Monday, July 2, 2012

Book Review: Chronicle (Ther Melian, #2) by Shienny M.S.

.
BOOK review
Started on: 28.Juni.2012
Finished on: 1.Juli.2012

Chronicle (Ther Melian, #2) by Shienny M.S.

Judul Buku : Chronicle (Ther Melian, #2)
Penulis : Shienny M.S.
Penerbit : Elex Media Komputindo
Tebal : 520 Halaman
Tahun Terbit: 2011
Harga: Rp74,800 (http://www.bookoopedia.com)

Rating: 5/5

WARNING: Review ini mungkin mengandung spoiler; terutama bagi yang belum membaca buku pertama. Tapi aku mengusahakan spoiler sesedikit mungkin :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Entah kenapa, Vrey sangat menikmati setiap pertemuannya dengan Valadin, berada di sisi Valadin membuatnya merasa sangat nyaman. Persahabatan mereka merupakan rahasia uyang tidak pernah diceritakannya pada siapa pun, termasuk pada teman-temannya di Kedai Kucing Liar."

Buku ke-2 dari seri Ther Melian yang berjudul Chronicle ini dibuka dengan mengungkap masa lalu Valadin dan Vrey; bagaimana mereka bertemu di Hutan Telssier, pertemanan mereka, bahkan sampai ketika Vrey memutuskan untuk meninggalkan Valadin dan kembali pada kehidupan lamanya sebagai pencuri. Kisah kemudian dilanjutkan dengan petualangan Vrey dan teman-temannya, setelah berhasil selamat dari serangan yang begitu kuat dari kelompok Valadin. Akan tetapi sebelum menghadapi kembali kelompok Valadin yang mengejar-ngejar mereka karena Vrey telah mencuri Relik Safir, Vrey harus dihadapkan kepada kenyataan tentang Aelwen, sahabatnya selama 3 tahun. Kenyataannya bahwa Aelwen bukanlah seorang perempuan seperti yang selama ini mereka kira; tetapi ia adalah Pangeran Leighton Thaddeus Granville, putra pertama dari Raja Granville yang melarikan diri dari istana 3 tahun yang lalu.


Meskipun Vrey marah dan kecewa terhadap Leighton, mereka tetap harus melanjutkan perjalanan sebelum tertangkap oleh kelompok Valadin. Untuk menebus kesalahannya, Leighton memutuskan untuk mengantar Vrey ke Istana Laguna Biru di Granville; untuk menjelaskan semua yang terjadi kepada Raja Granville - yang akan melaporkan apa yang diperbuat oleh kelompok Valadin kepada para tetua Elvar. Hal tersebut juga berarti Leighton menyerahkan dirinya kembali kepada Ayahnya dan harus kembali tinggal di Istana. Untuk mencapai Granville, Vrey dan kawan-kawan harus pergi ke kota Lavanya terlebih dahulu. Mereka tidak mengetahui, bahwa kelompok Valadin menuju ke tempat yang sama untuk mencari Templia Undina yang terletak di bawah Istana Kerajaan Lavanya; tempat dimana mereka akan bertarung kembali.

"Rion benar. Dia menyadari semua ini kesalahannya. Menutupi satu kebohongan dengan kebohongan yang lain, dan akhirnya semua kebohongan itu justru melukai perasaan orang yang paling dekat dengannya."
"Kurasa, sebuah ujian hanya dibuat cukup berat agar kita berjuang melewatinya, kan?"

Setelah pertarungan sengit mereka berakhir dengan kelompok Valadin yang berhasil melarikan diri, Leighton melanjutkan perjalanannya ke Granville untuk menemui Ayahnya. Saat ia mengharapkan dukungan dari sang Ayah, Leighton malah mendapati Ayahnya memenjarakan Vrey atas pencurian yang ia lakukan di Rilyth Lamire. Untuk membebaskan Vrey, Leighton tidak bisa bertindak sendiri karena tempat Vrey dikurung mempunyai penjagaan yang sangat ketat. Mau tidak mau, Leighton akhirnya memilih seseorang yang sama-sama mempunyai keinginan besar sepertinya untuk menyelamatkan Vrey. Orang tersebut tak lain adalah Valadin. Akan tetapi Valadin sama sekali tidak mengetahui bahwa Leighton mempunyai rencana yang tidak pernah terpikirkan olehnya.

Apakah Valadin akan berhasil memperoleh Relik Elemental yang ia cari? Bagaimanakah nasib kelompok Vrey yang terus-menerus terlibat dalam permasalahan? Kisah dan petualangan mereka pun akan terus berlanjut...

Baca kisah selengkapnya di Chronicle.


Buku ke-2 seri Ther Melian ini tidak kalah seru dibandingkan buku yang pertama; pertarungan seru antara kelompok Valadin dengan penjaga Templia dan juga pertarungan antara kelompok Vrey dengan kelompok Valadin terasa sangat menegangkan dan membuatku tidak pernah ingin berhenti membaca. Sebelum membahas lebih lanjut tentang isi buku ini, pertama-tama aku harus memberikan pujian kepada gambar sampul untuk Chronicle - yang menurutku lebih keren jika dibandingkan dengan yang pertama. Sosok Valadin di sampul buku ini terlihat sangat realistis dan ada aura gelap yang terpancar dari wajah sekaligus pedang yang ada di genggamannya. Bravo for the beautiful cover!

Seperti yang sudah aku katakan di awal review, bahwa aku tidak berniat untuk membongkar terlalu banyak rahasia supaya yang belum membaca masih bisa merasakan keterkejutan yang aku rasakan. Dalam buku ini banyak sekali rahasia-rahasia di buku pertama yang diungkap, dan aku rasa karakter-karakter yang terlibat dalam kisah ini terasa semakin dalam. Aku sangat senang dengan alur cerita yang sama sekali tidak memberiku kesempatan untuk merasa bosan. Terlebih lagi dengan adanya loveline yang mulai muncul ke permukaan membuat ceritanya tidak hanya penuh dengan pertarungan dan peperangan, tetapi juga ada unsur manisnya percintaan. Jika aku mengatakan bahwa aku belum punya karakter favorit di buku pertama, di Chronicle ini aku mulai menemukan karaker yang paling aku sukai, yaitu:

♥ ♥ Pangeran Leighton Thaddeus Granville ♥ ♥
Sebenarnya aku tidak tahu bagaimana aku bisa menyukai karakter ini; yang jelas aku tidak bisa menyukai karakter Valadin - meskipun ia terlihat sangat keren di cover buku ini, karena aura gelapnya dan ia terasa sedikit menyeramkan karena dikuasai oleh kekuatan pedangnya. Mungkin alasanku menyukai Leighton yang pertama adalah karena namanya yang keren (sorry for the nonsense reason). Kemudian seiring dengan berlanjutnya cerita aku melihat kecerdasannya dan pengetahuannya yang luas; juga sifatnya yang baik dan setia kawan. Apalagi tingkahnya yang malu-malu jika membahas tentang perasaannya menurutku sangat unyu sekali. Anticipating more Leighton in the next book! ^^

Di buku Chronicle ini ada beberapa karakter baru yang muncul seperti Lourd Haldara - yang entah mengapa aku merasa ada sesuatu yang mencurigakan tentangnya... Ada pula Izahra seorang Elvar Gardian yang awalnya bertugas untuk membantu Lourd Haldara menangkap kelompok Valadin, tetapi pada akhirnya malah.... *non-spoiler* Satu lagi karakter baru yang muncul dan cukup aku sukai yaitu Putri Ascha Shela Lavanya; putri kerajaan Lavanya yang adalah seorang alchemist. Meskipun ia seorang putri, tetapi ia sangat pandai dan mempunyai kemampuan untuk melawan musuh dengan cara yang sangat unik.

Selain dari hal-hal itu, tidak banyak lagi yang akan aku bahas; dan sebaiknya aku segera lanjut membaca Discord karena aku tidak sabar untuk mengetahui kelanjutan ceritanya (hint: akhir buku Chronicle ini sangat-sangat membuat penasaran). Bagi yang belum membaca seri pertama, mungkin akan terasa sedikit membingungkan jika langsung memulai di buku kedua. Untuk kepuasan yang maksimal, aku sarankan baca dari buku pertamanya supaya lebih seru! ;))

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Ther Melian series reviews:

by.stefaniesugia♥ .

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...