Wednesday, March 13, 2013

Book Review: The Moon that Embraces the Sun 2 by Jung Eun Gwol

.
BOOK review
Started on: 5.March.2013
Finished on: 9.March.2013
.
.
Judul Buku : The Moon that Embraces the Sun 2
Penulis : Jung Eun Gwol
Penerbit : Penerbit Qanita (Mizan)
Tebal : 488 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 59,000 (http://www.bookoopedia.com)

Rating: 5/5
Book Review: The Moon that Embraces the Sun 1 by Jung Eun Gwol
Review ini mungkin mengandung spoiler bagi yang belum membaca buku pertamanya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Tidak ada informasi yang berhasil dikumpulkan selama ini. Yang muncul malah pertanyaan-pertanyaan tanpa jawaban.
Mengapa Heo Min Gyu meminumkan obat kepada putrinya? Apakah obat itu mengandung racun? Jika keluarga Yoon memang ada di balik semuanya, apa yang telah mereka lakukan sampai Heo Min Gyu bersedia meminumkan obat kepada putrinya? Sebenarnya siapa yang ingin dilindungi mendiang Raja seperti yang tertulis dalam surat peninggalannya? Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum terjawab."
Kisah pun masih berlanjut; Hwon terus berusaha menyelidiki tentang hal-hal mencurigakan yang terjadi delapan tahun silam. Pengawal pribadinya, Jae Woon, juga menyelidiki kematian Yeon Woo lewat Yeom (kakak Yeon Woo yang adalah sahabat baik Jae Woon). Lewat penyelidikannya yang tersembunyi, Jae Woon mengetahui fakta mengejutkan dari pelayan Yeom bahwa ia sempat melihat makan Yeon Woo sedikit tergali. Hwon yang juga melakukan penyelidikan sendiri, mendapat sebuah surat wasiat peninggalan mendiang Raja, Ayahnya. Dalam surat tersebut mendiang Raja berpesan kepada Hwon untuk tidak membuka apa yang sudah ditutup olehnya, rahasia besar yang disimpan selama 8 tahun.

Seiring dengan waktu, potongan-potongan bukti dari hasil penyelidikan semakin menunjukkan banyak hal. Hwon dan Seol (pelayan Wol) juga menyelidiki tentang ritual misterius yang disamarkan sebagai sebuah ritual biasa yang dilakukan 8 tahun lalu. Ritual tersebut melibatkan boneka jerami, pakaian yang diambil, dan darah dari orang yang mengambil pakaian itu. Seorang ahli ritual menjelaskan bahwa jika baju terbaik itu berhasil diambil, maka takdirnya juga telah diambil, dan orang yang takdirnya diambil akan mati oleh penyakit yang tidak diketahui sebabnya. Semua itu perlahan membuat penderitaan Yeon Woo di masa lalu terlihat semakin jelas. Akan tetapi saat Hwon mulai mendapatkan banyak bukti untuk menguak semuanya, Yoon Dae Hyung dari sekutu Yoon pun tidak tinggal diam - mereka membunuh orang-orang yang membantu Hwon dan juga yang mempersulit sekutu mereka.
"Posisi mereka berbeda. Bagi Ibu Suri Yoon, hubungan darah antara dirinya dan Raja merupakan hal terpenting saat ini. Namun, bagi Yoon Dae Hyung, posisi tinggi, serta hubungan kekerabatannya dengan Ibu Suri Yoon yang bisa menopangnya, adalah yang terpenting."
Setelah melakukan banyak pembuktian, Hwon akhirnya yakin akan identitas Wol yang sebenarnya - bahwa Wol adalah Yeon Woo, Permaisurinya yang dianggap telah meninggal 8 tahun lalu, yang ternyata masih hidup meski sebagai seorang cenayang. Dan saat sekutu Yoon mulai khawatir bahwa Hwon akan mengungkap semuanya, mereka berbondong-bondong berusaha mengangkat Pangeran Yang Myung sebagai Raja setelah berhasil mencelakai Hwon.

Hwon hendak mengungkap semua dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada, tetapi sebuah kenyataan yang pahit berada di hadapannya - membuatnya berada dalam keadaan yang terjepit. Meskipun ia akhirnya berhasil menemukan pembunuh Yeon Woo 8 tahun silam, Hwon mengalami kesulitan untuk mengungkapkannya karena orang itu adalah orang yang paling disayangi oleh mendiang Raja. Hal tersebutlah yang ternyata membuat Ayah Hwon dulu menutupi permasalahan ini, bahkan berusaha menguburnya. Apakah yang akan menjadi keputusan Hwon pada akhirnya sebagai seorang Raja untuk menyelesaikan semuanya?
"Aku telah bersumpah akan menemukan orang yang telah mencelakaimu. Tapi ternyata yang mencelakaimu adalah... anggota keluargaku sendiri. Yang merencanakan pembunuhanmu, yang membunuhmu, dan yang menutupi peristiwa pembunuhanmu adalah anggota keluargaku sendiri. Bagaimana mungkin aku sanggup bertatap muka denganmu!"
Baca kisah selengkapnya di The Moon that Embraces the Sun 2.
image source: here. edited by me.
Dalam review buku pertamanya, The Moon that Embraces the Sun 1, aku sudah membahas banyak hal dan juga menyatakan bahwa aku sangat menyukai dan menikmatinya - meskipun ada beberapa hal yang masih belum begitu jelas. Buku keduanya ini membuatku dua kali lipat menyukai The Moon that Embraces the Sun ini karena keseluruhan ceritanya dijelaskan dan diselesaikan dengan sangat baik sekali. Setelah membaca buku yang kedua, ceritanya menjadi lengkap secara utuh - meskipun tentu saja masih banyak hal yang berbeda dengan adaptasi drama yang sudah pernah aku lihat terlebih dahulu. Di buku yang kedua ini, kisah cinta yang telah lama terpisah kembali bersatu, dibumbui dengan intrik politik dan latar kerajaan Joseon.

Alur cerita dalam buku ini sangat melengkapi buku yang pertama, sehingga menurutku jika hanya membaca buku keduanya saja, pembaca akan sangat kebingungan dan tidak tahu ceritanya sedang menjelaskan apa. Dibandingkan dengan buku pertama yang penuh dengan pertanyaan, kali ini pembaca melihat secara perlahan-lahan bagaimana masalah yang ada diungkap dan ditelusuri satu per satu. Bagian yang paling menarik (atau bisa juga disebut sebagai klimaks) dalam buku ini menurutku adalah saat ceritanya mengungkapkan identitas orang yang menjadi 'pembunuh' Yeon Woo. Meskipun tentu saja aku sudah tahu siapa orang tersebut karena sudah menonton dramanya, aku tetap tidak kehilangan rasa semangat saat membacanya. Kemungkinan besar karena gaya penulisannya serta penggambaran emosi pada karakternya yang membuatku turut merasakan keterkejutan mereka. Selain itu, detail-detail ceritanya dikisahkan dengan sangat baik, membuatku mengerti hal-hal yang selama ini aku pertanyakan dalam hati; seperti hubungan antara mendiang Raja dan Pangeran Yang Myung (sebenarnya Raja sangat menyayangi Pangeran Yang Myung, karena ia mencintai selirnya, Ibu Pangeran Yang Myung - tetapi posisinya sebagai Raja dan permasalahan politik-lah yang menghalanginya). Dan mengingat Pangeran Yang Myung, aku selalu merasa sedih karena ia adalah salah satu karakter yang sangat aku hormati - terutama tindakannya yang mulia untuk Hwon (no spoiler). Bagian Yang Myung ini adalah salah satu twist yang menurutku sangat menarik (di bukunya maupun di adaptasi dramanya) :).

Selain alur yang baik, aku juga sudah menyebutkan bahwa gaya penulisan Jung Eun Gwol sangat indah dan juga puitis. Mungkin karena latar belakang kerajaan Joseon yang kuno, pengungkapan perasaan lebih terasa mendalam lewat puisi. Aku sangat menyukai puisi-puisi yang diucapkan oleh para karakter, karena tidak hanya terdengar manis, tetapi arti nama setiap karakter dan peran mereka juga tersampaikan.
"Bulan mengalir menuju awan. Bulan sudah tidak terlihat. Sosoknya bahkan telah menghilang dari dalam awan gelap. Lagi pula, yang seharusnya berada di dalam awan memang bukan bulan, melainkan hujan. Namun, awan ini tidak dapat memiliki hujan... Yang aku sesali saat ini hanyalah kata awan dan hujan yang banyak ditemukan dalam sebuah puisi. Padahal, awan dan hujan sama sekali tidak berjodoh..."
Karakter-karakter yang tidak sempat dibahas secara mendalam di buku sebelumnya juga mendapat bagian mereka sendiri dalam buku yang kedua ini - sesuai dengan harapanku. Kisahnya menceritakan bagaimana Putri Minhwa dan Yeom akhirnya menjadi suami-istri (dalam buku yang pertama, mereka tiba-tiba disebut sebagai suami-istri; sehingga menimbulkan banyak pertanyaan dalam pikiranku); dan juga perasaan cinta Seol (pelayan Yeon Woo) kepada Yeom yang sudah memberinya nama meskipun ia seorang budak. Bagian kisah cinta Seol menurutku cukup menyayat hati, mungkin sedikit mirip dengan kisah cinta Jae Woon yang tidak tersampaikan karena status mereka (untuk lebih lengkapnya silahkan dibaca sendiri ^^). Pembaca juga akan menikmati banyak interaksi antara Hwon-Wol dalam buku ini, tidak seperti dalam buku pertamanya.

Overall, The Moon that Embraces the Sun sudah sukses menjadi salah satu novel Korea terjemahan favoritku. Tentu saja, aku juga ingin mendengar pendapat dari pembaca yang tidak menonton adaptasi dramanya terlebih dahulu. Tetapi aku merasa bagi mereka yang tidak menonton dramanya, cerita ini juga akan menjadi kisah yang unik dan menarik jika dibaca dengan teliti. Ada banyak sekali perbedaan antara buku dan dramanya - tetapi aku akan membahas hal itu pada post yang akan datang dalam bentuk Drama Adaptation Review :) Aku sangat menantikan karya Jung Eun Gwol yang lain untuk segera diterjemahkan! ^^

Last picture; Hwon & Yang Myung ^^

by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...