Friday, October 26, 2012

Book Review: Sepotong Hati Yang Baru by Tere Liye

.
BOOK review
Started on: .19.October.2012
Finished on: 23.October.2012

Sepotong Hati Yang Baru by Tere Liye

Judul Buku : Sepotong Hati Yang Baru
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Republika
Tebal : 204 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 42,075 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 4/5
Review Berjuta Rasanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sepotong Hati Yang Baru adalah semacam sequel dari kumpulan cerita pendek sebelumnya yang berjudul Berjuta Rasanya. Buku ini berisi 8 cerita pendek dengan tema yang serupa dengan kumpulan cerpen sebelumnya: yaitu segala sesuatu yang berhubungan dengan perasaan cinta. Dibandingkan dengan Berjuta Rasanya yang berisi 15 kisah berbeda, buku ini menyuguhkan jumlah cerita yang lebih sedikit - oleh karena itu setiap cerita memiliki kesempatan untuk digali lebih dalam. Ada juga beberapa kisah dalam buku ini yang karakternya sudah pernah muncul di Berjuta Rasanya - meskipun dengan cerita yang berbeda dan tidak berkelanjutan.

Dari 8 cerita yang ada dalam Sepotong Hati Yang Baru, aku akan membahas beberapa kisahnya supaya yang belum membaca Berjuta Rasanya bisa tahu kira-kira apa yang menjadi isinya. Kisah yang pertama, berjudul 'Hiks, Kupikir Itu Sungguhan'. Dalam buku Berjuta Rasanya, pernah dituliskan kisah yang serupa; sebuah cerita cinta sederhana yang mungkin saja dapat terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Cerita ini dibawakan dengan ringan dan ceria, sesuai dengan karakternya yang berusia muda. Tema-nya mungkin bisa ditebak dari judulnya sendiri, yaitu tentang seorang gadis yang 'merasa' bahwa seorang lelaki yang ia sukai membalas perasaannya - padahal itu semua hanya perasaannya saja. Lewat kisah ini, orang-orang muda seolah 'diperingatkan' agar tidak hanya melihat apa yang ingin kita lihat - melainkan harus dengan mata terbuka lebar melihat kenyataan yang ada. Kisah ini memberi banyak makna untukku secara pribadi, dan mungkin juga bagi banyak pembaca yang lain :)
"Hiks, apa yang pernah kubilang pada Putri? Makanya, siapa suruh GR? Maka saat kebenaran itu datang, ia bagai embun yang terkena cahaya matahari. Bagai debu yang disiram air. Musnah semua harapan-harapan palsu itu. Menyisakan kesedihan. Salah siapa? Mau menyalahkan orang lain?
Cerita kedua, 'Kisah Sie Sie', adalah sebuah kisah yang penuh emosi dan bisa jadi menyayat hati. Keluarga seorang gadis bernama Sie Sie sudah berada di ambang kehancuran; Ibu-nya sakit keras, Ayahnya masuk penjara karena ketahuan mencuri brankas, dan masih ada enam adik-adiknya yang harus dihidupi. Tanpa mempunyai pilihan lain, Sie Sie mengambil keputusan untuk menjadi istri belian. Kepada Ibu-nya, ia berjanji bahwa pernikahannya akan bahagia, Sie akan mencintai lelaki itu apa adanya; dan sungguh ia menepati janjinya. Sie mencintai dengan tulus seorang lelaki yang memperlakukannya dengan rendah; sebuah cinta yang penuh dengan pengorbanan.
"Kalian tahu, dalam hidup ini, kita masih beruntung karena kita selalu punya banyak pilihan. Apa pun masalah kita, tetap saja banyak pilihan solusi yang tersedia. Sie Sie tidak punya. Ia sungguh tidak punya pilihan."
"Hidup adalah perjuangan, bukan? Kebahagiaan harus direngkuh dengan banyak pengorbanan. Sie Sie telah membuktikan janjinya."
Kisah ketiga - dan terakhir yang akan aku bahas - berjudul "Percayakah Kau Padaku?"; cerita ini berhasil menjadi favoritku secara keseluruhan karena makna dan moral ceritanya yang begitu dalam. Karakter dalam cerita ini pernah ada di Berjuta Rasanya, dalam kisah yang berjudul "Kupu-Kupu Monarch" yang juga berhasil masuk jajaran cerita favoritku. Kali ini juga, ada kisah legenda yang terselip di dalamnya; yaitu tentang kisah cinta Rama dan Shinta. Kisah yang diketahui orang banyak adalah bahwa Rama dan Shinta amat saling mencintai satu sama lain, dan Rama telah menyelamatkan kekasih hatinya dari sang raksasa, Rahwana. Akan tetapi kisah yang sesungguhnya baru dimulai sesudahnya, saat kepercayaan Rama pada istrinya diuji. Dan saat rasa percaya itu tidak lagi ada, rasa cinta sebesar apa pun sungguh tidak ada gunanya. Kisah ini benar-benar menyadarkanku betapa pentingnya arti kepercayaan.
"Bagaimana mungkin semua kisah bahagia itu berakhir menyedihkan? Aku tidak pernah tahu jawabannya, Nak. Yang Ayah yakini, cinta yang besar, tanpa disertai komitmen dan kepercayaan, maka ia hanya akan menelan diri sendiri."
Baca kisah-kisah cinta lain dalam Sepotong Hati Yang Baru.
image source: here. edited by me.
Seperti biasa, aku selalu menunggu-nunggu karya terbaru Tere-Liye dan buku ini berhasil melepas sedikit kerinduanku pada tulisan penulis favoritku ini. Sebelum membahas lebih lanjut, harus aku katakan bahwa aku sedikit lebih menyukai Berjuta Rasanya - entah karena jumlah cerita yang lebih banyak dan bervariasi, atau karena alasan lain (mungkin karena cerita-ceritanya tidak se-galau yang sebelumnya). Meskipun begitu, gaya penulisan Tere-Liye yang mengalir dengan baik dan berhasil menggugah emosi tetap berhasil membuatku puas saat menutup buku ini.

Salah satu hal yang paling unik dalam buku ini adalah kisah yang berjudul "Itje Noerbaja & Kang Djalil". Jujur saja, cerita ini membutuhkan waktu paling banyak untuk kuhabiskan; bukan karena jalan cerita yang rumit - melainkan karena penulisannya yang menggunakan ejaan lama. Tentu saja, ini adalah pertama kalinya aku membaca sebuah cerita yang ditulis dengan ejaan lama. Gaya penulisan ini disesuaikan dengan setting kisahnya, yaitu saat masa sebelum kemerdekaan Indonesia. Walaupun aku tidak membahas jalan cerita yang satu ini, kisah Itje dan Djalil telah membekas dalam ingatanku.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati setiap cerita yang ada dalam buku ini - meskipun seperti yang sudah berulang kali aku tuliskan, bahwa aku bukan penyuka cerita pendek. Setiap kisahnya berhasil menyampaikan pesan yang berbeda-beda, memberikan makna tentang cinta. Buku ini mungkin akan cocok bagi yang sedang ingin banyak membaca cerita-cerita pendek tentang kisah cinta. On the last note, aku sangat menantikan karya Tere-Liye yang berikutnya :))
"Tetapi malam ini, ketika melihat wajah sendumu, mata sembapmu, semua cerita tidak masuk akal itu, aku baru menyadari, cinta bukan sekadar soal memaafkan. Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya. Cinta adalah harga diri. Cinta adalah rasionalitas sempurna."
by.stefaniesugia♥ .

6 comments:

  1. Wah ceritanya cuma 8 ya?
    Kayaknya cerpen-cerpen Tere Liye bagus-bagus. Aku sendiri belum pernah baca karyanya satupun. Padahal udah pengen sejak lama. Masih kalah sama deretan timbunan sih soalnya. Tinggal tunggu waktu aja. Hehe.

    Nice review!

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa :D kalo mau coba baca, coba Berjuta Rasanya dulu aja ^^ hihihi..

      Delete
  2. menurutmu bagus yang mana antara berjuta rasanya dengan sepotong hati yang baru ?terimakasih

    ReplyDelete
  3. aku udah beli buku ini keren banget :3
    apalagi yg percayakah kau padakuuuuuuuuuuuu

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...