Wednesday, August 26, 2015

Book Review: 3 (Tiga) by Alicia Lidwina

.
BOOK review
Started on: 12.August.2015
Finished on: 16.August.2015

Judul Buku : 3 (Tiga)
Penulis : Alicia Lidwina
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 320 Halaman
Tahun Terbit: 2015
Harga: Rp 54,400 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 3.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Sebuah kalimat bergema di lubuk ingatanku.
Tapi setelah Hashimoto memutuskan untuk mencabut nyawanya sendiri, aku kembali bertanya-tanya. Apakah mungkin, sementara perasaanku saat itu sehangat gantungan kunci rajutan wol yang diberikannya, perasaan perempuan itu justru sebaliknya?
Keras.

Kaku.
Dan... sedingin logam."
Nakamura Chidori dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa Hashimoto Chihiro memutuskan untuk mencabut nyawanya sendiri dengan melompat dari sebuah gedung. Sudah tujuh tahun lamanya mereka tidak bertemu, dan Nakamura sama sekali tidak tahu harus menjawab apa saat polisi menginterogasinya tentang Hashimoto. Pemakaman Hashimoto membawanya kembali bertemu dengan Sakamoto Takahiro, lelaki yang telah mengenal keduanya sejak lama. Pertemuan Nakamura kembali dengan Sakamoto serta kematian Hashimoto yang terjadi tiba-tiba membawanya kembali ke masa lalu. Membawa Nakamura kembali ke masa remaja yang menyenangkan serta janji-janji yang tak terwujud.

"Waktu adalah sesuatu yang sangat lucu. Ketika kau mencoba memperhatikannya, dia sudah mencuri begitu banyak darimu tanpa kausadari. Ingatan dan waktu mempermainkan rekaman adegan-adegan di benakku..."
Hubungan antara Nakamura, Hashimoto, dan Sakamoto telah dimulai sejak mereka masih muda; dan banyak orang yang tidak percaya bahwa mereka bisa bersahabat. Sakamoto adalah lelaki populer yang disukai oleh banyak gadis di sekolah, Hashimoto adalah murid yang pandai namun sangat pendiam, sedangkan Nakamura adalah murid yang sama sekali tidak istimewa. Di balik persahabatan mereka, Nakamura menyimpan rahasia tentang perasaannya. Sedangkan Hashimoto dan Sakamoto memiliki impian yang hendak mereka wujudkan bersama. Setiap dari mereka mempunyai luka hati masing-masing; dan kini Nakamura berusaha mencari jawaban atas keputusan Hashimoto untuk mengakhiri hidupnya.
"Cinta selalu datang selama kita masih hidup.
Kita bisa melarangnya. Kita bahkan bisa menyangkalnya dengan mengatakan kepada semua orang bahwa kita tidak pernah jatuh cinta. Kita bisa menyihir orang lain menjadi skeptis dan menyembunyikan diri dalam kesendirian mereka masing-masing. Kita bisa membenci cinta dan mengutuknya dalam hati."
image source: here. edited by me.
Sewaktu mulai membaca buku ini, aku sama sekali tidak menyangka kalau ceritanya akan segelap ini—terutama karena warna sampulnya yang cerah. Kisah ini memiliki setting Jepang dan ditulis dari sudut pandang karakter utamanya, Nakamura Chidori. Dengan alur maju-mundur yang dipenuhi oleh berbagai macam kilas balik yang akan mengungkap misteri di balik kematian Hashimoto Chihiro serta menjelaskan apa sebenarnya hubungan yang pernah ada di antara mereka. Cerita ini telah berhasil membuatku penasaran dan mendorongku untuk terus membacanya hingga akhir. Keseluruhan ceritanya selalu terkesan misterius karena penulis mengungkap sedikit demi sedikit potongan memori Nakamura tentang persahabatan mereka. Meskipun aku merasa alurnya berjalan cukup lambat, aku beberapa kali dikejutkan oleh rahasia-rahasia yang terungkap. Apa yang terjadi dalam persahabatan mereka dan betapa rumitnya perasaan yang mereka pendam sebagian besar sama sekali tidak terduga olehku. Sejak awal hingga akhir, cerita ini menguarkan aura yang sendu dan kelam. Konflik yang melibatkan persahabatan, impian, serta perasaan dalam buku ini pun cukup rumit; sehingga aku selalu tidak sabar untuk mengetahui penyelesaian masalahnya. Ending-nya berhasil membuatku merasa lega karena akhirnya semua misteri menjadi jelas dan karakternya pun berhasil berdamai dengan apa yang telah mereka lalui.
"Untuk persahabatan di antara kita. Untuk kenangan yang tidak mau kulupakan. Untuk kebaikan hati kalian. Untuk semua tawa, canda, dan tangis yang pernah kualami bersama dengan kalian. Untuk datang ke dalam hidupku dan menolak untuk pergi meninggalkanku sejauh ini. Untuk terus memercayaiku meski aku sudah mengkhianati kalian berulang kali...
Untuk segala-galanya."
Cerita ini terfokus pada tiga karakter utamanya: Nakamura Chidori, Hashimoto Chihiro, dan Sakamoto Takahiro. Sayangnya, dari ketiga karakter ini tidak ada yang terlalu berkesan untukku sehingga tidak ada yang aku favoritkan. Selain itu, entah mengapa aku merasa kurang bisa bersimpati dengan tindakan karakter-karakter utama dalam buku ini. Tentu saja aku tidak akan spoil terlalu banyak, yang jelas aku cukup bingung dengan beberapa tindakan yang dilakukan oleh karakternya. Atau mungkin hanya aku saja yang tidak bisa mengerti setiap keputusan yang mereka ambil.

Secara keseluruhan, buku ini memiliki unsur Jepang yang sangat kental; mulai dari setting dan karakternya. Aku rasa penulis pun berhasil membangun atmosfer yang kelam sehubungan dengan tema ceritanya yang cukup gelap. Ceritanya yang kompleks dan misterius berhasil membuatku penasaran dan mendorongku untuk terus membaca hingga akhir. Walaupun ada beberapa hal yang kurang sesuai dengan seleraku, buku ini merupakan debut yang cukup bagus dari Alicia Lidwina. Akhir kata, aku ingin mengucapkan terima kasih pada penulisnya yang telah memberiku kesempatan untuk membaca dan me-review buku ini. Semoga ke depannya bisa terus menulis dan dapat segera menerbitkan buku selanjutnya :))

by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...