Wednesday, November 2, 2011

Book Review: Semburat Senyum Sore

 BOOK review

Started on:  27.October.2011
Finished on: 2.November.2011

phew! finally after one long and extremely busy week, i finally finished reading this book! the book is actually quite thin with 245 pages, but i barely have time to read this week :(
unfortunately i have to say the book disappoint me a little, because it didn't meet my high expectation. so here's the review in indonesian :)

-----
cerita ini berpusat pada seorang gadis bernama Langit; seorang penyiar di Ganendra Radio dengan sifat yang cuek dan ceria. novel ini menceritakan kisah hidupnya; apa yang ia alami, orang-orang yang ia kenal, dan pelajaran hidup yang ia peroleh. 

kisah ini dimulai dengan pertemuannya dengan seorang nenek penjual tasbih di depan sebuah hotel. setelah berkenalan dengan nenek yang bernama Romlah itu, Langit mengetahui bahwa nenek Romlah hanya tinggal berdua dengan cucu lakilakinya, Waris. suami dan enam anaknya hilang, kemungkinan besar sudah meninggal keika terjadi bencana tsunami di Aceh pada tahun 2004. dengan keadaan yang sulit seperti itu, nenek Romlah tetap berjuang dengan senyuman; membuat Langit bersyukur atas kehidupan yang ia miliki meskipun ia harus tinggal dengan ayah tiri yang tidak ia sukai dan banyak masalah lainnya. 

 Langit yang mempunyai hobi menulis juga mendapatkan kesempatan menulis skenario untuk sebuah film yang akan diproduksi dalam rangka ulangtahun Ganendra Radio. hal ini memberinya kesempatan untuk menjadi lebih dekat dengan Thyo, cowok yang sudah ia taksir cukup lama. namun Langit sempat beberapa kali kecewa karena Thyo sebenarnya sudah menaksir Mikha, cewek cantik yang pernah jadi lawan main Thyo dalam sebuah film indie. meskipun begitu, hubungan Langit dan Thyo menjadi lebih akrab setelah Langit mengenalkan cowok itu pada nenek Romlah. 

dalam cerita ini terdapat pula masalah keluarga Langit yang cukup rumit sehingga membuat Langit menjadi sedih dan terpukul; termasuk kematian Ua Eka yang kemudian menimbulkan keributan yang lebih besar menyangkut harta warisan. akan tetapi sifat Langit yang cuek terhadap kehidupan dan sekitarnya mulai berubah semenjak mengenal nenek Romlah. terlebih ketika nenek Romlah berkata bahwa "Keluarga ada untuk saling mencintai, bukan untuk saling membenci."


 sebenarnya novel ini cukup bagus, tetapi -menurutku secara pribadi- banyak masalah yang terpencar-pencar dan kurang berhubungan satu sama lain, sehingga inti utamanya kurang dibahas. karakter Langit sepertinya juga kurang dibahas, dan perubahan pada dirinya kurang begitu terasa. hubungan antara Langit dan nenek Romlah juga kurang terasa, sehingga pembaca tidak bisa ikut merasakan emosi yang dirasakan Langit - membuat buku ini terasa sedikit datar. meskipun begitu, semua masalah dalam cerita ini diselesaikan dengan baik dan ditutup dengan indah. salah satu hal yang paling aku suka dari buku ini adalah judul setiap bab yang sangat indah dan mengena. quote yang paling aku suka dari buku ini adalah:
"kalau kita enggak bisa dapet apa yang kita suka,
lebih baik kita suka apa yang udah kita dapet..."
buku yang cukup bagus, cocok untuk bacaan yang ringan :)


 4/5 stars
by.stefaniesugia♥

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...