Monday, May 20, 2013

Book Review: A Werewolf Boy by Kim Mi Ri

.

BOOK review
Started on: 11.May.2013
Finished on: 15.May.2013

Judul Buku : A Werewolf Boy
Penulis : Kim Mi Ri
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 208 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 34,000 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 5/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Tapi walaupun 50 tahun sudah berlalu, kenangan rumah ini tetapi tak terlupakan. Rumah tempat insiden itu terjadi. Insiden yang telah dilupakan, bukan, yang berusaha dilupakannya seiring berlalunya waktu, seiring pertumbuhannya dari gadis kekanak-kanakan menjadi wanita dewasa. Seolah membuka kembali album lama, Kim Sooni teringat kembali pada kejadian saat itu."
Tahun 1965, keluarga Kim Sooni pindah ke pedesaan karena tubuh Sooni yang lemah disebabkan oleh TBC. Di tempat itu ada juga seorang lelaki bernama Ji Tae - yang Ayahnya adalah teman baik Ayah Sooni dan membuat keluarga Sooni bisa tinggal di rumah baru mereka. Ji Tae adalah seorang lelaki yang licik dan kurang ajar. Selama ini ia bisa mendapatkan gadis manapun karena kekayaannya, tetapi lain halnya dengan Sooni. Oleh karena itu Ji Tae semakin berkeras untuk mendapatkan gadis itu. Rumah baru Sooni sebelumnya ditinggali oleh seorang profesor yang memelihara serigala, akan tetapi kemudian meninggal karena serangan jantung. Tidak perlu lama bagi Sooni untuk menemukan serigala tersebut, yang ternyata adalah seorang lelaki dalam wujud manusia.

Semuanya bermula dari suara ketukan yang terdengar dari arah gubuk. Saat Sooni memberanikan diri untuk mencari tahu sumber suara itu dan menemukan sepasang sinar mata di dalam sana. Makhluk yang awalnya ia kira adalah serigala ternyata adalah seorang laki-laki berusia sekitar 17 tahun yang berantakan, kotor, dan tampak usang. Begitu pertanyaan yang ditanyakan kepadanya untuk mengetahui identitas diri lelaki itu, tetapi ternyata ia tidak bisa berbicara. Awalnya Sooni merasa sangat benci dan jijik kepada anak seperti pengemis yang bertingkah seperti anjing itu. Keluarga Sooni berusaha mencari tahu asal keluarga lelaki itu tetapi tidak menemukan satupun informasi. Mau tidak mau mereka harus menampungnya sambil menunggu ada tempat yang menerimanya. Ibu Sooni pun memberi nama bagi lelaki itu selama ia tinggal di rumahnya: Cheol Soo.
"Cheol Soo tidak ada bedanya dengan hewan liar. Walaupun Ibu sudah memandikannya sehingga penampilan pemuda itu sudah menyerupai manusia, ketika makan, pemuda itu menyambar nasi dan hidangan sampingan dengan kasar dan melahapnya seperti monster kelaparan. Ketika dimarahi, dia meringkuk di sudut ruang tamu sambil menggeram marah."
Sooni selalu bersikap ketus terhadap Cheol Soo yang bertingkah seperti binatang. Akan tetapi sikapnya perlahan berubah sejak Cheol Soo menolongnya - terlebih saat Ji Tae mulai bertindak kasar kepada Sooni. Sewaktu Ji Tae datang ke rumah dan mencengkeram tangan Sooni, Cheol Soo datang dan mencengkeram erat tangan Ji Tae hingga lelaki itu kesakitan. Cheol Soo juga menyelamatkan keluarga Sooni dari bencana dengan tubuhnya. Walaupun tertimpa balok baja, tubuh Cheol Soo sama sekali tidak terluka.

Setelah melihat sisi baik Cheol Soo, Sooni mulai mempelajari buku "Cara Melatih Anjing Peliharaan" dan mulai mengajar sekaligus menjinakkan Cheol Soo. Sooni mengajarinya cara makan dan cara membaca - dengan selalu memberi pujian lewat belaian kepala. Sehari-hari, Sooni menghabiskan banyak waktu dengan Cheol Soo sehingga ia mulai terbiasa dengan keberadaan lelaki itu. Sehingga saat sudah ada tempat yang bersedia menampung Cheol Soo, Sooni bahkan tidak menggubrisnya lagi. Tetapi Ji Tae tidak suka melihat keakraban Sooni dengan Cheol Soo, sehingga ia mulai merencanakan berbagai macam rencana licik untuk menyingkirkannya.
"Sooni melindungi dan membela monster itu, Sooni menghina Ji Tae di hadapan semua orang. Ji Tae tidak bisa memaafkannya. Namun di sisi lain, walaupun ingin memberi pelajaran kepada Sooni, Ji Tae masih ingin gadis itu menjadi istrinya. Pertama-tama, ia akan menjadikan Sooni sebagai istrinya, dan setelah itu ia bisa menginjak-injak gadis itu sesuka hati. Ia ingin melihat Sooni merangkak dan meminta maaf di hadapannya."
Ji Tae mengetahui bahwa Cheol Soo bukanlah manusia biasa. Ia menemukan sedikit bukti bahwa Cheol Soo adalah makhluk seperti binatang yang disebutnya sebagai monster. Ji Tae hanya perlu membuktikan kepada orang-orang tentang betapa buruknya Cheol Soo di hadapan semua orang. Meskipun dengan segala tuduhan tentang dirinya, dalam pikiran Cheol Soo yang terpenting adalah Sooni. Ia bahkan tidak peduli meskipun ia harus mati demi bersama dengan gadis itu. Cerita ini adalah sebuah kisah cinta yang tulus dan membuktikan kesetiaan cinta yang teruji oleh waktu.

Baca kisah selengkapnya di A Werewolf Boy.

Tidak perlu dipertanyakan, saat aku melihat buku ini di toko buku aku langsung membelinya karena dua alasan: adaptasi film-nya yang terkenal bagus dan mengharukan, kedua adalah karena ada Song Joong Ki di sampul bukunya :p. Aku yang belum sempat menonton filmnya mempunyai ekspektasi yang tinggi terhadap ceritanya, dan mengira ceritanya akan rumit. Namun ternyata dugaanku tidak sepenuhnya benar karena meskipun ceritanya memang indah dan mengharukan, tetapi keseluruhan ceritanya sangat sederhana. Kesederhanaan ceritanya menurutku bahkan mungkin setara dengan cerita anak-anak yang ringan. Akan tetapi emosi yang tersirat dari perjalanan kisah ini membuatku terharu dengan ketulusan cinta yang disampaikan oleh karakternya bahkan tanpa kata-kata. Meskipun sebelumnya aku belum pernah membaca karya Kim Mi Ri, buku A Werewolf Boy ini masuk jajaran buku terjemahan Korea yang menjadi favoritku.

Alur cerita dimulai tahun 1963 dengan perkenalan tentang sang professor dan 'hewan' yang menjadi objek penelitiannya. Kemudian maju ke tahun 2012 saat seorang nenek (Sooni) diminta untuk mengurus administrasi sebuah rumah di desa tempat ia tinggal sewaktu remaja. Kembalinya ia ke rumah itu membuatnya mengingat pertemuannya dengan Cheol Soo yang ia ceritakan kepada cucunya. Di sanalah cerita bermula - mundur ke tahun 1965, dimulai dari perkenalan karakter-karakter, munculnya konflik, hingga klimaks, dan penyelesaian cerita yang terjadi pada tahun 2012. Seperti yang sudah aku bilang, alurnya sangat sederhana sekali, akan tetapi kelebihan terbesar cerita ini adalah kisah cintanya yang penuh emosi dan menyayat hati. Terlebih lagi, buku ini didukung dengan terjemahan yang sangat luwes dan tidak hanya menerjemahkan dari bahasa Korea secara kaku.

Karakter favoritku dalam buku ini tentu saja adalah Cheol Soo, manusia yang juga adalah seekor serigala. Selain karena aku selalu membayangkan Song Joong Ki (pemeran Cheol Soo dalam film adaptasinya), kepribadiannya yang mengenal rasa cinta untuk pertama kali membuatnya jadi sangat menyayangi Sooni. Seperti yang ditulis pada sampul buku, bahasa pertama yang ia kenal adalah cinta. Bahkan sebelum ia bisa membaca, menulis ataupun berkata-kata, Cheol Soo sudah memiliki perasaan yang mendalam kepada Sooni - meskipun gadis itu awalnya membenci keberadaan Cheol Soo. Kesetiaan Cheol Soo sungguh membuatku terharu - rasanya seperti Hachiko yang tidak berhenti menantikan majikannya selama bertahun-tahun meskipun majikannya itu tidak akan pernah kembali.

Secara keseluruhan, aku sangat menikmati buku ini - karena kisahnya telah menyuguhkan sesuatu yang berkesan lewat kesederhanaannya. Sebuah bacaan yang ringan, konfliknya juga erfokus dan tidak banyak bercabang. Setelah membaca buku ini, aku sangat tertarik untuk menonton film adaptasinya (apalagi yang menjadi pemeran utama adalah Song Joong Ki!). Bagi yang belum menonton filmnya, di bawah ini adalah trailer film-nya, dan mudah-mudahan kalian tertarik juga untuk melihatnya :)

by.stefaniesugia♥ .

7 comments:

  1. Ehehe.. Song Joong Ki memang menggoda.
    Jadi pengen baca juga kalau terjemahannya emang bagus Stef

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihihi xD
      terjemahanny bagus kok :D

      Delete
  2. Aku nangis kejerrrr pas nonton filmnya :''')
    Joongki keren banget aktingnya yah Kak Stef

    ReplyDelete
  3. filmnya bagus banget......
    tapi belum baca bukunya TT

    ReplyDelete
  4. cerita di film sama novelnya sama persis atau ada beberapa yang beda ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada sedikit yg beda,
      tp secara keseluruhan sama :)
      karena ternyata novelnya diangkat dari skenario filmnya.

      Delete
  5. Udah nonton filmnya tapi belum baca novelnya :))
    Patut dibaca nih sepertinya!

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...