Monday, February 23, 2015

Book Review: Interval by Nay Sharaya & Dion Sagirang

.
BOOK review
Started on: 15.February.2015
Finished on: 16.February.2015

Judul Buku : Interval
Penulis : Nay Sharaya & Dion Sagirang
Penerbit : Grasindo
Tebal : 280 Halaman
Tahun Terbit: 2015
Harga: Rp 39,200 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 3/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 
"Keangkuhannya tidak berkurang sedikit pun meskipun dalam keadaan seperti itu. Dan dia menikmatinya. Di dunia ini ada banyak hal yang harus dikhawatirkan. Hal-hal itu bisa jadi masalah keluarga, prestasi dan obsesi untuk menjadi yang terbaik. Karena itu hal-hal sepele seperti takut terlihat jelek di depan orang lain tidak lagi terlalu penting."
Keluarga Sadjana memang tampak seperti keluarga yang harmonis di mata orang lain, namun kenyataannya tidak demikian. Anna dan kakak lelakinya, Erash, sudah lama tidak berbicara satu sama lain. Dan kedua orangtua mereka selalu sibuk dan hanya mengurus urusannya sendiri. Dulu keluarga mereka tidak sedemikian menyedihkan, namun semuanya berubah saat Papa dan Mama hampir bercerai. Sejak saat itu, Anna membenci Erash, dan selalu berusaha keras agar bisa menandingi kepintaran Erash.

"Dia juga mendengar komentar Anna tentang kedua orangtua mereka, tetapi baginya, diam adalah hal terbaik yang bisa dia lakukan. Karena menurutnya, bicara pun hanya akan berakhir seperti yang sudah-sudah. Tidak didengar. Terabaikan. Dan itu, luar biasa sakitnya."
Sedangkan di sisi lain, Erash mendambakan keluarga yang hangat dan harmonis seperti yang dimiliki oleh sahabatnya, Rifat. Erash berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk memperbaiki keadaan keluarganya yang sudah terlanjur rusak—akan tetapi tidak semua yang ia rencanakan berjalan sesuai harapannya. Sehingga Erash tidak yakin, apakah ia masih boleh mengharapkan keluarganya kembali utuh lagi seperti dulu.
"Perlahan, ada yang mulai berubah dalam dirinya. Dia tidak bisa lagi berbohong, mengenai harapan-harapan tentang keluarga yang bahagia. Keluarga hangat yang selalu diselimuti suasana akrab yang nyata. Harapan itu pernah muncul, dahulu. Namun kemudian, harapan-harapan itu dia kubur dalam-dalam. Dan kini, harapan itu telah kembali menyeruak."
image source: here. edited by me.
Novel ini ditulis oleh dua orang yang berbeda, dengan perspektif karakter yang berbeda juga. Nay Sharaya menceritakan kisahnya berdasarkan sudut pandang Anna, sedangkan Dion Sagirang melanjutkan ceritanya dengan sudut pandang Erash. Tema-nya lebih fokus pada konflik keluarga yang ada dalam buku ini; meskipun ada juga beberapa faktor pendukung seperti persahabatan yang dimiliki oleh karakter utamanya. Anna adalah seorang gadis yang berbakat di bidang olahraga dan menjadi rebutan berbagai macam klub di sekolah. Sedangkan Erash adalah murid yang pintar dan berhasil memenangi Olimpiade Matematika setelah bergabung dengan math club. Akibat apa yang terjadi di masa lalu, Anna pun masuk dalam math club meskipun ia tidak berbakat—untuk membuktikan bahwa ia juga bisa. Di sisi lain, Erash malah berusaha menjadi murid yang tidak teladan untuk menarik perhatian kedua orangtuanya.

Sebenarnya ada beberapa hal yang terjadi di saat yang bersamaan: perkenalan Anna dengan Pak Dante (guru matematika yang misterius), kedatangan murid baru bernama Naomi yang menarik perhatian Erash, Rifat (sahabat Erash) yang menaruh hati pada Anna, dan tentu saja konflik keluarga Sadjana. Akan tetapi sayangnya aku rasa tidak semua konflik ceritanya digali secara dalam, karena saat selesai membaca buku ini aku masih punya beberapa pertanyaan yang tidak terjawab. Entah mengapa, aku merasa penyelesaian masalah setelah klimaks-nya terasa agak terburu-buru. Banyak hal yang berubah secara tiba-tiba, sehingga aku sedikit kurang puas dengan ending-nya. Meski demikian, salah satu hal yang aku sukai dari buku ini adalah karakter Anna yang tidak seperti tipikal karakter teenlit lainnya.
"Ada sesuatu yang aneh menjalar di dalam hatinya. Perasaan tak nyaman yang saat ini berusaha dia singkirkan. Perasaan benci yang tak bisa dia jelaskan. Dia tak mengerti mengapa sesuatu yang baru saja terjadi di depan matanya itu membuatnya sesak.
Secara keseluruhan, meskipun aku tidak sepenuhnya puas dengan alur cerita buku ini, aku cukup menikmatinya dari awal hingga akhir. Menurutku sebuah cerita yang ditulis dari dua sudut pandang berbeda namun tetap berkesinambungan selalu menarik untuk dibaca. Dan sebagai penutup, aku ingin mengucapkan terima kasih pada Nay Sharaya, salah satu penulis buku ini, karena sudah mengirimkan buku ini untuk aku baca dan review. Ditunggu karya selanjutnya! ;)
by.stefaniesugia♥ .
 

2 comments:

  1. kolaborasi?

    sepertinya menarik mbak, sebab jarang agak sulit juga menyatukan ide dari orang berbeda
    layak dibookmark ne
    covernya juga menarik, minimalis tapi punya sangat wah :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul ini novel kolaborasi, dan setuju kalo covernya menarik :D

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...