Monday, October 10, 2011

Reading: Ayahku (Bukan) Pembohong

CURRENTLY reading

 this is my second time reading Tere-Liye's book. the first one was titled Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin. it was quite a good book and i'm very impressed with how the author writes so beautifully and feels kind of poetic. so i decided to read another work by this author. the title is very interesting, and it makes me decide to buy this book. from the blurb, i assume that this book is going to be about family; since the title itself tells about father. ◠‿◠ so here's the blurb of the book in indonesian:

Kapan terakhir kali kita memeluk ayah kita? Menatap wajahnya, lantas bilang kita sungguh sayang padanya? Kapan terakhir kali kita bercakap ringan, tertawa gelak, bercengkerama, lantas menyentuh lembut tangannya, bilang kita sungguh bangga padanya?

Inilah kisah tentang seorang anak yang dibesarkan dengan dongeng-dongeng kesederhanaan hidup. Kesederhanaan yang justru membuat ia membenci ayahnya sendiri. Inilah kisah tentang hakikat kebahagiaan sejati. Jika kalian tidak menemukan rumus itu di novel ini, tidak ada lagi cara terbaik untuk menjelaskannya.

Mulailah membaca novel ini dengan hati lapang, dan saat tiba di halaman terakhir, berlarilah secepat mungkin menemui ayah kita, sebelum semuanya terlambat, dan kita tidak pernah sempat mengatakannya.
 hope i'll be impressed with this one ;)


by.stefaniesugia♥

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...