photo wishlist_zps2544b6d7.png

Sunday, October 17, 2021

Pengalaman Membeli & Membaca E-book di Gramedia Digital

.

Selama beberapa tahun terakhir, sepertinya aku lebih sering membaca e-book dibandingkan buku fisik. Salah satu alasan utamanya adalah karena aku pindah ke apartemen yang lebih kecil, sehingga aku tidak punya banyak tempat untuk menyimpan buku secara fisik. Selain itu, membaca e-book jauh lebih praktis karena mudah dibawa kemana-mana dan tidak memakan banyak tempat. Bagi yang mau tahu lebih lanjut pengalamanku membaca dengan menggunakan e-book reader, bisa baca di post ini. Sayangnya, e-book yang aku baca beberapa tahun belakangan kebanyakan berbahasa Inggris. Oleh karena itu, sewaktu aku kangen membaca buku Bahasa Indonesia, akhirnya aku memantapkan hati untuk mencoba menggunakan aplikasi Gramedia Digital. Setelah membaca 2 buku dengan aplikasi ini, aku akan membagikan pengalamanku membeli dan membaca e-book melalui aplikasi Gramedia Digital ini 😊.
 

Tuesday, October 12, 2021

Book Review: Keajaiban Toko Kelontong Namiya (ナミヤ雑貨店の奇蹟) by Keigo Higashino

.
BOOK review
Started on: 27 September 2021
Finished on: 6 October 2021
 
 
Title: Keajaiban Toko Kelontong Namiya (ナミヤ雑貨店の奇蹟)
Author: Keigo Higashino
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Pages: 400 pages
Year of Publication: 2020
Price: Rp 91,000 (https://www.gramedia.com/)

Rating: 4.5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Dalam situasi biasa, kita tidak pernah mendengar masalah orang lain. Tidak ada yang mau mendengar pendapat kita. Mungkin akan terus begitu seumur hidup. Jadi anggap saja ini kesempatan pertama sekaligus terakhir.
Kōhei, Shōta, dan Atsuya adalah maling kelas teri yang sedang mencari tempat persembunyian setelah melakukan pencurian. Mereka kemudian menemukan sebuah toko kelontong yang tidak berpenghuni dan memutuskan untuk bersembunyi di sana sampai pagi. Saat itulah, tiba-tiba ada sepucuk surat misterius diselipkan ke dalam toko melalui lubang surat—sebuah surat yang berisi permintaan saran. Walaupun awalnya ragu, tiga pemuda itu akhirnya menuliskan surat balasan yang kemudian membawa mereka dalam petualangan melintasi waktu—menggantikan peran kakek pemilik toko kelontong yang menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya untuk memberikan nasihat tulus kepada orang-orang yang meminta bantuan. Keajaiban ini hanya untuk satu malam saja. Dan saat pagi datang, kehidupan tiga sahabat itu tidak akan pernah sama lagi.
"Aku tidak tahu apakah ini masuk akal... seumur hidup, malam ini pertama kalinya aku merasa bisa jadi manusia yang berguna. Aku. Orang bodoh seperti aku."

Friday, October 8, 2021

Book Review: All That is Lost Between Us by Winna Efendi

.
BOOK review
Started on: 24 September 2021
Finished on: 26 September 2021
 
 
Title: All That is Lost Between Us
Author: Winna Efendi
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Pages: 304 pages
Year of Publication: 2021
Price: Rp 69,000 (https://www.gramedia.com/)

Rating: 4/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Perasaan, pilihan, keputusan. Mereka hal-hal paling rumit yang pernah ada."
Bas adalah seorang dokter ahli bedah pediatri yang terus pindah dari kota ke kota, bekerja di berbagai rumah sakit, sebelum akhirnya ia berakhir di sebuah klinik sederhana di kota kecil pedalaman Australia. Namun, setelah 11 tahun lamanya, Bas akhirnya memutuskan untuk berhenti berlari dan kembali ke Melbourne dan memulai segalanya dari awal. Di sisi lain, Bee adalah seorang dokter Unit Gawat Darurat yang selalu menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan. Ia sama sekali tidak menyangka akan kembali bertemu dengan Bas di rumah sakit tempatnya bekerja. Bee tidak punya rencana untuk hidup di masa lalu, karena kesalahan besar yang mereka perbuat 11 tahun yang lalu sudah cukup menghancurkan kehidupan mereka. Kini, keduanya berada di tempat mereka bermula. Semuanya tergantung pada mereka—memutuskan untuk meninggalkan rasa yang terkubur di masa lalu itu, atau memutuskan untuk memberi kesempatan kedua untuk apa yang pernah mereka rasakan.
"Dia matahari, hujan badai, dan pelangi pada saat bersamaan. Pada suatu titik dalam hidupku, dialah segalanya."

Thursday, September 30, 2021

Book Review: Anxious People by Fredrik Backman

.
BOOK review
Started on: 12 September 2021
Finished on: 23 September 2021
 
 
Title: Anxious People
Author: Fredrik Backman
Publisher: Atria Books
Pages: 341 pages / 346 pages (e-book)
Year of Publication: 2020
Price: Rp 258,000 (https://www.periplus.com/)

Rating: 5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"This story is about a lot of things, but mostly about idiots. So it needs saying from the outset that it's always very easy to declare that other people are idiots, but only if you forget how idiotically difficult being human is. Especially if you have other people you're trying to be a reasonably good human being for."
This is a story about a crime that never took place, a bank robber who disappears into thin air, and eight extremely anxious strangers who find they have more in common than they ever imagined. Viewing an apartment normally doesn't turn into a life-or-death situation, but this particular open house becomes just that when a failed bank robber barged in and takes everyone in the apartment hostage. As the pressure escalates, the eight strangers start to open up to one another and reveal some long-hidden truths. As police surround the premises, the bank robber must quickly decide which is the more terrifying prospect: going out to face the police or staying in the apartment with this group of impossible people.
"They're right, both of them. The witnesses aren't telling the truth, not all of it. Not all of them."

Tuesday, September 21, 2021

Book Review: You Do You: Discovering Live Through Experiments and Self-Awareness by Fellexandro Ruby

.
BOOK review
Started on: 6 September 2021
Finished on: 11 September 2021
 
 
Title: You Do You: Discovering Live Through Experiments and Self-Awareness
Author: Fellexandro Ruby
Publisher: Gramedia Pustaka Utama
Pages: 252 pages
Year of Publication: 2020
Price: Rp 102,400 (https://www.gramedia.com/)

Rating: 5/5
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Dengan melihat ke dalamlah, kita mengurai kompleksnya hidup. Menyambung titik-titik yang tadinya terlihat acak. Ketika itulah bahagia hadir. Ketika identitas kita selaras dengan apa yang kita kerjakan."
Melalui buku ini, Fellexandro Ruby menanggapi banyak keresahan dan kegalauan yang mungkin dialami oleh banyak anak muda hari-hari ini. Satu dekade pertama perjalanan kariernya pun ia habiskan untuk bereksperimen dengan berbagai macam role yang berbeda hingga akhirnya ia menemukan ikigai. Menariknya, semua kegalauan dan pencarian itu mulai terjawab dengan sendirinya saat ia bisa menjawab pertanyaan: "Who are you?". Buku You Do You  ini tidak memberikan jawaban langsung, tapi membantu serta mengajak pembaca untuk belajar merefleksikan diri, melihat ke dalam, mengurai situasi, agar bisa menemukan sendiri jawaban yang diperlukan ketika berada di sebuah persimpangan.
"Your life (career, business, relationship, finance) should be an extension of who you are."

Tuesday, September 14, 2021

Book Review: Janji by Tere Liye

.
BOOK review
Started on: 28 August 2021
Finished on: 5 September 2021
 
 
Title: Janji
Author: Tere Liye
Publisher: Penerbit Sabak Grip
Pages: 488 pages
Year of Publication: 2021
Price: Rp 71,200 (https://www.gramedia.com/)

Rating: 4.5/5
 ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Sungguh, nurani kecil itu bisa membuat perbedaan besar. Dan Bahar 'terlanjur' memilikinya.
Dipatri dengan kokoh oleh sebuah janji."
Hasan, Baso, dan Kahar adalah tiga sekawan yang selalu membuat ulah di sebuah sekolah agama yang terkenal—mereka menggunakan segala macam cara untuk memberontak dengan harapan agar mereka dikeluarkan dari sekolah itu. Akan tetapi, alih-alih menghukum mereka dengan cara yang biasa, Buya—pemimpin sekolah agama tersebut, malah mengirim tiga sekawan ini untuk pergi menjalankan sebuah misi menemukan seseorang bernama Bahar. Misi tersebut tentunya membuat Hasan, Baso, dan Kahar kegirangan karena mereka bisa jalan-jalan; namun mereka tidak pernah menyangka apa yang akan mereka temukan dalam perjalanan tersebut.
"Hidup ini seperti lelucon. Penguasa langit dan bumi seperti mengolok-olok dirinya."
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...