Sunday, March 4, 2012

Book Review: Daisyflo by Yennie Hardiwidjaja

.
BOOK review
Started on: 3.March.2012
Finished on: 3.March.2012



Judul Buku : Daisyflo
Penulis : Yennie Hardiwidjaja
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal :  256 Halaman
Tahun Terbit: 2012
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


"Ternyata, prediksiku salah. Tora adalah mimpi burukku. Aku adalah mimpi buruk Junot. Life goes on. Aku terkungkung oleh pacar gila. Tora pencemburu dan posesif. Aku berusaha memperbaiki keadaan dengan mempertanggungjawabkan pilihanku dan menjadi pacar yang baik, tetapi aku salah.




Cinta tidak seharusnya dimulai dari keinginan untuk mengubah seseorang demi mencapai kebahagiaan, tetapi keinginan untuk tetap bahagia walau dia nggak bisa berubah."

Cerita ini bercerita tentang kehidupan seorang perempuan bernama Tara; kehidupannya yang rumit, penuh luka hati dan kepahitan. Semuanya bermula dari seorang lelaki bernama Tora, yang masuk dalam kehidupan Tara secara tidak sengaja ketika lelaki itu menyelamatkannya saat tenggelam. Berjalan beberapa waktu, keduanya terikat hubungan pacaran. Namun, kisah percintaan Tara sungguh tidak mulus. Selama mereka berpacaran, Tara seperti dijadikan budak oleh Tora. Kehidupan Tara dikekang, ia seperti alat yang hanya digunakan oleh Tora. Bahkan setiap kali Tora melakukan suatu kebaikan kecil, itu berarti Tora akan meminta sesuatu yang lebih besar dari Tara. Intinya, hidup Tara hancur berantakan dengan adanya Tora. Semua kebencian dan kepahitan yang ada dalam hati perempuan itu, membuat jiwanya berubah; dan Tara bertekad untuk membunuh lelaki yang sudah menyiksanya itu suatu hari.


"...aku tidak habis pikir bagaimana mungkin aku membiarkan diriku diperbudak begitu lama. Apakah karena cinta? Apakah menjadi budak salah satu syarat mencintai seseorang?"

"Aku benci Tora, tetapi aku tidak bisa pergi dari dia. Sial, mengapa pengorbanan cinta terasa begitu menyakitkan? Apakah aku sungguh-sungguh mencintainya?....


Tara memang hampir bunuh diri, tetapi sebelum Tara mati, si bangsat itu mesti mati dulu!"

Padahal, sebelum mengenal Tora, Tara mempunyai sosok Junot; senior di kampusnya yang sempat menempati ruang hatinya. Keduanya saling mengenal semenjak Tara pertama masuk kuliah dan melewati masa ospek. Junot sudah tertarik pada Tara sejak awal, dan Tara pun mempunyai ketertarikan yang sama padanya; namun Tara malah mengorbankan Junot yang sangat ia sayangi, demi lelaki brengsek seperti Tora. Terlebih lagi, Muli - sahabat Tara di kampus - membuat semuanya semakin rumit. 

 
Apa yang sebenarnya menyebabkan Tara tidak bisa lepas dari Tora? 
Apa yang sebenarnya terjadi pada kehidupan Tara?
 

"Tekanan-tekanan dari Tora membuatku gila. Aku tidak mungkin menceritakan kejadian memalukan itu pada siapa pun, lagi pula siapa yang percaya? Sejak saat itu, Tora memiliki seluruh hidupku secara mutlak."


Ketika membaca halaman terakhir buku ini, hal yang pertama terlintas adalah: buku ini membuatku lelah secara emosional; karena ceritanya sudah dengan hebatnya memainkan perasaan. Hal tersebut tidak berarti negatif, malah sebaliknya, aku sangat suka sekali dengan cerita yang benar-benar bisa menggugah emosiku, karena itu berarti kisah yang dituliskan serasa hidup. 

Hal berikutnya yang aku pikirkan adalah, sulitnya menulis review ini. Alur cerita dalam buku ini dituliskan secara maju-mundur; pada saat yang sekarang, dan pada masa yang sudah lampau. Dengan penulisan plot semacam itu, rahasia-rahasia yang ada dan tersimpan, pelan-pelan diungkap dan membuat semuanya semakin jelas. Tapi malah justru membuatku bingung saat menulis review, karena takut jadi spoiler dan membuatnya tidak seru bagi yang belum baca. Jadilah akhirnya review yang cukup singkat ini, meskipun sebenarnya aku mau menuliskan banyak hal...

Dibanding menulis ringkasan plot yang lebih detail, aku akan menuliskan hal-hal yang aku sukai dari buku ini :) 

1. Yang pertama tentu saja emosi yang disampaikan dalam buku ini. Kepahitan dan luka yang dirasakan oleh Tara bagiku terasa sangat nyata; terlebih lagi diceritakan dengan jelas tindakan-tindakan kurang ajar Tora. Sampai-sampai aku kesal sendiri membaca tingkah karakter yang satu itu.
2. Aku sangat menyukai plot yang maju-mundur namun justru malah membuatku penasaran dan tidak bisa berhenti membaca karena ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku memang tipe pembaca yang kurang bisa (baca: malas) menebak-nebak rahasia dalam sebuah cerita. Sehingga setiap rahasia yang diungkap secara perlahan-lahan dalam buku ini sedikit-banyak membuatku terpana dengan apa yang terjadi.
3. Alexander! Meskipun Alexander tidak aku tulis dalam ringkasan plot, tetapi sebenarnya ia punya peran yang cukup penting dalam cerita Daisyflo. Memang karakter Alexander jarang muncul; hanya sedikit di awal, dan sedikit di akhir; tapi seketika membuatku tertarik dengan sosok psikolog satu ini ;* i'd love a boyfriend who knows me well and will say encouraging words to me like him. :):)

"Masa lalu adalah masa lalu. Mengapa kamu harus memikulnya hingga hari ini?!" 

4. Pelajaran hidup yang berharga. Aku selalu memberi poin plus bagi cerita-cerita yang mempunyai inti yang bisa dijadikan pelajaran hidup. Salah satu pelajaran terbesar dalam buku ini adalah tentang memaafkan; seperti kalimat yang ditulis pada sampul buku Daisyflo:
"Forgiveness is a gift to yourself"
Benar-benar kalimat yang indah; karena dengan memberikan maaf, justru diri kita sendirilah yang dibersihkan dari kepahitan & kebencian yang ada. 

"Memaafkan adalah hal termulia yang dilakukan manusia. Belajarlah memaafkan musuh-musuhmu maka hatimu akan lebih lapang."

5. Penyelesaian kisah ini. Harus aku katakan bahwa cerita ini sungguh rumit dan terasa seperti beban dalam hatiku sendiri; dan yang aku butuhkan adalah sebuah penyelesaian/solusi yang akan membuatku tenang menutup buku ini. Setiap masalah yang ada dalam cerita ini diselesaikan dengan baik, meskipun tentu saja ada pihak-pihak yang tersakiti/dikecewakan.



Overall, buku ini memuaskan sekali :):) a great book ;)
 
5/5 stars
by.stefaniesugia♥ 
◕◡ ◕

11 comments:

  1. Terima kasih, Stefanie! It means a lot to me! Big hug!

    --- Yennie Hardiwidjaja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaa2! :D bukunya bagus bangettt,
      bener2 ngga bs berenti bacany ;)
      *big hug too* :D
      ditunggu karya selanjutnyaa :):)

      Delete
    2. Oh ya Stef, aku posting reviewnya di FB yah. Thanks a lot! :D

      Delete
  2. Wow, lima bintang??
    Mau doong~ eh tapi ini ga masuk kategori metropop ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaaa, seru ini ky mnurutkuu :D
      di blakang buku tulisnya sih Metropop,
      brarti termasuk ;D hihihi

      Delete
  3. wah, buku ini sdh keluar jg tnyata :) keliatan dalem nih critanya. btw, itu di bagian judul, kamu tulisnya jejak kenangan. kayaknya salah, harusnya kan daisyflo, hehe... nice review.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sudah kluarr :D
      bagus bgt koq critanya :)
      ups! hahahaa iyaa maap *ketauan copy paste* ;P
      makasih ud dibenerin yah ! :):)
      and thanks for reading ;*

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  5. Kelar dalam semalam dan pontang panting nulis review biar ga spoiler :p

    Bagus banget ya Steef buku ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahhaa.. iyaa seru dan tegang bangett x))

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...