Sunday, June 17, 2012

Book Review: Seandainya by Windhy Puspitadewi

.

BOOK review
Started on: 15.Juni.2012
Finished on: 16.Juni.2012


Judul Buku : Seandainya
Penulis : Windhy Puspitadewi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 226 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 35,700 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 4/5


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"The bitterest tears shed over graves are for words left unsaid and deeds left undone."
- Harriet Beecher Stowe
Kisah ini dimulai dari pertemuan 4 orang yang sepertinya telah direncanakan oleh takdir. 4 orang itu adalah seorang lelaki bernama Rizki, perempuan bernama Juno dan kakaknya Arma, dan juga seorang cewek cantik bernama Christine - anak pengusaha, calon gubernur Jawa Timur. Pada tahun 2002, mereka berempat datang ke sebuah sekolah untuk menghadiri pesta penyambutan murid baru; yang ternyata sama sekali tidak ada. 2 tahun kemudian, dengan cepat mereka berempat menjadi teman baik meskipun dengan latar belakang dan sejarah kehidupan masing-masing yang berbeda. Rizki yang harus menunggu 2 tahun untuk bisa bersekolah karena tidak mempunyai biaya; sehingga akhirnya mendapat sebutan Pakdhe di kelasnya. Arma yang adalah kakak Juno tetapi satu angkatan dengan adiknya bukanlah tanpa alasan. Ia pernah sakit cukup parah sehingga harus menunda sekolahnya untuk waktu yang cukup lama. Sedangkan Christine, seseorang yang selalu dipandang dengan kagum oleh murid-murid yang lain, tetapi ada sebuah lubang kesepian yang meradang di dalam hatinya; sesuatu yang tidak kelihatan, dan tidak diketahui siapapun.
Cerita kehidupan mereka pun berlanjut, dan setiap dari mereka menghadapi permasalahan dalam kehidupan yang mereka jalani. Dimulai dari Rizki yang memendam perasaannya terhadap Juno, dan juga Agus (teman Rizki yang sudah ia anggap adik sendiri) yang selalu berusaha agar ia bisa diterima dengan golongan orang kaya. Tidak hanya sekali Agus meminjam uang kepada Rizki, supaya ia merasa lebih sejajar dengan orang-orang kaya yang sangat ia kagumi. Tidak ada yang menyangka bahwa permasalahan tersebut kemudian berubah menjadi sesuatu yang besar, bahkan mengguncang kehidupan banyak orang.


"Mungkin benar bahwa cinta itu tidak bisa diperkirakan dan diatur, kita tidak pernah bisa tahu kapan, bagaimana dan dengan siapa kita akan jatuh cinta."
"Kamu tidak membutuhkan pendapatku, kamu tidak butuh pendapat siapa pun. Kamulah yang menjalani takdir yang kamu pilih dan siapa pun yang menjalani takdirnya dia tidak mungkin... tidak bahagia."

Tidak hanya Rizki, tetapi Juno dan Arma pun mengalami permasalahan. Arma selama ini merasa ia tidak pernah menjadi kakak yang baik bagi Juno, malah selalu merepotkan dan meminta bantuan adiknya. Hal tersebut memicu Arma untuk menjadi seorang dokter - profesi yang amat dikagumi oleh Juno, tetapi amat dibenci oleh Arma. Ia amat membenci profesi dokter yang ia nilai tidak berperasaan dan dingin. Dan meskipun ia mempunyai fobia terhadap darah, Arma berniat untuk melakukan apa saja untuk membuat Juno bangga atas dirinya, dan memandangnya sebagai seorang kakak.

Di lain sisi, Christine yang dari luar tampaknya memiliki kehidupan yang sempurna ternyata tidak sesempurna yang terlihat. Di balik kehidupannya yang mewah, ia menyimpan hati yang kesepian dan kerinduan untuk dicintai. Oleh karena itu saat ia memperoleh surat yang romantis dari orang yang tidak ia ketahui, ia dengan begitu mudahnya luluh. Selama ini orangtuanya selalu sibuk dan tidak pernah memberinya perhatian. Christine merasa ia hidup seperti sebuah boneka. Hingga ia merasa, mungkin lebih baik jika ia tidak pernah dilahirkan.

Apa yang akan terjadi pada kehidupan mereka selanjutnya? Hanya karena ungkapan perasaan yang tak terucap, hati dengan seenaknya membuat asumsi; bahkan terkadang asumsi yang salah.

"Bahwa hidup ini penuh misteri dan tidak sesederhana yang kamu bayangkan... Perbuatan terkadang tidak selalu cukup untuk mewakili perasaan, dalam beberapa hal kamu harus mengatakannya."
Baca kisah selengkapnya di Seandainya...


Seandainya adalah buku ketiga Windhy Puspitadewi yang kubaca; setelah seblumnya aku pernah membaca karyanya yang berjudul Let Go dan Morning Light. Meskipun sudah tidak terlalu bisa mengingat keseluruhan ceritanya secara utuh, aku mempunyai kesan yang cukup baik terhadap dua buku tersebut; terutama Morning Light. Kali ini dalam buku Seandainya, aku merasa bahwa Windhy tetap tidak kehilangan ciri khasnya; dalam gaya penulisan yang puitis dan manis, dan percakapan dengan gaya bahasa yang baku, quote-quote yang mengena, sekaligus pelajaran hidup yang berharga yang bisa dipelajari dari cerita yang ia sampaikan.

Aku rasa, cerita ini mempunyai plot atau alur cerita yang kurang jelas; karena cerita ini dimulai dengan persahabatan keempat tokoh utama, kemudian kisahnya mulai fokus kepada setiap dari mereka satu-persatu: mulai dari Rizki, kemudian hubungan antara Juno-Arma, lalu dilanjutkan dengan Christine; kemudian semuanya diakhiri dengan sesuatu yang sama sekali tidak dibahas selama pertengahan cerita (tidak akan aku ceritakan terlalu lengkap supaya tidak spoiler ;P) Interaksi keempatnya secara bersamaan tidak terlalu sering terjadi. Meskipun begitu, dari setiap permasalahan yang dihadapi aku merasa ada sebuah benang merah yang menyambungkan secara keseluruhan; yaitu tentang perasaan yang harus diucapkan agar orang lain dapat mengetahuinya. Lewat buku ini aku belajar bahwa sebelum terlambat, lebih baik kita ungkapkan apa yang kita rasakan. Akan amat menyakitkan jika yang tersisa hanyalah kata "seandainya..."

Daripada menyebut buku ini sebagai cerita dengan sebuah alur yang konkrit, aku merasa cerita ini lebih kepada penyampaian beberapa potong kisah kehidupan. Dan lewat kisah-kisah kehidupan itulah, teramat banyak sekali pelajaran dan petuah yang bisa diperoleh darinya. Oleh karena aku adalah penggemar berat cerita yang bisa membuka pikiranku dengan lebih luas, aku sedikit banyak mengabaikan fakta bahwa alur ceritanya tidak begitu fokus. **(Tentu saja ini hanyalah pendapatku secara pribadi, sesuai dengan selera bacaanku.) Terlebih lagi banyak quote-quote bagus yang mengena dalam buku ini, otomatis membuatku menambah ratingnya. Berikut adalah beberapa quotes yang aku sukai dari buku ini:

"Buku apa pun akan saya baca karena bagi saya tidak ada buku yang jelek, yang sedikit pun tidak dapat diambil pelajarannya." - quote ini juga sudah menjadi prinsip membacaku sejak lama :)
"Jika ayah bilang, maka kamu tidak akan belajar sesuatu dari hidup dan jika kamu tidak belajar maka kamu tidak akan dewasa..."
"No man is your friend, no man is your enemy, every man is your teacher. Hari ini, dia baru menyadari makna kalimat itu karena dia belajar banyak hal dari seseorang yang dulu dia benci, seseorang yang dulu dia salahkan atas kematian orang yang disayanginya..."
"Mati itu gampang Chris! Tarik pelatuk dan tembak, maka kamu akan mati! Tapi hidup itu sulit oleh sebab itu kamu harus terus hidup dan mengatasi semua tantangannya. Tunjukkan bahwa kamu juga layak hidup!"

Satu hal yang membuatku menurunkan rating buku ini adalah kurangnya interaksi antara Rizki dan Juno, sehingga emosi di bagian akhir kurang begitu terasa. Demikian pula perasaan Christine terhadap Rizki kurang begitu diceritakan dalam cerita ini. Selain dari itu, aku rasa aku bisa menikmati buku ini dengan sangat baik, bahkan menyelesaikannya kurang lebih dalam satu hari. Dan aku tidak akan lupa untuk memberikan acungan jempol bagi desainer sampulnya yang sudah membuat cover buku yang begitu manis. As I always said, I'm very weak towards amazing covers. Dengan senang hati aku akan selalu menanti karya Windhy Puspitadewi yang berikutnya ;)



by.stefaniesugia♥ .

10 comments:

  1. Wiiii... jadi pengen banget punya buku ini >,< saya butuh ke toko buku nih, as soon as possible >,<

    ReplyDelete
  2. Kalo sama Let go kira-kira bagusan mana ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku sedikit lebih prefer Let Go :))
      tapi tergantung selera juga sih ;)

      Delete
  3. stuju bgt, ma sinopsis di blog stefanie.... i like it, blog ny bgs isi ny jg bermutu... (stefanie cb buat novel aja, i think u hv talent for writing)... =)

    ReplyDelete
    Replies
    1. makasihh :D:D mudah2an nanti klo ada kesempatan :))

      Delete
  4. thank's ya kak share nya berguna banget nih :))

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...