Tuesday, January 29, 2013

Book Review: The Naked Traveler 3 by Trinity

.
BOOK review
Started on: 24.January.2012
Finished on: 27.January.2012

Judul Buku : The Naked Traveler 3
Penulis : Trinity
Penerbit : B First
Tebal : 324 Halaman
Tahun Terbit: 2011
Harga: Rp 45,900 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 5/5
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

The Naked Traveler 3 lagi-lagi memberikan kesempatan bagi pembaca untuk jalan-jalan ke berbagai tempat di dunia lewat tulisannya. Buku yang berisi 11 bab dengan tema yang berbeda-beda ini menceritakan berbagai macam pengalaman Trinity saat traveling keliling dunia; berjudul Berani Coba?, Ternyata..., Tutup Mata Tutup Hidung, Yang Seru-Seru, Hiks!, Cinta Indonesia, Seandainya Kita, Beda, Gue Banget, Tips (Agak) Penting, dan Bisa Gila. Dalam buku The Naked Traveler yang ketiga ini, semakin banyak cerita yang lucu dan menambah wawasan. Dengan jumlah bab yang lebih banyak dari sebelumnya, buku ini pun berisi berbagai macam kisah yang variatif dan juga tips-tips yang perlu dibaca oleh para traveler.

Tentunya, ada banyak sekali kisah menarik dari The Naked Traveler kali ini, antara lain berjudul Berani Coba?: Laut Mati: Obat Nggak Bisa Berenang dan Obat Borok. Dalam bab Berani Coba?, Trinity menceritakan berbagai macam pengalaman yang unik sekaligus menarik, menantang pembaca untuk mencoba hal yang sama. Dan dalam kisah yang satu ini, ia menceritakan perjalanannya ke Laut Mati, yang diberi nama demikian karena tidak ada kehidupan di dalamnya karena kadar garam yang terlalu tinggi. Trinity menjelaskan bagaimana air di Laut Mati seperti minyak dan licin. Hal yang menarik adalah, semua orang akan secara otomatis mengapung meskipun tidak bisa berenang. Dan tentu saja, berita tentang keajaiban Laut Mati yang bisa memperhalus kulit telah dibuktikan sendiri oleh Trinity; yang tentu saja membuatku tergiur untuk pergi ke sana.
"Ya, pokoknya halus banget. Hebatnya lagi, lecet di kulit saya karena unta sialan itu langsung sembuh! Asli kering dan tak berbekas! Gila, kan? Malah, seorang cewek ABG di bus yang mukanya penuh dengan "kawah jerawat" pun langsung kering jerawatnya. Believe it or not!"
Cerita lain adalah Yang Seru-Seru: I Love You, Ninja!; bercerita tentang pengalaman Trinity pergi ke Ninja Museum di Jepang. Banyak orang yang seringkali salah kaprah tentang ninja; ada yang mengetahuinya dari Kura-Kura Ninja dan juga terpengaruh komik maupun film Hollywood. Para ninja sebenarnya adalah mata-mata yang - disebut oleh Trinity semacam James Bond - yang menganalisa kekuatan musuh dan memikirkan cara untuk mengalahkannya; tetapi tidak melawan musuh secara lansung. Dalam museum tersebut, terdapat berbagai pertunjukan ninja sekaligus bisa belajar langsung cara menggunakan shuriken - salah satu senjata ninja. Kisah ini sungguh membuatku menyadari bahwa seorang ninja jauh lebih hebat dari yang digambarkan oleh banyak kartun dan film.
"Ninja juga bisa menghipnotis orang, bisa mendengar ngorok orang melalui pipa khusus yang didengarkan melalui tanah, meramal angin dan cuaca, mengetahui kapan hujan akan turun dengan melihat bulan dan kapan hujan berhenti dari bentuk sarang laba-laba, bahkan dapat mengetahui waktu dengan melihat bola mata kucing!"
Dalam setiap buku The Naked Traveler, Trinity-pun selalu mendorong pembaca lewat tulisannya agar lebih mencintai negara kita sendiri, Indonesia. Seperti yang aku sudah sebutkan di awal, dalam buku ini mempunyai bab khusus yang berjudul Cinta Indonesia; salah satu kisah yang menarik untuk dibaca berjudul Mengapa Luar Negeri?. Kebanyakan orang menganggap bahwa traveling ke luar negeri lebih menarik daripada di Indonesia, tentu saja karena Indonesia masih memiliki banyak keterbatasan dalam fasilitas dan promosi pariwisata. Dan dalam cerita ini, Trinity menjelaskan dengan baik mengapa kita patut traveling di Indonesia.
"Bagi backpacker pemula, saya selalu menyarankan untuk memulainya di Indonesia. Modal awal backpacking itu lebih ke mental. Kita dipaksa keluar dari zona nyaman untuk bawa barang sesedikit mungkin, menggunakan transportasi umum, dan menginap seadanya. Setelah mental ditempa... baru, deh, segalanya akan terasa mudah... Saya sendiri pergi ke luar negeri setelah cukup banyak menjelajah tempat-tempat di Indonesia. Jadi, silakan buktikan "teori" saya."
"Makanya, sering jalan-jalan ke luar negeri... niscaya kita akan semakin cinta negara sendiri. Mengeluh tentang macetnya Jakarta? Pergilah ke Delhi. Mengeluh tentang motor-motor yang sembarangan di Jakarta? Silahkan ke Hanoi. Mengeluh tentang toilet di Jakarta atau Indonesia? Coba aja ke China!... Malu rasanya kalau saya lebih tahu tentang kota atau negara lain, tapi tidak mengenal kota tempat tinggal sendiri."
Selain kisah-kisah tersebut, masih ada sangat banyak cerita yang lainnya - mulai dari perbedaan traveling jaman dulu dan jaman sekarang, hal-hal yang menceritakan lebih banyak tentang kepribadian Trinity (bahkan pengalamannya masuk TV), dan tentu saja ada banyak tips-tips bagi para traveler. Lewat tulisan Trinity yang ringan, pembaca dapat memperoleh berbagai macam pengetahuan baru dan semoga dapat memberikan kesan yang lebih baik tentang negara kita, Indonesia :)

Baca kisah-kisah lainnya di The Naked Traveler 3.
image source: here. edited by me.
Jika kalian sudah membaca review-ku untuk The Naked Traveler dan The Naked Traveler 2 (klik judul untuk review), tentunya kalian sudah mengetahui dengan baik betapa aku sangat menyukai gaya penulisan Trinity yang sangat ringan dan menghibur. Entah mengapa, meskipun ini sudah buku ke-3 The Naked Traveler yang kubaca, aku tidak pernah bosan dengan pengalaman-pengalaman Trinity menjelajah berbagai macam tempat. Meskipun aku belum pernah pergi berlibur ke tempat-tempat seperti India, Israel, Filipina - hanya dengan membaca cerita dalam buku ini aku merasa sudah mengetahui banyak hal tentang tempat-tempat tersebut. Dan tentunya, seperti buku-buku yang sebelumnya, bermacam-macam pengetahuan baru yang dapat diperoleh lewat buku The Naked Traveler 3 ini.

Salah satu bab yang paling menarik dalam buku The Naked Traveler 3 (yang tidak aku tuliskan dalam ringkasan cerita di atas) menurutku adalah Ternyata...; karena dalam bab ini, ada banyak hal unik yang baru aku ketahui. Cerita yang berjudul Cowok Korea Unyu-Unyu? tentunya sangat menarik perhatianku, secara aku adalah satu dari banyak orang yang sudah terkena virus hallyu. Meskipun aku sudah pernah berlibur ke Korea Selatan sebelumnya, aku masih mempunyai mindset bahwa cowok Korea ganteng-ganteng seperti para artis/idolanya. Terlebih lagi gaya hidup orang Korea yang sudah maju dan lebih modern dibanding Indonesia tentu saja membuatku tertarik dengan negara itu. Akan tetapi setelah membaca kisah yang satu ini, aku cukup yakin bahwa memang tidak semua cowok Korea itu unyu-unyu seperti yang aku bayangkan selama ini. Meskipun banyak cewek-cewek yang katanya cantik, adanya begitu banyak tempat operasi plastik membuatku cukup meragukan 'keaslian' mereka...
"Menurut pejabat RS itu, 60% orang Korea usia 20-40 tahun pernah dioperasi plastik! Yang paling laku adalah operasi bikin lipatan mata (double eyelids) dan mancungin hidung. Pantes aja RS operasi plastik banyak banget di sana, sekecamatan aja ada 400 RS! Sesuai teori supply and demand, operasi plastik di Korea termasuk salah satu yang paling murah di dunia. Lalu saya pun mendengar gosip. Katanya mbak-mbak kantoran aja biasa melakukan operasi plastik pada saat waktu makan siang kantor."
Beberapa hal unik lain antaranya adalah tidak adanya French Fries di McD Prancis, padahal kan namanya sendiri menyebut "French" yang artinya Prancis. Ternyata, kentang goreng di Prancis disebut frites, dan French Fries yang literally berarti 'gorengan Prancis' itu adalah sebutan orang Amerika. Dan hal lain menarik yang aku temui dalam buku ini adalah budaya orang Yahudi yang mempunyai hukum Sabat yang sangat rumit. Hari Sabat yang aku ketahui memang adalah hari istirahat dari pekerjaan (alias hari Minggu atau hari nyantai); akan tetapi orang Yahudi ternyata benar-benar menjalankannya dengan patuh. Mereka tidak boleh bekerja, angkat barang, memasak, mengoperasikan mesin, memencet tombol, naik mobil, ataupun menulis!
"Eh, ada anak kecil main komputer hotel. Ibunya pun bilang, "Sayang, ini hari Sabat, kamu nggak boleh pencet keyboard, ya?"
"Yang paling ajaib, mereka dilarang agama untuk naik lift sehingga kalau mau ke kamar hotel harus naik tangga darurat. Kasian banget kalau kamarnya ada di lantai sepuluh! Saya baru tahu di hotel itu ada satu lift khusus yang disebut "Shabbat Elevator", artinya lift itu otomatis membuka dan menutup sendiri di tiap lantai sehingga orang Yahudi pada hari Sabat bisa naik lift tanpa memencet tombol!"
Kisah lain yang aku sukai dan aku ingat-ingat adalah yang berjudul "Tempat yang Pengen Didatengin Bersama Pasangan", dan Trinity menceritakan 5 tempat yang ia kategorikan sebagai tempat yang ingin ia datangi bersama pasangannya. Dan beberapa di antaranya juga aku masukkan ke dalam list yang sama (kalau nanti sudah punya pasangan :p), karena tempat-tempatnya terasa sangat romantis. Wakatobi juga adalah salah satu tempat yang sangat menarik perhatianku, secara judulnya sendiri menyebutnya sebagai Surga di Atas, Surga di Bawah. Perlu diketahui bahwa ternyata alam bawah laut Wakatobi mempunyai 750 spesies karang dari 850 spesies di dunia - laut yang mempunyai spesies terbanyak di dunia, lebih dari Red Sea yang cuma 200 spesies. Trinity juga menceritakan tentang berbagai macam pantai di dunia yang pernah ia datangi, karena ia adalah seorang yang menyukai pantai dan alam bawah lautnya.

Tentu saja, masih ada banyak cerita-cerita yang lain, tetapi tidak akan seru jika aku menceritakan semua isi yang ada dalam buku ini. Aku bahkan masih belum membahas tentang cerita lucu Trinity di China dan keterbatasan bahasa yang mempersulit petualangannya di Cina daratan. Tidak lupa juga ada banyak tips jalan-jalan, seperti bagaimana membunuh waktu saat harus menunggu lama, menghemat penggunaan HP/BB, pentingnya mencari teman jalan yang cocok, dan lain sebagainya. Overall, aku masih sangat menikmati buku The Naked Traveler 3 ini seperti 2 buku yang sebelumnya - dan mungkin aku masih akan tetap menikmatinya meski sudah sampai buku yang kesepuluh sekalipun. Banyaknya hal baru yang aku dapatkan dari pengalaman Trinity-lah yang membuatku betah berlama-lama membaca bukunya. Gaya penulisan Trinity yang selalu blak-blakan dan apa adanya membuatku yakin bahwa apa yang ia tuliskan semuanya adalah pengalaman yang jujur. Untuk menutup review yang cukup panjang ini, salah satu quote favoritku dari seorang pastor saat Trinity menghadiri upacara pernikahan.
"Dia juga memberikan hadiah berupa sumpit dengan alasan, "Karena Pierre suka makan dan karena ini merupakan simbol pernikahan, yaitu sumpit dapat bekerja dengan baik bila keduanya bersatu, tapi tidak terlalu erat ataupun terlalu longgar. Chopstick is not to chop each other, but to stick together.""
Continuing to the fourth book from my Secret Santa ^^


by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...