Tuesday, August 8, 2017

Book Review: Then & Now: Dulu & Sekarang by Arleen A.

.
BOOK review
Started on: 15.July.2017
Finished on: 1.August.2017

Judul Buku : Then & Now: Dulu & Sekarang
Penulis : Arleen A.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 344 Halaman
Tahun Terbit: 2017
Harga: Rp 78,000 (http://www.gramedia.com)

Rating: 4/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Dan aku tahu jika punya kuasa memutar waktu, aku tetap akan melakukan apa yang sudah kulakukan. Aku akan tetap memilihnya."
Di masa yang lampau, di pulau yang disebut Rana Pui, tinggal seorang gadis bernama Ruita—suku Momoki yang bertubuh kecil dan tidak begitu menyukai suku Eepe yang derajatnya lebih tinggi dan selalu menjadi atasan. Suatu kali, Ruita terpaksa bekerja di rumah seorang suku Eepe. Dengan sengaja ia membuat berbagai macam kesalahan supaya ia tidak perlu berlama-lama bekerja di sana. Hingga suatu hari ia mendapati sepasang mata yang ia dapati sedang memandanginya. Sepasang mata itu adalah milik Atamu, anak dari keluarga suku Eepe tempat Ruita bekerja. Dan pertemuan mereka selanjutnya membuat jalan hidup Ruita yang selama ini lurus jadi bercabang.

"Dan sepertinya memang itulah yang harus kulakukan dalam kehidupanku yang satu ini. Tapi ada pilihan lain itu yang tak dapat kuabaikan. Dan jika aku mengambil langkah itu, aku tidak tahu ke mana kakiku akan membawaku. Pada titik inilah hidupku bercabang."
Di masa sekarang, Rosetta baru saja memutuskan hubungannya dengan Henry—seorang pria kaya yang seharusnya menjadi idaman banyak wanita. Di saat itulah perhatian Rosetta dicuri oleh seorang concierge yang bekerja di hotel Grimson milik keluarganya. Sejak ia melihat sepasang mata milik concierge yang bernama Andrew itu, kehidupan Rosetta berubah dan ia akhirnya mengerti perasaan cinta yang tidak pernah ia rasakan saat bersama dengan Henry sebelumnya. Dua kisah cinta yang terjadi di masa yang berbeda, akankah keduanya memiliki akhir yang berbeda pula?
"Aku tahu dia bukan sedang menanyakan di mana aku berada sejak terakhir kami bertemu. Yang dimaksudnya adalah bahwa dia telah menantikanku seumur hidupnya. Karena memang seperti itulah rasanya. Kami bukan dua orang yang saling mengenal, tapi rasanya seolah aku sudah mengenalnya lebih lama dari seumur hidupku."
image source: here. edited by me.
Buku ini adalah buku pertama Arleen A. yang aku baca, dan buku ini merupakan perkenalan yang cukup manis antara aku dan penulisannya. Beberapa bulan lalu, penulisnya menawarkan buku ini untuk aku baca dan review; dan sebenarnya aku sedikit merasa bersalah karena belakangan ini butuh waktu lama untuk aku bisa menyelesaikan (apalagi me-review) sebuah buku. Tetapi buku ini berhasil membuatku ingin terus membacanya karena aku sangat penasaran dengan akhir ceritanya dan juga ingin tahu ada korelasi apa antara cerita yang terjadi dulu dan sekarang.

Dari dua cerita terpisah yang ada dalam buku ini, aku lebih menyukai kisah pertama yang terjadi di masa lampau dan bertempat di sebuah pulau bernama Rana Pui. Sangat menarik untuk mempelajari perbedaan suku Eepe dan Momoki, serta berbagai macam istilah unik yang digunakan. Aku rasa penulisnya berhasil menggambarkan setting ini dengan baik dan benar-benar membuatku seolah masuk ke dalam dunia karakternya. Pada dasarnya, kisah yang pertama memiliki tema kisah cinta terlarang yang bisa dibilang cukup klise. Tapi yang membuatku benar-benar suka dengan kisah ini adalah bagaimana penulisnya menggambarkan perasaan setiap karakternya melalui penulisan yang begitu indah. Saat membaca, seolah aku bisa turut merasakan penderitaan yang mereka rasakan saat perasaan cinta terhalang oleh perbedaan suku dan derajat. Terlebih lagi dengan adanya konflik tersebut, akhir ceritanya benar-benar tidak tertebak olehku. Sehingga ending-nya memberikan dampak yang cukup untuk membuatku terhanyut oleh perasaan yang juga dirasakan oleh karakternya. Hal lain yang aku sukai dari buku ini adalah penulisnya memutuskan untuk menulis dari sudut pandang pertama berbagai macam karakter, termasuk karakter pendukungnya. Kelebihan sudut pandang pertama adalah pembaca diajak masuk ke dalam pikiran karakter tersebut dan benar-benar bisa menyelami perasaan serta perspektif berbagai macam orang dalam satu situasi yang sama.

Kisah yang kedua pun sebenarnya juga menarik walaupun lebih klise; tetapi aku tidak akan membahas terlalu banyak supaya kalian bisa membaca buku ini dan menikmatinya sendiri. Karena kisah cinta kedua yang mengambil setting modern juga tidak kalah manis dari cerita pertama dengan elemen konflik yang sedikit berbeda :) Akhir kata, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Arleen A. yang sudah memberiku kesempatan untuk membaca dan me-review buku ini (meskipun dengan resiko aku butuh waktu yang lama untuk bisa selesai menuliskan review-nya). Semoga ke depannya bisa terus berkarya dan menuliskan kisah yang akan menjadi inspirasi bagi banyak orang :)
 
by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...