Wednesday, May 30, 2012

Book Review: Sapporo No Niji by Hapsari Hanggarini

.
BOOK review 
Started on: 27.Mei.2012
Finished on: 29.Mei.2012

Sapporo No Niji by Hapsari Hanggarini

Judul Buku : Sapporo No Niji
Penulis : Hapsari Hanggarini
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 232 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 35,700 (http://pengenbuku.blogspot.com/)

Rating: 2/5

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Hiroshi. Siapa lagi yang telah menumbuhkan bunga-bunga itu di dalam hati Lala. Perhatian-perhatian kecilnya selalu mampu mengusik hati, membuat hari-hari Lala terasa semakin hangat dan membahagiakan."

Kisah ini menceritakan kehidupan seorang Lala; gadis Indonesia yang melanjutkan studinya di Sapporo, Jepang. Setibanya di sana, Lala secara tidak sengaja bertemu dengan seorang lelaki yang ia sebut-sebut sebagai si Kakkoii - yang artinya tampan/keren. Tak disangkanya, Lala terus-menerus berpapasan dengan lelaki itu; bahkan sampai tahap ia menduga lelaki itu membuntutinya. Hal yang lebih mengejutkannya, si Kakkoii itu ternyata tinggal di seberang apartemen tempat Lala tinggal. Tak lama kemudian, si Kakkoi itu memperkenalkan diri pada Lala; namanya Yamada Hiroshi.

Hiroshi kemudian mengajak Lala pergi, dan ia mengajak seorang temannya yang bernama Alvin - yang adalah orang Indonesia juga - untuk ikut bergabung. Sejak pandangan pertama Alvin terhadap Lala, ia pun seketika terpesona. Akan tetapi, ia harus dihadapkan dengan Hiroshi yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian kepada Lala; dan perempuan itupun menanggapi perhatian Hiroshi dengan sangat baik. Sedangkan Alvin, meskipun sudah berusaha untuk memulai pembicaraan dengan Lala, selalu ditanggapi dengan setengah-setengah. Alasannya pun sudah amat jelas; Lala memang sejak dulu ingin mempunyai kekasih orang Jepang.

Sejak hari itulah Alvin terus berusaha mendekati Lala; meskipun dengan adanya Hiroshi yang sepertinya melakukan hal yang sama. Meskipun Lala memberikan respon yang kurang baik terhadap Alvin, tetapi lelaki itu pantang menyerah. Padahal hati Lala sepertinya sudah terlanjur jatuh kepada Hiroshi yang amat baik hati dan selalu menunjukkan perhatian yang luar biasa kepadanya. Akan tetapi anehnya, setiap kali Hiroshi pergi dengan Lala, lelaki itu tidak pernah lupa mengajak Alvin untuk pergi bersama. Apakah alasan Hiroshi sengaja melakukan itu?

"Ah, Hiroshi. Walaupun baik setengah mati, Nihon jin itu seperti sebuah duri dalam daging bagi Alvin; kecil, tetapi cukup mengganggu. Duri kecil yang membuatnya tak nyaman, membuat jalannya mendekati Lala terasa menyempit dan tak mudah. Namun, mustahil saat ini untuk menyingkirkannya. Hiroshi seakan-akan sudah menjadi bayang-bayang Lala, menjadi bagian hidup Lala yang tak terpisahkan."

Usaha Alvin mendekati Lala masih harus dipersulit dengan kehadiran orang Jepang lain yang bernama Mori Daigo; seorang lelaki yang mereka temui saat melihat pertandingan bisbol. Akan tetapi perkenalan antara Daigo dan Lala anehnya membuat Hiroshi marah setengah mati. Hiroshi dengan keras melarang Lala untuk berbicara pada orang asing. Bahkan kali kedua Daigo menemui Lala, Hiroshi menjadi sangat marah dan sikapnya sedikit berubah terhadap Lala. Perempuan yang hatinya sudah direbut oleh Hiroshi itu pun menjadi sedih melihat perubahan Hiroshi. Ada masalah apa sebenarnya antara Hiroshi dan Daigo?

Baca kisahnya di Sapporo No Niji

Maaf sekali jika harus aku katakan bahwa buku ini tidak habis kubaca. Tentunya aku membuka sampai halaman terakhir, tetapi hanya untuk mencari tahu ending-nya; dan kemudian dibuat kecewa dan sedikit-banyak sebal. Hal pertama yang paling membuatku kurang menikmati buku ini adalah karakter utamanya: Lala. Sebenarnya tidak terlalu jelas mengapa tiga lelaki ini bisa begitu tergila-gila dengan Lala; yang dideskripsikan menarik hanyalah fisik Lala. Yang aku bingungkan, tanpa adanya kejadian atau faktor lain yang bisa membangun hubungan mereka, perasaan yang dituliskan seolah-olah cinta mereka dalam sekali. Hal tersebut membuatku tidak simpati kepada karakter-karakter yang ada dalam buku ini; aku bahkan merasa perasaannya dangkal sekali - menyukai seseorang hanya sebatas penampilan fisik saja. Dan karakter Lala yang katanya sudah jatuh hati pada Hiroshi, kok masih tetap menanggapi perhatian dari Alvin dan Daigo? Hmm... bukan tipe karakter cewek yang aku sukai.

Alur ceritanya sendiri pun sangat datar sekali; bahkan rahasia tentang Hiroshi dan Daigo yang seharusnya menimbulkan rasa penasaran sangat mudah tertebak olehku. Padahal seharusnya masa lalu Hiroshi yang cukup emosional itu bisa diperdalam dan ditelusuri dengan lebih baik, tetapi malah hanya sambil lalu saja diceritakan. Tidak ada adegan-adegan yang menimbulkan excitement atau memancing emosi. Begitu pula dengan Alvin, salah satu karakter yang paling aku kasihani; karena sudah dari pertama dicuekin sama Lala, tetap terus berusaha,  kemudian hilang dari cerita karena banyak lebih fokus pada Hiroshi dan Daigo, kemudian baru muncul lagi menjelang akhir. Apalagi ending-nya.. aku benar-benar nggak mengerti. *deep sigh* Kalau menurutku, buku ini lebih mengarah pada penggambaran kehidupan di Jepang daripada cerita tentang kisah cinta Lala dengan tiga lelaki.

Rating 2 aku berikan atas penulisan yang aku rasa cukup baik, meskipun isinya kurang begitu mendukung; dan juga covernya yang manis dan aura jepangnya terasa sekali. Anyway, semua ini hanyalah pendapatku secara pribadi; mungkin saja beberapa orang akan menikmati dan menyukai buku ini :)



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 // Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-61225/sapporo-no-niji.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html



by.stefaniesugia♥ .

4 comments:

  1. Segitu gak bagusnya ya kak? :( padahal aku udh beli.. Belum dibaca emang. Jd unmood deh bacanya. Hehe :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurutku sih gituu :) coba baca aja, siapa tau kamu lebih menikmati buku ini daripada aku ;))

      Delete
  2. Ah, akhirnya ada juga buku yang diberi rating rendah sama Stefanie. :P (belum baca semua post lama sih, tapi sejauh ini yang paling rendah yang aku lihat hanyalah bintang 3)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyaa aku memang jarang kasi rating 2 :p *murah hati nihh* hihi ;)

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...