Wednesday, June 8, 2016

Book Review: Apa Pun Selain Hujan by Orizuka

.
BOOK review
Started on: 27.May.2016
Finished on: 31.May.2016

Judul Buku : Apa Pun Selain Hujan
Penulis : Orizuka
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 296 Halaman
Tahun Terbit: 2016
Harga: Rp 51,000 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Ia tidak bisa. Walaupun nama dan segala hal tentang gadis itu tidak bisa dilupakannya, ia harus bisa melupakannya.
Atau, paling tidak, hidup dengan berpura-pura melupakannya."
Kehidupan Wira berubah seratus delapan puluh derajat sejak pertandingan Taekwondo terakhirnya dengan sahabatnya, Faiz. Sejak hari itu, Wira harus hidup dengan trauma dan rasa takutnya akan hujan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk memulai kehidupan yang baru dengan pindah ke Malang dan tinggal bersama neneknya; di mana tidak ada seorang pun yang tahu tentang masa lalunya. Hari-harinya berkuliah di Universitas Brawijaya ia habiskan dengen menyendiri, hingga suatu hari ia mengenal sosok yang bernama Kayla, seorang taekwondoin yang mengingatkan Wira kembali akan masa lalunya.


"Sudah beberapa bulan ini, Wira hidup layaknya buronan, yang lari dari segala masalah yang ia buat. Ia meninggalkan dan melupakan semua yang pernah ia miliki. Ia tak berani menoleh ke belakang, juga tak berani diam di tempat.
Karena jika ia diam, ia tak akan punya pilihan lain selain mengingat."
Sejak mengenal Kayla, Wira perlahan-lahan membuka diri dan mulai berani untuk menyambut uluran pertemanan dari orang lain. Kehadiran Kayla bahkan membuatnya memberanikan diri untuk kembali ke dunia taekwondo yang masih menghantuinya dengan trauma. Namun di saat yang sama, rasa takut Wira terus menerus muncul. Dan untuk bisa kembali melanjutkan hidupnya, Wira harus berani menghadapi luka yang telah membebaninya selama berbulan-bulan.
"Gadis itu tahu Wira tidak hanya sekadar takut hujan. Gadis itu tahu hujan adalah kelemahan terbesarnya. Gadis itu tahu, maka dari itu ia menantangnya."
image source: here. edited by me.
Aku selalu menantikan karya terbaru Orizuka karena ia adalah salah satu penulis lokal favoritku yang bukunya sudah aku baca sejak bertahun-tahun yang lalu. Tidak diragukan lagi, aku tetap menikmati gaya penulisan Orizuka yang manis dan mengalir dengan baik. Kisahnya terpusat pada karakter Wira, yang harus melanjutkan hidup dengan trauma yang terus menghantuinya. Seiring dengan berjalannya cerita, pembaca akan mengikuti perjalanan Wira dalam usahanya untuk berdamai dengan masa lalu dan kembali meraih mimpinya. Aku cukup puas dengan ending-nya yang berhasil membawa Wira ke akar permasalahan yang harus ia selesaikan untuk menyembuhkan hatinya. Dan aku rasa perjalanan hidup Wira bisa menjadi inspirasi bagi orang-orang yang mengalami keterpurukan atas rasa bersalah yang serupa. Di samping konflik utama tersebut, ada pula unsur persahabatanyang terasa menyenangkan sekaligus menghibur di tengah segala perasaan pahit dan kelam yang dirasakan oleh Wira.

Ada cukup banyak karakter dalam cerita ini, tetapi yang berhasil menjadi favoritku adalah Kayla. Ia adalah seorang perempuan yang kuat, penyayang, dan juga berhasil membuatku tertawa karena ucapannya yang selalu blak-blakan. Aku sangat menyukai ketulusan hatinya yang berhasil mencairkan hati Wira yang selama berbulan-bulan seolah beku. Walaupun tidak menjadi favoritku, aku juga menikmati perkembangan karakter Wira dalam buku ini. Rasanya aku turut bahagia saat Wira berhasil bangkit dari keterpurukannya dan bisa memaafkan dirinya sendiri. Karena menurutku rasa penyesalan dan rasa bersalah adalah perasaan yang paling tidak menyenangkan dan akan sangat membebani hati jika tidak diselesaikan dengan baik. Ada saat-saat ketika aku merasa geregetan dengan karakter Wira yang keras kepala dengan segala pemikirannya; tapi aku rasa itu hal yang wajar jika aku membayangkan diriku berada di posisinya. Karakter Nadine juga berperan sangat besar dalam cerita ini, tetapi aku tidak akan menceritakan terlalu banyak agar tidak spoiler. Karena saat membaca, aku berhasil dibuat penasaran dengan apa yang akan terjadi saat Wira dan Nadine kembali bertemu setelah berbulan-bulan terpisah. Bagi kalian yang juga penasaran, jangan lupa untuk baca sendiri bukunya ;)

Buku ini berhasil memuaskan rasa rinduku terhadap tulisan Orizuka, walaupun sebenarnya aku berharap alur ceritanya bisa membuatku lebih terlibat secara emosional. Kisah yang mengambil setting di Malang ini membuat beberapa karakternya menggunakan bahasa Jawa yang sangat familiar bagiku. Lucu juga rasanya membayangkan Wira yang tidak mengerti sama sekali apa yang sedang dibicarakan oleh teman-teman sekelasnya dalam bahasa Jawa XD. Selain itu aku juga jadi sedikit mengenal dunia taekwondo yang tidak begitu aku ketahui sebelumnya. Akhir kata, aku menikmati buku ini dengan segala manis dan pahitnya. Dan tentunya aku tidak sabar untuk bisa segera membaca karya Orizuka yang selanjutnya :))

by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

  1. Aku suka sama temen2 kampusnya Wira. Konyol2 semua.

    ReplyDelete
  2. Wuih, di sini Orizuka eksplor taekwondo sama Malang ya. Selalu suka sama ide dan tulisannya daebak!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...