Friday, October 24, 2014

Book Review: Sweet Home by Adeliany Azfar

.
BOOK review
Started on: 12.October.2014
Finished on: 13.October.2014

Judul Buku : Sweet Home
Penulis : Adeliany Azfar
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 360 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 45,900 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 3/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Mendadak, semuanya menjadi jelas untukku. Ini adalah tahun terburuk yang akan kujalani. Aku tak tahu apa bisa melaluinya atau tidak. Tanpa Matt. Tanpa Mary. Ditambah lagi, entah mengapa, aku memiliki firasat kalau cowok kekanakan bernama Tyler alias Ty alias Mr. Alien ini akan merecoki hidupku."
Kehidupan Emily Cox berubah suram semenjak sahabat sekaligus tetangganya, Mary, harus pindah ke kota lain; dan ia baru saja putus dari pacar sekaligus teman masa kecilnya, Matt. Mengingat kebiasaannya menulis surat dalam pesawat kertas dan menerbangkannya ke teras kamar Mary, Emily menulis semua keluh kesahnya dan menerbangkan sejumlah pesawat ke kamar yang sudah kosong itu. Tidak Emily ketahui sebelumnya bahwa keluarga Adams akan menjadi tetangganya yang baru. Saat Emily hendak memungut semua pesawat kertasnya, ia malah bertemu dengan lelaki iseng yang mengaku sebagai seorang alien. Mr. Alien itu kemudian ia kenal sebagai salah satu anak keluarga Adams, lelaki bernama Tyler yang akan mengusik kehidupan Emily.

"Mungkin ini terasa seperti menjilat ludah sendiri. Dulu aku selalu mengatakan kalau aku membencinya. Tak ingin dekat-dekat dengan Ty karena ia selalu menimbulkan masalah. Namun, kurasa ia melakukan semua itu bukan karena berniat begitu."
Kembali masuk ke sekolah merupakan sesuatu yang tidak ditunggu-tunggu oleh Emily, karena itu berarti ia harus kembali bertemu dengan Matt, mantan pacarnya. Tyler yang sudah membaca curahan hati Emily lewat pesawat kertasnya sedikit-banyak jadi mengetahui hubungan keduanya. Emily sangat khawatir Tyler yang selalu membuat masalah itu akan membongkar semua rahasianya berusaha keras untuk mengambil kembali pesawat kertasnya. Akan tetapi pada akhirnya Emily harus mengajari Tyler bermain gitar sebagai ganti pesawat kertasnya.
"Walaupun aku belum bisa memaafkan apa yang sudah dilakukannya terhadapku, tetap saja, aku belum benar-benar bisa melupakannya. Ia masih bersarang di suatu tempat di dalam diriku.
Entah mengapa, masa lalu tak pernah bisa menjadi sekadar masa lalu."
Sejak itu Emily dan Tyler jadi semakin akrab; terlebih lagi karena Tyler mengetahui semua rahasia Emily, sehingga gadis itu merasa ia seperti sahabatnya. Namun Matt yang sering berjumpa dengan keduanya merasa sebal setiap kali melihat keakraban antara Tyler dan Emily. Melihat Emily dekat dengan lelaki lain membuat Matt merasa kehilangan. Dan meskipun Tyler berkali-kali mengingatkan agar Emily melupakan Matt, gadis itu tidak bisa begitu saja menghapus Matt dari ingatannya.
"Ty memang tak seperhatian Mary atau siapa pun, tetapi Ty berhasil membuatku nyaman dengan caranya sendiri. Ia bisa menyebalkan kalau sudah seenaknya ikut campur dalam masalahku dan Matt. Namun, tetap saja, bagiku Ty adalah cowok pertama yang paling mengerti hidupku, setelah Dad tentu saja."
Baca kisah selengkapnya di Sweet Home.
image source: here. edited by me.
Buku ini adalah salah satu pemenang kompetisi 100 Days of Romance yang diadakan oleh Penerbit Haru, seperti buku People Like Us yang aku baca beberapa waktu yang lalu. Buku ini cukup serupa dengan People Like Us dalam beberapa aspek; dimulai dari setting ceritanya hingga konsep teenlit yang membahas tentang cinta dan persahabatan. Karena aku sangat menikmati People Like Us, aku punya ekspektasi yang cukup tinggi untuk buku ini. Dan meskipun aku rasa buku ini manis dan cukup menghibur, sayangnya aku tidak sepenuhnya puas dengan alur ceritanya.

Cerita yang ditulis dari sudut pandang ketiga ini dimulai dengan memperkenalkan karakter Emily dan situasi suram yang sedang dihadapinya. Pertemuan pertamanya dengan Tyler menurutku sangat imut, dan aku seketika merasa akan suka dengan karakter Tyler yang iseng. Konflik yang menjadi fokus utama cerita ini adalah Emily yang masih belum bisa melupakan mantan pacarnya, Matt; dan pada saat yang sama mulai menjalin pertemanan dengan Tyler yang menurutnya menyebalkan. Permasalahan ceritanya hanya seputar Tyler yang tidak suka dengan Matt, Matt yang cemburu dengan keberadaan Tyler, dan juga Emily yang bingung dengan perasaannya sendiri. Beberapa adegan yang terjadi antara Emily-Tyler di paruh awal bukunya cukup imut; karena Tyler yang selalu membuat masalah dan Emily yang dibuat pusing karenanya. Akan tetapi karena konfliknya hanya berputar di sekitar masalah Emily yang tidak banyak perkembangan, ceritanya jadi agak datar. Atau mungkin juga karena tema buku ini sangat teenlit, sehingga aku kurang bisa relate dengan ceritanya. Meskipun aku kurang begitu puas dengan jalannya alur cerita buku ini, menurutku ending-nya manis dan imut :3

Overall, buku ini bacaan yang ringan dan cukup menghibur untukku. Aku rasa buku ini akan lebih dinikmati oleh pembaca yang masih remaja. Walaupun buku ini tidak memenuhi ekspektasiku karena aku sedikit kecewa dengan perkembangan alur ceritanya, aku harap Adeliany Azfar akan terus berkarya :) Semoga di kesempatan yang berikutnya aku bisa lebih menikmati karya yang ditulis olehnya ;))
 
by.stefaniesugia♥ .
 

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...