat pada sasaran. Cewek itu mengucapkan semua fakta tentang Ran yang nggak berani orang lain ucapkan dengan terang-terangan. Ran mengira nggak bakal ada yang bisa menembus bentengnya, tapi Katrin baru saja melakukannya."
Baca kisah selanjutnya di Runaway Ran.
image source: here. edited by me.
Buku ini adalah karya Mia Arsjad keenam yang sudah aku baca, dan aku selalu menyukai pembawaan cerita yang menyenangkan, tetapi juga ada sisi yang emosional di dalamnya. Runaway Ran juga demikian. Awalnya aku mengira buku ini akan berkisah tentang Ran yang dikejar-kejar atau semacamnya; karena judulnya Runaway Ran. Tetapi ternyata tema yang diangkat lebih ke arah persahabatan, drama keluarga, dan tentu saja ada bumbu-bumbu percintaan. Dengan gaya penulisan Mia Arsjad yang selalu aku nikmati dengan baik, Runaway Ran adalah sebuah buku yang berhasil membuatku tersenyum dan tersentuh dengan konflik yang ada.

Ceritanya dimulai dengan memperkenalkan sang karakter utama, Katrina, yang amat sangat manja dan hobi berbelanja. Sahabatnya, Alya, selalu mengingatkan Katrina tentang kebiasaan buruk itu tetapi tidak pernah berhasil. Pembaca juga diperkenalkan pada pacar Alya yang 'mencurigakan' bernama Adit. Pada bagian awal cerita, aku merasa kisahnya lebih terfokus pada persahabatan Katrina dan Alya. Saat Ran muncul, barulah kita melihat sedikit demi sedikit potongan kehidupan Ran yang diungkap perlahan. Aku berhasil dibuat penasaran dengan apa latar belakang kehidupan Ran yang sebenarnya. Karena menilai dari perilakunya terhadap Katrina, sepertinya Ran bukan tipe cowok yang akan menyukai perempuan sejenis Viana. Dan setiap kali Viana muncul bersamaan dengan Katrina, hal itu sama dengan adegan yang penuh dengan kebencian. Viana selalu cemburu buta dan mengatai Katrina hal-hal yang buruk; sedangkan Katrina selalu berusaha keras bertahan supaya tidak dipecat. Pada akhirnya, semua potongan kejadian itu membentuk penjelasan yang utuh atas perilaku dan tindakan Ran. Meskipun aku sedikit kurang puas dengan ending-nya (yang aku rasa seperti terasa terburu-buru), semua permasalahan yang ada diselesaikan dengan baik.

Ada cukup banyak karakter yang terlibat dalam kisah Runaway Ran ini, meskipun ada beberapa yang jarang sekali muncul. Beberapa karakter yang jarang muncul adalah Ina - sahabat Katrina juga, selain Alya; sahabat-sahabat Ran: Gatot, Herman, dan Iman - yang meski jarang muncul, tetapi mereka berperan besar dalam perkembangan hubungan Katrin dan Ran. Aku rasa tidak ada karakter yang berhasil menjadi favoritku; tetapi karakter yang paling berkesan dari buku ini adalah Viana. Sejak awal, Viana bukanlah karakter yang menyenangkan - bahkan bisa disebut menyebalkan. Akan tetapi saat mengetahui latar belakang kehidupannya, tebersit rasa kasihan dan aku berusaha memahami pilihan yang ia ambil dari sudut pandang karakternya. Untuk lebih detail-nya, silahkan baca buku ini (no spoiler) ;D

Overall, aku sangat menikmati buku ini - walaupun ada cukup banyak typo yang aku temukan di dalamnya, tetapi untungnya tidak sampai membuatku bingung. Mia Arsjad selalu berhasil membawakan cerita yang menyenangkan tetapi juga berkesan. Oleh karena itu aku akan selalu menanti dan membaca karya-karyanya yang selanjutnya :)
 
by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...