Friday, April 5, 2013

Book Review: A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah by Sir Arthur Conan Doyle

.

BOOK review
Started on: 29.March.2013
Finished on: 31.March.2013

Judul Buku : A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah
Penulis : Sir Arthur Conan Doyle
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 216 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 29,750 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 3.5/5
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kisah ini adalah awal mula perkenalan antara Dr. Watson dengan sang detektif konsultan, Sherlock Holmes. John H. Watson yang adalah seorang pensiunan departemen medis angkatan darat sedang mencari tempat tinggal yang murah karena kondisi ekonominya sedang memburuk. Seorang kenalan kemudian mengenalkannya pada Sherlock Holmes, yang mencari teman untuk berbagi apartemen. Akan tetapi, kenalan Dr. Watson telah memperingati sebelumnya bahwa Sherlock Holmes adalah sesosok orang yang aneh sekaligus misterius. Meskipun demikian, Dr. Watson sama sekali tidak ragu untuk berkenal dan berbagi apartemen dengan Holmes. Tidak disangka, pertemuannya dengan Sherlock Holmes berhasil mengubah kehidupannya yang suram menjadi sedikit lebih menarik.

"Aku memiliki profesi yang unik, bahkan mungkin satu-satunya di dunia. Aku adalah detektif konsultan, kalau kau bisa memahami apa itu. Di London ada banyak detektif polisi dan detektif swasta. Bilamana orang-orang ini menemui jalan buntu, mereka datang menemuiku dan aku berhasil membawa mereka ke jejak yang benar."
Suatu hari Sherlock Holmes menerima surat dari Tobias Gregson - seorang detektif Scotland Yard, yang menceritakan tentang sebuah kejadian aneh di rumah kosong. Seorang pria bernama Enoch J. Drebber ditemukan meninggal di rumah tersebut. Akan tetapi sama sekali tidak ditemukan tanda-tanda perampokan dan tidak ada bukti bagaimana ia tewas. Sebuah kejadian yang amat aneh bagi seorang pria berpakaian bagus bisa berada di rumah kosong tersebut dan meninggal dunia di sana.

Setelah pergi melacak lokasi kejadiannya, Sherlock Holmes menemukan berbagai macam petunjuk lain yang membantunya menelusuri kejadiannya satu per satu. Dimulai dari noda darah yang terdapat di mana-mana, adanya cincin pernikahan wanita, surat yang ditujukan kepada E.J. Drebber dan Joseph Strangerson, hingga sebuah tuilsan dengan huruf merah darah yang tertulis: RACHE - yang dalam bahasa Jerman berarti pembalasan. 
"Aku akan menangkapya, Dokter - aku pasti bisa menangkapnya. Aku harus berterima kasih padamu. Kalau bukan karena doronganmu, aku mungkin tidak akan pergi dan dengan begitu melewatkan pelajaran terbaik yang pernah kutemui. Penelusuran benang merah, eh? Bagaimana kalau kita gunakan nama itu untuk peneyelidikan kita? Memang ada benang merah pembunuhan dalam kumparan kehidupan yang tanpa warna. Tugas kitalah untuk menelusurinya, menguraikannya, dan meluruskannya."
Berbagai macam penemuan telah membuat Sherlock Holmes, Gregson, dan Lestrade (seorang Inspektur) mempunyai tersangka masing-masing. Akan tetapi ternyata menangkap sang tersangka tidak semudah itu, karena ia adalah orang yang sangat cerdik - bahkan berhasil membuat Sherlock Holmes tertipu. Tidak hanya sampai di sana, salah seorang tersangka yang dicurigai ternyata juga menemui ajalnya dalam keadaan yang mengerikan. Hal tersebut membuat mereka semua bertanya-tanya siapa sebenarnya pelaku di balik kejadian aneh tersebut. Dengan kemampuan analisa dan deduksinya, Sherlock Holmes yang cerdik akan mengungkap identitas sang pembunuh dan mencari tahu alasan dari tindakannya itu.

Baca kisah selengkapnya di A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah.


A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah adalah buku pertama dalam serial Sherlock Holmes; saat Dokter Watson berkenalan dengan sang detektif untuk pertama kalinya - dan akhirnya memutuskan untuk mendokumentasikan kasus yang ditemui Sherlock Holmes dalam bentuk buku. Meskipun begitu, ini bukan pertama kalinya bagiku menikmati cerita Sherlock Holmes, karena tahun lalu aku sudah pernah membaca buku Petualangan Sherlock Holmes. Jika buku kumpulan kasus tersebut terdiri atas cerita-cerita pendek, kali ini aku bisa dipuaskan dengan novel A Study in Scarlet: Penelusuran Benang Merah yang merupakan satu kisah penuh untuk membahas sebuah kasus. Meskipun demikian, aku juga cukup menyayangkan karena ada beberapa kekecewaan yang aku rasa dari buku ini. Nevertheless, I will always love Sherlock Holmes.

Buku ini dapat dikatakan dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama adalah perkenalan karakter dan juga perkenalan kasus yang akan dibahas. Dimulai dari penelitian lokasi, pencarian bukti, dan analisa-analisa Sherlock Holmes terhadap kejadian yang terlihat. Sedangkan di bagian kedua, ceritanya menjabarkan latar belakang yang menyebabkan kejadian kasus pembunuhan. Aku sangat menikmati bagian yang pertama, terutama karena adanya karakter Sherlock Holmes yang sangat menyenangkan bagiku. Sayangnya, saat berpindah kepada bagian yang kedua aku merasa ceritanya sama sekali berbeda dan tidak ada hubungannya. Aku merasa sedikit bingung dan mengira bahwa mungkin ada kasus kedua yang akan dibahas dalam buku ini. Seketika mood-ku saat membaca menjadi turun dan tidak begitu semangat lagi; dan baru saat aku melihat nama-nama karakter yang familiar aku mengetahui bahwa bagian ini masih menceritakan kisah yang sama. Meskipun demikian, penutupan dan kesimpulan dari buku ini sangat memuaskan untukku; sehingga aku memberikan rating 3.5.

Karakter favoritku, tentu saja: Mr. Sherlock Holmes. Aku merasakan karakternya yang begitu dalam dan penuh dengan personality-nya yang unik; sehingga membuatku seketika mencintainya. Kehadirannya dalam kisah ini sangat penting dan krusial sekali untukku; bahkan pada bagian kedua saat Sherlock Holmes tidak ada, aku merasa sangat bosan. Selain itu, aku juga sangat menyukai interaksi antara Dr. Watson dengan Sherlock Holmes. Menurutku sikap dan sifat mereka saling melengkapi satu sama lain. Karena dalam buku ini adalah pertemuan pertama mereka, aku mengantisipasi perkembangan hubungan keduanya dan juga penemuan Dr. Watson akan tingkah-tingkah Holmes yang aneh lainnya.
"Orang bodoh mengambil semua informasi yang ditemuinya, sehingga pengetahuan yang mungkin berguna baginya terjepit di tengah-tengah atau tercampur dengan hal-hal lain. Orang bijak sebaliknya. Dengan hati-hati ia memilih apa yang dimasukkannya ke dalam loteng-otaknya. Ia tidak akan memasukkan apa pun kecuali peralatan yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya, sebab peralatan ini saja sudah sangat banyak."
Secara keseluruhan, sebenarnya aku sangat menikmati buku ini dan juga kasusnya - apalagi rasa cintaku terhadap karakter Sherlock Holmes sudah cukup dalam. Akan tetapi proses perpindahan ke bagian kedua yang menurutku kurang begitu berhubungan membuatku merasa bingung dan bosan untuk beberapa saat. Walaupun demikian, hal tersebut tidak akan membuatku berhenti membaca karya Sir Arthur Conan Doyle yang terus hidup setelah bertahun-tahun :)

by.stefaniesugia♥ .

3 comments:

  1. foto yan dipake itu dari serial Sherlock-nya BBC lhooo. episode A Study in Pink. :D udah nonton belum serinya? sekarang lagi shooting season 3-nya :D YOU MUST WATCH IT~

    ReplyDelete
    Replies
    1. iyahh^^ aku belom pernah ntn serinya sih, cman dgr2 katanya emg bagus banget :D mau cri dvdnya dlu xD

      Delete
    2. hmm, aku ga tau sih ada dvdnya apa ngga, soalnya dapet dari temen videonya. haha :D yup sangat bagus. Sherlocknya kerennnnn banget~~ pas nonton Sherlock ngerasa kalo Sherlock itu real banget. XD

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...