Saturday, May 12, 2012

Book Review: One Last Chance by Stephanie Zen

.
BOOK review
Started on: 9.Mei.2012
Finished on: 10.Mei.2012

Judul Buku : One Last Chance
Penulis : Stephanie Zen
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal :  288 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 45,000 (http://www.bookoopedia.com)

Rating: 4/5

"Balas dendam, no matter how sweet it is, nggak akan pernah membuatmu bahagia, Dri. Just forgive. Let go, and let God do the rest. You'll be much happier."
Kalau ia menuruti nasihat Aidan, nanti patah hatinya tak akan bisa menghasilkan royalti lagi dong?



---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Adrienne Vanessa Hanjaya. 
Seorang novelis yang cukup terkenal karena buku yang ia tuliskan selalu menjadi best seller. Rahasianya selama ini, Adri selalu menuliskan kisah nyata pengalaman patah hatinya bersama pria-pria yang sudah mengecewakannya. Sejauh ini sudah tiga buku best seller yang berhasil ia terbitkan, dan sudah tiga lelaki yang membuatnya patah hati luar biasa. Dalam kisah-kisah yang ia tuliskan, Adri tidak sungkan-sungkan menggunakan nama asli lelaki yang telah melukainya; dan dalam novel-novelnya, karakter lelaki itu selalu berakhir nahas, sedangkan karakter perempuannya berakhir dengan bahagia.  Dengan semua pengalaman yang sudah ia lalui, Adri mempunyai prinsip hidup yang selalu ia pegang baik-baik: "Tak boleh ada patah hati yang tak menghasilkan royalti".


Kehidupan Adri yang selama ini penuh dengan kisah patah hati memperoleh sedikit cercah harapan ketika ia bertemu dengan seorang lelaki saat melakukan pelayanan Bakti Sosial di Tosari. Lelaki itu adalah seorang calon dokter bernama Danny Husein. Sejak pandangan pertama, Adri mempunyai ketertarikan luar biasa pada Danny. Dengan bantuan sahabat-sahabatnya, Adri pun berhasil berkenalan dengan Danny. Sejak hari itu, hari-hari Adri pun dipenuhi kebahagiaan karena semakin lama ia semakin akrab dengan Danny.

Sayangnya, Adri tidak mempunyai keberanian untuk mengungkap tentang prinsipnya yang selalu menulis kisah patah hatinya menjadi sebuah novel. Dan yang tidak diketahui oleh Adri adalah, bahwa sebenarnya Danny sudah pernah mendengar tentang hal itu dari seseorang. Akan tetapi, selama Dani berusaha membuktikan kebenaran tersebut, Adri selalu berbohong dan menutupi fakta tentang kehidupannya yang satu itu. Dan apa daya Adri ketika Danny menjadi salah paham dengan semua yang ia lakukan? Bahkan masalah Adri tidak berhenti sampai disitu; berbagai masalah bertubi-tubi datang menyerangnya. Mungkin ini semua adalah karma atas dendam manis yang telah ia balaskan kepada lelaki-lelaki yang telah menyakiti hatinya. Akankah Adri berhasil meyakinkan Danny bahwa ia benar-benar mencintainya?

"Ia takut, semakin banyak mengarang kebohongan, ia akan lupa apa saja yang sudah dikatakannya pada Danny, dan pada akhirnya justru akan membongkar kebohongannya sendiri."

Baca kisah selengkapnya di One Last Chance


Sudah cukup lama aku tidak membaca tulisan Stephanie Zen; terakhir kali mungkin adalah saat ia menulis buku-buku teenlit remaja. Dan jujur saja aku sedikit bingung harus menuliskan ringkasan cerita yang seperti apa untuk buku ini; karena dengan membaca back cover-nya sendiri, pasti sudah bisa mengerti isi cerita ini akan seperti apa. Alur cerita buku ini sebenarnya sangat sederhana, tidak rumit, bahkan mungkin akan sangat mudah ditebak; karena alur cerita yang seperti ini nampaknya sudah cukup sering digunakan. Aku juga sedikit menyayangkan kurangnya interaksi antara Adri dan Danny, karena beberapa porsi cerita lebih terfokus pada kehidupan Adrienne sebagai seorang novelis, hubungan Adri dengan sahabatnya - Keyla, dan juga hubungan keluarga Adri. Meskipun percintaan Adri dan Danny terasa cukup manis, aku masih menginginkan lebih. Akan tetapi, aku tidak bisa menyangkal bahwa aku sangat menikmati penulisan Stephanie Zen yang sangat nyaman untuk dibaca. Oleh karena itu, meskipun aku sedikit banyak sudah bisa menebak rahasia permasalahan dan penyelesaiannya, aku tetap bersemangat membaca bahkan tidak bisa berhenti semalaman. 

Bagian favoritku dalam buku ini tentu saja adalah ending-nya yang manis. Yah, meskipun sebenarnya sudah bisa ditebak kalau akan berakhir demikian, aku tetap tidak bisa menahan senyum karena Danny dan Adri. Salah satu bagian favoritku yang lain adalah quote dari C.S. Lewis yang dicantumkan dalam cerita ini:

"Everyone says forgiveness is a lovely idea, until they have something to forgive." 
- C.S. Lewis

Saat membaca quote tersebut, aku dibuat terdiam sebentar dan meresapi kata-katanya. Kemudian aku mengangguk menyetujui betapa benarnya pernyataan tersebut; bahwa semua orang selalu berkata bahwa memaafkan adalah jalan dan cara yang terbaik. Akan tetapi ketika diri mereka sendiri yang harus memaafkan? Melakukan hal tersebut tentu saja tidak semudah mengatakannya. Hal ini juga-lah yang menjadi salah satu pelajaran berharga yang kudapat dari buku ini; bahwa kita semua harus belajar untuk memaafkan. Seperti hal-nya Adri dalam buku ini yang terus-menerus menyimpan dendam kepada lelaki-lelaki yang sudah menyakiti hatinya, bahkan membalaskan dendam itu lewat menuliskan kisah-kisah hidupnya. Dan ketika Adri sudah berhasil melepaskan dendam itu, memaafkan semua yang telah menjadi masa lalunya, betapa banyak hal baik yang hadir dalam kehidupan Adri kemudian. Aku pun percaya, jika kita memberikan maaf dengan hati yang tulus, hal-hal baik akan mengikuti di belakang kita :) 

Overall, a nice book :) Selain dari plot-nya yang cukup tertebak dan umum, aku sangat menikmati membaca buku ini. 





--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 // Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-60871/one-last-chance.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

  1. It's all about forgiveness... and revenge. Kke.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...