Thursday, July 19, 2012

Book Review: Syarat Jatuh Cinta by Marin Josi & Purba Sitorus

.
BOOK review
Started on: 17.Juli.2012
Finished on: 17.Juli.2012

Syarat Jatuh Cinta by Marin Josi & Purba Sitorus

Judul Buku : Syarat Jatuh Cinta
Penulis : Marin Josi & Purba Sitorus
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 238 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 35,700 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 5/5

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Hei. Ini bukan lelucon. Aku akan kurus, cantik, dan punya rambut panjang. Kalau aku memenuhi itu semua, kamu harus mau jadi pacarku. Akan aku buat kamu berlutut menyatakan cinta. Aku akan berdiri tegak menolakmu mentah-mentah."

Alana, seorang gadis dengan tubuh gemuk, memutuskan untuk berjuang keras masuk ke SMA Harapan sejak pertemuannya dengan Asta di tempat bimbingan belajar. Sejak Asta memberinya pertolongan sewaktu Alana dalam keadaan terjepit, Alana sama sekali tidak bisa melupakan lelaki itu. Dengan penuh tekad, Alana belajar keras agar bisa masuk ke SMA yang dituju oleh Asta. Perjuangannya pun tidak sia-sia karena ia telah berhasil masuk ke SMA Harapan dan menemukan Asta; sayangnya lelaki itu sepertinya sama sekali tidak mempunyai memori sedikitpun tentang Alana.

Sejak Alana masuk SMA dan sering menguntit kecengannya yang bernama Asta itu, ia sedikit demi sedikit mengetahui tabiat Asta yang playboy dan suka gonta-ganti pacar. Sayangnya, Alana sepertinya sudah buta dan tetap memiliki perasaan yang amat sangat dalam untuk Asta. Sahabat Alana yang bernama Fio, merasa kasihan melihat sahabatnya terus-terusan memendam perasaan. Fio pun menyuruh Alana untuk segera mengungkapkan perasaannya pada Asta sehingga Alana juga bisa mengetahui bagaimana perasaan lelaki itu terhadapnya. Fio sama sekali tidak menyangka, bahwa Alana akan benar-benar menyatakan perasaannya pada Asta.

"Susahnya menjadi orang gendut. Bergerak sedikit saja maka kulitnya langsung lembap mengeluarkan keringat. Alana berjalan cepat melewati poster-poster iklan. Tidak perlu dilirik. Pasti isinya makhluk cantik. Standar. Daripada nanti mengasihani diri sendiri, Alana lebih mementingkan kesehatan jiwanya."

Mengumpulkan semua keberanian yang ia miliki, Alana meminta Asta untuk ngobrol berdua saja. Tentu saja, perempuan seperti Alana tidaklah masuk dalam kategori yang bisa menjadi pacar Asta. Lelaki itu berusaha sehalus mungkin menolaknya, akan tetapi Alana malah salah sangka dan marah-marah kepada Asta; mengatai lelaki itu di depan banyak orang. Asta yang kemarahannya ikut tersulut, mengatakan terang-terangan kepada Alana, bahwa ia tidak menyukai perempuan gendut; ia menyukai perempuan dengan rambut panjang, tubuh ideal dan terawat. Mendengar hal itulah, muncul sebuah ide gila di benak Alana yang telah menjadi liar karena amarahnya. Ia membuat pertaruhan dengan Asta, bahwa ia akan berubah jadi kurus, cantik, dan berambut panjang; seperti gadis ideal seorang Asta. Saat itu terjadi, Alana akan membuat Asta menyatakan cinta padanya, dan mempermalukan lelaki itu dengan menolaknya di depan umum. Sejak hari itu, pertarungan sengit antara Alana dan Asta pun dimulai.

Akankah Alana berhasil memenuhi syarat cinta Asta? Siapakah yang akan memenangkan pertaruhan? Apakah perasaan mereka akan berubah seiring dengan kedekatan mereka yang dipenuhi dengan pertengkaran?

Baca kisah selengkapnya di Syarat Jatuh Cinta.


Sejujurnya, alasan pertama aku membeli buku ini adalah karena desain sampulnya yang super unyu, dan tanpa sadar aku langsung memesan buku ini secara online. Dengan melihat nama penulis yang tidak pernah aku dengar sebelumnya, aku tidak mempunyai ekspektasi sama sekali apa yang akan aku dapat dari buku ini. Setelah mulai membaca halaman demi halaman, aku mengetahui alasan di balik cover yang super unyu - yaitu karena cerita ini cerita teenlit. Kalau boleh aku bilang, tema percintaannya khas teenlit banget: karakter perempuan yang penuh dengan kekurangan menyukai sang karakter laki-laki yang hampir sempurna, lalu kecewa dengan tabiat lelaki itu yang tidak seperti dugaannya, kemudian berakhir jatuh cinta. Klise, memang. Tetapi entah mengapa aku amat sangat menikmati buku ini; dengan karakter Alana dan Asta yang jika digabung menjadi manis dan kocak, dan alur sederhana tetapi berhasil menghiburku dengan baik. Gaya penulisan ceritanya pun sama sekali tidak membosankan, definitely a great debut :)

Yang paling membuatku menyukai buku ini adalah karakter-karakternya yang menurutku sangat unyu. Karakter Alana yang spontan, meledak-ledak, tetapi sekaligus polos dan lugu itu memang adalah sasaran yang empuk untuk diisengin oleh orang macam Asta. Sedangkan karakter Asta dengan mulutnya yang tajam dan cengiran noraknya, meskipun di awal aku benar-benar merasa ia adalah lelaki kurang ajar yang brengsek (sampai-sampai aku turut senang kalau Alana membalas kelakuan Asta dengan keji), di bagian akhir cerita ini aku dibuat lega karena kebencianku pada Asta seketika surut. Mungkin aku tidak menceritakan banyak tentang karakter di ringkasan cerita, tapi menurutku chemistry antara Alana dan Asta ini sangat menggemaskan.

Aku tidak akan memperpanjang review ini, dan hanya akan menyimpulkan bahwa buku ini adalah teenlit yang menyenangkan dan menghibur menurutku. Buku ini sangat cocok menjadi bacaan ringan yang dapat dihabiskan dalam waktu yang cukup singkat. Lastly, aku tidak akan lupa memberikan acungan jempol untuk desain sampul buku yang telah merayuku untuk membeli buku ini. I'm such a big fan of Jeffri Fernando! Dan aku akan menanti buku selanjutnya dari dua pengarang baru ini :))



by.stefaniesugia♥ .

6 comments:

  1. Kayanya ceritanya seruu.. Jadi kepengen baca deh.

    ReplyDelete
  2. wah..jadi pengen baca juga >__<
    btw, baca ringkasannya jadi inget Jemima Jones nya Jane Green. tentang cewe gendut juga. tapi itu bukunya chicklit ^^

    ReplyDelete
  3. @Nana: iyaa lucu nih ceritanya :P ayooo dibacaa ;)
    @Stefani: ayo bacaa ^^

    ReplyDelete
  4. hai stefanie sugia....
    aku marin josi one of writer dalam novel ini. Makasih ya udah buat review dari buku yang udah kami buat. Jadi terharu biru dangdut deh rasanya. :D
    thx buat supportnya, jadi gemes juga ngelanjutin draft novel selanjutnya.

    ReplyDelete
  5. Stef, aku lagi baca buku ini. Gila ya, hampir 4 tahun kemudian. Hihi. Kacau banget si Alana

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...