Friday, April 3, 2015

Book Review: Kismet by Nina Addison

.
BOOK review
Started on: 24.March.2015
Finished on: 25.March.2015

Judul Buku : Kismet
Penulis : Nina Addison
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 296 Halaman
Tahun Terbit: 2015
Harga: Rp 48,000 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 4.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Aku cuma tergelak, setengah berkelit dari pertanyaannya. Malas menjelaskan ke Cia bahwa buatku yang namanya kismet, takdir, atau apalah itu—berkategori sama seperti santa, tooth fairy, dan yeti."
Alisya tidak pernah menyangka bahwa perkenalannya dengan seorang perempuan bernama Cia di New York diawali dengan sebuah pukulan. Keduanya sama-sama berdarah Indonesia; dan Alisya yang sedang membutuhkan tempat tinggal rasanya seperti takdir bagi Cia yang membutuhkan roommate baru di apartemennya. Dengan kepribadian yang bertolak belakang, pertemanan mereka tidak selalu berjalan mulus—bahkan Alisya sempat berpikir untuk keluar dari apartemen tersebut. Pada akhirnya mereka menjadi sahabat yang terbaik bagi satu sama lain, dan berhasil melalui masa-masa yang sulit bersama. Akan tetapi persahabatan mereka akan diuji bertahun-tahun kemudian.

"Cowok di depanku ini bukan hanya ganteng, tapi juga dewa penolong! ...dan juga calon pacar sahabat terbaik lo di dunia, tambah hati kecilku, menyuntikkan satu dosis realitas menyakitkan ke dalam otakku."
Alisya bertemu kembali dengan Cia di Jakarta setelah mereka berpisah di New York lima tahun yang lalu. Saat mengunjungi Cia, Alisya juga bertemu dengan seorang lelaki bernama Raka—yang sejak pertemuan pertama telah berhasil memikat perhatian Alisya. Namun Alisya baru mengetahui kemudian bahwa sahabatnya, Cia, juga memiliki ketertarikan yang sama terhadap Raka. Dan semakin Alisya mengenal Raka, ia menyadari bahwa pertemuannya dengan lelaki itu pun merupakan sebuah takdir, kismet. Dan jika Alisya menuruti kata hatinya, ia takut ia harus mengorbankan persahabatannya dengan Cia.
"Jadi aku, Cia, dan Raka. Tiga-tiganya adalah buronan dalam hidupnya masing-masing. Cia mungkin sudah berdamai dengan hantu masa lalunya. Aku tidak tahu apakah aku dan Raka akan punya kesempatan yang sama."
image source: here. edited by me.
Buku ini berhasil aku habiskan dalam waktu yang singkat karena keseluruhan ceritanya terasa sangat mengalir dan mudah untuk dinikmati. Setelah cukup lama tidak membaca buku metropop, akhirnya aku menemukan kembali buku metropop yang benar-benar aku sukai. Bagian pertama bukunya fokus pada dua karakter utamanya: Alisya dan Cia. Menurutku penulisnya berhasil membangun dengan baik hubungan antara Alisya dan Cia yang berawal dari orang asing hingga menjadi sahabat yang benar-benar mengandalkan satu sama lain. Dan pada bagian ini juga, karakter Alisya dan Cia digali—membuat pembaca mengenal mereka dengan baik. Di bagian kedua-lah, diperkenalkan karakter Raka—yang kemudian juga menjadi konflik terbesar cerita ini. Chemistry antara Raka dan Alisya dibangun dengan sangat baik, sehingga meskipun mereka baru bertemu, ketertarikan mereka terhadap satu sama lain tidak terasa aneh. Walaupun konflik utama ceritanya cukup klise, aku tetap penasaran dengan perkembangan ceritanya dan ingin segera membaca hingga akhir. Aku juga bisa bersimpati dengan dilema yang dialami oleh Alisya karena aku tahu betapa ia menganggap Cia sebagai sahabat yang berharga. Walaupun aku sedikit geregetan dengan ending-nya yang bikin ngga sabaran, ceritanya diakhiri dengan manis dan semua konflik terselesaikan dengan baik :))
"Aku tahu bahwa dalam hidup ini ada konsekuensi di balik setiap keputusan. Bahwa tanggung jawab adalah salah satu definisi yang menjadikan kita dewasa. Dan setiap orang punya pandangan yang berbeda terhadap bentuk dari konsekuensi dan tanggung jawabnya.
Banyak orang terjebak ilusi bahwa mereka bisa atau bahkan berhak untuk mengoreksi pandangan orang lain. Padahal apa yang harus dikoreksi jika definisi benar dan salah sendiri berbeda bagi setiap orang?"
Aku suka dengan hampir semua karakter yang ada dalam buku ini; tetapi sebagai pembaca perempuan, tentu saja aku memfavoritkan karakter Raka dan Ethan. Raka adalah karakter yang menurutku sangat genuine dengan perasaannya—dan secara terang-terangan menunjukkan ketertarikannya. Yang jelas momen-momen Alisya bersama Raka berhasil membuatku senyum-senyum sendiri. Sedangkan Ethan, adik laki-laki Alisya, digambarkan dengan sangat tampan dan telah berhasil menggaet hati banyak perempuan. Aku memfavoritkan karakternya menjelang akhir cerita, saat Ethan menyatakan pendapatnya tentang konflik yang sedang dihadapi oleh Alisya. Jika suatu saat nanti Nina Addison memutuskan untuk menulis kisah tersendiri tentang kehidupan Ethan, aku tidak akan keberatan untuk membacanya ;) Siapa tahu aku bisa membaca lebih banyak bromance antara Raka dan Ethan ♥
"Seandainya aku bisa memilih kebalikannya, I would honestly do.... Tapi dalam hidup, sejak kapan kita bisa memilih nasib? Dan dalam situasi yang membuat kamu harus memilih persahabatan atau cinta, apa ada jalan keluar yang happy ending?"
Overall, buku ini sangat menyenangkan untuk dibaca dan merupakan bacaan yang cukup ringan untukku. Selain karena alur ceritanya yang menarik, aku suka bagaimana setiap karakternya memiliki pergumulan dan pada akhirnya berhasil berdamai dengan masa lalu mereka masing-masing. Tidak sulit menyukai karakter yang diperkenalkan oleh Nina Addison dalam buku ini; dan tentu saja penulisannya juga berhasil membuatku masuk ke dalam ceritanya yang penuh untaian takdir. Pada akhirnya, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Dini Novita Sari (editor buku ini!) yang memberiku kesempatan untuk membaca novel ini :D Dan tentunya aku akan menantikan karya Nina Addison yang selanjutnya, karena sepertinya aku sudah terpikat dengan cara berceritanya yang apik :))
 
by.stefaniesugia♥ .
 

4 comments:

  1. Haai, Steeeff! *terpanggil karena namaku disebut* :D
    Glad you like it, aku pun menikmati saat mengedit naskahnya. Penulisnya keren meramu kisah! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yayyy! Congrats utk hasil editannya yg bagus juga ;))

      Delete
  2. editan kak stef bagus-bagus lho, kak stef pake aplikasi apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thank you! ;) Biasanya pake photoshop :))

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...