Wednesday, October 31, 2012

Book Review: Just So Stories (Sekadar Cerita) by Rudyard Kipling #NoblePrizeWinner

.
BOOK review
Started on: 24.Oktober.2012
Finished on: 26.Oktober.2012

Judul Buku : Just So Stories (Sekadar Cerita)
Penulis : Rudyard Kipling
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 160 Halaman
Tahun Terbit: 2011
Harga : Rp 35,000 (http://www.bookoopedia.com)
Rating: 3/5
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Just So Stories terdiri dari 12 kisah pendek yang menceritakan berbagai macam hal unik dan imajinatif. Mengapa Paus tidak bisa memakan manusia? Kenapa kulit badak penuh dengan lipatan? Dari mana macan mendapatkan tutulnya? Bagaimana seekor gajah bisa mempunyai belalai yang panjang? Mengapa kanguru melompat-lompat di atas dua kakinya? Bagaimana alfabet dirumuskan? Semua pertanyaan-pertanyaan itu dijawab oleh Rudyard Kipling dengan daya imajinasinya yang luar biasa; melalui ceita-ceritanya yang unik dan menghibur.

Seperti biasa jika aku menulis review untuk kumpulan cerita, aku selalu memilih beberapa cerita yang paling berkesan untukku. Salah satu cerita yang aku sukai dalam buku ini berjudul "Dari Mana Macan Mendapat Tutulnya". Tentu saja, tidak ada yang benar-benar tahu bagaimana seekor macan bisa mempunyai tutul pada tubuhnya; bahkan mungkin saja dari semula ia sudah tercipta demikian. Akan tetapi Rudyard Kipling membuat dunianya sendiri, tempat di mana para binatang tinggal di Lereng Tinggi. Warna kulit setiap binatang di tempat itu kuning-kecoklatan seperti pasir; begitu juga dengan warna kulit Macan sehingga mereka kesulitan melihat Macan yang sedang menunggu mangsa. Namun semuanya berubah saat para binatang meninggalkan Lereng Tinggi dan tiba di area hutan lebat, dengan banyak pepohonan, semak belukar, dan bayang-bayang dengan bentuk yang beragam. Tak terasa, bertahun-tahun tinggal di hutan membuat tubuh para binatang dipenuhi dengan pola yang berbeda-beda; kulit Jerapah yang penuh bercak, kulit Zebra berubah pola menjadi garis-garis, dan ada yang warna kulitnya berubah menjadi gelap. Lalu bagaimana nasib Macan yang tidak bisa lagi melihat mangsanya?
"Apa ini," tanya Macan. "Tempat gelap yang dipenuhi cahaya-cahaya kecil itu?"
Cerita kedua yang menjadi salah satu favoritku adalah "Kisah Si Anak Gajah". Dalam cerita ini, dikisahkan bahwa awalnya gajah tidak mempunyai belalai; mereka hanya mempunyai hidung besar yang berbentuk seperti sepatu bot. Adapun seekor anak gajah yang mempunyai rasa keingintahuan yang sangat tinggi dan selalu penuh dengan pertanyaan. Suatu hari, ia ingin mengetahui apakah santapan Sang Buaya; maka pergilah ia ke tepi Sungai Limpopo untuk mencari tahu jawabannya. Tiba di ujung Sungai Limpopo, Si Anak Gajah tanpa sengaja tersandung sebatang pohon - yang ternyata adalah seekor Buaya, akan tetapi Anak Gajah itu tidak mengetahui bahwa itu adalah sang buaya. Saat Buaya itu ingin membisikkan jawaban yang ingin diketahui oleh si Anak Gajah, ia menggigit ujung hidung gajah tersebut. Berusaha keras, Anak Gajah menarik dirinya dari Buaya, hidungnya mulai terulur memanjang. Dengan hidungnya, atau belalainya yang baru, Anak Gajah itu membuat keluarganya takjub dengan hal-hal baru yang bisa ia lakukan.
"Jelek sekali hidungmu," kata Pamannya yang berbulu, Sang Babon.
"Memang," kata Anak Gajah. "Tapi banyak kegunaannya, Paman."
Masih banyak lagi kisah-kisah dalam Just So Stories yang menarik, seperti bagaimana asal-muasal seekor armadilo, bagaimana awal huruf-huruf alfabet diciptakan melalui sebuah kejadian yang konyol, bahkan kisah tentang bagaimana seekor kepiting menjadi seperti yang ada sekarang.

Baca kisah-kisah lainnya di Just So Stories.
image source: here. edited by me.
Aku belum pernah membaca karya Rudyard Kipling sebelumnya dan ini adalah yang pertama. Sebenarnya sudah cukup lama aku mempunyai buku ini, dan akhirnya memutuskan untuk mulai membacanya dalam rangka Baca Bareng BBI bulan Oktober yaitu karya pemenang Nobel Prize. Rudyard Kipling memenangkan Nobel Prize pada tahun 1907, dan Just So Stories adalah salah satu karyanya yang terbit pada tahun 1902.

Tidak perlu diragukan lagi, imajinasi Rudyard Kipling yang luar biasa sangat terlihat jelas dalam cerita-cerita pendek dalam buku ini. Bahkan kisahnya sempat membuatku bertanya-tanya apakah memang seperti itulah yang terjadi dalam kenyataan? Terjemahannya pun sangat mudah dinikmati, semuanya mengalir dengan baik dan menyenangkan. Sayangnya, aku merasa kurang begitu terikat dengan cerita-ceritanya. Entah mungkin karena aku yang memang bukan penggemar cerita pendek, dan juga bukan seorang penggemar dongeng klasik; atau mungkin juga cerita-ceritanya sama sekali tidak menyuguhkan banyak konflik - sehingga saat membacanya aku merasa datar dan kurang begitu excited. Akan tetapi, itu hanyalah penilaianku secara subjektif; dan ada banyak yang sangat menyukai karya Rudyard Kipling yang satu ini. Silahkan klik disini untuk melihat review tentang Just So Stories yang lain :)

Overall, meskipun aku tidak menikmati Just So Stories secara maksimal, aku tetap mengagumi imajinasi Rudyard Kipling yang luar biasa dalam cerita-cerita pendek yang ia tuliskan. Mungkin di lain kesempatan aku akan mencoba membaca karya-karya lain Rudyard Kipling dan menikmati hasil tulisan pemenang nobel ini :))

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
// About Rudyard Kipling //
 
Born: 30 December 1865, Bombay, British India
Died: 18 January 1936, London, United Kingdom
Residence at the time of the award: United Kingdom
Prize motivation: "in consideration of the power of observation, originality of imagination, virility of ideas and remarkable talent for narration which characterize the creations of this world-famous author"
Language: English

Rudyard Kipling (1865-1936) was born in Bombay, but educated in England at the United Services College, Westward Ho, Bideford. In 1882 he returned to India, where he worked for Anglo-Indian newspapers. His literary career began with Departmental Ditties (1886), but subsequently he became chiefly known as a writer of short stories. A prolific writer, he achieved fame quickly. Kipling was the poet of the British Empire and its yeoman, the common soldier, whom he glorified in many of his works, in particular Plain Tales from the Hills (1888) and Soldiers Three (1888), collections of short stories with roughly and affectionately drawn soldier portraits. His Barrack Room Ballads (1892) were written for, as much as about, the common soldier. In 1894 appeared his Jungle Book, which became a children's classic all over the world. Kim (1901), the story of Kimball O'Hara and his adventures in the Himalayas, is perhaps his most felicitous work. Other works include The Second Jungle Book (1895), The Seven Seas (1896), Captains Courageous (1897), The Day's Work (1898), Stalky and Co. (1899), Just So Stories (1902), Trafficks and Discoveries (1904), Puck of Pook's Hill (1906), Actions and Reactions (1909), Debits and Credits (1926), Thy Servant a Dog (1930), and Limits and Renewals (1932). During the First World War Kipling wrote some propaganda books. His collected poems appeared in 1933.

Kipling was the recipient of many honorary degrees and other awards. In 1926 he received the Gold Medal of the Royal Society of Literature, which only Scott, Meredith, and Hardy had been awarded before him. (source: here)
by.stefaniesugia♥ .

16 comments:

  1. Just So Stories kumcer yang indah dari Rudyard Kipling, meski aq juga tdk terlalu suka sama short-stories, kisah ini lumayan bagus ya. Aq baru baca novelnya, indah juga meski butuh konsentrasi untuk memahaminya :D

    ReplyDelete
  2. semakin pengen baca setelah baca review2 BBI hari ini tentang buku ini =)

    ReplyDelete
  3. Hello,
    Udah lama penasaran sama buku ini, apalagi hari ini ada beberapa review dari BBI.
    Moga ada di IBF :D

    ReplyDelete
  4. Wah lucu banget. Aku selalu suka kisah2 tentang binatang. Kemarin sempet liat buku ini di rental depan kantor tapi aku malah pinjem buku yang lain. Tau buku ini bisa masuk posting bareng BBI aku pinjem buku ini aja.
    Aku cuma tau Rudyard Kipling gara2 Mowgli. Itupun karena kartunnya. Hehehe

    ReplyDelete
  5. aku punya karya Rudyard Kipling yang judulnya Kim..tapi, masih jadi timbunan, belum kebaca.. :B

    kayaknya beliau emang spesialis bikin cerita anak ya..
    *sotoy* *hahah* :D

    ReplyDelete
  6. short story tnyata, sy jg kurang suka baca short story. kurang ngena gitu :)

    ReplyDelete
  7. ih ulang tahun Rudyard sama kaya aku nih #bangga. btw, kakak satu ini selalu keren kalo bikin resensi :)) makasih ya kakak

    ReplyDelete
  8. tidak menikmati ya mbak? sama mbak. he he he he he he he

    ReplyDelete
  9. Imajinasinya emang keren yah. Kagum dibuatnya

    ReplyDelete
  10. Sama kayak yg lain, gegara sering direview makin penasaran sama buku ini

    ReplyDelete
  11. Cerita2nya menarik2 bgt kayaknya. Bisa jadi inspirasiku buat berdongeng ke anak nih ;)

    ReplyDelete
  12. Bukunya indahhhhh, wajib dan sangat cocok untuk koleksi perpus. makasih reviewnya

    ReplyDelete
  13. Eh ini janjian sama mas Review Buku dan mba Aleetha ya kok bukunya samaan? hehehe.. Tapi cuma bintang 3 ya? Mungkin karena lagi ngga mood, atau emang kurang cocok sama imajinasi penulisnya?

    ReplyDelete
  14. wah banyak yang ngereview buku ini ya?
    jadi pengen baca juga..
    Kipling belum [pernah saya baca sama sekali

    makasih udah sharing stefanie

    ReplyDelete
  15. @HobbyBuku: yah, kayaknya yg butuh bnyk konsentrasi tuh yg sulit buat aku cerna xD

    @Astrid: ayo baca klo tertariikk :D:D lumayan nih buat bacaan ringan ^^

    @Dessy: halo jugaa ^^

    @Sabrina: iya samaa :'( meskipun ceritany sebetulnya menarik, tapi aku jdi krg smangat bacanya..

    @muchidariyanto: makasih yaa :)))

    @ReviewBuku: iya kurang begitu menikmati ceritanya nih :(

    @Ana: nggak janjian loh :P aku juga baru tau klo Review Buku sm mba Ally baca ini juga xD mgkn lagi nggak mood aja yah, atau mmg dari sanany krg cocok baca cerpen :D

    @Helvry: iya trnyata lumayan bnyk yg baca buku ini ^^ sama2 :DD

    ReplyDelete
  16. Walau nih buku tipiss.. tapi gua kaga kelar bacanya, hahahahaha.. rasanya kurang apa yaa? Kurang nyambung and rasa ketertarikannya kurang kuat, hehehe.. bukan berarti ceritanya ngga bagus sih, tapi ngga sesuai ama selera gua pada saat membacanya :))

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...