photo wishlist_zps2544b6d7.png

Showing posts with label Gradien Mediatama. Show all posts
Showing posts with label Gradien Mediatama. Show all posts

Thursday, August 1, 2013

Book Review: Since We Meet by Pricillia A.W.

.
BOOK review
Started on: 26.July.2013
Finished on: 29.July.2013

Judul Buku : Since We Meet
Penulis : Pricillia A.W.
Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 312 Halaman
Tahun Terbit: 2013
Harga: Rp 45,000

Rating: 3/5

Terima kasih kepada Gradien untuk bukunya :)
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Mencintai dan dicintai.
Keinginan sederhana yang justru sering bertabrakan dengan ribuan alasan. Malu, takut, pengkhianatan, kekecewaan, dan yang terakhir persahabatan. Timot benar, kadang kita memilih bungkam saat pertemanan menjadi taruhannya. Suka atau tidak suka, kita lebih suka menggenggam yang pasti dibandingkan yang seandainya. Rupanya cinta tidak sesederhana yang kubayangkan."
Kisah ini adalah tentang persahabatan enam orang: Freiya, Timothy, Kelcia, Hansel, Reisha, dan Rainer. Freiya dan Timothy bersahabat sejak kecil dan membentuk eXXo Band yang amat populer, dan sahabat-sahabat mereka yang lain menjadi semakin akrab berkat itu. Dalam persahabatan yang sudah lama terjalin itu, banyak perasaan tak terungkap yang muncul. Dan perasaan itu enggan untuk disampaikan, demi menjaga ikatan persahabatan yang selama ini mereka jaga.

Monday, June 18, 2012

Book Review: Trave(Love)ing by Roy Saputra dkk

.

BOOK review
Started on: 17.Juni.2012
Finished on: 18.Juni.2012

Trave(Love)ing by Roy Saputra dkk.

Judul Buku : Trave(Love)ing
Penulis : Roy Saputra, Mia Haryono, Grahita Primasari, Dendi Riandi
Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 256 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 37,400 (http://www.pengenbuku.net/)

Rating: 4.5/5

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Padahal, melupakan itu tak pernah gampang, dan manusia tidak dirancang untuk melupakan sesuatu. Manusia dirancang untuk memahami sesuatu, dan belajar meneruskan hidup tanpa orang-orang atau sesuatu yang ada dalam kenangan itu. Forget is forever getting. And remembering heals."

Cerita ini adalah kisah 4 orang, yang melakukan sebuah perjalanan untuk move on; melupakan kenangan lama tentang cinta, bahkan berusaha melupakan orang yang bersangkutan. Dimulai dari Dendi, yang diputuskan oleh pacarnya karena hubungan jarak jauh yang menghalangi hubungan mereka. Setelah itu, ia memutuskan untuk backpacking berdua dengan tas ranselnya pergi ke Singapura. Tujuan awalnya hanyalah sekadar untuk refreshing, menjauh dari orang-orang yang dikenalnya. Meskipun dengan menjauh ia tidak bisa begitu saja menghapus kenangan lama yang Adulu pernah begitu manis, tetapi sekarang berubah menjadi pahit jika diingat kembali. Satu hal yang tidak pernah diduga oleh Dendi, bahwa ia akan bertemu dengan seseorang; yang akan mendorongnya untuk mengejar perempuan itu bahkan sampai ke Thailand.

Saturday, March 31, 2012

Book Review: The Summer I Turned Pretty by Jenny Han

.
BOOK review
Started on: 26.March.2012
Finished on: 30.March.2012

Judul Buku : The Summer I Turned Pretty (Ketika Aku Menjelma Cantik)
Penulis : Jenny Han
Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 288 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 43,000
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 



"Musim panas kali ini tidak akan pernah bisa kulupakan. Musim panas saat semuanya dimulai. Musim panas ketika aku menjelma menjadi cantik. Karena untuk kali pertama, aku bisa merasakannya.... Setiap musim panas sebelum musim panas kali ini, aku percaya akan ada perbedaan. Hidup akan terasa berbeda. Dan musim panas ini, perbedaan itu akhirnya datang. Aku berubah."

 Kisah ini adalah kisah cinta musim panas yang dialami oleh Isabel - atau lebih akrab dipanggil Belly dalam buku ini. Setiap musim panas, Belly bersama Ibu dan kakaknya - Steven, pergi berkunjung ke rumah musim panas keluarga Fisher. Di rumah itulah, ia mengenal dekat kakak-beradik Conrad dan Jeremiah Fisher. Dan di rumah pantai itulah, Belly mengalami banyak hal: seperti jatuh cinta dan patah hati.

Setiap musim panas, Belly akan kembali bertemu dengan Susannah (sahabat baik Ibu-nya) dan kedua anak Susannah: Conrad dan Jeremiah. Conrad adalah sosok seorang kakak yang selalu melindungi bagi Belly; sedangkan Jeremiah adalah seorang yang Belly anggap sahabat dan teman terbaik, tempat ia bisa menceritakan segala rahasianya. Selama bertahun-tahun, mereka menghabiskan banyak musim panas bersama - meskipun seringkali Belly tersingkir karena ia adalah satu-satunya anak gadis di antara para lelaki. Kisah ini menceritakan musim panas Belly yang sudah berlalu di tahun-tahun sebelumnya, dan juga menceritakan musim panas yang sedang ia jalani. Ia mengingat-ingat kembali, masa ketika ia jatuh cinta kepada Conrad, ketika Jeremiah mencuri ciuman pertamanya, dan berbagai pengalaman mengesankan yang lain.

"Ini gila. Dia Jeremiah. Jeremiah tidak pernah melihatku dengan cara seperti itu, sedangkan aku sendiri, aku selalu menyukai Conrad, bahkan ketika sikapnya begitu angin-anginan dan tertutup seperti sekarang. Dari dulu selalu Conrad. Dan, tentu saja Jeremiah juga tidak pernah memandangku dengan cara seperti itu sebelumnya. Aku adalah sahabat karibnya."

Dan musim panas itu, Belly bertemu dengan seorang lelaki bernama Cam. Belly menemukan sosok yang tidak ia temukan pada Conrad. Cam adalah seorang lelaki yang baik, berbeda dari laki-laki yang biasa ditemui oleh Belly. Keduanya menghabiskan banyak waktu bersama musim panas itu. Dan meskipun Conrad dan Jeremiah tidak menyetujui Belly terlalu akrab dengan Cam, Belly tidak peduli dan mulai menjalani hubungannya dengan Cam

"Semuanya terasa aneh antara aku dan Conrad, dan juga antara aku dan Jeremiah - sebuah pikiran tidak masuk akal merayap memasuki kepalaku. Mungkinkah mereka berdua tidak ingin aku bersama Cam? Karena mereka, mungkin punya perasaan terhadapku? Mungkinkah itu?"

Namun apa yang terjadi ketika hubungan Belly dan Cam berjalan lancar, namun hati Belly selalu goyah ketika Conrad menunjukkan sikap-sikap manisnya? Mungkinkah hati Belly selalu kembali kepada cinta pertamanya pada Conrad? Dan apakah selama ini Jeremiah menyimpan perasaan khusus kepadanya? 
"Conrad selalu membuat perasaanku begitu campur aduk. Sikapnya tiba-tiba manis, tapi menit berikutnya begitu dingin. Conrad membuatku teringat hal-hal yang tidak ingin kuingat... Semuanya sudah berjalan baik dengan Cam, tapi tiap kali aku merasa yakin dengan Cam, Conrad akan memandangku seperti itu, membawaku berputar-putar, atau memanggilku Bells, dan semuanya langsung hancur berantakan."
"Conrad membuatku kesulitan untuk tidak mencintainya. Pada saat sikapnya manis seperti ini, aku jadi ingat alasannya. Alasan mengapa aku dulu mencintainya, maksudku."

Baca kisah selengkapnya di The Summer I Turned Pretty.


Jika dilihat dari ringkasan plot yang aku tuliskan, mungkin Belly akan terdengar sedikit seperti Bella Swan dalam serial Twilight yang dirundung dilemma dalam memilih lelaki. Dan dengan karakter Belly yang digambarkan sebagai seorang gadis yang sedikit manja dan egois, mungkin ia bisa jadi sedikit menjengkelkan. Akan tetapi untungnya, cerita ini tidak hanya terfokus dalam kisah cinta Belly saja. The Summer I Turned Pretty juga menceritakan tentang kasih dalam sebuah keluarga. Dan dengan penulisan yang terasa begitu alami dan mengalir, aku menikmati setiap bagian buku ini dan turut terhibur dengan pengalaman musim panas Belly. Kisah ini juga dituliskan dengan plot maju-mundur, seperti flashback, yang memperdalam karakter-karakter cerita ini, dan memberikan background yang jelas tentang kisah cinta Belly.
Karakter favoritku dalam buku ini jatuh pada Jeremiah Fisher. Dibandingkan dengan Conrad yang dingin dan kebanyakan tidak peduli dengan sekitarnya, aku lebih menyukai Jeremiah yang ceria dan terkadang sedikit konyol. Aku rasa Jeremiah-lah yang selalu ada ketika Belly membutuhkan seseorang. Dan aku menyukai bagaimana Jeremiah sepertinya selalu berhasil membuat Belly nyaman berada di sampingnya.

Overall, aku cukup terhibur dengan kisah cinta musim panas Belly yang manis. Meskipun ada kalanya aku sedikit sebal dengan karakter Belly yang selalu cemburu dan berusaha membuat orang lain cemburu. Tapi aku rasa itu adalah bagian dari karakter Belly yang digambarkan dalam kisah ini. Aku juga sangat menyukai rasa kekeluargaan yang ada dalam cerita ini. Very heart-warming :) YA fans probably would like this book :)


4/5 stars
by.stefaniesugia♥ .

Tuesday, February 7, 2012

Book Review: Pengakuan Gadis Call Center by Lisa Lim


 BOOK review
Started on: 3.February.2012
Finished on: 6.February.2012


Judul Buku : Pengakuan Gadis Call Center
Penulis : Lisa Lim
Penerbit : Gradien Mediatama
Tebal : 462 Halaman
Tahun Terbit: 2012

big thanks to Gradien Mediatama for the book :)
*sorry it took me so long to finish this book. busy with assignments and stuffs from college :(


  --------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 
 Buku ini bercerita tentang seorang gadis bernama Madison Lee. Ia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan hendak memulai pekerjaan di dunia media massa. Namun, apa daya ketika ia tidak diterima bekerja di manapun ia melamar pekerjaan. Hal ini membawanya kepada sebuah pilihan, pilihan yang kemudian mempertemukannya dengan banyak orang, dan juga mengajarkannya tentang banyak hal. Madison Lee akhirnya bekerja sebagai seorang gadis call center.

Maddy - panggilan akrab Madison - bekerja di Lightning Speed bersama sahabat baiknya Kars. Awal mula mereka bekerja, mereka diharuskan mengikuti sebuah pelatihan terlebih dahulu. Di pelatihan itulah, Maddy bertemu dengan lelaki idamannya: Mika Harket. Bagi Maddy, Mika adalah lelaki impiannya; namun apa yang bisa diperbuat oleh Maddy ketika ia mengetahui bahwa Mika sedang berpacaran dengan gadis cantik bernama Ingeborg; yang juga mengikuti pelatihan tersebut.

Tak lama setelah itu, mereka lulus dan mulai menjalani kehidupan mereka di dunia customer service. Menjadi seorang gadis call center yang harus terus-menerus menerima telepon dari pelanggan jelas bukanlah hal yang mudah. Setiap hari Maddy diperhadapkan dengan berbagai jenis pelanggan dengan tingkah laku yang aneh, sikap yang kasar, menyebalkan, dan lain sebagainya. Namun di tengah kesibukannya terus menerima telepon, Maddy juga menceritakan kisah persahabatannya dengan Kars. Ketika sahabatnya itu mengambil keputusan yang salah dengan mengencani pria beristri, Maddy berusaha keras menyadarkannya. Meskipun mereka sempat bersitegang untuk beberapa lama, persahabatan mereka yang sudah lama tidak bisa berakhir begitu saja.

Dan ketika Mika mendapati Ingeborg ternyata menyukai lelaki lain, apakah itu artinya Maddy memiliki kesempatan untuk meraih lelaki pujaannya? Apa pula yang harus dilakukan Maddy ketika ia mulai merasa jenuh dan lelah dengan pekerjaannya sebagai gadis call center? Akankah ia meraih mimpinya sebagai seorang penulis dan meninggalkan kehidupannya di dunia customer service?

Baca selengkapnya di Pengakuan Gadis Call Center :)


Membaca buku ini serasa seperti sedang membaca buku harian pribadi Maddy. Gaya bahasanya yang nyaman dan mengalir dengan baik sangat ringan untuk dibaca. Meskipun plot ceritanya tidak fokus dan kadang berpindah-pindah, aku serasa membaca kehidupan nyata Maddy yang bekerja sebagai gadis call center. Hal ini membuatku tidak bisa berhenti membaca setiap kali membuka buku ini. Ceritanya mengalir dengan baik sekali :)

Aku mungkin sudah cukup sering mengatakan hal ini di review-reviewku, bahwa aku selalu suka dengan buku yang memberiku banyak pelajaran hidup :) Dari kisah kehidupan Maddy yang terasa begitu nyata, banyak sekali yang bisa dipelajari dari kehidupan gadis call center ini. Berikut adalah beberapa kutipan favoritku dari buku ini:

"Tapi, tidak semua berjalan sesuai rencana.
Kadang-kadang, hidup melemparkan bola ke arahmu; dan kau bisa memilih untuk menghindarinya, atau memukul bola itu sekuat tenaga."
"Perubahan tidak akan terjadi bila kita menunggu orang lain atau waktu yang lain. Kita sendirilah yang kita tunggu. Kita sendirilah perubahan yang kita cari itu."
"Tapi kalau kau menemui situasi sulit, kau bisa memilih dipermalukan atau belajar rendah hati. Mungkin bekerja di kantor operator bisa menjadikanmu lebih baik. Kau butuh sedikit kerendahan hati."
"Hari ini adalah sebuah akhir, tapi juga sebuah permulaan."

 Aku bukan seorang penggemar Chicklit, dan hanya ada beberapa Chicklit yang pernah kubaca sebelumnya; tetapi buku ini sudah meninggalkan kesan yang cukup baik di memoriku :) Aku pasti akan mengingat Maddy si gadis call center ;)

 
 4/5 stars
by.stefaniesugia♥



kissbye from my boy! :*
.

Friday, December 16, 2011

Book Review: Shadow Light

BOOK review

Started on: 15.December.2011
Finished on: 16.December.2011

just finished reading, though i'm still somewhat confused with the ending of the story. for me the story leans more towards romance genre, even though there are mysteries and actions such as killing involved in the story. i don't know is it because i'm not used to reading mystery story or anything, but i don't understand some parts of the story :1 but anyways, it was enjoyable for me to read and finished it in quite a short time.
so here's the review of the book ;)

------
"Dia Shadow... dan aku Light.
Cahaya dan Bayangan, selamanya akan bertentangan."

kisah ini berpusat pada seorang lelaki bernama Lee Shin; seorang pemuda tampan dan kaya yang memiliki perusahaan media cetak besar. namun di balik identitasnya sebagai jurnalis media percetakan, ia adalah Light; seorang detektif dan agen rahasi sebuah organisasi bernama ISM. sudah beberapa tahun lamanya Light dikeluarkan dari tugas lapangannya karena kejadian peluru yang menembus tempurung kepalanya; membuatnya tidak mampu melakukan pekerjaan lapangan selincah dulu. kejadian buruk yang menimpanya tersebut melibatkan Shadow, seorang pembunuh bayaran yang selalu mengalahkannya.
semenjak saat itu, menangkap Shadow telah menjadi obsesi Light.

suatu hari ketika sedang meliput sebuah acara, sebuah pembunuhan mempertemukannya kembali dengan sosok Shadow. akan tetapi pada yang saat sama pula, Shin bertemu dengan seorang gadis misterius yang telah merebut hatinya; Agni. banyak pembunuhan terjadi setelah itu. bersama Agni, Shin masuk ke dalam dunia penuh kejahatan organisasi Death Hand - Tangan  Kematian. Shin awalnya hendak menangkap Agni karena mencuragi perempuan itu sebagai pembunuh suruhan Death Hand; namun ternyata Agni memiliki hubungan masa lalu yang kuat dengan musuh yang dikejar-kejarnya selama ini: Shadow.
Lee Shin kemudian mengetahui kenyataan pahit itu.
Agni adalah kekasih Shadow.

apa yang akan dilakukan Lee Shin ketika mengetahui Agni, gadis yang ia sayangi, ternyata melakukan tugas pembunuhan Shadow atas nama Shadow?
dan apakah Agni masih menganggap Lee Shin teman baiknya jika ia mengetahui lelaki itu adalah Light, yang sudah melukai kekasihnya beberapa tahun yang lalu?
masa lalu mereka semua akan terungkap.


hmm.. sebenarnya agak bingung nulis review buku ini. soalnya banyak rahasia-rahasianya, kalau kebanyakan nulis review nanti spoiled semua :1  jujur saja banyak hal yang tidak aku mengerti dari buku ini. misteri yang bikin penasaran di bagian awal diungkap perlahan-lahan seiring cerita, tapi aku tidak bisa menangkap maksudnya... ini kemungkinan besar karena jarang baca buku misteri, jadi otaknya sedikit lemot kalau mencerna hal-hal yang berat seperti ini.

hal yang aku sayangkan dari buku ini adalah tidak munculnya Shadow! padahal aku sudah menanti kemunculan Shadow yang pastinya membuat suasana semakin tegang antara dia dan Light. tapi yang muncul malah karakter-karakter lain :'( jadi sedikit kecewa waktu akhirnya. aku kurang begitu suka dengan karakter Light, karena dia yang notabene mantan detektif handal, malah jadi mellow karakternya gara-gara jatuh cinta sama Agni.

tapi selain daripada pendapat-pendapat pribadi itu, cara penulisannya sangat nyaman untuk dibaca (meskipun ada beberapa typo dalam buku ini), bukunya juga tidak terlalu tebal; mungkin cocok untuk bacaan ringan (adegan actionnya juga nggak terlalu sadis kok). dari buku ini juga dapat dipetik beberapa pelajaran moral, terutama dari karakter-karakternya :) salah satu quote favoritku dari buku ini sebagai penutup :)

"Bergabung dalam Tangan Kematian sama sekali tidak mengubah hidupnya menjadi lebih baik.... Kebahagiaan tidak pernah menghampirinya. Tetap tiada ketika dia sudah menjadi sosok yang sama kejamnya dengan pembunuh orangtuanya.... Tidak! Tidak! Dendamnya tidak pernah membawanya dalam kepuasaan. Dendam hanya membuatnya tenggelam dalam laut kejahatan. Dalam genangan mimpi buruk yang tiada habisnya. Dalam sebuah luka di jiwanya yang tak pernah berhasil disembuhkan..."



3/5 stars
by.stefaniesugia♥

Wednesday, December 7, 2011

Book Review: Forever Mine

BOOK review

Started on: 6.December.2011
Finished on: 7.December.2011

well, the book makes me feel really sorry for the main character :'( because i think her life seems to be falling into pieces with problems going on in her life. the book gives me a lot of different feelings, and i think there are lessons that can be learned from the life of Livvy; such as: you have to stick with your principle! i guess that whatever happens in Livvy's life are the consequences of the choices she makes. overall, the book was enjoyable, and the plot was great; the only thing that didn't match my taste is the characters.
here's the review in indonesian :)

-----
Forever Mine adalah kisah tentang seorang gadis bernama Livvy; yang sedang berjuang keras
mencari uang dengan mengadu nasibnya di Sydney, Australia. ia berjuang keras karena ia berusaha mengumpulkan uang untuk perawatan ibu angkatnya yang sedang menderita sakit ginjal. selama tinggal di Sydney, Livvy sempat dekat dengan seorang pria bernama Maurice. pada awalnya Livvy sama sekali tidak berniat untuk menjalin hubungan cinta di Sydney, namun karena perjuangan Maurice yang gigih dan pantang menyerah, Livvy akhirnya berkencan dengan Maurice. kencan-kencan yang dijalaninya dengan Maurice berjalan dengan menyenangkan; sampai suatu hari segalanya berubah ketika Maurice dan Livvy berada di apartemen lelaki itu. Livvy dikecewakan oleh Maurice yang hanya menginginkan tubuhnya saja; terlebih lagi ia juga menghina dan merendahkan Livvy.

"Kenapa? Kehilangan keberanian di saat-saat terakhir? Atau tawaranku tidak cukup untukmu, Livvy? Atau kau mengharapkan sebentuk cincin melingkar di jari manismu sebelum aku bisa menidurimu-itukah yang kau inginkan? Kenapa tidak kau katakan saja, berapa hargamu untuk semalam? Untuk gadis dari kalangan sepertimu, aku bisa membayar dengan pantas, kau tahu?"

semenjak hari itu, Livvy membenci Maurice dan menolaknya dengan keras hingga sepertinya lelaki itu tidak terima dengan perlakuan Livvy. dan sejak hari itu juga, Livvy memantapkan diri untuk menyingkirkan semua hal romantis dalam hidupnya dan berpikir tentang uang yang harus dikumpulkannya untuk membantu keluarganya di Indonesia. tetapi segala pertahanannya dan kemantapan hatinya diruntuhkan oleh seorang lelaki tampan bernama Xander Clayton.

Xander ternyata menaruh perhatian pada Livvy, dan dengan gigih berjuang untuk merebut hati wanita itu. setelah beberapa kali berkencan, Livvy tahu ia sudah jatuh cinta pada lelaki itu. tanpa bisa ia kendalikan, Livvy memiliki perasaan yang demikian dalamnya kepada Xander, hingga ia menyerahkan segalanya; bahkan sesuatu yang paling berharga bagi seorang wanita. seiring dengan berjalannya waktu, Livvy sudah berkali-kali menyatakan perasaan cintanya kepada Xander;
namun mengapa lelaki itu tidak pernah mengatakan hal yang sama kepadanya?

beberapa waktu setelah itu, Livvy kembali bertemu dengan Maurice. lelaki itu mengungkapkan sebuah rahasia besar yang menyakitkan; bahwa ternyata nama asli Xander adalah Alex Arterton, dan Maurice mengenal lelaki itu dengan baik.

" ...Alex Arterton, pria yang sekarang berbagi vila, kamar, dan ranjangnya denganmu di tempat ini bukanlah pria yang kau pikir kau kenal. Dia memainkan taruhan yang kubuat untuknya dalam kemarahanku karena kau campakkan. Dia menginginkan resorku dan aku mengajukan sebuah penawaran. Kalau dia berhasil merayumu, aku akan melepas resor ini dengan harga yang menggiurkan untuknya. Alex pria yang ambisius, licik, dan juga kejam..."

apakah Livvy dapat tetap mencintai Xander setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Maurice?
namun apa yang harus ia lakukan ketika Livvy mendapati dirinya sedang mengandung anak Xander? kelanjutannya lebih seru kalau dibaca sendiri ;)


novel ini menurutku mempunyai plot yang menarik dan cara penulisannya juga bagus dan mudah dinikmati. hanya saja ketika membaca novel ini, aku berulang kali merasa kasihan pada Livvy karena hidupnya yang hancur berantakan. tetapi setelah dipikir-pikir lagi, semua kejadian yang menimpa dirinya adalah akibat dari kesalahannya sendiri. Livvy yang awalnya menolak Maurice tidur bersama, namun malah tidur dengan Xander (malah dia yang memaksa lagi) :X hal inilah yang membuatku jadi kurang menyukai karakter Livvy yang (menurutku) sedikit tidak berpendirian. aku juga kurang menyukai karakter Xander yang penuh dengan ego, sombong dan posesif. sehingga aku tidak bisa mengerti perasaan Livvy yang jatuh cinta mati-matian pada Xander. seandainya karakternya lebih menyenangkan aku mungkin akan memberi rating 5 untuk buku ini, tetapi karena karakternya, aku turunkan jadi 4 aja ;P

this is an adult novel, with kissing scenes that might not be suitable for teenagers.

4/5 stars
by.stefaniesugia♥
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...