Thursday, July 5, 2012

Book Review: Discord (Ther Melian, #3) by Shienny M.S.

.
BOOK review
Started on: 2.Juli.2012
Finished on: 4.Juli.2012

Discord (Ther Melian, #3) by Shienny M.S.

Judul Buku : Discord (Ther Melian, #3)
Penulis : Shienny M.S.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 522 Halaman
Tahun Terbit: 2011
Harga: Rp 74,800 (http://www.bookoopedia.com)

Rating: 5/5

WARNING: Review ini mungkin mengandung spoiler; terutama bagi yang belum membaca buku kedua. Tapi aku mengusahakan spoiler sesedikit mungkin :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Kebencian hanya akan menimbulkan kehancuran. Kita tidak akan pernah mencapai kedamaian kalau kita menghabiskan hidup kita dengan terus-menerus membenci mereka. Kita harus membuang kebencian dan berusaha hidup damai dengan mereka. Hanya dengan cara itu kita bisa mencapai masa depan yang lebih baik."

Itulah pesan yang disampaikan oleh Reuven, Ayah Vrey, kepada Valadin bertahun-tahun yang lalu. Saat itu Valadin mengungkapkan kebenciannya kepada Manusia, dan amat kecewa saat Reuven, sahabat baiknya, memutuskan untuk pergi dari Falthemnar demi seorang Manusia perempuan. Tak pernah Reuven duga sebelumnya, bahwa Valadin akan bertindak jauh demi memenuhi ambisinya untuk membangkitkan kembali Bangsa Elvar dan mengalahkan Manusia. Kisah peperangan yang terjadi pun terus berlanjut. Valadin telah berhasil memiliki 4 Relik Elemental dan tersisa 3 Aether lagi yang perlu ia taklukkan. Setelah kehancuran yang telah dibuat oleh kelompok Valadin di Kota Kuil, Vrey dan kawan-kawan terjebak di tempat itu sementara Valadin melanjutkan perjalanannya mengumpulkan Relik Elemental. Melihat semua kejahatan yang telah dilakukan oleh Valadin - bahkan sampai melukai orang-orang yang disayanginya - Vrey semakin teguh kepada tujuannya untuk menghentikan Valadin, bagaimanapun caranya.

"Saat itulah Vrey tersadar. Selama ini dia selalu menganggap satu-satunya kejahatan yang dilakukan Valadin adalah pengkhianatannya terhadap para Tetua Bangsa Elvar. Vrey selalu menganggap dia ada di sini hanya untuk membantu menghentikan dan membuat Valadin mempertanggungjawabkan segalanya.Sekarang dia sadar betapa salahnya dirinya. Valadin tidak hanya melakukan kejahatan terhadap Bangsa Elvar. Valadin telah merenggut kehidupan dari semua orang yang ada di sini, termasuk dirinya. Dan kini, Valadin harus mempertanggungjawabkan perbuatannya pada semua orang."

Sementara kelompok Vrey menunggu bantuan, kelompok Valadin tidak menghabiskan banyak waktu untuk bersantai dan langsung melanjutkan perjalanan mereka untuk menaklukan Aether berikutnya, Gnomus, Sang Aether penguasa tanah. Meskipun tanpa kelompok Vrey mengejar di belakang mereka, Valadin tetap harus melalui banyak rintangan untuk mencapai Templia yang ia tuju. Dan dalam ujiannya menaklukkan Sang Aether, Valadin menyadari kekuatan tersembunyi pedangnya: Zward Eldrich; pedang dengan aura gelap dan dingin yang selalu haus akan darah. Selama kelompok Valadin disibukkan dengan peperangan melawan Aether, kelompok Vrey yang sudah mengumpulkan tenaga mendapati sebuah penemuan luar biasa yang akan membantu mereka mengejar Valadin dengan cepat.

Setelah merancang rencana dengan matang, kelompok Vrey dengan segera mengejar kelompok Valadin untuk lebih dulu menaklukkan para Aether dan mendapatkan Relik Elemental. Tak dapat dihindari, saat kelompok Valadin dan Vrey bertemu mereka akan terlibat dalam pertarungan sengit. Kelompok Valadin yang telah memiliki kekuatan dari 4 Aether tentulah bukan musuh yang mudah untuk dikalahkan, terlebih lagi dengan adanya Magus kuat seperti Eizen dan Shazin seperti Karth. Akan tetapi Vrey pantang menyerah dan berusaha keras agar ia bisa menghentikan perbuatan Valadin. Valadin pun tidak akan pernah menyerah untuk mencapai ambisinya...

"Valadin selalu tahu ambisinya akan meminta banyak korban dan dia sudah siap menerimanya, karena itu memang tidak terhindarkan demi menciptakan era baru yang diimpikannya..."
"Setiap kali kita berhadapan dengan Valadin dan teman-temannya, aku selalu merasakan ketakutan yang sama. Tapi itu bukan berarti aku melarikan diri begitu saja dari rasa takut itu. Aku belajar menghadapinya, kamu juga harus menghadapinya."

Baca kisah selengkapnya di Discord.


Di buku yang ke-3 dari seri Ther Melian ini, entah mengapa emosiku jadi banyak terlibat; mungkin karena setiap karakter sudah berkembang dan aku merasa mengenal setiap karakter dengan baik. Oleh karena itu saat karakter-karakter yang aku sukai dalam buku ini dilukai, tanpa sadar aku jadi ikut emosi dan harus terus mengingatkan diri sendiri bahwa ini semua hanyalah fiksi. Tetapi hal tersebutlah yang justru menjadi nilai plus dariku untuk buku ini, karena buku yang bisa menggugah emosi menurutku adalah sebuah buku yang luar biasa. But seriously, I want to punch Valadin in the face! :D

Seperti yang sudah aku katakan, karakter-karakter yang ada dalam serial Ther Melian ini sudah tergali dengan dalam. Karakter Karth yang tidak terlalu diungkap di dua buku sebelumnya jadi terlihat di buku ini saat mengetahui masa lalunya yang pahit; demikian juga karakter Eizen yang selama ini menyebalkan sempat menunjukkan sisi dirinya yang lebih manusiawi. Karakter Vrey sendiri pun menunjukkan sisi dirinya yang lemah, meskipun selama ini ia terlihat sebagai seseorang yang tegar, kuat, dan pemberani. Aku juga sangat menyukai bagaimana setiap karakter mendapatkan porsinya masing-masing dan ceritanya dituliskan dari sisi kelompok Valadin dan kelompok Vrey. Di satu sisi, kelompok Valadin merasa membangkitkan kekuatan Bangsa Elvar adalah hal yang sangat penting untuk masa depan mereka; dan sebenarnya tujuan Valadin pun tidak bisa sepenuhnya disalahkan. Di sisi sebaliknya, kelompok Vrey merasa Valadin telah mengorbankan banyak orang tidak bersalah hanya demi ambisinya semata; dan dari sudut mereka Valadin memang perlu dihentikan. Untukku, kisah ini menggambarkan dengan baik bahwa tidak semua orang baik sepenuhnya baik, dan tidak semua orang sepenuhnya jahat.

Tidak jauh berbeda dengan dua buku sebelumnya, buku ini berhasil menyuguhkan alur cerita yang seru, menegangkan, bikin penasaran, penuh peperangan, tetapi juga tidak lupa untuk dibumbui dengan romansa percintaan. Keseluruhan ceritanya mengalir dengan baik, dan semua detail cerita dijelaskan secara lengkap sehingga tidak sulit untuk memvisualisasikannya. Aku harap di seri terakhir Ther Melian semuanya akan diungkap dan rahasia-rahasia yang disimpan oleh para Aether segera diungkap. Saat aku menutup buku Discord ini, aku sangat tidak sabar untuk segera membuka dan mulai membaca buku terakhir seri Ther Melian.

**additional note: Cover buku ke-3 ini tidak kalah mengagumkan dari buku sebelumnya, terlebih lagi yang jadi sampul depan kali ini adalah Pangeran Leighton - yang adalah karakter favoritku dari seri Ther Melian ini. Hope to see more Leighton in the next and final book! Bagi para penggemar fantasi yang belum mencicipi buku ini, seri Ther Melian very recommended dan sangat tidak mengecewakan :))

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ther Melian series reviews:


by.stefaniesugia♥ .

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...