Friday, September 13, 2013

Book Review: Rain in Paris by Cindy Pricilla

.
BOOK review
Started on: 7.September.2013
Finished on: 7.September.2013

Judul Buku : Rain in Paris
Penulis : Cindy Pricilla
Penerbit : Diva Press
Tebal : 192 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp -

Rating: 3/5
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Detik itu pula, aku jadi teringat tujuan kedatanganku ke sini. Selain untuk student exchange dari kampusku, aku juga ingin mencari seseorang. Seseorang dari masa laluku, yang selama tiga tahun ini berhasil menguras pikiranku, yang membuatku merelakan waktuku menjadi penunggu."
Hubungan Audrey dan Valian berakhir saat Audrey mendapatkan beasiswa di Paris. Setelah menerima berita itu, Valian yang merasa tidak siap untuk menjalani hubungan jarak jauh dengan Audrey memutuskan untuk mengakhirinya begitu saja. Saat Valian mengucapkan kata-kata perpisahan itu, hujan sedang turun dengan deras. Kenangan yang pahit itu membekas di hati Audrey, dan membuat gadis itu membenci hujan.

"Aku membenci hujan. Tepatnya, setelah hari itu. Di mana tak ada lagi kata "kita". Yang tersisa tinggal "aku" dan "dia". Lucu."
Tiga tahun berlalu sejak perpisahan mereka, tetapi Valian tidak bisa membohongi diri bahwa ia merindukan Audrey. Oleh karena itulah ia bertekad untuk mendapatkan beasiswa ke Paris demi menyusul mantan kekasihnya. Namun sebelum keberangkatannya ke Paris, Ibu Valian memperkenalkan seorang gadis bernama Sidney, perempuan cantik keturunan Australia. Valian diperkenalkan pada gadis itu karena Ibu-nya merasa Valian sudah terlalu lama memikirkan Audrey. Meskipun Valian sudah memperoleh beasiswa-nya ke Paris, Ibu-nya memperingati Valian bahwa belum tentu Audrey masih memiliki perasaan yang sama seperti tiga tahun lalu.

Sedangkan Audrey yang masih tinggal di Paris, sebenarnya juga masih menyimpan perasaan yang sama pada Valian. Meskipun seorang lelaki playboy bernama Alex berusaha untuk merayunya, ia sama sekali tidak tertarik. Kehidupan Audrey di Paris mendadak berubah sejak ia bertemu dengan Valian di menara Eiffel. Akan tetapi Audrey tidak berani langsung membuka diri terhadap Valian, karena luka tiga tahun lalu masih membekas begitu dalam.
"Sungguh, ini lebih menyakitkan dibanding saat putus tiga tahun lalu. Di saat sudah ada titik terang antara hubunganku dengan Val, muncul kabut gelap yang menghalanginya. Mungkin, tidak akan ada lagi cerita antara aku dengannya. Inilah akhir kisah sesungguhnya. Pahit. Miris."
Hubungan Audrey dan Valian semakin membaik seiring dengan waktu yang mereka habiskan bersama. Walaupun demikian, kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama. Masalah mulai muncul saat Sidney datang menyusul Valian ke Paris. Dan karena Valian takut Audrey mengetahui fakta bahwa ia sudah dijodohkan, Valian mengakui Sidney sebagai saudara sepupunya. Namun Sidney tidak berencana untuk diam saja. Ia sudah merencanakan sesuatu untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.

Baca kisah selengkapnya di Rain in Paris.
image source: here. edited by me.
Pertama-tama, aku ingin mengucapkan terima kasih untuk Cindy Pricilla atas bukunya :) Ini adalah kali pertama aku membaca karyanya; dan buku ini menceritakan sebuah kisah cinta yang cukup sederhana. Tema yang dibawa oleh buku ini adalah CLBK alias Cinta Lama Bersemi Kembali. Gaya penulisan Cindy Pricilla pun dapat kunikmati dengan baik, bahkan aku berhasil menghabiskan buku ini in one sitting.

Seperti yang sudah aku katakan, bahwa kisah dalam buku ini cukup sederhana. Jumlah halaman yang tidak terlalu banyak juga membuat alur ceritanya berjalan dengan cepat. Buku ini dibuka dengan perpisahan antara Audrey-Valian yang terjadi pada tahun 2010; berlanjut pada 3 tahun kemudian saat Valian akhirnya berencana untuk menyusul Audrey. Sebenarnya menurutku cerita yang sederhana ini masih bisa digali lebih jauh lagi. Aku bertanya-tanya apa yang dilakukan oleh Valian selama 3 tahun itu? Apakah selama 3 tahun ia memang terus-terusan memikirkan Audrey? dan banyak pertanyaan lainnya. Hubungan Audrey-Valian sewaktu pacaran juga tidak dijelaskan secara detail, sehingga aku juga bingung apa yang membuat keduanya masih begitu mencintai meski sudah terpisah 3 tahun lamanya tanpa bertemu. Selain dari itu, aku cukup menyukai konflik yang muncul dari Sidney dan Alex. Ada sedikit twist yang tidak aku duga dari konflik ini (no spoiler). Meskipun penyelesaian masalahnya cukup singkat dan terasa mudah, aku cukup menikmati keseluruhan ceritanya :)

Secara keseluruhan, aku rasa buku ini cukup baik dan tergolong bacaan yang cukup ringan - karena bisa dihabiskan dalam sekali lahap. Penuturan ceritanya mengalir, hanya saja alurnya yang aku rasa terlalu terburu-buru dan kurang digali lebih lanjut. Semoga Cindy Pricilla terus berkarya dan menciptakan tulisan-tulisan yang semakin baik lagi ke depannya :) Sekali lagi, terima kasih atas bukunya :)
 
by.stefaniesugia♥ .

3 comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...