Thursday, December 12, 2013

Book Review: Red Dragon (Naga Merah) (Hannibal Lecter, #1) by Thomas Harris

.
BOOK review
Started on: 29.November.2013
Finished on: 6.December.2013

Judul Buku : Red Dragon (Naga Merah) (Hannibal Lecter, #1)
Penulis : Thomas Harris
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 520 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 51,000 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4/5

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Peri Gigi akan terus mengulangi perbuatannya, sampai kita lebih cerdik atau lebih beruntung. Dia tidak akan berhenti."
"Kenapa?"
"Karena dia punya selera murni untuk itu."
Will Graham adalah mantan spesialis forensik di FBI. Ia mengundurkan diri sejak kejadian yang menimpa dirinya sewaktu menangkap Hannibal Lecter (yang dikenal sebagai 'Hannibal si Kanibal') - seorang psikopat yang luar biasa cerdas. Meskipun luka-luka di tubuhnya sudah sembuh walaupun masih meninggalkan bekas, Will merasa kesulitan untuk kembali ke pekerjaannya yang lama. Akan tetapi kedatangan seorang teman lama bernama Jack Crawford di tempat tinggalnya yang baru - yang nyaman dan menyenangkan - membawa Will Graham kembali kepada masa lalunya. Jack Crawford meminta bantuan Will untuk menyelidiki kasus pembunuhan terhadap dua keluarga di Birmingham dan Atlanta. Pelakunya diduga adalah seorang psikopat. Dan akhirnya, Will Graham pun kembali ke dunia penyelidikan yang kelam.

Pembunuhan yang dilakukan oleh seseorang yang dijuluki Peri Gigi itu merenggut nyawa seluruh anggota keluarga yang ada di dalam rumah. Selain itu, sang pembunuh selalu melakukan penyiksaan dan pelecehan secara seksual terhadap wanita di keluarga itu - dan ia menyusun mayat anggota keluarga yang lain berada dalam posisi menyaksikannya. Ia mendapat julukan Peri Gigi karena kebiasaannya menggigit lepas bagian tubuh korbannya. Penyelidikan Will Graham dimulai dari mengamati rumah para korban, tempat pembunuhan itu terjadi. Berbagai penyelidikan dilakukan, namun bukti yang mengarah kepada sosok di balik nama Peri Gigi tidak cukup banyak.
"Graham menatap cahaya empat persegi kosong di layar. Ia menyukai keluarga Leeds. Ia menyesal telah mengunjungi kamar mayat. Ia merasa orang sinting yang telah mengunjungi mereka mungkin juga menyukai mereka. Tapi orang sinting itu lebih menyukai mereka dalam keadaan yang sekarang."
Di dalam benak Will Graham, ada satu nama yang terpikir olehnya; seseorang yang ingin ia dengar pendapatnya. Orang itu adalah Hannibal Lecter, yang telah berhasil dipenjarakan oleh Will Graham tiga tahun silam. Pertemuannya kembali dengan Hannibal Lecter bukanlah sesuatu yang mudah, karena ia tahu Hannibal Lecter terlalu cerdas dan licik. Will Graham meminta bantuan Hannibal Lecter untuk melihat foto-foto kejadian, dan menanyakan dugaannya. Hannibal Lecter memberikan pendapatnya tentang pelaku pembunuhan tersebut. Namun tindakan Will Graham meminta bantuan kepada sang psikopat itu membawanya ke dalam bahaya yang lain.
"Kau tahu kenapa kau berhasil menangkapku, Will?"
"Selamat tinggal, Dr. Lecter. Kau bisa meninggalkan pesan untukku di nomor yang ada dalam arsip." Graham berjalan pergi.
"Kau tahu kenapa kau berhasil menangkapku?"
Graham telah menghilang dari pandangan Lecter, melangkah cepat ke pintu baja di kejauhan.
"Kau berhasil karena kita mirip" adalah hal terakhir yang didengar Graham sewaktu pintu baja itu menutup di belakangnya. Ia tidak merasakan apa-apa, kecuali ketakutan akan kehilangan perasaan mati rasa itu."
Seorang reporter bernama Freddy Lounds menuliskan berita tentang Will Graham yang menemui Hannibal Lecter untuk meminta bantuan. Berita tersebut terlihat oleh sang Peri Gigi. Ia adalah pengagum Hannibal Lecter - dan ia merasa hanya Lecter-lah yang akan memahami apa yang diinginkannya. Oleh karena itu ia memikirkan suatu cara yang cerdik untuk berkomunikasi dengan Hannibal Lecter. Will Graham beserta penyelidik yang lain kembali harus memecahkan teka-teki di balik surat rahasia dari Peri Gigi.

Tidak ada seorang pun yang tahu masa lalu sang Peri Gigi dan obsesinya terhadap Sang Naga. Will Graham hanya berusaha keras untuk mencegah pembunuhan ketiga yang akan dilakukan oleh Peri Gigi dengan menelusuri setiap bukti yang ditemukan. Mereka memiliki waktu kurang dari satu bulan sebelum bulan purnama - saat Peri Gigi akan kembali melakukan aksinya. Langkah yang diambil oleh Peri Gigi begitu hati-hati, sehingga menyulitkan para penyelidik untuk menemukan siapa sosok di balik julukan tersebut. Apakah Will Graham akan berhasil mencegah pembunuhan Peri Gigi yang ketiga? Atau malah Will Graham sendiri-lah yang akan menjadi korban selanjutnya?
"Studi Asia mengatakan tanda itu karakter Cina yang berarti "Kau berhasil" atau "Pukulanmu jitu" - ungkapan yang terkadang digunakan dalam perjudian. Tanda itu dianggap tanda "positif" atau "keberuntungan". Karakter itu juga muncul pada permainan Mah-Jong, kata pengamat Asia itu. Tanda Naga Merah."
Baca kisah selengkapnya di Red Dragon (Naga Merah).
image source: here. edited by me.
Ini adalah pertama kalinya aku membaca karya Thomas Harris, dan mungkin juga suatu kesempatan yang langka bagiku untuk membaca buku dengan tema thriller/suspense seperti ini. Sejujurnya, genre buku yang seperti ini seringkali aku hindari, karena aku cenderung penakut. Tapi karena Hannibal Lecter adalah nama yang sudah terkenal dimana-mana, sedangkan aku belum pernah menonton filmnya, aku menjadi tertarik. Oleh karena itu saat aku tahu buku terjemahannya akan dicetak ulang oleh GPU, aku memutuskan untuk membeli. Dan setelah sekian lama, akhirnya aku selesai membaca buku pertama dari trilogi Hannibal Lecter ini. Sebenarnya aku sedikit menyesal karena tidak membaca versi bahasa inggrisnya, tapi versi terjemahannya pun aku rasa sudah cukup bagus.

Red Dragon (Naga Merah) ditulis dari sudut pandang ketiga - sehingga pembaca bisa mengetahui segalanya secara lengkap dari berbagai sisi. Alur cerita buku ini pun cukup menegangkan; dari awal pembaca dibawa bersama dengan Will Graham, mengikuti setiap penyelidikan - sekecil apa pun. Mulai dari sidik jari yang tidak jelas, debu, sehelai rambut, dan lain sebagainya. Selain itu, ada juga beberapa hal yang tidak aku sebutkan di ringkasan cerita. Salah satunya adalah, pembaca diperkenalkan terhadap sosok "Peri Gigi" dan latar belakang sang pembunuh diceritakan dengan jelas. Pembaca juga dapat melihat betapa 'psikopat'-nya sang Peri Gigi itu. Awalnya aku cukup takut untuk mulai membaca, karena aku menduga akan ada banyak adegan pembunuhan yang seram sekaligus menjijikkan (tentu saja, karena pembunuhnya psikopat). Tapi ternyata tidak seburuk yang aku bayangkan. Tentu saja ada adegan yang membuatku sedikit mual saat membayangkannya di dalam pikiranku, dan aku harus berhenti sejenak sebelum melanjutkan - meskipun masih dalam tahap yang bisa ditoleransi. Selain itu, ada sedikit plot twist di penghujung cerita yang membuatku sedikit terkejut - dan awalnya aku sedikit bingung apakah itu hanya semacam halusinasi atau kenyataan. Ending-nya cukup memuaskan, dan aku rasa ada sedikit hint tentang buku yang selanjutnya (?). Aku semakin tidak sabar untuk membaca buku kedua dari seri Hannibal Lecter ini.

Ada cukup banyak karakter dalam buku ini, dan aku tidak mau terlalu repot dengan mengingat siapa yang bertugas di bagian penyelidikan apa, dan sebagainya. Satu-satunya yang menjadi fokusku dalam buku ini adalah Will Graham (sang karakter utama), Peri Gigi, dan tentunya Hannibal Lecter. Jujur saja aku sedikit kecewa karena di buku ini Hannibal Lecter tidak berperan banyak, karena sebagian besar ceritanya terfokus pada Peri Gigi. Padalah aku sudah jatuh cinta pada karakter Hannibal Lecter dalam momen singkat pertemuannya dengan Will Graham. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut Hannibal Lecter terasa cerdik dan terselip kelicikan di dalamnya - seolah ia mengetahui sesuatu yang tidak ingin kita ketahui. Bahkan hanya dengan membaca, aku seolah bisa merasakan aura-nya yang haunting sekaligus karismatik. Semoga di buku selanjutnya Hannibal Lecter akan lebih banyak berperan ^^

Secara keseluruhan, meskipun buku ini cukup tebal dan penyelidikannya terasa lama, aku puas dengan alur ceritanya. Aku juga sedikit kecewa dengan versi terjemahan ini karena banyak sekali typo yang bertebaran - sehingga aku khawatir apakah ada bagian yang salah diterjemahkan? Seperti yang sudah aku katakan, aku agak menyesal karena tidak membaca versi bahasa Inggrisnya. Semoga untuk buku yang kedua dan ketiga tidak ada banyak kesalah ketik yang sepele dan mengganggu. *Red Dragon (Naga Merah) ini sudah diadaptasikan ke layar lebar pada tahun 2002, dan aku berencana akan menontonnya - mungkin setelah aku selesai membaca seri Hannibal Lecter sampai akhir. Dilihat dari trailer-nya, aku rasa versi film melakukan banyak perubahan pada alur ceritanya. Bagi yang belum pernah menonton juga, silahkan lihat trailer film Red Dragon di bawah :^))

http://25.media.tumblr.com/b86f995fbe33e04825436d0e4caaf3df/tumblr_mx5eraj6w51s3h6j4o1_250.gif http://24.media.tumblr.com/57ec0a75735836e4d663ee30faf5d169/tumblr_mx5eraj6w51s3h6j4o8_250.gif
 
by.stefaniesugia♥ .

4 comments:

  1. Agak kaget pas tahu kamu nge-review buku ini, Stef. Tumben bangeeet! :p
    Congrats udah nyoba genre yang bukan 'zona nyaman' kamu. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihihi xD soalnya ak jg penasaran banget sm Hannibal Lecter, akhirnya maksa baca deh.
      dan ternyata lumayan enjoy jg sama genre ini ^_^ thanku!

      Delete
  2. iya bener, ini genre yang jarang muncul di bookie looker nih :D aku rencana pingin baca ulang serial ini, dulu pernah baca tapi lompat2 dan udah lupa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyahh xD emg jarang banget baca genre begini :D baca ulang ajahh, tp katany yg paling bagus silence of the lamb :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...