Friday, September 7, 2012

Book Review: My Boyfriend's Wedding Dress by Kim Eun Jeong

.
BOOK review
Started on: 31.Agustus.2012
Finished on: 5.September.2012

Judul Buku : My Boyfriend's Wedding Dress
Penulis : Kim Eun Jeong
Penerbit : Penerbit Haru
Tebal : 444 Halaman
Tahun Terbit: 2012
Harga: Rp 55,250 (http://www.pengenbuku.net)

Rating: 3.5/5
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Aku akan segera membuatkan kontrak itu, jadi kau harus mendaftarkannya secara hukum. Tapi ada syaratnya, kau harus mencarikan gaun pengantinku. Gaun itu hanya ada satu di dunia. Sebagai perancang busana, aku tidak dapat melepaskan gaun itu begitu saja. Aku tidak dapat merelakan gaun itu kepada siapa pun. Itu adalah gaun pengantin yang tak ternilai. Kau harus menemukan gaun itu."

Kisah ini dimulai dengan seorang wanita bernama Han Se Kyoung, yang baru saja melarikan diri dari pesta pernikahannya. Masalah yang ia miliki tidak berhenti sampai di situ; karena mantan calon suaminya adalah seorang yang cukup berkuasa, Se Kyoung mengalami banyak masalah di kantornya karena pekerjaannya dipersulit oleh keluarga sang pengantin pria. Seorang lelaki pun muncul kembali dalam kehidupan Se Kyoung; lelaki bernama Ji Kang Hoo - cinta pertama yang pernah mencampakkannya beberapa tahun silam karena uang. Namun, masalah terbesar yang akan ia hadapi disebabkan oleh karena gaun pengantinnya yang dibuat oleh perancang dari Italia itu tertukar. Hal tersebut membuat seorang lelaki dari New York bernama Hae Yoon, datang ke Korea untuk mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi miliknya.


Hae Yoon, adalah seorang pengacara dari New York; yang akan menikah dengan Oh Ye Rin - cucu semata wayang direktur Oh, yang sudah sangat banyak membantunya. Oleh karena itu, Hae Yoon setuju untuk menikahi Ye Rin meskipun tanpa dasar perasaan apapun. Suatu hari Ye Rin marah besar saat mengetahui gaun pengantinnya tertukar dengan sebuah gaun yang norak. Tak perlu pikir panjang, Ye Rin memaksa Hae Yoon untuk pergi ke Korea dan menemukan gaun miliknya. Hae Yoon - dalam keadaan yang terjepit - terpaksa pergi untuk mencari gaun tersebut. Pertemuan pertamanya dengan Se Kyoung adalah sebuah kesalahpahaman; namun akhirnya Hae Yoon mengetahui bahwa Se Kyoung memiliki gaun yang ia cari-cari. Meskipun keduanya telah bertemu, perjalanan mendapatkan gaun pengantin tersebut tidak semudah yang ia bayangkan. Hae Yoon harus melewati berbagai macam rintangan, bahkan terlibat dalam masalah kehidupan Se Kyoung.


"Padahal aku tidak gila, tetapi aku selalu menangis dengan histeris hanya karena mendengar suara hujan. Aku sangat membenci diriku yang bertingkah seperti itu. Aku membenci perasaan yang selalu mengatakan kalau aku tidak ada bedanya dengan payung yang dibuang begitu saja di saat hujan turun."

Se Kyoung masih ingat benar saat Kang Hoo mencampakkannya; tetapi lelaki itu kini datang kembali, memintanya untuk memulai semua dari awal. Se Kyoung yang sama sekali tidak berminat kemudian dibantu dengan keberadaan Hae Yoon yang berpura-pura menjadi kekasihnya. Tak disangka, perselisihan Kang Hoo-Hae Yoon jadi berkepanjangan dan Hae Yoon jadi terlibat berbagai masalah kehidupan Se Kyoung. Lama-kelamaan Se Kyoung semakin mengenal ketakutan Hae Yoon dan masa lalu lelaki itu yang selama ini hidup sendirian sebagai anak yatim piatu. Demikian juga Hae Yoon mengerti rasa sakit hati Se Kyoung yang telah dicampakkan oleh Kang Hoo.
"Kau kan juga telah membuatku yang takut hujan, basah kuyup karena kehujanan. Kau menyadarkanku bahwa hujan tidak hanya membawa kenangan buruk, tetapi juga membawa kenangan indah. Kau bisa berkata dengan tegas kepada orang lain seperti seorang dosen di kelas, jadi apa lagi yang kau takutkan?"
Akan tetapi, saat Se Kyoung mulai merasa di hatinya timbul perasaan yang berbeda kepada Hae Yoon, ia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa lelaki itu akan segera menikah dengan Ye Rin - seorang perancang busana sukses yang kaya. Keputusan apakah yang akan diambil oleh Hae Yoon dan Se Kyoung?

Baca kisah selengkapnya di My Boyfriend's Wedding Dress.
image source: here. edited by me.
Ini adalah karya kedua Kim Eun Jeong yang aku baca, setelah sebelumnya pernah membaca So, I Married the Anti-Fan (review: here); dan juga ini adalah pengalaman ketiga membaca buku Korea terjemahan. Jujur saja, aku masih belum bisa menikmati buku Korea secara maksimal - entah karena gaya penulisannya yang memang terasa kurang mengalir ataupun karena efek terjemahan, aku tidak tahu dengan pasti alasannya; karena belum pernah membaca novel Korea dengan bahasa aslinya. Meskipun begitu, aku cukup menikmati buku ini dan menghargai usaha keras para penerjemah untuk menghasilkan novel My Boyfriend's Wedding Dress.

Boleh dibilang, alur cerita ini adalah tipikal kisah yang biasanya disajakan dalam sebuah drama korea. Atau mungkin saja ini hanya perasaanku, karena secara tidak sadar pikiranku seperti di-set untuk membayangkan cerita Korea sebagai sebuah drama. Sejenis dengan So, I Married the Anti-Fan, kisah ini pun dibumbui dengan ketidaksukaan kedua karakter pada awalnya, kemudian mereka melalui banyak hal bersama, dan pada akhirnya timbul perasaan yang tidak seharusnya mereka miliki. Dasar ceritanya bisa dibilang cukup klise dan mudah ditebak; tetapi seperti jalannya cerita sebuah drama, banyak halangan yang mempersulit mereka dan juga banyak kejadian yang memperdekat hubungan mereka. Beberapa adegan yang cukup menyenangkan dalam buku inilah yang berhasil membuatku bertahan membaca ceritanya hingga akhir :) Hanya saja sayangnya tidak ada adegan yang terlalu emosional dan konfliknya tidak kunjung memuncak; membuat keseluruhan ceritanya datar-datar saja.

Aku pun tidak mendapatkan karakter yang cukup berkesan untukku; karena entah mengapa buku-buku Korea ini tidak terlalu mendeskripsikan karakternya dengan jelas. Cukup disayangkan sebenarnya, karena kalau karakternya digali jauh lebih dalam, mungkin aku bisa menyukai cerita ini dengan lebih baik. Deskripsi karakter yang kurang membuatku tidak dapat merasa terikat dengan karakter-karakter yang ada dalam buku ini.

Overall, meskipun bukan buku terbaik yang pernah aku baca, membaca sebuah buku Korea terjemahan adalah salah satu pengalaman yang aku suka lakukan - karena aku selalu membayangkannya menjadi sebuah film drama. Aku rasa buku ini semacam guilty pleasure untukku secara pribadi. Mudah-mudahan, akan semakin banyak buku Korea yang akan diterjemahkan, dan suatu hari aku berharap akan menemukan buku yang menjadi favoritku :)

by.stefaniesugia♥ .

8 comments:

  1. Fiksi ala Korea lagi banyak-banyaknya ya, sekarang.
    Impressive list of review. :) Care to exchange links?

    http://fennywongjournal.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. saya juga setuju dengan pendapat kakak. Mungkin karena harapan saya yg terlalu besar dengan buku pertamanya namun menghasilkan sedikit kekecewaan. Oleh karena itu aku belum berani untuk memulai buku keduanya :(

    ReplyDelete
  3. Setelah So. I Married The Anti-Fan aku agak kurang tertarik baca buku selanjutnya. Bukan karena ceritanya jelek, tapi ya karena masih kurang luwes terjemahannya... Agak aneh soalnya ya SPOKnya beda dg yg biasa kita temui.

    ReplyDelete
  4. Awalnya cuma baca review buku ini aja, terus liat-liat review buku-buku lainnya di blog ini. dang! i cant describes in the words for this blog!! Your reviews is really helpful!! Arrrrg jadi ada lagi kan gairah buat beli buku. When there's no plan for me to put new books into my wish-list in this month, jadinya tanpa sadar udah kalap aja saya pesen buku di bukabuku.com, included this book! hahhhaha
    Thanks Stefanie for your great great greaaat reviews! Thankfully i found this blog ^^
    *bookmarked ur site* *wink*

    ReplyDelete
  5. @Fenny Wong: iya, apalagi Penerbit Haru emg mengkhususkan buku2 Korea :)) visited your blog ;)

    @Oky: iyaa betuull, bahasa Indo sama Korea beda banget penyusunan kalimatnya - jadi malah aneh kalo diterjemahin T.T

    @megaratnas: aw thanks! ^^

    ReplyDelete
  6. magnificent post, very informative. I'm wondering why the other specialists of this sector don't realize this.
    You should continue your writing. I'm sure, you have a great readers' base already!
    Here is my web site - labels

    ReplyDelete
  7. If your tags are content to extreme Net June,
    FDA Commissioner Margaret Hamburg said the labels are Blunt on aim.
    It substance that the oil came from just one write on the
    labels before attaching them on the jars. But 'yield Boozing' has
    mg of atomic number 30 amino group acerbic Chelate,
    you are not getting 100 mg of zinc. Hither, Ed Pybus of SL Records
    shares how he's managed to listed Concluding.

    Also visit my homepage gift tags personalized

    ReplyDelete
  8. Me too, Stef...
    Always imagine it. haha....
    Kadang suka jadi kayak orang gila koq akku, ngomong2 sendiri... hahaha

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...