Friday, August 29, 2014

Book Review: Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta by Tere-Liye

.
BOOK review
Started on: 27.August.2014
Finished on: 27.August.2014

Judul Buku : Dikatakan Atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta
Penulis : Tere-Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 72 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 29,750 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 3.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Buku ini adalah kumpulan sajak yang berbicara tentang cinta secara sederhana namun beberapa di antaranya mampu menyentuh hati. 24 sajak yang terdapat dalam buku ini semuanya disertai ilustrasi yang indah karya eMTe. Setiap ilustrasinya merupakan pelengkap yang manis untuk sajak yang sarat dengan makna dan perasaan. Dalam review ini, aku akan menuliskan potongan dari beberapa sajak yang menjadi favoritku, dan juga ilustrasi-ilustrasi yang berkesan dari buku ini.


Angin, Hujan, dan Sakit Hati
.....Kenapa ada hujan?
Agar orang-orang paham ada langit di atas sana.
Tiap detik kita melintas di bawahnya, lebih sering mengeluh.
Tiap detik kita bernaung di bawahnya, lebih sering mengabaikan.
Hujan memberi kabar bagi para pujangga
Aduhai, sungguh ada yang menaungi dari atas
Meski tidak tahu batasnya, tidak tahu wujudnya.

Begitulah kehidupan.
Ada banyak pertanda bagi orang yang mau memikirkannya.

Kenapa kita sakit hati?
Agar orang-orang paham dia adalah manusia
Tiap saat kita melalui hidup, lebih sering tidak peduli
Tiap saat kita menjalani hidup, mungkin tidak merasa sedang hidup
Sakit hati memberi kabar bagi manusia bahwa kita adalah manusia
Sungguh, tidak ada binatang yang bisa sakit hati
Apalagi batu, kayu, tanah
tiada pernah mereka sakit hati.....

Maka mendongaklah menatap ke atas, tatap bulan gemintang atau langit biru bersapu awan
Lantas mengangguk takzim, ada langit di sana.

Maka berhentilah sejenak saat sakit hati itu tiba, rasakan segenap sensasinya
Lantas tertawa kecil atau terkekeh juga boleh, kita adalah manusia.

Sendiri
Tidakkah kita memikirkan
Jangan-jangan purnama yang bercahaya indah itu
Ternyata kesepian
Menatap kita dari atas sana, dalam lengang
Sendirian.....

Tidakkah kita mengamati
Jangan-jangan hidup orang-orang besar
Yang gemerlap diperhatikan orang banyak
Yang menjadi bahan pembicaraan
Yang begitu memesona, begitu hebat
Ternyata kesepian
Sendirian.

Maka bersyukurlah memiliki keluarga
Memiliki teman-teman terbaik
Boleh jadi, kitalah bulan purnama dalam hidup ini
Kitalah gunung kokoh bagi mereka
Dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita

Dan kita menyayangi mereka.

Si Pembawa Pesan
Lapar adalah si pembawa pesarn
Bahwa tubuh kita minta diisi agar bertenaga.....

Kebelet ke belakang juga si pembawa pesan
Bahwa tubuh kita hendak mengeluarkan sesuatu

Ada begitu banyak si pembawa pesan
Setia mengingatkan, objektif tanpa peduli kondisi kita

Pun termasuk ketika kita sakit hati, Kawan
Itu juga si pembawa pesan
Bahwa kita punya sesuatu di dalam sana
Tidak pernah kita lihat, tidak bisa kita pegang
Tapi kita tahu, kita semua punya hati

Maka besok lusa hormatilah orang lain
Jangan sebaliknya, jadi sumber menyakiti hati orang lain
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sewaktu tahu Tere-Liye akan menerbitkan buku baru, aku sangat semangat dan tidak sabar untuk segera membacanya. Akan tetapi aku sedikit kecewa sewaktu tahu bahwa buku ini bukan novel, tetapi hanya kumpulan sajak setebal 72 halaman - yang sangat tipis sekali :( Meskipun demikian, aku tetap membelinya karena aku selalu ingin membaca apapun yang ditulis oleh Tere-Liye (sambil menunggu novel barunya diterbitkan). Jujur saja, aku bukan penggemar sajak, puisi, atau sejenisnya - jadi aku tidak berekspektasi terlalu tinggi. Namun ternyata aku cukup menikmati kumpulan sajak ini, terutama karena gaya tulisan yang santai dan tidak menggunakan istilah-istilah terselubung (?).

Selain tiga sajak yang aku cantumkan cuplikannya di atas, masih ada beberapa sajak lagi yang cukup berkesan untukku. Salah satunya adalah sajak yang berjudul 'Dan Kesedihan Dihabisi oleh Waktu'. Sajak ini membandingkan kisah patah hati zaman modern dengan zaman dulu. Sewaktu ingin melupakan di zaman modern ini, kita menghapus nomor HP, men-delete emailnya, buang whatsapp-nya, putus BBM-nya, delete foto-fotonya, remove dari friend list dan lain sebagainya. Akan tetapi selalu berakhir tetap kepo, stalking, ngintip - karena ingin tahu apa yang ia lakukan. Padahal zaman dulu, melupakan tidaklah serumit itu xD.

Masih ada banyak sajak lain yang juga menarik dalam buku ini, dan mungkin lebih baik dinikmati sendiri :) Meskipun tidak semua sajak aku sukai, ada beberapa sajak yang memberi perasaan hangat dan ada pula yang menggugah perasaan. Secara keseluruhan, kumpulan sajak ini merupakan bacaan ringan yang cukup menarik - dan mungkin dapat menjadi bacaan yang tepat bagi yang perasaannya sedang galau ;D
 
by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

  1. Sama Mbak Stefani, saya juga bukan penggemar sajak. Dan walaupun saya suka dengan novel-novelnya Tere Liye, saya tidak merencanakan membeli buku ini, Terlalu berresiko. :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...