Saturday, August 30, 2014

Book Review: Tomodachi (School, #2) by Winna Efendi

.
BOOK review
Started on: 28.August.2014
Finished on: 28.August.2014

Tomodachi (School, #2) by Winna Efendi

Judul Buku : Tomodachi (School, #2)
Penulis : Winna Efendi
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 360 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 48,450 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Watashitachiha tomodachikara. Tomodachi wa otagai ni tasukeau." Karena kita teman, dan teman membantu satu sama lain.
Hari itu merupakan hari pertama Yamaguchi Tomomi masuk ke Katakura Gakuen, sekolah yang sudah ia impikan sejak lama - karena disitulah cinta pertamanya berada. Tomomi berjuang keras untuk masuk ke sekolah tersebut demi bertemu kembali dengan Hasegawa senpai. Akan tetapi, hari pertama Tomomi di sekolah tersebut tidak berjalan dengan baik, karena ia harus dipermalukan karena murid lelaki iseng yang bernama Yamashita Tomoki. Tomomi dan Tomoki akhirnya harus jadi teman sebangku meskipun keduanya selalu ribut dan beradu mulut setiap hari. Dan Tomomi tak pernah menyangka ia akan menjadikan Tomoki salah satu sahabat terbaiknya.

"Kalaupun dia melupakanku, aku akan menganggapnya sebagai pertemuan baru. Aku akan menyebutkan namaku dengan lantang, dang mengajukan diri untuk menjadi manajer klub sepak bola, karena itu berarti aku dapat berada di sisinya.
Bagiku, itu saja sudah cukup."
Demi bisa dekat dengan Hasegawa senpai, Tomomi bertekad untuk menjadi manajer klub sepak bola. Akan tetapi seseorang bernama Miyazaki Tabitha telah mendahului Tomomi meraih posisi tersebut. Entah mengapa, tatapan gadis itu pada Tomomi selalu dingin dan menusuk. Dengan motivasi dari sahabat Tomomi yang bernama Chiyo, Tomomi tidak mudah menyerah dan akhirnya bergabung dengan klub atletik yang berdekatan dengan klub sepak bola. Tak disangkanya, Tomoki juga berada di klub atletik dan adalah seorang pelari yang sangat andal. Di tempat itu pula Tomomi mulai bersahabat dengan Tomoki.
"Cinta itu rumit, ya.... Orang yang kau sukai tidak selalu membalas perasaanmu. Kadang kau jatuh cinta pada orang yang salah. Dan kadang, kau bahkan tak sadar ada orang yang selama ini dengan tulus menyukaimu."
Persahabatan antara kelima orang pun terbentuk: Tomomi, Tomoki, Chiyo, Ryuu - sahabat baik Tomoki, dan Tabi. Seiring berjalannya waktu dan pergantian musim, mereka harus menghadapi perasaan yang ada di dalam hati mereka masing-masing. Permasalahan tidak hanya sampai disitu saja, karena Tomomi harus berhadapan dengan permasalahan yang ia hadapi dengan ibunya. Sedangkan Tomoki menghadapi rintangan dalam meraih impiannya. Dan juga, perasaan yang dialami oleh beberapa, mungkin dapat berakhir menyakiti sahabat mereka sendiri.
"Manusia selalu bertanya-tanya tentang banyak hal. Mengapa kita bertemu, mengapa orang-orang harus berpisah, mengapa beberapa orang tidak bisa bersama, mengapa waktu tak dapat diputar kembali. Apa alasannya, aku tidak tahu. Tapi aku yakin, segala sesuatu beralasan. Unmei, sadame, hitsuzen - nasib, takdir, hal-hal yang tak dapat dihindari, semuanya memiliki peran dalam hidup kita. Mungkin kita tidak mengetahui alasannya sekarang, tapi suatu hari nanti, segalanya akan lebih jelas."
Baca kisah selengkapnya di Tomodachi.
image source: here. edited by me.
Sebenarnya aku tidak berencana untuk membeli ataupun membaca buku ini, karena aku tidak membaca buku pertama dari seri S.C.H.O.O.L (Seven Complicated Hours of Our Life) yang berjudul Chemistry. Tapi karena selama ini aku selalu membaca karya-karya Winna Efendi dan menikmatinya, akhirnya aku memutuskan untuk membaca Tomodachi meskipun mungkin agak terlambat. Seperti yang sudah aku duga, tulisan Winna Efendi tetap mengalir dengan luwes dalam buku ini; dan tema yang diangkat pun adalah tema yang sering diangkat oleh penulisnya: yaitu persahabatan yang bertumbuh menjadi cinta. Selain tentang cinta, buku ini juga berbicara banyak tentang persahabatan, impian, dan juga hubungan keluarga - faktor yang sering ditemui dalam kisah-kisah remaja yang lain :))

Cerita ini dituliskan dari sudut pandang pertama karakter utamanya, Yamaguchi Tomomi; dengan setting cerita di Hachiƍji, Tokyo. Kisahnya diawali dengan hari pertama Tomomi masuk ke Katakura Gakuen; dan juga alasannya bertekad masuk ke sekolah tersebut. Tidak lupa juga pertemuan pertama Tomomi dengan Tomoki yang amat berkesan pada hari pertama. Seiring berjalannya cerita, persahabatan antara Tomomi, Tomoki, Chiyo, Ryuu, dan Tabi pun terbentuk - dan tentu saja masalah mulai bermunculan di antara mereka. Alur cerita mengalir dengan sangat baik, aku juga sangat menyukai chemistry antara Tomomi dan Tomoki yang menjadi salah satu bagian favoritku dari buku ini. Konflik yang menjadi favoritku adalah permasalahan yang terjadi dalam keluarga Tomomi; dan lewat konflik itu pula karakter Tomoki semakin tergali dengan lebih dalam - membuat pembaca merasa lebih mengenal karakter utamanya. Aku tentu saja tidak akan menyebutkan konflik itu disini agar tidak spoiler ;) Adegan-adegan manis yang menghangatkan hati membuatku sangat menikmati buku ini. Dan meskipun konflik utamanya cukup klise, dan ending-nya pun dapat dengan mudah ditebak; buku ini berhasil menghiburku dari awal hingga akhir :))

Karakter favoritku tentu saja adalah Yamashita Tomoki ! Rasanya ingin sekali kembali ke masa-masa sekolah dulu dan punya sahabat lelaki seperti Tomoki. Ia adalah jenis teman yang sangat menyenangkan; walaupun selalu usil dan suka menggoda, tetapi keceriaannya akan membuat waktu di sekolah tidak membosankan. Selain itu, ia juga adalah orang yang sangat peduli terhadap teman-temannya (dapat dilihat dari beberapa deskripsi di buku ini). Kalau aku punya sahabat seperti Tomoki, aku tidak akan keberatan Ebi Furai dari bekalku dicuri :p (Walaupun aku tidak pernah bawa bekal kalau ke sekolah xD). Yang jelas, adegan dalam buku ini yang melibatkan Tomoki selalu membuatku tersenyum :)))
"Tapi, To-chan, hidup manusia seperti permainan, ia memiliki banyak babak. Kadang kita akan kalah, kadang kita menang, tapi yang terpenting adalah menjalankannya dengan sebaik mungkin. Babak-babak yang sudah berlalu tidak akan dapat diulang kembali, tapi momen-momen keemasan yang pernah ada akan menjadi kenangan terbaik."
Secara keseluruhan, buku ini adalah bacaan ringan yang menyenangkan; meskipun sudah bukan SMA lagi, kisahnya yang manis membuatku mengingat kembali masa-masa sekolah. Tidak butuh waktu lama bagiku untuk menyelesaikannya karena ceritanya mengalir dengan sangat baik, dan karakter-karakternya pun juga menghibur. Selain itu ada banyak sekali kalimat-kalimat yang quotable dalam buku ini :)) Walaupun aku tidak yakin apakah akan terus mengikuti seri S.C.H.O.O.L ini atau tidak, pastinya aku akan menanti karya Winna Efendi yang selanjutnya :))

by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

  1. Saya belum tertarik membaca buku ini. Temanya sudah sangat mainstream ya? mikir-mikir lagi.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...