Sunday, June 29, 2014

Book Review: Grey & Jingga: The Twilight by Sweta Kartika

.
BOOK review
Started on: 24.June.2014
Finished on: 24.June.2014

Judul Buku : Grey & Jingga: The Twilight
Penulis : Sweta Kartika
Penerbit : m&c
Tebal : 200 Halaman
Tahun Terbit: 2014
Harga: Rp 28,000

Rating: 3.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Cinta itu seperti panggung teater... Di sana kita akan berperan menjadi karakter yang mengisi satu sama lain. Kita biarkan segenap emosi mengalir bersama kisahnya...
Dan ketika panggung berakhir, kita akan sadar bahwa kita sendirilah sutradara yang sesungguhnya;
yang pandai mendramatisasi dan terbuai sendiri di dalam emosi, sementara kenyataan tetap wajar apa adanya."
Grey & Jingga adalah sebuah komik yang berawal di Facebook penulisnya dan menerbitkan satu halaman comic strip setiap hari Senin dan Kamis. Komik ini berkisah tentang Grey dan Jingga; sepasang teman masa kecil yang bertemu kembali di kampus lewat Klub Teater. Tak butuh lama bagi keduanya untuk kembali akrab seperti waktu mereka masih kecil dulu. Akan tetapi meskipun Grey dan Jingga memiliki perasaan yang sama, namun perasaan itu tidak mudah untuk diungkapkan - dan malah membuat segalanya menjadi lebih rumit dari yang seharusnya.

"Kau sering membicarakanku di hadapannya, itu berarti aku masih mendapat tempat di hatimu, tapi juga berarti kau sering berada bersamanya."
Perhatian Jingga teralihkan pada seorang lelaki bernama Martin, yang mengembalikan buku Jingga sewaktu tertinggal. Sejak hari itu pula, keduanya sering menghabiskan waktu bersama. Tak lama kemudian, seorang gadis bernama Nina turut bergabung di Klub Teater. Gadis cantik itu ternyata memiliki masa lalu yang dalam dengan Grey, dan keduanya pernah menjadi sepasang kekasih. Sikap Nina yang gigih mendekati Grey membuat lelaki itu tidak punya banyak pilihan; dan Jingga yang selalu menanggapi perhatian Martin pun perlahan menuju ke arah yang tidak ia rencanakan. Meskipun demikian, Grey dan Jingga tidak bisa menyangkal perasaan yang ada di dalam hati mereka.
"Ketika cinta memintaku untuk melangkah ke depan, kenangan itu justru kembali datang untuk menahanku di masa silam."
https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc1/t1.0-9/530681_3802860192237_646883708_n.jpg https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-prn2/t1.0-9/543154_3845902028256_1379848570_n.jpg

 
Sebenarnya aku sudah membaca komik Grey & Jingga ini sejak di Facebook beberapa waktu lalu. Semuanya berawal dari teman satu bimbimgan skripsi yang tugas akhirnya berhubungan dengan komik, dan ia memberitahu tentang komik-komik Facebook yang populer - salah satunya adalah Grey & Jingga karya Sweta Kartika ini. Sewaktu mulai membaca, aku langsung jatuh cinta dengan karakternya dan juga chemistry antara Grey dan Jingga yang menurutku unyu sekali. Tapi pada waktu itu aku tidak membaca sampai habis, jadi sewaktu tahu komik ini akhirnya dibukukan aku langsung membelinya - sekaligus untuk mendukung artist lokal Indonesia yang menurutku berbakat :)

Komik yang dimulai dari Facebook ini terdiri atas comic strip yang diterbitkan setiap hari Senin dan Kamis, sehingga pada waktu dibaca di Facebook memang akan sangat menghibur dan tentu saja membuatku tidak sabar menanti lembar yang selanjutnya. Akan tetapi hal tersebut tentu saja berbeda ketika komik ini dijadikan sebuah buku; karena sewaktu aku membaca komik ini dari awal sampai akhir, ceritanya tidak terasa mengalir (terutama bagian awal; yang adalah fase ketika penulisnya belum memikirkan plot secara matang). Konflik utama ceritanya juga cukup sederhana dan lumayan klise. Tapi karena karakter serta interaksi mereka yang manis, disertai dengan dialog yang unyu serta kalimat-kalimat sendu pada setiap halaman, membuat kisah ini menjadi spesial. Selain itu aku juga sangat menyukai gaya gambar Sweta Kartika yang pada sebagian besar halaman cukup sederhana dan pada beberapa halaman memiliki detail yang sangat bagus :)))

https://fbcdn-sphotos-g-a.akamaihd.net/hphotos-ak-xpf1/t1.0-9/1148893_10200247376329290_724954512_n.jpg https://fbcdn-sphotos-e-a.akamaihd.net/hphotos-ak-frc3/t1.0-9/733799_10200247369049108_1845343014_n.jpg
 
Karakter favoritku dalam komik ini sayangnya bukan Grey atau Jingga, karena menurutku mereka suka merumitkan sesuatu yang sebenarnya sederhana - seperti quote yang aku tulis di awal review ini. Sehingga pilihan karakter favoritku adalah Zahra dan Dharma - yang benar-benar kebalikan dari Grey dan Jingga. Pasangan yang satu ini - terutama Dharma - sangat blak-blakan dan terus terang tentang perasaannya. Sesuatu yang sepertinya Grey dan Jingga perlu pelajari dari pasangan ini. Aku sangat suka karakter Dharma yang sangat kalem dan selalu memberikan opini yang bijaksana. Zahra juga adalah karakter yang manis, dan adalah seorang teman yang baik untuk Jingga :)) Dan sebenarnya aku penasaran tentang kisah Zahra dan Dharma - karena tidak banyak dibahas di komik ini. Mudah-mudahan Sweta Kartika mau buat cerita tentang mereka berdua ;D

Secara keseluruhan, buku ini cukup menghibur dan aku menantikan kelanjutan kisah Grey & Jingga kalau ada buku berikutnya ;) Aku juga membeli CD Soundtrack Grey & Jingga yang sangat pas didengarkan sewaktu lagi membaca komiknya. Selain berbakat menggambar, Sweta Kartika juga berbakat menulis lagu karena semua lagu yang ada dalam CD Soundtrack ini ditulis olehnya sendiri - terinspirasi dari kisah Grey & Jingga. Dan sebagai penutup review ini, aku berharap kelanjutan kisah Grey & Jingga akan segera dibuat, karena aku ingin lebih banyak melihat Grey dengan rambut barunya yang pendek dan bikin lebih ganteng ^3^

Bagi yang belum pernah baca, kalian bisa baca lewat Facebook Sweta Kartika di sini.

 
by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

  1. Unyu-unyu banget. Emang nama FB nya apa kalo mau nyari komik strip begitu?

    ReplyDelete
  2. bukannya ada kelanjutannya ya kak? Tapi menurutku agak kurang aja sih lanjutan komik ini :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...