Tuesday, August 7, 2012

Book Review: Endorphin - A Dose of Happiness by Pramesti Ratna

.
BOOK review
Started on: 2.Agustus.2012
Finished on: 5.Agustus.2012

Judul Buku : Endorphin: A Dose of Happiness
Penulis : Pramesti Ratna
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 232 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 34,000 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 3/5

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Kau tahu, baru kali ini aku merasa kita punya kesamaan... Kita sama-sama sedang mencari endorfin yang bisa membuat kita bahagia lagi. Bukankan begitu, Kim Jeonha?"

Semuanya diawali saat Byanca mendapat tawaran dari direktur JT Entertainment untuk mengerjekan sebuah proyek di Seoul: yaitu membuat sebuah biografi salah satu aktor/penyanyi yang sangat terkenal bernama Jeonha. Byanca menerima tawaran tersebut dengan harapan ia dapat melupakan masa lalunya yang pahit di Indonesia. Namun ia sama sekali tidak menyangka apa yang akan ia hadapi saat tiba di Seoul. Pertemuan pertamanya dengan Jeonha bisa dibilang sangat berkesan; dengan penampilan Jeonha yang berambut pirang, mengenakan syal shocking pink, perangainya yang kasar sekaligus seenaknya sendiri, memperlakukan kucingnya - Mr. Gonzales - sebagai juru bicara sekaligus penasihat; semuanya benar-benar membuat Byanca sakit kepala. Akan tetapi, tanpa keduanya sadari, mereka mempunyai kesamaan: Byanca dan Jeonha sama-sama memliki masa lalu yang gelap dan mereka sedang berusaha mencari kembali endorfin mereka yang hilang.

Selama proses pembuatan buku biografi Jeonha, Byanca selalu mengikutinya kemanapun ia pergi untuk memantau aktivitasnya sehari-hari. Ia harus selalu bersabar menghadapi sikap Jeonha yang menyebalkan dan suka seenaknya sendiri. Akan tetapi, Byanca merasa ada sesuatu yang misterius tentang kehidupan Jeonha dan masa lalunya. Seiring dengan berjalannya waktu, Byanca mengetahui sedikit demi sedikit kehidupan Jeonha yang sebenarnya. Ia mengetahui bahwa Jeonha yang menyebalkan selama ini hanyalah kedok yang lelaki itu buat sendiri agar semua orang membencinya; karena ia pun membenci dirinya sendiri.

"Drama happy ending hanya menyesatkan orang. Mereka seharusnya diberi pelajaran bahwa hidup tak semudah jalan cerita drama. Tahu tidak? Kalau aku berpartisipasi dalam drama dengan happy ending, aku hanya akan membohongi publik."

Hubungan Jeonha dan Byanca yang semakin dekat - meskipun disebabkan oleh serbuan reporter - membuat mereka lebih mengenal satu sama lain. Jeonha mulai mengetahui masa lalu Byanca dengan mantan pacarnya yang mengerikan, demikian pula Jeonha membuka masa lalunya agar diketahui oleh Byanca. Bersama-sama, mereka merasa telah menemukan kembali endorfin yang telah hilang dalam hidup mereka. Akan tetapi sayangnya semua tidak semudah itu, karena masa lalu yang pahit bagi Jeonha datang kembali lagi - seketika menghancurkan semua kebahagiaan yang baru dirasakannya sebentar saja. Bagaimana akhir kisah antara Byanca dan Jeonha?

Baca kisah selengkapnya di Endorphin.


Ini adalah pertama kalinya bagiku membaca karya Pramesti Ratna dan kemungkinan besar ini adalah buku perdananya. Alasan mengapa aku membeli buku ini adalah karena tulisan Korea yang ada di sampul buku dan juga sinopsis di belakang buku yang terdengar cukup menarik. Dan jadilah aku membeli buku ini dan mencoba membacanya. Setelah selesai membaca buku ini hingga halaman terakhir, aku merasa buku ini adalah karya perdana yang cukup bagus. Meskipun sebenarnya aku merasa banyak hal yang masih bisa dikembangan dan diperdalam, aku cukup senang dengan jalannya cerita Endorphin.

Alur cerita ini sebenarnya bagus; dimulai dari cerita masa lalu Byanca dan Jeonha yang sama-sama kelam, hubungan keduanya yang bisa disebut love-hate relationship, banyak kejadian yang membuat mereka semakin dekat, hingga kemunculan kembali masa lalu mereka. Akan tetapi sayang sekali karena aku tidak merasakan adanya emosi yang mendalam pada cerita ini, padahal menurutku dengan background karakter yang dalam seperti itu, ceritanya bisa menjadi sangat emosional dan intens. Aku pun juga kurang merasakan chemistry yang dalam antara Byanca dan Jeonha, entah mengapa. Secara keseluruhan, aku sedikit merasa penulisannya masih kurang mengalir; tetapi aku tetap menghargai ide cerita yang disampaikan cerita ini - terutama kisah masa lalu Jeonha (tidak akan diceritakan supaya tidak spoiler).

Karakter yang paling menonjol dalam buku ini tentu saja adalah Byanca dan Jeonha. Sejak awal kemunculan Jeonha, entah mengapa aku sedikit merinding membayangkan sosoknya dalam bayanganku; kesukaannya memakai pakaian yang berwarna shocking pink sedikit-banyak membuatku bergidik. Dilanjut dengan sikapnya yang membentak sana-sini, marah-marah, cerewet, dan menyebalkan; kesan pertamaku terhadap Jeonha jujur saja tidak terlalu baik. Yang sering aku temukan di novel-novel bertema Korea, tipe lelaki ini selalu berhasil meningkatkan image-nya di bayanganku dengan sisi manisnya yang mungkin tidak diketahui orang lain. Sayangnya, peningkatan tersebut hanya terjadi sedikit saja di buku ini, sehingga membuatku kurang bisa bersimpati dengan karakter Jeonha. Sedangkan karakter Byanca, meskipun ia tidak semenyebalkan Jeonha, tetapi karakternya tidak mempunyai ciri khas yang membuatnya membekas dalam pikiranku.

Overall, meskipun ada beberapa yang aku rasa kurang dalam buku ini, Endorphin adalah sebuah karya perdana yang baik. Ada saat-saat ketika aku merasa penasaran dengan masa lalu Jeonha yang misterius sehingga membuatku ingin terus membaca hingga habis. Looking forward to Pramesti Ratna's next work :)
 
by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...