Thursday, May 3, 2012

Book Review: The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta

.
BOOK review
Started on: 1.Mei.2012
Finished on: 2.Mei.2012

Judul Buku : The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta
Penulis : Alanda Kariza, Fajar Nugros, Farid Gaban, JFlow, Matatita, Rahne Putri, Richard Miles, Riyanni Djangkaru, Windy Ariestanty, Ve Handojo, dll.
Penerbit : GagasMedia
Tebal : 256 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 48,500  (http://www.bookoopedia.com)

Rating: 3/5

"Packing itu belajar memilih, mana-mana saja yang kita bawa dan pertahankan, seperti halnya memilih siapa yang akan kita masukkan ke hati. Hidup adalah perjalanan, hati adalah koper. Baca secukupnya di dalamnya. Tinggalkan yang memberatkanmu, singkirkan yang merepotkanmu."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
Buku The Journeys 2: Cerita dari Tanah Air Beta ini berisikan 12 cerita perjalanan dari 12 orang yang berbeda. Hal yang membedakan buku ini dengan buku perjalanan yang lain adalah, 12 kisah ini menceritakan petualangan mereka menjelajahi Indonesia; mengetahui keindahan budaya negara Indonesia dan menemukan tempat-tempat eksotis yang amat luar biasa. Buku ini diawali dengan kisah perjalanan Ve Handojo, yang berjudul: Berburu Gajah, Garuda, dan Naga ke Trusmin. Awal mula ketika membaca judul kisah ini, aku mengira bahwa cerita ini akan menceritakan petulangan berburu gajah (dalam arti yang sebenarnya). Namun ternyata aku salah besar, perjalanan ini adalah perjalanan mengenal batik; lewat Bu Ninik Ichsan, yang adalah generasi kelima pelestari budaya dan tradisi membatik. Lewat kisah sederhana ini, kita dibawa mengenal makna dan kisah tentang batik; mengetahui betapa budaya batik Indonesia ini dipandang sungguh luar biasa oleh seluruh dunia. Sungguh aneh bukan, jika kita yang orang Indonesia sendiri malah memandangnya biasa-biasa saja?

Kisah-kisah berikutnya yang dituliskan oleh orang-orang yang berbeda banyak menceritakan tentang petualangan mereka menjelajah tempat-tempat di Indonesia. Salah satu yang berjudul Mola Fiesta, yang ditulis oleh Riyanni Djangkaru, mengisahkan petualangan diving-nya di Sanur. Lewat judulnya, bisa ditebak bahwa dalam petualangannya itu, ia bertemu dengan Mola Mola; ikan yang ukurannya tidak sampai satu sentimeter ketika baru menetas, bisa sebesar 1.8 meter dalam waktu 15 bulan. Ada pula perjalanan yang berjudul Berziarah ke Digul, Penjara Tak Bertepi yang ditulis oleh Farid Gaban; dimana ia membawa kita ke Papua Nugini, mengunjungi sebuah penjara yang penuh dengan sejarah. Berbagai macam perjalanan lain seperti pergi ke Lombok, Bali, Pulau Sempu, dan masih banyak lagi. Ada pula perjalanan Richard Miles yang berjudul Salatiga: Sejuh, Segar, Tujuh Benar yang penuh dengan celetukan lucu yang amat menghibur.

Setiap tulisan dalam buku ini menyuguhkan kisah dan kesan tersendiri. Lewat buku The Journeys 2 ini, kita dibawa pergi menjelajah tempat-tempat yang luar biasa di Indonesia, bahkan tempat-tempat yang tidak pernah aku ketahui maupun dengar sebelumnya. Penasaran dengan kisah-kisah petualangan menjelajah Indonesia yang lain?

"Saya belajar banyak tentang hidup berdampingan dalam perbedaan, dan bahwa sesungguhnya kebahagiaan dalam hidup bisa datang dari hal-hal yang sederhana."

Baca selengkapnya di The Journeys 2.


Jujur saja, aku sendiri bukanlah orang yang memiliki hobi traveling. Memang pernah beberapa kali punya pengalaman ke luar negeri, tapi itu pun atas dasar "berlibur bersama keluarga" yang tidak mungkin bisa ditolak. Secara pribadi, aku tidak begitu menyukai traveling, bahkan jalan-jalan ke mal pun hanya saya lakukan jarang-jarang. Kesimpulannya, aku adalah orang yang lebih memilih tinggal di rumah, ditemani buku, menjelajah dunia lewat tulisan-tulisan yang bisa membuatku bebas berimajinasi. Lalu apa sebenarnya alasanku membeli dan memutuskan untuk membaca buku ini?

Awalnya aku tertarik karena ada nama Alanda Kariza dan Windy Ariestanty yang tertulis di sampulnya. Alasan kedua, aku tertarik dengan kata-kata "Cerita dari Tanah Air Beta", yang artinya perjalanan-perjalanan ini menceritakan tentang negara kita Indonesia. Tentu saja yang aku temukan dalam buku ini sesuai dengan ekspektasiku, cerita-cerita perjalanan yang dituliskan sangat beragam dan kebanyakan adalah pengalaman yang sangat unik. Bagiku yang belum pernah menjelajah Indonesia (hanya sering ke Jakarta, dan di kandang sendiri: Surabaya), membaca cerita-cerita yang ada dalam buku ini memberikan banyak pengetahuan dan pandangan yang baru terhadap Indonesia. Membuatku jadi tahu ada begitu banyak tempat yang sangat indah di Indonesia, yang tidak perlu jauh-jauh dicari sampai ke luar negeri. Hanya dengan membaca buku ini, aku dibawa pergi ke berbagai tempat yang baru bagiku dan membuatku seolah pergi "berlibur" sesaat. Buku ini juga membuatku kelaparan di malam hari karena banyak membahas perjalanan kuliner yang melibatkan gudeg, ayam taliwang, ikan bakar, dan lain-lain.

Penulisan setiap cerita dalam buku ini tentunya berbeda-beda, karena setiap kisah ditulis oleh orang yang berbeda. Ada beberapa yang penulisannya terasa nyaman dan menarik, akan tetapi ada pula yang menurutku terlalu monoton bahkan terkadang seperti sedang membaca buku sejarah. Mengingat aku sendiri bukanlah penggemar berat sejarah, aku kurang bisa menikmati beberapa bagian tertentu. Meskipun begitu, aku tetap merasa buku ini telah memberiku wawasan dan banyak pengetahuan baru. Semoga aku bisa mempunyai kesempatan untuk menjelajahi Indonesia :)

"Bagi saya, peti itu seperti sebuah bejana waktu dengan satu lubang di dasarnya. Perlahan tapi pasti isinya akan habis. Itulah garis batas hidup. Nanti kita sudah tidak punya waktu lagi di dunia. Semoga saya tidak pernah menyia-nyiakannya."

 
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
 // Lomba Estafet Review Buku //
Buku ini dapat kamu peroleh di Toko Buku Online Bookoopedia.com | FB bookoopedia | Twitter @bookoopedia
http://www.bookoopedia.com/id/book/id-59981/the-journeys-2.html
So, selanjutnya aku menyerahkan tongkat estafet ini kepada temanku, di blognya:
Ayo tulis review di blogmu, siapa tau ntar kamu yang menang lho! http://www.bookoopedia.com/id/berita/id-88/lomba-estafet-review-buku.html
 
by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...