Thursday, August 1, 2013

Book Review: Since We Meet by Pricillia A.W.

.
BOOK review
Started on: 26.July.2013
Finished on: 29.July.2013

Judul Buku : Since We Meet
Penulis : Pricillia A.W.
Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 312 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 45,000

Rating: 3/5

Terima kasih kepada Gradien untuk bukunya :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mencintai dan dicintai.
Keinginan sederhana yang justru sering bertabrakan dengan ribuan alasan. Malu, takut, pengkhianatan, kekecewaan, dan yang terakhir persahabatan. Timot benar, kadang kita memilih bungkam saat pertemanan menjadi taruhannya. Suka atau tidak suka, kita lebih suka menggenggam yang pasti dibandingkan yang seandainya. Rupanya cinta tidak sesederhana yang kubayangkan."
Kisah ini adalah tentang persahabatan enam orang: Freiya, Timothy, Kelcia, Hansel, Reisha, dan Rainer. Freiya dan Timothy bersahabat sejak kecil dan membentuk eXXo Band yang amat populer, dan sahabat-sahabat mereka yang lain menjadi semakin akrab berkat itu. Dalam persahabatan yang sudah lama terjalin itu, banyak perasaan tak terungkap yang muncul. Dan perasaan itu enggan untuk disampaikan, demi menjaga ikatan persahabatan yang selama ini mereka jaga.

Freiya adalah vokalis eXXo Band yang populer dan mudah bergaul. Ia mempunyai kenangan buruk dengan Arnos, kakak kelas yang sudah menjadi mantan kekasihnya. Freiya sangat menyayangi Arnos dan tidak menyangka lelaki itu masih berhubungan dekat dengan masa lalunya. Di saat seperti itu, Freiya mencari penghiburan dari sosok sahabatnya sejak kecil, Timothy. Melihat Freiya sedih membuat hati Timothy ikut terluka. Dan ketidakrelaannya melihat Freiya masih memikirkan Arnos, membuatnya menyadari perasaan yang tersimpan dalam hatinya.
"Tanpa masa lalu, tak akan ada hari ini. Tanpa hari ini, tak akan ada masa depan. Itu kenyataan kecil yang kadang kita lupa, Kel. Lo bisa ada hari ini, semua karena kejadian kecil di masa lalu... Kejadian demi kejadian terangkai sampai menjadi diri kita hari ini. Yang paling penting justru bagaimana lo menarik pelajaran dari itu semua."
Timothy yang selalu terfokus pada Freiya pun tidak dapat melihat keberadaan Kelcia yang selalu memperhatikannya secara istimewa. Ia juga mempunyai pengalaman buruk dengan seorang lelaki, dan Timothy-lah yang ada di sana untuk menenangkannya. Dan sebaliknya, Kelcia pun tidak menyadari bahwa Hansel menaruh hati padanya sejak pertemuan pertama mereka yang mengesankan. Di balik sikapnya yang lebay dan konyol, Hansel ingin menjadi lelaki yang pantas memperoleh Kelcia - yang bak tuan putri di matanya.
"Tuhan pasti adil. Gue yakin itu. Setiap orang Dia beri kelebihan, talenta, kemampuan, masing-masing punya kok Sha. Bersamaan dengan itu, kita juga diberi kelemahan-kelemahan. Di situlah gunanya sahabat. Satu membantu yang lain, saling mengisi. Siapa tahu kelemahanmu justru menjadi kelebihan temanmu yang lain. Dengan begitu, hidup lo terasa penuh, kan."
Sedangkan Rainer adalah sosok yang diberkahi kepandaian yang luar biasa dan Reisha adalah seorang gadis biasa jika dibandingkan dengan Freiya atau Kelcia - tetapi ia adalah seorang yang amat perhatian pada sahabat-sahabatnya. Akan tetapi Rainer yang sulit menunjukkan perasaannya menggunakan alasan lain untuk bisa dekat dengan Reisha - yang malah membuat semuanya menjadi runyam.

Seiring dengan waktu, satu per satu mulai menyadari perasaan sahabat mereka yang lain. Ada saat ketika mereka bekerjasama dan mendukung satu sama lain, saat ketika mereka menyadari arti persahabatan, dan juga saat ketika mereka harus berkorban demi kebahagiaan yang lain. Bersama-sama, enam sahabat ini dibentuk lewat perasaan mereka masing-masing; memperoleh keberanian untuk mengungkapkan perasaan yang ada di hati.
 
Baca kisah selengkapnya di Since We Meet.
image source: here. edited by me.
Hal pertama yang aku mau sebutkan adalah tentang judulnya, yang menurutku seharusnya "Since We Met". Dan tema yang diangkat oleh buku ini sudah cukup sering aku temukan, sehingga aku bisa menebak kira-kira jalan ceritanya bagaimana. Seperti yang sudah aku tuliskan di ringkasan cerita, kisah ini menceritakan kisah cinta antara sahabat yang seperti jaring: si A suka si B, si B suka si C, dst. Meskipun ceritanya cukup klise, penulisannya bisa dinikmati dan penulis sering menyelipkan penggunaan kata yang puitis.

Buku ini dituliskan dari sudut pandang pertama setiap karakter utamanya (yang berjumlah enam). Masing-masing (Freiya, Timothy, Kelcia, Hansel, Reisha, dan Rainer) mendapat kesempatan untuk menjelaskan perasaannya dan bagaimana ia melihat persahabatan mereka. Alurnya pun seperti berkelanjutan; dimulai dengan Freiya, kemudian Timothy yang dalam bagiannya menjelaskan bahwa ia menyukai Freiya, kemudian Kelcia yang menyukai Timothy, Hansel yang menyukai Kelcia, dan terakhir adalah Reish dan Rainer. Sebenarnya menurutku alur ceritanya cukup baik, akan tetapi karena terlalu banyak karakter yang harus diceritakan, keseluruhannya terasa seperti mengupas permukaannya saja. Dan aku juga mempertanyakan konsistensi pada beberapa bagian. Di awal, Freiya kadang dipanggil Frei, tetapi juga kadang dipanggil Fei. Begitu juga halnya dengan Timothy yang kadang disebut Timot, kemudian disebut Timmy juga. Hal seperti ini bisa menjadi rancu, karena pembaca bisa mengira mereka adalah dua karakter yang berbeda. Gaya penulisannya juga bercampur antara gaya santai ala remaja yang biasanya ditemui dalam buku teenlit; tetapi banyak juga penggunaan kalimat puitis yang mendayu-dayu. Ketidakselarasan ini terkadang membuat kalimat yang harusnya terdengar puitis jadi terasa cheesy. Walaupun ceritanya gampang tertebak, aku masih penasaran apakah sahabat-jadi-cinta ini akan berhasil atau tidak. Dan ending-nya menyelesaikan semua masalah yang ada dengan baik :)

Ada 6 karakter utama dalam buku ini (belum termasuk karakter sampingan seperti Arnos, Nickel, Tammy, dll), dan jumlah yang banyak itu membuat ceritanya tidak bisa menggali karakternya terlalu dalam. Dalam buku ini diceritakan bahwa Freiya itu supel, Kelcia itu modis, Timothy itu romantis, Hansel itu jago olahraga dan selengean, Rainer itu jenius, sedangkan Reisha itu perhatian. Akan tetapi aku tidak begitu merasa karakteristik tersebut muncul dalam ceritanya. Lewat sudut pandang yang banyak, aku sebenarnya berharap ada gaya bercerita yang berbeda untuk setiap karakter; yang bisa membuatku tahu siapa yang sedang bercerita bahkan tanpa melihat nama di awal bab-nya. Namun pada kenyataannya, gaya bercerita Hansel yang lebay mirip dengan gaya cerita Rainer yang jenius itu. Oleh karena itu, sayang sekali aku masih belum menemukan karakter favoritku dalam buku ini.

Secara keseluruhan, menurutku buku ini cukup baik dan bisa kunikmati dari awal hingga akhirnya. Mungkin faktor usia juga yang membuatku tidak bisa memberikan rating lebih tinggi untuk ini; dan juga terpengaruh perubahan pada bacaanku. Since We Meet adalah buku teenlit, sehingga aku rasa remaja mungkin bisa menikmati buku ini lebih baik daripada aku. Semoga dalam karya selanjutnya Pricillia A.W dapat terus berkembang dan menghasilkan tulisan yang lebih baik lagi ;))
 
by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

  1. kak, review nya mendalam deh, hehe
    ada review ttg zero class ngga..?? karya nya priscillia juga tuu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...