Wednesday, December 7, 2011

Book Review: Forever Mine

BOOK review

Started on: 6.December.2011
Finished on: 7.December.2011

well, the book makes me feel really sorry for the main character :'( because i think her life seems to be falling into pieces with problems going on in her life. the book gives me a lot of different feelings, and i think there are lessons that can be learned from the life of Livvy; such as: you have to stick with your principle! i guess that whatever happens in Livvy's life are the consequences of the choices she makes. overall, the book was enjoyable, and the plot was great; the only thing that didn't match my taste is the characters.
here's the review in indonesian :)

-----
Forever Mine adalah kisah tentang seorang gadis bernama Livvy; yang sedang berjuang keras
mencari uang dengan mengadu nasibnya di Sydney, Australia. ia berjuang keras karena ia berusaha mengumpulkan uang untuk perawatan ibu angkatnya yang sedang menderita sakit ginjal. selama tinggal di Sydney, Livvy sempat dekat dengan seorang pria bernama Maurice. pada awalnya Livvy sama sekali tidak berniat untuk menjalin hubungan cinta di Sydney, namun karena perjuangan Maurice yang gigih dan pantang menyerah, Livvy akhirnya berkencan dengan Maurice. kencan-kencan yang dijalaninya dengan Maurice berjalan dengan menyenangkan; sampai suatu hari segalanya berubah ketika Maurice dan Livvy berada di apartemen lelaki itu. Livvy dikecewakan oleh Maurice yang hanya menginginkan tubuhnya saja; terlebih lagi ia juga menghina dan merendahkan Livvy.

"Kenapa? Kehilangan keberanian di saat-saat terakhir? Atau tawaranku tidak cukup untukmu, Livvy? Atau kau mengharapkan sebentuk cincin melingkar di jari manismu sebelum aku bisa menidurimu-itukah yang kau inginkan? Kenapa tidak kau katakan saja, berapa hargamu untuk semalam? Untuk gadis dari kalangan sepertimu, aku bisa membayar dengan pantas, kau tahu?"

semenjak hari itu, Livvy membenci Maurice dan menolaknya dengan keras hingga sepertinya lelaki itu tidak terima dengan perlakuan Livvy. dan sejak hari itu juga, Livvy memantapkan diri untuk menyingkirkan semua hal romantis dalam hidupnya dan berpikir tentang uang yang harus dikumpulkannya untuk membantu keluarganya di Indonesia. tetapi segala pertahanannya dan kemantapan hatinya diruntuhkan oleh seorang lelaki tampan bernama Xander Clayton.

Xander ternyata menaruh perhatian pada Livvy, dan dengan gigih berjuang untuk merebut hati wanita itu. setelah beberapa kali berkencan, Livvy tahu ia sudah jatuh cinta pada lelaki itu. tanpa bisa ia kendalikan, Livvy memiliki perasaan yang demikian dalamnya kepada Xander, hingga ia menyerahkan segalanya; bahkan sesuatu yang paling berharga bagi seorang wanita. seiring dengan berjalannya waktu, Livvy sudah berkali-kali menyatakan perasaan cintanya kepada Xander;
namun mengapa lelaki itu tidak pernah mengatakan hal yang sama kepadanya?

beberapa waktu setelah itu, Livvy kembali bertemu dengan Maurice. lelaki itu mengungkapkan sebuah rahasia besar yang menyakitkan; bahwa ternyata nama asli Xander adalah Alex Arterton, dan Maurice mengenal lelaki itu dengan baik.

" ...Alex Arterton, pria yang sekarang berbagi vila, kamar, dan ranjangnya denganmu di tempat ini bukanlah pria yang kau pikir kau kenal. Dia memainkan taruhan yang kubuat untuknya dalam kemarahanku karena kau campakkan. Dia menginginkan resorku dan aku mengajukan sebuah penawaran. Kalau dia berhasil merayumu, aku akan melepas resor ini dengan harga yang menggiurkan untuknya. Alex pria yang ambisius, licik, dan juga kejam..."

apakah Livvy dapat tetap mencintai Xander setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Maurice?
namun apa yang harus ia lakukan ketika Livvy mendapati dirinya sedang mengandung anak Xander? kelanjutannya lebih seru kalau dibaca sendiri ;)


novel ini menurutku mempunyai plot yang menarik dan cara penulisannya juga bagus dan mudah dinikmati. hanya saja ketika membaca novel ini, aku berulang kali merasa kasihan pada Livvy karena hidupnya yang hancur berantakan. tetapi setelah dipikir-pikir lagi, semua kejadian yang menimpa dirinya adalah akibat dari kesalahannya sendiri. Livvy yang awalnya menolak Maurice tidur bersama, namun malah tidur dengan Xander (malah dia yang memaksa lagi) :X hal inilah yang membuatku jadi kurang menyukai karakter Livvy yang (menurutku) sedikit tidak berpendirian. aku juga kurang menyukai karakter Xander yang penuh dengan ego, sombong dan posesif. sehingga aku tidak bisa mengerti perasaan Livvy yang jatuh cinta mati-matian pada Xander. seandainya karakternya lebih menyenangkan aku mungkin akan memberi rating 5 untuk buku ini, tetapi karena karakternya, aku turunkan jadi 4 aja ;P

this is an adult novel, with kissing scenes that might not be suitable for teenagers.

4/5 stars
by.stefaniesugia♥

4 comments:

  1. Aku kenal penulisnya hihihi buku unu udah pernah kubedah di group. Suka dengan blog ini keren <3
    good luck ya :)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...