Monday, October 28, 2013

Book Review: Unfriend You by Dyah Rinni

.
BOOK review
Started on: 16.October.2013
Finished on: 19.October.2013

Judul Buku : Unfriend You
Penulis : Dyah Rinni
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 286 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 35,700 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4.5/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Berlima, mereka berjalan menyusuri koridor sekolah seolah mereka adalah penguasa dunia. Puluhan pasang mata memandang mereka, merasa cemburu dan bertanya-tanya apa yang salah dengan diri mereka sehingga bukan mereka yang berada di dalam rombongan angsa itu. Tetapi mereka tidak pernah tahu rahasia kecil apa yang Katrissa simpan."
Katrissa adalah contoh nyata bebek yang berubah menjadi angsa di sekolah Eglantine High School. Setelah ia dikhianati oleh sahabatnya di masa lalu, persahabatan adalah sesuatu yang amat sensifif bagi Katrissa. Saat Aura - gadis paling terkenal di Eglantine High - mengangkatnya menjadi seorang sahabat, Katrissa amat senang. Oleh karena itulah ia selalu berusaha menjaga persahabatannya dengan Aura dan Milani (gadis kaya yang adalah sahabat Aura juga) bagaimanapun caranya. Permasalahan muncul saat seorang murid baru bernama Priska, mencoba masuk ke dalam lingkar pertemanan Aura.

"Katrissa mendesah. Bagaimana mungkin di dunia ini ada orang yang begitu gampangnya menarik perhatian orang sementara orang seperti Katrissa kesulitan setengah mati mendapatkan teman. Saat memiliki teman pun, dirinya malah dikhianati. Hidup benar-benar tak adil."
Sejak pertama kali melihat Priska, Katrissa sudah merasa tidak nyaman - apalagi Priska dengan cepat menjadi akrab dengan Aura. Namun keakraban itu tidak berlangsung lama. Sejak Aura melihat Priska yang tampak cari perhatian pada pacarnya, Jonas, ia mulai curiga Priska berusaha merebut kekasihnya. Padahal, tanpa sepengetahuan Aura, Katrissa sendiri juga diam-diam menyimpan perasaan pada Jonas. Namun demi persahabatannya dengan Aura, Katrissa membunuh perasaannya yang tak terungkapkan itu.

Melihat tingkah laku Priska yang mencurigakan, Aura memutuskan untuk memberi tes: yaitu 'memetik bunga' - alias mengutil di sebuah toko yang penjagaannya tidak ketat. Katrissa yang sudah pernah melakukannya, terkejut saat mendapati sosok yang penjaga toko itu: Langit, lelaki yang mempunyai sejarah dengannya - namun tidak disukai oleh Aura.
"Dan saat ia memulai persahabatan dengan Aura, ia juga harus mulai memedulikan apa yang dipedulikan Aura. Termasuk melupakan seorang cowok yang pernah melindunginya di sebuah hari berhujan."
Masalah baru terus bermunculan, apalagi ditambah dengan kecemburuan Aura terhadap Jonas yang terlihat lebih memperhatikan Priska. Sejak saat itu, Aura telah memutuskan untuk memberi pelajaran kepada Priska. Dimulailah rentetan 'pelajaran' yang diberikan Aura; dari tamparan, bisikan-bisikan yang penuh dengan nama kotor, penyiksaan. Kehidupan Priska mulai runtuh semenjak Aura tidak lagi berada di pihaknya. Dan Katrissa yang berada di antara keduanya, tidak tahu harus mengambil pilihan yang mana: membela Priska dan ikut hancur, atau berdiri di belakang Aura meskipun ia tahu itu salah.
"Lo tahu apa artinya itu? Itu berarti gue bakal jadi tukang ngadu! Dan apa hukumannya tukang ngadu? Dikucilkan. Dibuang. Dianggap nggak ada. Gue udah tahu rasanya dikucilkan, nggak punya teman sama sekali, Langit. Gue nggak sudi ngalamin itu lagi!"
Katrissa berada dalam dilema; ia hendak menghentikan tindakan Aura yang ia tahu salah - akan tetapi ia ketakutan akan apa yang terjadi jika ia melakukannya. Saat itulah Langit muncul dan menyadarkan dirinya akan apa yang harus Katrissa lakukan, mengembalikan hati nurani Katrissa. Walaupun Katrissa akan memasuki pintu neraka yang sama seperti Priska, ia akan mempertaruhkan segalanya.

Baca kisah selengkapnya di Unfriend You.
image source: here. edited by me.
Sebenarnya sudah cukup lama aku menaruh perhatian pada buku ini, tetapi awalnya sempat ragu karena belum pernah membaca karya Dyah Rinni sebelumnya. Setelah melihat banyak review yang bagus untuk buku ini, dan juga tema bullying yang diangkat oleh ceritanya, akhirnya aku memutuskan untuk membeli dan mulai membacanya. Dan aku rasa keputusan yang aku buat tidak salah, karena aku benar-benar tersentuh dengan buku ini. Walaupun aku sendiri belum pernah menyaksikan tindakan bullying yang separah cerita ini, aku rasa hal ini cukup sering terjadi pada anak remaja - dan adalah suatu hal yang harus diperbaiki.

Alur cerita buku ini sedikit maju-mundur. Dari awal mulainya cerita, pembaca diperkenalkan pada karakter Katrissa, bebek yang telah berubah menjadi angsa. Seiring berjalannya cerita, baru dijelaskan masa lalu Katrissa dan juga bagaimana awal mulanya ia berteman dengan Aura. Kemunculan Langit pada awal cerita membuatku yakin bahwa karakternya akan memiliki peranan yang cukup besar dalam ceritanya - meskipun di bagian tengah cerita ia jarang muncul. Bagian awal hingga tengah cerita lebih terfokus pada clique Aura, dan 'benih-benih' bullying yang sedikit demi sedikit muncul ke permukaan. Pembaca yang awalnya juga tidak tahu ada masa lalu apa sebenarnya antara Katrissa dengan Langit juga akan mengetahuinya belakangan. Dengan alur yang seperti ini, aku terus dibuat penasaran selama membaca; ingin tahu lebih lanjut dan lebih dalam tentang masing-masing karakternya. Bagian favoritku dalam buku ini tentu saja adalah endingnya; yang menjelaskan keseluruhannya bahkan hingga alasan di balik perbuatan Aura. Tentu saja aku tidak akan membahasnya disini supaya tidak spoiler. Yang jelas semuanya berakhir sesuai dengan harapanku dan membuatku tersenyum pada akhirnya :)
"Tidak akan sendiri lagi. Begitu indah kalimat itu terdengar. Begitu banyak orang yang mengucapkan itu padanya dan pada akhirnya meninggalkannya."
Karakter-karakter yang ada di dalam cerita Unfriend You ini menurutku cukup realistis; karena tidak ada yang terlalu sempurna, maupun benar-benar jahat. Katrissa, karakter utamanya pun, meski tahu yang benar dan salah, masih memiliki ego di dalam diri yang memikirkan dirinya sendiri. Sebagai pembaca aku sama sekali tidak menyalahkan Katrissa, karena tindakan itulah yang akan dilakukan oleh kebanyakan orang. Namun buku ini ingin agar pembaca memiliki keberanian yang dipunyai oleh Katrissa pada akhirnya; keberanian untuk memutuskan melawan bullying itu sendiri. Demikian pula dengan karakter Aura, yang sebagian besar mungkin terlihat jahat karena tindakannya pada Priska. Akan tetapi saat pertama kali bersahabat dengan Katrissa, keduanya mempunyai kenangan yang manis dan Katrissa mengingat Aura sebagai orang yang baik. Karakter-karakter utama dalam cerita ini digali dengan baik sekali; bahkan Langit juga mempunyai latar belakang masa lalu yang sehubungan dengan tema ceritanya. Meskipun aku tidak mempunyai karakter favorit dalam buku ini, Dyah Rinni telah menciptakan karakter-karakternya dengan baik.

Secara keseluruhan, aku sangat menyukai buku ini - meskipun bagian awalnya terasa sedikit lambat, paruh akhir ceritanya yang membuatku tidak bisa berhenti membaca menaikkan rating-nya menjadi 4.5. Penulisan Dyah Rinni yang mengalir dan indah juga adalah salah satu alasan mengapa aku menyukai buku ini. Semoga banyak remaja yang membaca buku ini juga turut bertindak dalam memberantas bullying yang ada.
 
by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...