Thursday, February 28, 2013

Book Review: Kekasih by Arini Putri & Yuditha Hardini

.

BOOK review
Started on: 22.February.2013
Finished on: 24.February.2013


Judul Buku : Kekasih
Penulis : Arini Putri & Yuditha Hardini
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 300 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 42,500 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 5/5
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Kekasih adalah karyga GagasDuet yang ditulis oleh Arini Putri dan Yuditha Hardini. Aku sudah pernah membaca 2 karya Arini Putri sebelumnya, yaitu Rain Over Me (review) dan Goodbye Happiness (review); sedangkan aku sama sekali belum pernah membaca karya Yuditha Hardini sebelumnya. Akan tetapi karena selama ini aku selalu menikmati karya Arini Putri dengan baik, aku akhirnya memberanikan diri untuk membaca buku ini - dan hasilnya, aku sama sekali tidak menyesal. Dalam GagasDuet ini, karakter utama yang menjadi fokus dua kisahnya adalah kakak-beradik yang memiliki sifat saling bertolak belakang - tetapi membuat ceritanya seperti saling melengkapi. Meskipun berisi cerita yang berbeda, tema yang diangkat oleh keduanya sama; yaitu - seperti yang ditulis pada sampul depan - tentang kekasih dan keteguhan sang karakter utama mencintai seseorang.

Berikut ringkasan cerita & personal review dariku.

image source: here. edited by me.
// T H E  F I R S T  F A I R Y T A L E //
by Arini Putri
"Kita akan membuat semua momen terlihat natural. Jadi anggap aja kita lagi merancang dongeng buat kamu. Kalau keajaiban yang kamu tunggu-tunggu itu belum datang juga, just create your own fairytale."
Ini adalah kisah tentang Kyra, seorang gadis berusia 20 tahun yang sepanjang hidupnya belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta. Ia percaya dengan adanya pangeran impian, yang suatu hari akan datang kepadanya dan menjadi cinta sejatinya. Sahabat Kyra yang bernama Raina, selalu berusaha menjodohkannya dengan seorang lelaki bernama Raka - meskipun Kyra tidak merasakan perasaan yang lebih dari sekadar rasa kagum. Hingga suatu kali saat hujan, saat Kyra terpaksa mengenakan sepatu high heels hadiah dari Raina sambil menunggu di halte bus. Pada waktu yang sama itulah, Kyra melihat seorang lelaki yang terasa terang dan hangat dengan senyuman ramahnya. Lelaki itu adalah definisi hidup dari pangeran yang selalu diimpikan oleh Kyra; dan hal tersebut membuatnya melakukan hal bodoh yang membuat lelaki itu meminjamkan sandal jepitnya. Kyra baru sadar kemudian, ia bahkan tidak sempat mengucapkan terima kasih atau menanyakan namanya - sehingga Kyra hanya dapat berharap takdir akan mempertemukan mereka kembali.
"Hei, Bintang. Bisakah kau katakan padaku? Apa mungkin aku bisa mengenalnya lebih jauh? Karena semakin hari, semakin aku merasa tak cukup mengenalnya. Ada banyak hal yang ingin kuketahui tentangnya. Ada banyak hal yang ingin kulewati bersamanya. Ada banyak hal yang ingin kuulangi agar aku bisa melewati bersamanya sebagai diriku sendiri. Bukan diriku yang bodoh atau ingin terlihat hebat."
Setelah penantian yang terasa panjang, Kyra mendapatkan kesempatan bertemu lagi dengan pujaan hatinya di sebuah acara yang sebenarnya tidak ingin ia datangi. Lebih hebatnya lagi, pangeran impian Kyra itu ternyata adalah teman pacar Raina - akhirnya Kyra pun mengetahui nama lelaki itu: Alvin. Mengetahui hal tersebut, Raina dengan segera merencanakan berbagai kegiatan yang akan membuat Kyra dan Alvin semakin dekat dan mengenal satu sama lain. Dimulai dari rafting - yang terdengar sangat menakutkan bagi anak rumahan seperti Kyra, sepeda santai, pergi ke toko buku dan bertemu secara 'tidak sengaja', dan lain sebagainya. Dalam setiap kegiatan tersebut, Raina selalu membuat agar Kyra dapat lebih dekat dengan Alvin; dan pada saat yang sama, Kyra menjadi semakin jatuh hati pada sosok lelaki pujaannya yang sangat baik, perhatian, ramah, dan juga hangat.

Meskipun semuanya terasa baik-baik saja, dunia Kyra seakan runtuh saat suatu kali ia dan Alvin pergi ke Bandung berdua - karena Raina dan pacarnya, Agnar, secara sengaja kedatangan mereka. Di sebuah kafe, Alvin bertemu dengan dua sahabat lamanya - Hana dan Juna, yang sudah bertunangan. Detik itulah Kyra menyadari bahwa Alvin memiliki masa lalu yang dalam dengan perempuan bernama Hana - bahkan selama ini Alvin mencintai sahabatnya itu tanpa pernah diketahui siapapun. Apakah Kyra akan mendapat kesempatan untuk menempati hati Alvin yang sudah terisi? Atau ia akan menyerah dengan cinta pertamanya?
"Cinta adalah suatu perasaan yang aneh. Saat jatuh cinta adalah saat dimana harapan menjadi terasa sangat kabur dan tak jelas. Ada sebagian dari hati yang sangat menginginkan untuk berada di dekatnya. Namun ada bagian lain yang justru menginginkan untuk pergi sejauh mungkin darinya sebelum tubuh menjadi semakin kaku dan dingin. Ada saat-saat dimana ingin dia menatapmu, namun begitu hal itu terwujud, kau justru membuang wajahmu, mengalihkan pandangan dengan pipi merona hangat."
image source: here. edited by me.
// T H E  L A S T  F A I R Y T A L E //
by Yuditha Hardini
"To tell or not to tell.
Pertanyaan inilah yang telah membebaniku selama sepuluh tahun lamanya karena ternyata menjadi sahabat Kama tidak pernah membuatku puas. Ada sebuah pengakuan yang terus-menerus terasa menggantung di ujung lidah, menunggu untuk diucapkan namun tak pernah menemukan waktu yang tepat. Hingga sepuluh tahun pun berlalu."
Kisah kedua adalah tentang kakak Kyra yang bernama Naira; ia sangat bertolak-belakang dengan adiknya yang percaya kepada dongeng dan juga pangeran impian - ia sama sekali tidak percaya itu semua. Umurnya yang sudah menginjak 30 tahun membuat orang di sekelilingnya terus bertanya-tanya tentang pasangan hidupnya; akan tetapi lelaki yang selalu di sampingnya hanyalah sahabat yang sudah bersama Naira selama 10 tahun, Kama. Sahabatnya yang terkenal sebagai penjahat kelamin itu adalah gambaran dari seorang lelaki yang sempurna, namun tidak pernah berkomitmen dalam sebuah hubungan - dan Naira tak mempunyai keberanian untuk menyatakan perasaannya.
"Chemistry does not guarantee the happy ending ever after that people are looking for. Yang penting dari sebuah hubungan itu komitmen, bukan cuma perasaan berbunga-bunga yang sering digambarin di novel-novel roman itu."
Sahabat Naira yang bernama Agni, berusaha membuatnya melupakan Kama dan mengenalkannya dengan lelaki bernama Fahmi. Meskipun Naira berusaha keras untuk membuka hatinya, ia tidak bisa melupakan semua yang telah ia lalui bersama Kama - dan juga pertemuan pertama mereka yang selalu ia ingat. 10 tahun silam, Kama menginjak sepatu baru Naira yang sangat ia sayang-sayang - tetapi Naira tidak bisa mengulur amarahnya saat Kama membersihkan sepatunya sambil berlutut di hadapannya; membuatnya merasa seperti seorang Cinderella.

Dan setelah bertahun-tahun lamanya, Naira masih mengingat janji yang diucapkan oleh Kama 2 tahun sejak mereka berkenalan; janji yang mengatakan bahwa jika sampai umur 30 tahun Naira masih belum juga menikah, Kama bersedia menikahinya. Selama ini Naira selalu menunggu dengan sabar sambil memegang erat janji itu. Namun saat ia menanyakan tentang hal tersebut kepada Kama, lelaki itu hanya menganggapnya sebuah lelucon belaka, membuat hati Naira otomatis hancur. Dan saat Naira memutuskan untuk menyerah tentang perasaannya pada Kama, ia baru menyadari segalanya - dan semuanya sudah terlambat.
"Kama benar. Aku terlalu gengsi. Harga diriku terlalu besar untuk mengakui perasaanku sendiri. Harga diri inilah yang mendorongku untuk memendam perasaanku kepada Kama dalam-dalam sehingga tidak pernah sedetik pun disadari olehnya. Harga diri juga yang menghalangiku untuk memberitahu Kama tentang kenyataan yang sebenarnya bahwa sejak awal bertemu, dia adalah cinta pertamaku."
Baca kisah selengkapnya di Kekasih.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Setelah sedikit dikecewakan dengan GagasDuet terakhir yang kubaca, sekarang aku lebih berhati-hati dalam membelinya - memastikan terlebih dahulu apakah yang kali ini cukup bagus atau tidak. Untungnya GagasDuet kali ini kembali membuatku mencintai kolaborasi yang dibuat oleh penerbit GagasMedia. Seperti yang sudah aku sebutkan di awal review, bahwa dua cerita yang ada dalam buku ini saling melengkapi satu sama lain dengan perbedaannya. Dimulai dari dua karakter utama yang sangat berbeda, jalan cerita yang berbeda, hingga ending yang juga sangat berbeda. Aku sangat menikmati buku ini; selain karena alur ceritanya yang menurutku sangat bagus, penulisan kedua ceritanya mengalir dengan sangat baik dan penuh emosi.

Alur cerita kisah The First Fairytale - seperti yang sudah aku bahas pada bagian ringkasan, adalah cerita tentang cinta pertama; sedangkan The Last Fairytale adalah tentang percintaan sepasang sahabat yang tidak tersampaikan. Meskipun kedua tema cerita ini sudah sangat sering diangkat, bahkan mungkin ada yang mulai bosan dengan topik ini, aku sangat menikmati keseluruhan ceritanya dengan baik - dan tentu saja sepanjang membaca kisahnya aku penasaran apakah cinta mereka akan berakhir bahagia atau sebaliknya. Aku tidak akan membahas alur ceritanya lebih banyak lagi supaya tidak spoiler - karena pada bagian ringkasan cerita sepertinya aku sudah menceritakan terlalu banyak xD. Hal lain yang aku sukai dari kedua cerita ini adalah pelajaran tentang cinta yang disampaikan kepada pembaca. Kisah yang ditulis Arini Putri mengajarkan bahwa kisah cinta seperti dongeng yang kita impikan tidak selalu harus kita tunggu; tetapi kisah tersebut bisa kita ciptakan sendiri. Sedangkan kisah yang ditulis oleh Yuditha Hardini menyampaikan tentang perasaan yang harus diungkapkan sebelum semuanya terlambat. Untuk lebih jelasnya, bisa dibaca sendiri ^^

Setiap karakter-karakter yang berbeda  dalam dua cerita ini mempunyai daya tariknya sendiri-sendiri. Kyra dengan imajinasinya dan kecintaannya pada komik bersifat romantis, Alvin dengan senyum ramahnya dan sangat baik hati, Naira dengan sikapnya yang blak-blakan, dan Kama dengan segala pesonanya yang menawan. Jika harus memilih karakter favoritku, tentu saja aku sedikit bingung harus memilih antara Alvin atau Kama. Aku menyukai Alvin karena sikapnya yang selalu ramah, hangat, dan penuh perhatian. Sedangkan Kama mempunyai sisi bad boy yang menurutku sangat manis itu selalu berhasil membuatku tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah dan perkataannya. Jika Alvin dan Kama dikombinasikan, mungkin sosok itu akan menjadi pria idamanku (#randomness). Pasangan yang menjadi favoritku dalam buku ini adalah Naira-Kama, karena menurutku persahabatan yang telah dibangun selama 10 tahun membuat mereka nyaman dengan keberadaan satu sama lain - sehingga chemistry antara keduanya sangat terasa bagiku sebagai seorang pembaca. Here's my imagination on Naira-Kama; very sweet and loving ;___;


Overall, sangat puas dengan GagasDuet yang kali ini! Alur ceritanya, penulisannya, dan karakternya semua saling mendukung untuk menciptakan kisah yang menarik dan mudah dinikmati. Mudah-mudahan GagasDuet yang berikutnya juga akan sama bagusnya dan kualitasnya tidak turun naik - menyebabkan pembaca terkadang jadi ragu untuk membeli atau tidak. Setelah membaca buku ini, tentu saja aku menantikan karya Arini Putri yang selanjutnya, dan juga karya terbaru dari Yuditha Hardini yang akan aku coba selanjutnya :))

by.stefaniesugia♥ .

2 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...