Saturday, May 12, 2018

Book Review: If Only by Innayah Putri

.
BOOK review
Started on: 2 Mei 2018
Finished on: 4 Mei 2018

Title: If Only
Author: Innayah Putri
Publisher: Bentang Pustaka
Pages: 344 pages
Year of Publication: 2018
Price: Rp 67,150 (https://mizanstore.com/)

Rating: 3/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mencintai Kiana adalah sebuah kesalahan besar.
Mencintai gadis itu bagai membunuhnya secara perlahan."
Di hari pertamanya masuk kuliah, Kiana datang terlambat sehingga akhirnya harus menjalani hukuman yang diberikan oleh seorang kakak kelas yang menyebalkan bernama Arjuna. Entah mengapa, sejak hari itu Arjuna seperti memberi perhatian yang khusus pada Kiana. Melihat keduanya yang jadi semakin dekat, Dimasteman Kiana sedari kecil—merasa terganggu. Orang-orang di sekitar mereka menyadari bahwa perasaan Dimas terhadap Kiana lebih dari sekadar perasaan seorang sahabat. Namun di sisi lain, mereka juga melihat Arjuna yang perlahan-lahan berubah menjadi sosok yang lebih hangat daripada sebelumnya.

"Kiana mungkin tidak menyadari bahwa dia telah lama menjadi poros bagi kehidupan seseorang. Dan, seperti hukum alam, yang mencintai terlalu dalam biasanya adalah orang-orang yang jatuh cinta sendirian."
Seiring berjalannya waktu, kedekatan antara Kiana dan Arjuna membuat lelaki itu mulai berani membuka diri dan menceritakan masa lalunya yang pahit. Selama ini, Arjuna tidak pernah benar-benar bisa lepas dari masa lalunya. Dan kini, Kiana-lah yang berhasil membuatnya kembali merasakan bahagia. Akan tetapi kebahagiaan yang mereka berdua rasakan ternyata tidak berlangsung lama—karena sepertinya takdir memiliki rencana lain yang tidak mereka harapkan.
"Sayang, mereka lupa bahwa harapan adalah awal dari sebuah kekecewaan. Bisikan Juna, kilat mata Kiana, serta ritme jantung keduanya kelak akan meninggalkan luka yang bahkan tidak mampu disembuhkan oleh waktu."
image source: here. edited by me.
Sebagai seseorang yang jarang membaca lewat Wattpad, buku ini menarik perhatianku saat aku melihatnya di toko buku. Aku tahu banyak sekali orang yang suka membaca lewat Wattpad dan menemukan banyak kisah yang menarik. Oleh karena itulah, aku memutuskan untuk membaca buku ini karena kisahnya yang tergolong salah satu cerita populer di Wattpad. Sewaktu mulai membaca halaman-halaman awal buku ini, yang pertama kali terlintas dalam pikiranku adalah bahwa sepertinya aku terlalu tua untuk membaca kisah cinta segitiga seperti ini. 😂 Di samping itu, aku juga menyayangkan ceritanya yang tidak menggali terlalu dalam karakter masing-masing. Deskripsi yang paling mencolok hanyalah sebatas penjelasan fisik, sehingga membuatku merasa tidak begitu mengenal karakternya dan sulit bersimpati dengan mereka. Aku jadi susah memahami kenapa banyak lelaki yang tertarik dengan Kiana, dan alasan yang aku dapatkan hanyalah sesuatu yang dangkal seperti penampilan Kiana yang menarik. 🙄 Sehubungan dengan kurang adanya karakterisasi dalam novel ini, aku juga kurang bisa terpengaruh oleh ceritanya secara emosional. Padahal aku rasa efek ceritanya secara emosional bisa lebih mengena jika didukung dengan karakterisasi yang mendalam.
"Pada akhirnya, kebenaran selalu muncul ke permukaan. Menyedihkannya, mengapa harus dengan cara yang semenyakitkan ini?"
Faktor utama dalam buku ini menurutku adalah misteri yang terungkap tentang kedua karakter utamanya—yang tentu saja tidak akan aku ceritakan dalam review ini. Yang jelas, menurutku cerita yang awalnya terasa klise tiba-tiba berubah menjadi sebuah kisah yang dramatis dan penuh dengan permasalahan yang pelik. Sewaktu membaca, aku sempat berpikir bahwa alur ceritanya terasa seperti jalan cerita sebuah sinetron yang melodramatis. Menjelang akhir cerita, aku sempat berharap akan ada plot twist lain, tetapi ternyata kisahnya berakhir sesuai dengan perkiraanku. Yah, aku rasa ending itu adalah solusi paling mudah untuk situasi rumit yang dialami oleh kedua karakter utamanya. 😌😌
"Kita berkeras kepala,
memintal benang demi benang kemungkinan
agar terwujud sebuah harapan.
Sekalipun memahami bahwa akhir bahagia
merupakan perihal yang fana."
Terlepas dari semua keluhanku di atas, fakta bahwa aku bertahan membaca buku ini dari awal hingga akhir menunjukkan kalau aku cukup menikmatinya dengan baik. Walaupun aku sempat sebal dengan karakter Kiana pada awalnya, berbagai kejadian yang ia lalui mengubahnya menjadi seseorang yang lebih dewasa. Gaya penulisan Innayah Putri juga cukup mudah untuk dinikmati, dan aku suka kalimat-kalimat puitis yang digunakan untuk menggambarkan emosi karakternya. Review ini tentu saja adalah opini yang subjektif. Sehubungan dengan apa yang aku sebutkan sebelumnya, mungkin pembaca yang usianya lebih muda akan menikmati buku ini lebih baik daripada aku. 😊😊

by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...