Thursday, January 15, 2015

Book Review: As Seen on TV by Christian Simamora

.
BOOK review
Started on: 7.January.2015
Finished on: 10.January.2015

Judul Buku : As Seen on TV
Penulis : Christian Simamora
Penerbit : Twigora
Tebal :  484 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 68,000 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4/5
#NovelDewasa
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Mau sampe kapan halusinasinya, heh? Cowok kayak gitu nggak akan mengejar dan menahan lo pergi, bisik suara hatinya. Meskipun terdengar kejam, ucapan itu selalu benar. Terlalu benar dan tak bisa disangkal."
Kendra sudah bersahabat dengan Javi sejak kecil, dan perempuan itu mengetahui semua kebiasaan buruk yang dimiliki oleh sahabatnya itu. Salah satunya adalah kebiasaan cowok itu tidur dengan sembarang perempuan untuk semalam, alias one night stand. Javi sama sekali tidak menyadari bahwa Kendra diam-diam menyimpan perasaan yang lebih dari sekadar sahabat pada dirinya. Dan semua harapan yang sempat tebersit dalam hati Kendra seketika lenyap saat Javi dengan jelas menyatakan ketidaktertarikannya.

"Kendra sedang patah hati. Dan orang patah hati biasanya buru-buru melakukan sesuatu untuk melindungi hatinya supaya nggak terluka lebih parah."
Di saat hati Kendra sedang hancur setelah mendengar pernyataan Javi yang menyakitkan, ia tetap tidak bisa tidak memaafkan lelaki itu. Sebagai gantinya, ia berusaha keras untuk menghapus perasaannya untuk Javi. Bahkan Kendra sampai mengecat rambutnya dengan warna pink sebagai awal perubahan dalam hidupnya. Dan semua usahanya itu terbantu dengan kemunculan Orion, yang jatuh cinta pada Kendra sejak pertemuan pertama mereka yang tidak disengaja. Mengingat Kendra yang sedang berusaha keras melupakan Javi, ia dengan senang hati menanggapi pendekatan Orion. Akan tetapi ada beberapa pihak yang tidak setuju dengan keputusan Kendra tersebut.
"Kendra menggerakkan kedua sudut bibirnya untuk tersenyum. Seolah ingin membuat Orion percaya, ini bukan masalah besar baginya. Seolah ingin meyakinkan dirinya juga bahwa dia harus mulai membuat prioritas jelas dalam hidup; pacar atau sahabatnya? Orang yang sedang belajar dicintai atau yang selama ini dia cinta, tapi terus-terusan membuatnya kecewa?"
Baca kisah selengkapnya di As Seen on TV.
image source: here. edited by me.
Seperti biasa, Christian Simamora selalu berhasil menyuguhkan cerita yang menyenangkan dan menghiburmeskipun premis ceritanya cukup klise, yaitu tentang persahabatan yang bertumbuh jadi cinta. Akan tetapi dengan gaya tulisan khas Christian Simamora, ia berhasil membangun chemistry yang baik antar karakternya, dan membuat tema yang klise ini lebih menarik untuk dibaca. Dan penggemar tulisan Christian Simamora pastinya tahu kalau karakter utama cowok dalam bukunya selalu super hot; tidak lupa juga dengan adegan 'dewasa' yang terlibat dalam ceritanya.

Karakter utama cowoknya, Javier, alias Javi, diperkenalkan sebagai lelaki yang bukan hanya sekali dua kali melakukan one night stand dengan berbagai macam perempuan. Dan kemudian pembaca juga diperkenalkan dengan Kendra (yang lebih sering dipanggil Ken), sahabat Javi yang sudah bertahan dengan cowok itu bahkan sejak mereka masih kecil. Konflik yang terjadi selanjutnya pun sebenarnya juga cukup klise: Kendra punya perasaan lebih dari sahabat, namun sebaliknya dengan Javier; dilanjutkan dengan kemunculan orang 'ketiga' di antara keduanya. Entah mengapa, aku lebih menikmati paruh awal ceritanya yang menggambarkan dengan baik sekali persahabatan antara Javi dan Ken. Mereka terasa benar-benar menggenal satu sama lain, bertengkar lalu berbaikan dengan segera, dan persahabatan yang demikian terasa sangat manis :)) Sedangkan paruh keduanya, yang memang lebih menuju pada klimaks, malah membuatku kurang interest karena semuanya terasa predictable. Sebenarnya ending cerita ini juga cukup mudah ditebak, tetapi rasa penasaranku tentang bagaimana ceritanya akan berkembang membuatku bertahan membaca hingga akhir. Tentu saja, aku tidak akan spoil ending-nya di review ini; tapi mungkin kalian juga bisa menebak apa yang akan terjadi kalau kalian sudah cukup banyak membaca buku dengan tema yang serupa :D
"Dia menyukai fakta menyenangkan ini, bahwa Javi dan Orion adalah dua orang yang benar-benar berbeda dari segi kepribadian. Kalau Javi lebih banyak berengseknya, maka Orion punya kebaikan hati yang terpancar di setiap tingkah lakunya."
Sayang sekali #JBoyfriend kali ini tidak berhasil membuatku jatuh hati. Mungkin karena karakternya yang hobi one night stand (walaupun seingatku ini bukan satu-satunya karakter yang demikian dalam buku-buku Christian Simamora yang sebelumnya); tetapi yang jelas aku tidak merasa ada yang spesial dari personality J avi. Meskipun biasanya aku seringkali tertarik pada karakter bad boy dalam cerita fiksi (karena mereka bisa jadi sangat sweet dan cute), aku tidak merasa demikian dengan karakter ini. Oleh karena itu saat membaca aku cukup sering bertanya-tanya apa yang sebenarnya disukai oleh Ken dari Javi? (Tentusaja selain penampilan fisiknya). Tetapi mungkin itu semua terjadi karena rasa nyaman antara keduanya; dan Ken yang bisa menerima semua kekurangan sahabatnya itu. Dibanding karakter Javi, aku sebenarnya lebih prefer karakter Orion—walaupun bukan favorit juga, karena karakternya terlalu biasa. Setidaknya Orion lebih yakin pada apa yang ia rasakan dan berusaha untuk memperjuangkannya; sehingga bagiku dia lebih likable. Dan menariknya lagi, Orion juga punya sahabat perempuan bernama Niagara (alias Nia); seperti persahabatan antara Javi-Kendra.

Secara keseluruhan, buku ini cukup menghibur dan berhasil aku nikmati dengan baik meskipun dengan tema/alur cerita yang klise. Aku juga suka bagaimana Christian Simamora menghubungkan karakter dalam buku-buku terdahulunya dengan yang ada dalam buku ini. Dan walau aku tidak sepenuhnya puas dengan buku ini, aku masih akan menantikan karya Christian Simamora selanjutnya—demi menikmati gaya tulisannya yang khas dan selalu menarik untuk dibaca :))

by.stefaniesugia♥ .
 

4 comments:

  1. Ga ada yg bisa ngalahin jandro ya kayaknya. Guilty pleasure dan CO2 juga sama aja tone nya.. not sure gonna buy this or not

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iyaa benerr, Guilty Pleasure sama CO2 tone-nya terlalu mirip. Makanya aku agak ragu wktu mau beli buku ini juga :1

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...